
Tok tok tok
Bunyi ketukan pintu kamar berkali-kali berhasil membangunkan Angel dari tidur nyenyaknya.
" Angel bangun ini sudah siang, mbak sudah siapkan sarapan dimeja," ucap Faysa dari luar pintu.
" Iya mbak, aku siap-siap dulu."
" Oh ya mbak sekalian mbak pamit karna mau pergi nganterin mama sama papa kontrol."
" Iya mbak hati-hati."
Setelah tak lagi mendengar suara kakak iparnya, Angel menolehkan wajahnya kesamping dan mendapati suaminya masih tertidur pulas dengan tubuh polosnya.
Angel menyingkap selimut yang juga menyelimuti tubuh polosnya.
" Auww..." ringis Angel saat akan beranjak dari kasurnya.
Bayu yang mendengar teriakan Angel yang cukup keras pun menjadi terbangun.
" Kenapa sih Ngel teriak-teriak? Bikin orang kaget aja."
" Ih ini semua kan karna kamu mas! Nggak ingat semalem kamu udah nusuk aku sampai sakit begini." Protes Angel.
Bayu tersenyum mendengar ucapan polos Angel yang terdengar vulgar itu.
" Iya maaf, emangnya masih sakit banget?"
" Sakit mas, mana punya kamu gede banget."
Bayu kembali tersenyum sambil mengacak rambut Angel.
" Ya sudah kamu pengen nggak sakit lagi kan?"
" Heem."
" Kita lakuin lagi pasti nanti nyerinya ilang."
" Tapi ini ma.." Angel tak meneruskan ucapannya karna Bayu keburu mendorongnya terlentang diranjang dan membungkam bibirnya dengan ciuman.
******* mulai lolos dari mulut Angel saat bibir Bayu mengabsen setiap jengkal tubuhnya.
" Ehmmm...mas sakit," ucap Angel sambil kembali mencakar punggung Bayu.
" Aduh Ngel, yang semalem aja belum kering udah kamu tambahin lagi cakaranmu! Kamu itu cat woman apa istriku sih?"
__ADS_1
" Biarin, ini nggak sebanding dengan luka tusukanmu mas."
" Oke, rasakan pembalasanku," ucap Bayu yang mempercepat ritme gerakannya dan sedikit kasar hingga tubuh Angel ikut bergerak terus.
Angel terus meracau untuk menyuruhnya bermain dengan lembut dan pelan hingga ia mengabulkan permintaan istrinya itu.
" Kamu kenapa senyum-senyum?"
" Hihi, jangan terlalu pelan mas. Rasanya malah jadi geli."
" Ih kamu itu memang nyusahin," ucap Bayu kesal dan kembali menghentakkan miliknya dengan cepat.
****
Selesai kontrol, Faysa mengantarkan kedua mertuanya naik taksi yang sudah dipesannya tadi.
" Pah, maaf ya Faysa nggak ikut pulang karna ada sedikit urusan dengan dokter Nissa."
" Iya, tapi kalau misalnya nanti sampai sore suruh Gathan buat menjemputmu."
" Iya, ya udah mama sama papa hati- hati yah."
Faysa kembali keruangan Nissa karna ada hal penting yang ingin Nissa bicarakan.
" Oh ya mbak Nissa mau bicara apa ya karna waktu itu mbak Nissa juga sempat kerumah untuk mencariku?"
" Mbak Nissa menyetujuinya?"
" Iya, mas Rosan mengaku pernah berbuat salah dengan kamu dan dia ingin minta maaf secara langsung ke kamu Fay. Aku harap dengan pemberian maaf dari kamu bisa membuat mas Rosan semangat menjalani pengobatan."
" Aku turut prihatin dengan keadaan mas Rosan mbak tapi maaf kalau hari ini aku tidak bisa karna aku harus minta ijin suamiku dulu."
" Iya Fay, tak apa. Aku tunggu kedatangan kamu dirumah."
" Ya sudah mbak aku pulang dulu ya dan sampai bertemu kembali."
Faysa segera pulang kerumah untuk menyiapkan menu makan siang karna sebentar lagi kedua anaknya akan pulang sekolah.
Setelah sampai rumah, Faysa segera masuk kamar dan mendapatinya suaminya sudah berada didalam dengan senyum terkembang.
" Kak kok tumben kakak udah pulang?"
Tanpa menjawab Gathan langsung mendekat dan memeluk Faysa erat.
" Kakak kenapa kelihatan bahagia banget?"
__ADS_1
" Aku berhasil mendapatkan posisi manager pemasaran yang dipromosikan kepadaku sayang."
" Selamat ya kak, aku ikut bahagia mendengarnya. Kakak itu pintar jadi kakak pantas mendapatkan posisi itu."
" Kalau begitu besok tolong buatin nasi kotak ya yang untuk syukuran. Aku pengen bagiin keteman-teman divisiku."
" Siap pak manager baru."
" Ah sayang kamu sekarang suka sekali membuatku gemas."
****
Seorang wanita cantik dengan penampilan seksinya masuk kedalam rumah mewahnya sambil membawa banyak paper bag ditangan kanan dan kirinya.
Didepannya nampak seorang laki-laki yang memandang garang kearah wanita yang berjalan dengan gemulainya.
" Windy, mau sampai kapan kamu berfoya-foya? Tiap hari kerjaanmu itu hanya menghabiskan uang! Apa kamu tidak bisa berpikir yang lainnya!"
" Eh kamu kenapa sih om tiap hari sekarang kerjaannya marah-marah terus? Lagian yang aku beli selama ini tidak sebanding dengan harta yang sudah kita dapatkan dari Alyariz."
" Tapi kalau kerjaanmu hanya berfoya-foya terus yang ada harta kita akan terus berkurang. Bukannya membantu suami membangun usaha baru ini malah bersenang-senang terus!"
" Heh dengar ya om, suami tuaku! Om nggak berhak melarangku untuk berbuat apa pun karna semua ini adalah jerih payahku sedangkan om cuma berdiri dibelakang layar bahkan aku rela mengotori tanganku ini dengan menembak Toni!"
Windy yang kesal pun melempar semua belanjaannya ke lantai dan pergi begitu saja.
" Mau kemana Win kita belum selesai bicara! Mulai sekarang aku melarangmu keluar rumah!"
Windy memutar badannya sambil tersenyum miring.
" Aku mau pergi dengan selingkuhanku yang lebih tampan, muda dan yang pasti dia tahu cara menyenangkanku dan jangan lagi mencampuri urusanku!"
" Berhenti kamu Win! Kamu istriku dan kamu harus menuruti semua kata-kataku!"
Windy tak menghiraukan ucapan Jimmy dan segera pergi dari rumahnya. Jimmy yang kesal atas sikap Windy yang membankang bahkan berani mengakui perselingkuhannya pun segera mengejar Windy yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Kejar-kejaran antara suami istri itu pun terjadi. Mereka saling menyalip mobil seolah jalanan itu adalah milik mereka.
Windy menoleh kebelakang lalu tersenyum saat mendapati mobil Jimmy yang belum menjangkaunya.
Windy mengalihkan pandangannya kembali kedepan dan alangkah terkejutnya Windy saat mendapati truk kontainer yang sudah berada didepannya.
Duar
Brak
__ADS_1
Kecelakaan maut itu tak bisa dihindari hingga mobil Windy ikut terseret dibawahnya. Sementara mobil Jimmy yang berada tak jauh dibelakang Windy pun ikut menjadi korban.
bersambung....