Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 58


__ADS_3

Hari ini Gathan sengaja meluangkankan waktunya untuk menjemput Dini dan Gafa di sekolah. Gathan memilih menunggu kedua anaknya didalam mobil karna ia malas meladeni para ibu-ibu orang tua murid yang suka caper kepadanya.


Begitu melihat putrinya, Gathan langsung keluar dari mobil dan meneriakkan nama putrinya.


" Dini, papa disini," panggil Gathan sambil melambaikan tangannya.


Dini yang melihat papanya pun langsung menarik tangan Gafa yang masih duduk.


" Gafa, ayo kesana itu papah udah dateng."


Gafa pun berdiri dan mengikuti langkah Dini untuk menghampiri Gathan.


" Halo sayang, ayo masuk. Hari ini papa nggak ingkar janji kan? Dan hari ini papa udah nepati janji papa buat jemput kalian."


Gafa dan Dini kompak menganggukkan kepala mereka lalu masuk kedalam mobil.


Gathan mulai menjalankan mobilnya dengan pelan karena membawa kedua anaknya. Gathan tampak memperhatikan sikap kedua anaknya yang sedikit murung dan tak seceria biasanya.


" Wah dua kesayangan papa ini kenapa ya kok tiba-tiba jadi pendiem? Biasanya kalian suka heboh cerita tentang sekolahan kalian ke papa."


" Papa tahu nggak tadi Ibu guru bilang kalau besok itu hari ibu. Terus ibu guru nyuruh semua bikin kado buat diberikan ke ibu, tapi kan Dini sama Gafa nggak punya mama pah," jelas Dini dengan sedih.


Degg


Ucapan dari Dini barusan langsung membuat hati Gathan nyilu. Bahkan tak terasa kalau sudah hampir 4 tahun dirinya menjadi orang tua tunggal untuk Dini dan Gafa.

__ADS_1


" Pah, kok papa diem aja?" tanya Gafa.


" Ohh iya sayang. Gafa dan Dini nggak usah sedih ya, kalian kan bisa bikin kado buat oma dan tante Angel."


" Tapi kan oma sama tante Angel bukan mama kita pah," sanggah Gafa.


" Ehmm, kita cari makan dulu ya. Papa laper nih, kalian juga pasti laper kan?"


" Dini mau sate ayam pah."


" Kalau Gafa mau ayam geprek pah."


" Oke, sekarang kita cari restoran yang paling enak yah," ucap Gathan yang berhasil mengalihkan topik pembicaraan.


****


Faysa berjalan sambil memberikan brosur kepada setiap orang yang ditemuinya. Meskipun cuaca panas, Faysa tetap semangat membagikan brosur. Lumayan upahnya bisa untuk membeli pulsa untuk seminggu.


" Ini Pak ada brosur motor murah dari Sejaya motor," ucap Faysa pada laki-laki yang tengah asyik duduk sambil memainkan ponselnya.


" Maaf Pak permisi," ucap Faysa karna lelaki didepannya itu hanya diam.


Laki-laki itu mengangkat kepalanya dan betapa terkejutnya kedua orang itu saat saling menatap.


" Kamu."

__ADS_1


" Pak Rosan."


" Ngapain kamu disini?"


" Saya dari pulang kuliah dan ini saya lagi kerja sambilan bagiin brosur."


" Oh jadi kamu kuliah. Emang gaji kamu kurang sampai ngambil part time?"


" Ngg..nggak sih Pak, cuma ya dari pada saya dirumah nggak ngapa- ngapain."


Rosan merasa iba saat melihat wajah cantik Faysa yang memerah karna kepanasan.


" Ikut saya sebentar."


" Kemana Pak? Lagi pula brosur saya belum habis."


Rosan merebut brosur yang berada ditangan Faysa lalu menaruhnya dikursi.


" Tinggalkan saja, nanti saya bakal bayar gaji brosur kamu."


Faysa tak berani membantah dan mengikuti langkah Rosan dari belakang.


Rosan berhenti dan membalik badannya menghadap Faysa.


" Jangan berjalan dibelakang saya, disamping saya saja biar kesannya nggak buruk.”

__ADS_1


Faysa menurut dan mensejajarkan langkahnya dengan Rosan.


bersambung.....


__ADS_2