Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 57


__ADS_3

Faysa memeluk jenazah ibunya yang sudah terbujur kaku.


" Ibu, bangun bu jangan tinggalin Faysa. Faysa nggak mau sendiri ," ucap Faysa dengan disertai tangisan.


Pak ustadz yang melihat Faysa pun langsung mendekati Faysa yang sedang mendekap jenazah ibunya.


" Sudah Fay, jangan seperti ini. Kasihan ibu kamu, ikhlaskan beliau agar jalan ibu kamu mudah," ucap pak ustadz menasehati.


" Ibu kenapa ninggalin saya pak ustadz?"


" Istighfar Faysa, doakan saja ibu kamu Fay, itu yang ibu kamu butuhkan saat ini."


Faysa langsung mengucapkan istighfar berkali-kali kemudia dia mulai membaca doa untuk ibunya.


Sebelum siang, pemakaman ibu Tanti pun segera dilaksanakan. Dari seberang pemakaman, tampak sebuah mobil warna hitam menepi dipinggir jalan.


Pintu kaca mobil terbuka, tampak seorang laki-laki mengintip dari kaca tersebut. Laki-laki yang ternyata Gathan itu pun menurunkan kaca mata yang bertengger dihidungnya.


Gathan menatap Faysa yang masih terduduk dipemakaman yang masih basah. Gathan kembali menjalankan mobilnya setelah berhenti untuk beberapa saat.


5 tahun kemudian.....

__ADS_1


Pukul 6 pagi Faysa sudah berada dikantor travel tempat dia bekerja. Setelah menaruh tasnya di loker, Faysa langsung mengambil sapu dan lap sebagai alat kerjanya.


Sudah sekitar 3 tahun Faysa keluar dari penjara dan menghirup udara bebas. Beruntung dia bertemu dengan Asri yang mengajaknya bekerja sebagai office girl disebuah kantor travel.


Untuk mewujudkan cita-cita almarhumah sang ibu yang menginginkan dirinya menjadi sarjana, Faysa pun kuliah di universitas terbuka pada hari sabtu dan minggu disaat ia libur.


" Slamat pagi Faysa," sapa Asri yang membangunkan Faysa dari lamunannya.


" Ehh Mbak Asri, pagi juga Mbak," jawab Faysa gugup.


" Idih pagi-pagi gini ngelamunin apa sih Faysa?"


" Nggak ngelamunin apa- apa kok Mbak. Ya udah aku lanjutin nyapu dulu ya Mbak."


Disaat sedang asyik mengerjakan tugasnya, tiba-tiba Faysa dipanggil Yuyun yang menjadi ketua OB.


" Mbak Yuyun manggil aku?"


" Iya, eh Faysa aku minta tolong kamu bersihin ruangannya pak Rosan sekarang juga ya karna hari ini beliau akan datang lebih awal untuk rapat."


" Iya Bu Yuyun, tapi biasanya yang bersihin ruangan pak Rosan kan mbak Tari. Kalau saya yang bersihin nanti saya takut pak Rosan marah," jawab Faysa cemas.

__ADS_1


" Hari ini Tari ijin. Udah sana kamu cepet bersihin ruangan pak Rosan nanti keburu dia dateng. Jangan sampai dia marah karena ruangannya nggak kinclong."


Faysa langsung masuk ke ruangan bosnya yang berada dilantai 3. Begitu masuk, hawa sejuk dan kesan mewah langsung dirasakan Faysa yang baru pertama kali masuk ruangan bosnya.


Biasanya tugas Faysa sehari-hari adalah membersihkan ruangan para karyawan yang berada dilantai 1.


Faysa langsung membuang kekagumannya dan segera membersihkan meja. Pandangan Faysa tertuju pada sebuah foto yang berada diatas meja yang ternyata adalah foto bosnya bersama seorang gadis cantik.


Tanpa sadar Faysa mengambil foto itu dan tersenyum tipis.


" Letakkan foto itu!" Tiba-tiba suara seorang laki-laki mengagetkan Faysa.


Dengan cepat Faysa menaruh kembali bingkai foto diatas meja kembali.


" Mmmaaf Pak," ucap Faysa dengan wajah tertunduk.


" Siapa kamu? Sepertinya bukan kamu yang biasanya membersihkan ruangan saya?"


" Saya Faysa, saya disuruh bu Yuyun untuk membersihkan ruangan Bapak karena yang biasanya bertugas disini sedang ijin," jelas Faysa.


" Ya sudah bersihkan dengan cepat. Pastikan semua sudah beres saat saya kembali dan ingat jangan sembarangan menyentuh barang-barang pribadi saya."

__ADS_1


Setelah mengucapkan itu, Rosan segera pergi meninggalkan Faysa.


bersambung....


__ADS_2