
Rosan terlihat bahagia ketika melihat ibunya sudah siuman meski masih terlihat lemas.
" San, dimana istrimu?" tanya Yuli.
" Sudah, ibu jangan memikirkan dia. Pikirkan dulu kesehatan ibu."
" Ibu benar-benar tidak menyangka kalau Faysa dulu seorang napi dan dia sudah membohongi kita semua."
" Sudah, sekarang ibu istirahat lagi. Apa masih ada yang sakit bu?"
" Dada ibu rasanya masih agak nyeri."
" Ibu harus segera sembuh. Rosan keluar dulu ya bu, sebentar lagi ayah kesini."
Rosan pun keluar dari ruangan ibunya dan berjalan menuju kantin untuk mengisi perutnya yang kosong. Namun langkah Rosan terhenti saat ia melewati ruangan dokter yang bertuliskan dr. Nisala Putri Ayu.
Dari luar Rosan bisa sedikit melihat Nisa yang tengah sibuk membaca berkas-berkas sambil mencemili biskuit kering. Rosan sedikit menarik bibirnya keatas melihat kebiasaan Nisa yang masih sama.
Tok tok tok
" Boleh aku masuk Nis?"
" Masuk saja mas,silahkan duduk. Ada perlu apa mas? Apa ini tentang ibu mas Rosan?"
" Bukan Nis! Aku berterima kasih karna sudah merawat ibuku sampai ibuku sudah sadar sekarang."
" Ya itu memang sudah tugasku sebagai dokter untuk merawat pasien. Oh ya mas, mumpung kita lagi berdua aku juga sekalian minta maaf untuk hal yang dulu."
__ADS_1
" Tidak apa Nis. Toh kepergianmu juga untuk mengejar cita-citamu dan sekarang kamu sudah berhasil."
" Terima kasih mas karna kamu sudah memaafkanku."
Tanpa sengaja mata Nisa tertuju pada jari Rosan yang menggunakan cincin.
" Kamu sudah menikah ya mas? Tapi kok aku belum pernah melihat istrimu selama ibu mas dirawat disini?"
" Ehmmm....itu."
" Maaf mas kalau aku ingin sok tahu. Ya sudah ini waktunya istirahat, aku ingin pergi makan siang dulu mas."
" Kebetulan sekali aku juga ingin makan. Bagaimana kalau kita barengan?" Tawar Rosan.
" Apa tidak masalah mas? Maksudku kan kamu sudah beristri, aku hanya tidak ingin ada salah paham."
" Tidak akan, ayo pergi," ucap Rosan lalu menarik tangan Nisa.
****
" Ah....ah Om ," rintih seorang wanita yang berada dalam kukungan laki-laki yang menindihnya.
" Sayang, kamu sangat nikmat," ucap pria berumur 38 tahun itu sambil menyemburkan lahar panas lalu terkulai disamping wanitanya.
" Sayang, aku tidak menyangka kamu mau menyerahkan mahkotamu padaku?"
" Sekarang aku sayang sama Om karna aku sudah malas sekali dengan suamiku itu dan aku semakin yakin untuk bekerja sama dengan Om untuk mengambil alih kekayaan keluarga alyariz dan menghancurkannya karna mereka sudah membuat kakakku cacat."
__ADS_1
" Kamu yakin sayang sudah tidak ragu lagi karna kamu mencintai suamimu?"
" Awalnya aku emamg ragu Om karna aku menyukainya tapi dia terus mengabaikan dan merendahkan aku. Aku sudah bersemangat kembali untuk membalaskan dendam kakakku pada keluarga brengsek itu."
" Bagus sayang, kau semakin membuatku tergila-gila. Bagaimana kalau kita melakukannya lagi? Tubuhmu membuatku jadi candu."
" Dengan senang hati Om."
Mereka pun mengulang kegiatan panas itu hingga keduanya merasa lelah.
****
" Kamu kenapa tiba-tiba nggak mau tinggal dirumah kakak?" tanya Gathan
" Aku mau tinggal dirumah saja kak lagi pula sekarang aku sudah mempunyai teman jadi aku tidak akan kesepian lagi."
" Teman? Maksud kamu, kamu ngajak teman kamu tinggal dirumah?"
" Iya kak, dia sedang butuh bantuan. Malah dia meminta jadi pelayan karna tidak ingin tinggal secara cuma-cuma."
" Memang siapa teman kamu dek? Kakak tidak mau kamu dimanfaatkan orang lain."
" Nanti kalau kakak sudah tidak sibuk Angel ingin mengenalkannya pada kakak dan Angel juga akan bercerita kenapa bisa kenal dia."
" Hem, tapi kakak tidak janji lagi pula kakak tidak berminat berkenalan dengan teman kamu itu."
" Yakin, nanti kakak menyesal loh! Teman Angel itu sangat cantik dan juga baik."
__ADS_1
" Sudah ah kakak mau ngecek laporan dulu."
bersambung.....