Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 122


__ADS_3

Vera segera pergi kerumah sakit dengan seorang pelayan setelah mendapat kabar kecelakaan adiknya dari kepolisian setempat.


Vera masuk kedalam kamar mayat dan membuka kain penutup jasad Windy.


" Arghh..." Teriak Vera sambil berjalan mundur.


Ia tak sanggup melihat jasad Windy yang mengenaskan akibat luka kecelakaan maut.


" Hiks...hiks...hiks..." Vera tak sanggup menahan kesedihannya karna kepergian Windy yang mendadak untuk selamanya.


Windy adalah satu-satunya anggota keluarga yang masih ia punya setelah kematian orang tuanya.


Vera menuju ruang rawat Jimmy yang dikabarkan kritis.


" Jim, istri kamu meninggal. Kenapa dia harus keras kepala dan akhirnya malah jadi seperti ini."


Vera memperhatikan keadaan suami dari adiknya itu dan ia melihat Jimmy menggerakkan jarinya perlahan.


" Jim kamu sadar?"


Jimmy membuka matanya perlahan dan mulai menggerakkan mulutnya dengan susah payah.


" Windy dimana?" tanya Jimmy terbata.


" Maaf Jim, Windy tak bisa diselamatkan dan meninggal ditempat kejadian."


Jimmy terlihat meneteskan air matanya dan mulai menggerakkan bibirnya lagi.

__ADS_1


" Aku sudah tidak kuat dan aku ingin menyusul istriku tapi sebelumnya aku punya permintaan. Tolong kembalikan lagi seluruh harta Alyariz yang sudah aku rampas. Aku menyimpan seluruh berkasnya dilemari kerjaku. Setelah ini pulanglah ke tanah air dan pergilah ke kota Sukabumi untuk menemui seseorang, dia akan menuntunmu. Sampaikan maafku padanya dan pada seluruh keluarga tuan Toni. A...aku sa...ngat me...nyesal."


Jimmy langsung kembali menutup matanya setelah mengucapkan kalimat terakhir.


" Jimmy! Bangun Jim!"


Vera segera mengurus kepulangan jenazah adik dan iparnya itu ditengah keterbatasan fisiknya.


Setelah mengurus pemakaman mereka, Vera segera menjalankan amanah dari Jimmy dan menuju kota Sukabumi lewat petunjuk kertas yang ia dapatkan dilemari Jimmy.


Vera sampai tujuan, ia berjalan tertatih karena kakinya yang pincang. Dari jauh ia melihat sebuah rumah yang letaknya cukup jauh dari rumah tetangga lainnya.


Vera membuka gerbang rumah tersebut lalu masuk kedalam dengan menggunakan kunci serep. Vera mengedarkan pandangannya dan ia melihat seorang lelaki dengan tangan sebelah yang terikat rantai. Sementara disebelahnya terdapat piring bekas makan yang masih baru.


" Permisi," ucap Vera sambil duduk berjongkok didepan lelaki itu.


" Kamu! Kamu Vera kan? Untuk apa kamu kesini? Apa dia mengirimmu kesini untuk menyiksaku?"


" Tenanglah aku tidak akan menyakiti tuan Alan. Aku akan membebaskan tuan tapi berjanjilah untuk tidak kabur karna ada hal penting yang ingin kusampaikan."


" Apa mulut wanita jahat dan licik sepertimu bisa dipercaya?"


" Ya, percayalah. Aku beri kamu senjata dan kamu boleh membunuhku jika aku berbohong."


" Heh, aku bukan manusia keji seperti kalian!"


Vera tak menanggapi ucapan Alan, ia memilih membuka rantai yang mengikat tangan Alan.

__ADS_1


Setelah lepas, dengan sigap Alan melumpuhkan Vera dan bersiap mencekik lehernya.


" Kamu mau membunuhku? Lakukanlah tapi setelah aku sampaikan amanah seseorang."


Alan yang tadinya merasa geram pun melepaskan tangannya dan menjauhi Vera.


" Jimmy menikah dengan adikku yang dulunya menjadi sekretaris dan istri dari Gathan. Setelah menikah, mereka mengajakku pindah ke luar negri. Tapi kecelakaan maut merenggut nyawa adikku serta Jimmy dan Jimmy berwasiat padaku untuk mencarimu dan mengembalikan seluruh harta alyariz yang sudah direbutnya."


" Apa Jimmy meninggal?"


" Ya, lukanya sangat kritis dan akhirnya..."


" Dia menyesali perbuatannya di akhir hidupnya dan aku cukup menghormati itu. Akan aku maafkan kesalahannya yang telah menculikku berbulan-bulan. Aku sungguh sangat khawatir dengan keadaan keluarga tuan Toni."


" Bersihkan dirimu dan kita bersiap-siap kekota untuk mencari rumah tuan Toni."


Alan dan Vera segera memulai perjalanannya. Mereka menaiki bus ekonomi dan berharap bisa menemukan keluarga Toni.


" Kenapa kamu mau menjalankan amanah Jimmy? Bukannya ini kesempatan bagimu untuk mengambil alih semuanya?"


" Aku bukan Vera yang dulu yang tega melakukan segala kejahatan demi uang. Semenjak kejadian itu dan setelah keluar dari penjara, ada seorang nenek yang mau merawatku. Ia melakukannya dengan tulus dan akhirnya aku menyadari semua perbuatanku."


Alan menganggukkan kepalanya dan kembalu fokus menikmati jalan disamping kursinya.


" Apa kamu tahu kira-kira dimana keluarga Toni sekarang tinggal?"


" Ada satu rumah yang pernah dibeli tuan Gathan dengan nama orang lain. Aku harap mereka tinggal disana."

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2