
Faysa baru saja membersihkan kamar kosnya hingga terlihat rapi dan bersih-bersih. Dari arah kamar sebelah,tiba-tiba datanglah seorang wanita yang terlihat buru- buru menghampiri Faysa.
" Pagi Fay, kamu lagi ngapain?"
" Eh kamu Dil, aku baru selesai beresin kamar sih. Ada apa?"
" Ehmm, hari ini kamu ada jadwal kuliah jam berapa Fay?"
" Sore sih Dil jam tigaan."
" Kalau pagi ini kamu kosong, aku boleh nggak Fay minta tolong kamu buat gantiin aku kerja satu hari ini? Soalnya aku baru aja dikabarin kalau ibuku sakit jadi aku harus segera pulang. Tadi aku udah ijin bosku sih tapi dia bilang suruh cari ganti karna ini hari minggu jadi pasti tokonya ramai."
" Baik Dil, aku mau gantiin kamu hari ini. Mending kamu cepetan pulang buat nengok ibu kamu jangan sampai terlambat."
" Iya Fay, ini aku juga udah siap- siap. Makasih ya Fay buat bantuannya."
" Iya Dil sama-sama. Ya udah kalau gitu aku siap-siap sekarang dan salam buat ibu kamu semoga beliau cepat sembuh."
Setelah Dila pergi, Faysa pun masuk untuk menggantikan Dila yang bekerja di toko. Setelah siap Faysa pun pergi menggunakan angkot dan turun di Al yariz mall.
" Wah bagus banget ya tempat kerjanya Dila," ucap Faysa yang merasa kagum saat ia masuk mall.
Sudah lama Faysa tidak pergi ke mall karna biasanya dia hanya akan ke pasar untuk membeli semua kebutuhannya termasuk pakaian.
Faysa naik ke lantai 4 dan sampailah dia disebuah toko yang bertuliskan " Aneka Kado".
" Permisi Mbak, saya Faysa. Saya kesini karna diminta untuk menggantikan teman saya yang bernama Dila."
" Oh jadi kamu yang gantiin Dila. Tadi bos udah bilang kalau kamu datang kamu jagain konter boneka dan aksesoris yah. Ini tas kamu ditaruh di loker belakang sama sekalian kamu ganti pakai seragam ini," jelas seorang wanita yang menjaga kasir.
" Makasih Mbak, kalau gitu saya ke belakang dulu."
__ADS_1
****
Dini dan Gafa tampak gembira ketika mereka sudah sampai di mall.
" Sayang hati- hati nggak usah lari nanti kamu jatuh lagi loh," ucap Gathan pada putrinya.
Mendengar teguran sang papa, Dini pun berhenti lari dan berjalan biasa sambil mengibaskan roknya.
Satpam yang melihat kalau pemilik mall datang pun segera berdiri dan memberi hormat.
" Slamat pagi Tuan, maaf saya tidak tahu kalau anda akan datang. Saya akan memberi tahu pak manager atas kedatangan Tuan muda."
" Tidak perlu, hari ini aku ingin bersantai dan berbelanja biasa saja."
Sang manager mall yang mendapat kabar kalau Tuan muda datang pun segera ikut turun.
" Slamat datang Tuan muda. Maaf kami tidak tahu tentang kedatangan Tuan muda hari ini."
" Siap Tuan muda akan kami laksanakan."
Gathan pun berjalan sambil mengawasi kedua anaknya dari belakang. Para karyawan wanita pun begitu memandang kagum pada sosok Gathan yang terlihat tampan dan berbeda dengan pakaian santainya.
Bahkan status duda dua anak diusia yang masih muda seperti menjadi nilai plus Gathan dimata kaum hawa.
" Ihh bos Gathan benar-benar tampan dan hot daddy banget."
" Iya tuh, gue pengen deh jadi ibu tiri buat dua anaknya."
" Mantan istri bos pasti cewek gila, masak suami setampan dan sekaya itu ditinggalin. Kalau gue nih ya punya suami kayak gitu bakal gue kintilin kemana pun dia pergi."
" Heh udah gosipnya, mau kalian ketahuan trus dipecat karna udah ghibahin pak bos!"
__ADS_1
Para karyawati itu pun langsung membubarkan diri.
Sementara itu di toko tempat Faysa bekerja, tiba-tiba para karyawan langsung heboh merapikan tempat karna Tuan muda pemilik mall akan datang ke toko mereka.
" Kenapa sih kok pada kayak heboh gitu?" tanya Faysa.
" Bos pemilik mall ini mau dateng makanya kita siap-siap."
Faysa pun menganggukkan kepala lalu ikut membantu pekerjaan teman barunya itu.
Gathan dan kedua anaknya sudah sampai di toko aneka kado.
" Selamat datang Tuan muda, ijinkan kami membantu barang yang Tuan muda inginkan."
" Nggak usah, biar mereka cari sendiri apa yang mereka inginkan," jawab Gathan.
Gathan dan kedua anaknya berkeliling didalam toko sambil melihat-lihat barang yang ada disana.
" Pah kita beli apa ya?" tanya Dini.
" Ehmm kalau Papah lihat sih biasanya wanita suka boneka, baju, aksesoris. Ya udah kalian pilih dulu ya, Papa mau angkat telfon dari oma."
Gafa dan Dini pun berjalan menuju konter boneka dan aksesoris.
" Gafa, kita pilih yang mana yah?"
" Aku juga ndak tahu Din, kita kan ndak punya mama jadi kita ndak tahu apa yang disukain mama kita dulu," jawab Gafa.
Faysa yang melihat dua anak yang sepertinya tidak asing itu pun segera menghampirinya.
bersambung.....
__ADS_1