Hidup Kelam Faysa

Hidup Kelam Faysa
bab 48


__ADS_3

Faysa langsung dibawa kembali ke selnya dan tidak diijinkan menemani Bayu yang dibawa ke klinik.


Dia duduk diatas ranjang sambil menutup wajah dengan kedua tangannya. Punggunggnya yang tadi diam kini terlihat bergetar dan isakannya mulai terdengar.


Hatinya begitu kacau dengan hubungannya yang sering diwarnai kesalah pahaman. Belum lagi sikap temperamen suaminya yang berdampak pada temannya yang kini harus mendapat perawatan diwajahnya akibat pukulan mentah dari Gathan.


Ceklek


Faysa mengangkat wajahnya saat mendengar suara pintu dibuka. Faysa tidak menyangka kalau Gathan akan kembali lagi setelah pergi dalam keadaan marah.


Gathan berjalan mendekati Faysa dan mengelus perutnya untuk menyapa anaknya yang masih berada didalam perut.


" Loe nggak apa- apa kan?" tanya Gathan yang membuat Faysa heran.


Faysa hanya menjawab dengan anggukan kepalanya dengan senyum yang tipis.


" Loe jangan kepedean dulu! Gue datang kesini karna nasehat dari dokter Ratih. Dia bilang ke gue supaya jangan membuat loe stres karna itu bisa berdampak pada kandungan loe," ucap Gathan yang kembali dingin.


" Saya baik-baik aja Kak, tadi memang perut saya sempat terasa kencang mungkin karna kaget."


" Sekarang masih kencang nggak?" tanya Gathan sambil kembali mengusap perut Faysa.


Gathan mendudukkan Faysa diatas ranjang lalu melepas pakaian yang dikenakan Faysa.


" Kenapa dilepas Kak?"


" Loe jangan pakai celana,bukannya gue udah beliin daster banyak buat loe!"


Gathan mengganti pakaian Faysa dengan daster warna putih tulang yang terlihat cantik.


" Kalau gini kan perut loe nggak terasa tertekan lagi."


" Trima kasih Kak."


" Oh ya sekalian gue mau bilang sama loe kalau mulai sekarang Alan yang akan mengurus semua tentang loe tapi loe tenang aja karna gue akan tetap mendampingi loe pas lahiran nanti."


" Maksudnya Kak?"


" Gue udah nggak mau berurusan lagi sama loe! Setelah ini urusan kita hanya tentang anak dan seharusnya loe bersyukur karna udah lepas dari gue."


" Tapi Kak, saya ingin kita berdua membesarkan anak- anak."


" Yah itu bisa terjadi tapi sayangnya cuma dalam mimpi loe. Tapi loe tenang aja gue tetap akan memberikan kesempatan buat loe untuk bertemu mereka."

__ADS_1


Gathan mengangkat dagu Faysa yang sedang menundukkan wajahnya.


" Loe jangan terlalu memikirkan hal ini demi kenyamanan kandungan loe. Loe nggak perlu meragukan apapun karna gue akan merawat mereka dengan baik."


Gathan pergi meninggalkan Faysa setelah merasa pembicaraannya cukup.


****


Gathan sudah sampai didepan rumah megah orang tuanya. Gathan berusaha mencoba memperbaiki ekspresi wajahnya agar terlihat baik- baik saja didepan keluarganya.


Gathan langsung menuju ruang keluarga dan ternyata semua orang sedang berkumpul disana.


" Halo semuanya," sapa Gathan yang mengejutkan semua orang.


Gathan langsung menghampiri mamahnya yang masih kaget dengan kedatangannya.


" Sayang kok kamu pulang nggak ngabarin?"


" Sengaja Mah buat kejutan," jawab Gathan lalu melepas pelukan ibunya.


" Gimana, kamu sehat kan? Kerjaan lancar?"


" Iya Mah, semuanya oke kok."


Gathan mengangguk lalu naik keatas tangga menuju kamarnya.


Gathan menghempaskan tubuhnya hingga terlentang diatas tempat tidur. Dia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku lalu mengirim pesan kepada Ardi dan Vicky.


Dia mengajak kedua temannya itu untuk pergi ke klub nanti malam.


Gathan yang lelah pun tertidur dengan masih memakai pakaian kantor. Tidurnya mulai terusik saat merasakan ada yang memainkan pipinya.


Gathan membuka matanya dan melihat sang adik sedang menusuk- nusuk pipinya dengan ujung jari.


" Ngel, ngapain sih gangguin Kakak?"


" Bangun dong Kak, udah jam makan siang nih," ucap Angel sambil menarik tangan Kakaknya.


" Iya-iya Kakak bangun. Udah kamu duluan turun, Kakak mau mandi dulu."


" Cepetan ya Kak, udan ditungguin papah sama mamah."


Setelah Angel pergi, Gathan segera membersihkan diri dengan cepat. Ia memakai pakaian santai lalu turun untuk makan siang bersama.

__ADS_1


Di ruang makan, adik dan kedua orang tuanya sudah menunggu.


" Siang semuanya," sapa Gathan pada mereka.


" Slamat siang juga Than. Ayo cepetan makan, ini mama kamu udah nyiapin banyak masakan buat nyambut kamu," ucap Toni.


Mereka pun makan siang bersama hingga menyisakan sedikit makanan.


" Pah, habis ini aku tunggu di ruang kerja ya. Ada pekerjaan yang mau aku bicarakan sama papah."


Gathan dan papanya kini sudah berada di ruang kerja.


" Mau bicarain kerjaan apa Than?" tanya Toni.


" Ehmm...sebenarnya ada hal penting yang mau aku sampaiin ke papa."


" Apa itu Than kok kayaknya serius banget?"


" Papa masih ingat Faysa?"


" Tentu saja Than, Papa tidak akan pernah lupa dengan orang yang sudah mencelakai kamu."


" Sebenarnya aku diam-diam sudah menikahi Faysa secara siri pah."


Brakk


" Kamu gila ya Than! Untuk apa kamu menikahi perempuan? Apa sudah tidak ada perempuan lain didunia ini hingga kamu menikahinya?" teriak Toni.


" Aku tahu Pah ini terdengar gila. Aku menikahinya hanya karna ingin membuat dia menderita."


" Tapi pada akhirnya kamu malah menumbuhkan benih dirahimnya!"


" Dan biar bagaimana pun, bayi- bayi yang dikandung Faysa adalah anakku dan juga sekaligus cucu dari mama dan papa."


" Oke, papa akan menerima anak- anak kamu sebagai bagian keluarga kita tapi papa tidak bisa menerima Faysa sebagai menantu di rumah ini."


" Papa tenang aja karna aku akan segera menceraikan Faysa begitu dia melahirkan."


" Dan satu lagi Than, sembunyikan mereka nanti dari Faysa. Kamu tidak mau kan kalau Faysa mencari anak kamu setelah dia keluar dari penjara dan tentunya kamu pasti nggak mau kalau aib Faysa akan mempermalukan keluarga kita."


" Tentu aku nggak mau Pa, terus aku harus gimana?"


" Akan Papa beritahu setelah dia melahirkan. Oh ya, Papa harap kamu segera pulang ke Singapur. Jangan memikirkan hal disini karna Papa yang akan mengurus semuanya."

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2