
Viola mendengar tindakan dari Tuan Mudanya tiba-tiba itu masih tidak tahu harus berkata apa.
Apakah benar punya memiliki beberapa perasaan pada Tuan Mudanya itu?
Apakah hidungnya layak untuk memiliki perasaan padanya?
Dan apakah benar perasaan yang dimilikinya ini benar-benar apa yang di sebut cinta?
Memang dalam hidupnya ini dirinya belum pernah jatuh cinta.
Dalam dunia monotonnya ini, yang Tuan Mudanya lah yang memberikan dirinya warna, seperti cahaya dalam hidupnya yang begitu cemerlang dan penuh warna yang juga mempengaruhi dunianya.
Dirinya juga tidak tahu kenapa bisa seperti ini, bagaimana soal dirinya tidak begitu memiliki banyak emosi, bisa begitu emosional jika ini menyangkut soal Tuan Mudanya.
Jika memikirkannya sebenarnya tidak ada yang spesial antara mereka berdua, seperti kebanyakan pelayan dan Tuan Muda mereka.
"Viola, jangan kamu mencoba menghindari perasaanmu sendiri,"
Viola dengan ragu lalu menjawab,
"Tapi apakah ini tidak apa-apa jika saya memiliki perasaan seperti itu? Saya masih tidak mengerti soal hal-hal ini,"
Mendengar jawaban yang cukup monoton itu, Arka juga menjadi bingung sendiri tentang bagaimana untuk menyakinkan Viola.
Seolah rasanya ini semua memang terlalu cepat untuk Viola terima begitu saja.
"Aku hanya ingin mengatakan padamu tidak ada yang perlu kamu takut kan, mungkin kamu merasa perasaan itu cukup baru dan membuat mu binggung. Walaupun ini termasuk hal-hal yang baru dan mungkin menurutmu ini terlihat tidak realistis, kenapa tidak mencobanya saja? Mencoba pelan-pelan untuk menerima perasaan ini, mencoba untuk menerima ku,"
Kata-kata itu terlihat tulus dan penuh dengan keyakinan.
Viola lalu mulai memikirkannya sebentar.
Memang tidak ada yang salah jika ingin mencobanya.
Perasaan baru ini memang sedikit membuatnya cemas, namun perasaan ini jelas memberi dirinya suatu kebahagiaan.
Ya, apalagi yang dirinya takutkan?
Apakah takut ditinggalkan?
Hal-hal seperti itu sudah tidak relevan.
Atau karena takut soal masalah perbedaan identitas mereka?
Namun saat ini mereka berdua sudah memiliki status sebagai sepasang suami istri, soal masih tentu dan lainnya toh sudah terlanjur.
Lalu soal wajah yang dirinya miliki...
Ini membuat dirinya penasaran apa yang membuat Tuan Mudanya itu menyukai dirinya?
__ADS_1
"Tapi Tuan Muda, apa yang Tuan Muda suka dariku?"
"Aku menyukai segalanya tentang kamu, tidak ada dari kamu yang tidak aku sukai, dan lagi apakah menyukai seseorang itu membutuhkan sebuah alasan? Aku hanya sangat mencintaimu bukankah itu saja sudah cukup?"
"Tuan Muda ini...."
"Viola, aku akan selalu mengulanginya bahwa aku sangat mencintaimu, jadi mari cobalah dulu untuk bersama denganku, kalau kamu tidak menyukainya kamu selalu bisa memberikn review bintang 1 seperti sebelumnya, dan aku akan mencoba memperbaiki nya,"
Kemudian Viola juga jadi teringat kejadian ketika dirinya memberikan review bintang satu soal kinerja Tuan Mudanya ditempat tidur.
Saat memikirkannya sekarang dirinya benar-benar merasa malu dan ingin menyembuyikan dirinya sendiri ke dalam suatu lubang yang tidak bisa ditemukan Tuan Muda.
"Berhenti membahas soal review itu,"
Melihat sekali lagi ekspresi viola yang berubah itu, Arka benar-benar merasa sangat senang.
"Jadi kamu mau mencobanya denganku? Untuk kamu mencoba memahami apa itu cinta,"
Viola sudah banyak berpikir sejauh ini dan merasa ini tidak terlalu buruk, dirinya lalu segera menjawab,
"Emm, saya rasa saya akan mencobanya dengan Tuan Muda,"
Jelas Arka menjadi senang setelah mendengar jawaban itu.
"Kalau begitu jangan panggil aku Tuan Muda lagi, namun panggil aku dengan namaku,"
Viola merasa sedikit ragu namun dirinya mencoba untuk menuruti kata-kata itu,
Arka yang mendengar panggilan Viola itu segera memeluknya.
malam itu menjadi malam yang indah untuk mereka berdua yang baru mencoba memulai suatu hubungan baru untuk saling memahami dan saling mengerti apa itu cinta.
####
Ditempat lainnya, saat ini tengah diadakan sebuah jamuan makan malam di Rumah Keluarga Cavel.
Tentu saja semua orang berkumpul disana, termasuk Lewis dan Marsela.
Mereka dipanggil untuk menemui Kakek mereka yaitu Edward Cavel, yang juga merupakan kepala keluarga saat ini dari Keluarga Cavel.
Dia terlihat sedang duduk dan berbicara dengan Lewis,
"Bagaimana tentang perusahaan? Apakah kamu sudah terbiasa dengan posisi barumu?" Tanyanya dengan ekpersi santai.
Lewis lagu segera menjawab dengan ekpersi tenang,
"Tidak ada apapun dan aku sudah terbiasa dengan posisi ini Kakek, tidak perlu khawatir,"
Edward terlihat senang bagaimana cucunya ini bersikap baik selalu segera memuji nya,
__ADS_1
"Itu bagus, aku harap kamu bisa membantu Ayah dan Adikmu Mersela untuk meningkatkan kinerja perusahaan ini, kamu tahu sendiri gara-gara adikmu Marsela ini, Perusahaan harus kehilangan sebuah proyek penting,"
Marsela yang duduk di situ hanya terdiam melihat sindiran dari kakeknya itu.
Jelas, jalan keluarga ini tidak ada yang berani pada Edward Cavel, tidak ada yang berani memotong kata-katanya atau melawan kata-katanya.
Di masa lalu dia adalah seorang mantan Mafia yang mengerikan yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan segalanya yang dia inginkan.
Jelas dalam keluarga ini tidak ada yang menentang nya, karena takut akibatnya, bahkan Marsela tidak berani untuk angkat bicara dan membela dirinya sendiri.
Lebih baik diam jika tidak ingin mendapatkan masalah.
Lewis tentu saja tahu proyek apa yang Kakeknya maksud ini.
Ini adalah proyek yang berkaitan dengan perusahaan William.
Soal Keluarga William, Lewis sendiri tidak tahu harus berbuat apa karena fakta bahwa adiknya berada di sana ini membuatnya menjadi ragu-ragu untuk bertindak takut takut tindakannya ini aku malah akan membuat bahaya adiknya itu.
Belakangan, dirinya juga sempat menyelidiki adiknya Marsela yang terlihat berniat melakukan sesuatu pada Keluarga William, lebih tepatnya pada Suami Viola, yaitu Tuan Muda Arka William.
hanya memikirkan hal ini sudah membuatnya pusing sendiri.
Diri nya juga sudah menyelidiki sepertinya Marsela ini sedang menjadi sebuah kunci untuk harta tersembunyi itu berada.
Jelas dirinya harus mendapatkan kunci itu lebih dulu dari siapapun di keluarga ini.
Gara-gara kunci sialan ini, dirinya harus terpisah dengan adiknya.
Pada akhirnya ketika Lewis sibuk berpikir dengan pikirannya sendiri, makan malam segera berakhir.
Jelas Lewis menyembunyikan soal hasil penyelidikan nya tentang pencarian adiknya Clarissa.
Di rumah ini ada banyak musuh termasuk keluarganya sendiri.
Dirinya benar-benar harus menjaga informasi ini akar tidak bocor pada siapapun.
Benar, Keluarganya tidak ada yang boleh tahu jika Clarissa sebenarnya selama ini berada dalam Keluarga William.
Namun sayang sekali gerak-gerik mencurigakan dari Lewis itu, jelas sudah diamati oleh Kakeknya.
Edward bisa melihat jika ada sesuatu yang mengganggu cucunya ini.
Tentu saja dirinya sudah menaruh mata-mata dan orang kepercayaannya untuk mengawasi cucunya ini.
Dirinya mendapatkan laporan jika cucunya ini saat ini sedang mencari Clarissa, cucunya yang lain yang hilang.
Dan kabarnya cucunya ini mendapatkan beberapa, namun dirinya juga tidak tahu kenapa di dunia ini terlihat menyembunyikan ini.
Kira-kira apa yang Cucunya sembunyikan?
__ADS_1
Coba lihat nanti malam anak buahnya akan membawa hasil laporan soal penyelidikan Lewis ketangannya segera.
Tadinya cukup tidak sabar untuk tahu apa yang disembunyikan oleh Lewis ini.