
Ini adalah hari yang baru, setelah kejadian malam sebelumnya, tidak ada yang terjadi tadi malam.
Pagi ini, Arka bangun seperti biasanya bersama Viola, dan berangkat ke kantor.
Hari ini rencananya, mereka akan pergi ke salah satu Kantor Arsitektur yang diinginkan klaien.
Arka sudah menyiapkan berbagai dokumen dan persiapan sejak beberapa hari lalu, soal konsep dan modelnya, berharap Arsitektur ini mau bekerja sama dengan mereka, dan mereka bisa memenangkan proyek ini.
"Tuan Muda, apakah semua sudah siap?"
"Ya, ya. Aku kemarin sudah menyelesaikan semuanya, tinggal kamu cek saja apakah ada yang kurang," kata Arka sambil menyerahkan sebuah Flashdisk ke Viola.
"Baik, Tuan Muda. Akan saya periksa. Kalau sudah Fix, kita akan segera berangkat siang ini,"
"Tentu saja. Tapi sejujurnya, aku. Uskup khawatir juga, bagaimana jika dia sudah bekerja sama dengan CVL Group ini dulu?"
"Soal itu.... Tuan Muda tidak perlu dipikirkan, lagipula ini masih awal juga bukan? Bukan berarti mereka telah bekerja sama, semua belum ditentukan,"
"Hmm, kamu benar soal itu. Mari kita melakukan yang terbaik untuk mengerjakannya proyek ini,"
"Ya, semua akan berajalan dengan baik,"
Dengan itu, dua orang itu segera untuk pergi ke tempat Arsitektur itu berada.
Mereka cukup terkejut ketika sampai di Kantor Arsitektur itu.
Sepertinya ini lebih kecil dari pada yang mereka kira?
"Benar tempat ini tujuan kita?"
"Benar, Arsitektur yang kita cari berada di tempat ini. Saya dengar, dulu orang ini cukup populer, namun suatu hari dia mengundurkan dirinya, dan pensiun dini dari Perusahaan Besar tempat dia bekerja, lalu mulai membuka kantor Arsitektur ini. Namun kabarnya, dia sudah tidak lagi mau menerima Proyek dari Perusahaan-Perusahaan Besar lagi. Padahal semua Desain miliknya dulu adalah yang paling sering dicari,"
"Kenapa begitu?"
"Saya juga kurang tau soal itu. Tuan Muda. Padahal, Desain Miliknya terkenal sangat bagus dan Artistik, cukup unik membuat banyak orang menginginkan desainnya, namun dia tidak lagi mau, sebenanya aku cukup ragu juga apakah kita bisa mendapatkan orang itu,"
"Kalau kita tidak bisa mendapatkannya, itu berati Perusahaan CVL Group itu juga tidak bisa mendapatkannya,"
"Pfffff, Tuan Muda ada benarnya juga."
Lalu mereka berniat masuk kedalam, namun sebelum mereka masuk, mereka bertemu beberapa orang dengan wajah familiar.
Wajah-wajah itu terlihat memiliki ekpersi kesal.
Arka tentu saja tidak melewatkan ini, dirinya tentu saja tahu apa yang mungkin terjadi melihat wajah-wajah kesal itu.
"Astaga, bukankah ini saingan dari CVL Group itu? Dilihat dari wajah kalian, sepertinya kalian gagal," kata Arka sambil tertawa.
Marsela yang di tertawakan itu tentu saja merasa kesal, dia menjadi marah lalu berkata,
"Hah, jangan hanya asal bicara. Itu hanya kamu belum coba masuk, dan kamu bahkan mungkin juga akan ditolak dengan menyedihkan,"
"Pfffff.... Kalian pikir kami itu sama dengan kalian? Kita jelas beda level, jangan sama-samakan aku dengan kalian, kalian saja yang gagal karena tidak becus,"
__ADS_1
Marsela tampah emosi mendegar perkataan Provokatif Arka tersebut,
"Kamu.... Hanya bicara omong kosong!! Owh benar, aku baru ingat Tuan Muda Tertua Keluarga William memang hanya memiliki omongan besar, namun kinerja nol, bukankah begitu?" Kata Marsela sambil menatap bawahannya dibelakang, dan bawahannya itu lalu tertawa mengikuti Marsela.
"Hah, kamu ini benar-benar menyebalkan!!"
"Wow, sepertinya Tuan Muda ini memang hanya banyak bicara, sudah mari segera pergi, dan lihat wajah kecewa mereka nantinya. Sayang sekali jatwalku padat, hingga tidak bisa melihat wajah gagalmu nanti," kata Marsela sambil menepuk pundak Arka, lalu melewatinya dengan ekpersi arogannya itu.
Tentu saja, Arka menjadi tambah emosi, namun Viola mencegah Arka untuk marah.
"Tuan Muda harus tenang, Tuan Muda tidak boleh emosi, kita harus fokus pada proyek ini, jangan terprovokasi,"
Arka mulai menarik nafasnya, mencoba mengendalikan emosinya itu.
"Kamu benar, kita harus fokus dulu untuk proyek ini,"
Kemudian dua orang itu masuk kedalam, namun bahkan sebelum mereka masuk, petugas yang ada disana hendak mengusir mereka.
"Maaf, Pak Bos kami tidak ingin menemui siapa-siapa. Kalian rombongan yang sama seperti sebelumnya kan? Bukankah Pak Bos sudah bilang jangan lagi kesini sejak kemarin? Kenapa kalian masih keras kepala?"
"Maaf, Pak. Sepertinya Bapak salah, kami berbeda dengan mereka kami dari...."
"Sudah lupakan saja, intinya kalian sama saya. Pak Bos kami tidak ingin terlibat lagi dalam proyek-proyek seperti itu,"
"Tapi..."
"Sudah-sudah, sana kalian keluar!!"
Namun tentu saja Arka menjadi keras kepala.
"Tidak!!"
"Kami akan menunggu disini sampai kami diijinkan masuk," kata Arka lalu dia mulai duduk disalah satu sofa disana bersama Viola.
"Hah, terserah kalian saja kalau begitu,"
Petugas keamanan itu hanya bisa pasrah.
Sudah banyak orang yang seperti ini sebelumnya, dan pada akhirnya akan menyerah. Coba saja lihat nanti mereka juga pasti akan segera pergi dan menyerah.
Penjaga Keamanan itu, lalu segera melaporkan ini juga pada atasannya, yaitu Pak Arlan.
"Jadi begitu? Mereka bukan dari Perusahaan sebelumnya?"
"Ya, apakah bapak ingin menemui mereka?"
"Hah, paling mereka juga sama saja. Sudah lupakan saja,"
"Tapi mereka menunggu diluar,"
"Nanti juga mereka akan pergi,"
"Baik, Pak. Saya mengerti."
__ADS_1
Arlan menatap orang-orang dilantai bawah dengan ekspresi wajah rumit.
####
Disisi lainnya, tentu saja sebelum Marsela pergi dirinya segera menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Arka itu.
"Kamu, tolong cari orang untuk mengawasi Arka William itu dan menyelidiki soal dia,"
"Baik, Nona Marsela,"
"Aku ingin kamu menyelidikinya dengan detail, dan untuk pengawasannya, pastikan juga mereka gagal merekrut Arsitek itu, apapun caranya,"
"Baik, Nona. Akan kami lakukan dengan baik, dan pastikan mereka juga gagal,"
"Ya, dengan itu, pada akhirnya nanti Perusahaanku yang akan menang, bahkan walaupun tanpa Arsitek itu. Hah, aku akan mencoba mencari Arsitektur yang lain, sepertinya Klaien kita juga mungkin sudah menduga ini,"
"Memang, sangat sulit mendapat Arsitektur itu, mungkin Klaien hanya ingin menguji kita saja," kata Asistennya itu.
"Itu benar, lagipula selama ini banyak orang juga yang gagal. Hah, jadi mana mungkin Tuan Muda dari Keluarga William itu bisa? Dia terkenal tidak pintar atau hebat,"
Marsela lalu tertawa mendengar itu,
"Ya, itu benar sekali. Namun tetap saja, terkadang orang bodoh suka memiliki keberuntungan tinggi, tetap harus awasi, kalau-kalau mereka benar-benar membuat keajaiban,"
"Nona ini sungguh waspada sekali,"
"Kakekku pernah berkata, bahkan jika seorang harimau hanya berburu seekor kelinci, harimau itu tidak boleh menurunkan kewaspadaannya karena kecerobohan kecil bisa membuat kehilangan segalanya, mungkin harimau tiba-tiba masuk sebuah lubang? Itulah kenapa aku menjadi waspada, walaupun lawanku ini hanya kelinci kecil tidak berguna,"
"Ya, Nona Marsela benar."
Lalu mereka segera masuk kedalam mobil, membiarkan salah satu bawahan menyamar dan mengawasi Arka dan Viola di gedung itu.
Namun Marsela tiba-tiba terpikirkan akan apa yang Ayahnya katakan itu.
Kunci Harta Warisan tersembunyi....
Ada di tangan Tuan Muda itu katanya?
Tapi apakah mungkin?
Ya, mari tunggu saja informasi dari bawahannya itu.
Yang jelas, entah bagaimana caranya dirinya harus mendapatkan benda itu segera.
Ini semua demi rencana masadepannya menjadi Pewaris CVL Group dan menyingkirkan Kakak tirinya itu.
Ini hanya langkah pertama menuju rencananya.
Jika perlu, Tuan Muda dari Keluarga William itu bisa dilenyapkan jika sampai mengagu rencananya itu.
Lihat saja, baik Proyek, atau Kunci itu, dirinya akan mendapatkan semuanya.
####
__ADS_1
Bersambung