
Malam itu setelah jam makan malam, Louise dan Arka bertemu di taman belakang berdua sesuai yang mereka janjikan.
"Kak Viola kemana?" Tanya Louise begitu melihat wajah kakaknya itu.
"Dia masih sibuk bebenah untuk barang-barang yang akan kita bawa untuk kepindahan besok, di aku sengaja mencari waktu yang tepat agar dan menyelinap dari kamar ketika dia sibuk,"
"Tapi apakah tidak apa-apa? Jangan tidak memberitahu hal-hal ini kepada Kak Viola?"
Arka terdiam sebentar, sejujurnya dirinya juga masih merasa tidak nyaman karena tidak memberitahu hal-hal ini kepada Viola.
Namun di sisi lain dirinya juga merasa khawatir untuk memberitahu hal ini pada Viola.
Kasus misteri soal kematian Ibunya merupakan masalah serius yang terlihat membahayakan, dirinya dengar-dengar tidak ingin melibatkan Viola dalam hal-hal ini.
Tidak cepat atau lambat, dirinya pasti akan memberitahu hal ini kepada Viola, lagipula dirinya tidak suka untuk menyimpan rahasia pada Viola.
Karena hal ini juga sangat penting untuk dirinya, namun saat ini bukan saat yang tepat, karena masih tidak ada kejelasan tentang kasus itu.
"Sementara ini aku akan merahasiakan hal-hal ini dari Viola,"
"Baiklah kalau itu keputusan Kakak aku tidak memiliki pilihan lain,"
"Baik, tari sesuai rencana kita kita akan pergi ke gudang rahasia Keluarga William,"
"Sebenarnya ada apa di gudang itu? Kakak pernah mencoba masukkan?"
"Disana sebenarnya hanya ada berbagai barang-barang lama dan dokumen-dokumen lama-lama mungkin saja di sana kita menemukan sesuatu,"
"Lalu dimana lokasi tempat itu?"
"Tepat ada di bawah Ruang Kerja Kakek,"
Louise lalu mulai berpikir sejenak, kirimkan bagaimana cara mereka ke sana.
"Tapi Kak.... Gimana kita bisa ke ruang kerja kakek tanpa dicurigai? Kita tahu jika Rumah ini penuh dengan kamera CCTV?"
Arka lalu tertawa dan menjawab dengan percaya diri,
"Jangan panggil aku Arka jika aku tidak tahu bagaimana cara menyelinap,"
"Baiklah baiklah aku akan menurut, mari segera kesana, kita akan kehabisan waktu jika tidak ke sana sekarang. Lewat mana?"
"Itulah kenapa aku mengajakmu ke sini, tempat ini sebenarnya cukup dekat dengan Ruang Kerja Kakek,"
"Jadi begitu,"
__ADS_1
Louise akhirnya ikuti rencana Kakaknya itu, berjalan pelan-pelan di tengah kegelapan menembus beberapa rerumputan disana.
Dan tepat sesuai kata-kata Arka, disana benar-benar ada jalan pintas untuk sampai ke Ruang Kerja Kakeknya.
"Astaga, ku sampai tidak tahu jika ada jalan seperti ini di rumah ini,"
"Aku menyebut ini sebagai jalan pintas rahasia, you ketika aku masih kecil aku sering bersembunyi di tempat ini hingga tidak ada yang bisa menemukan ku,"
"Ah, benar setelah Kakak Marah, Kakak suka menghilang, one membuat semua orang bingung
untuk mencari keberadaan Kakak, jadi itu berada disekitar jalan ini,"
"Ya begitulah, tempat ini merupakan tempat yang memiliki banyak kenangan,"
Disini juga, Arka teringat pertemuannya dengan Viola.
Viola bisa menemukan dirinya di sini entah bagaimana entah caranya.
Apalagi, saat itu dirinya sedang menagis di tempat ini.
Memikirkan pertemuan mereka ketika masih kecil, membuat Arka merasa sedikit malu.
Dari tempat inilah, dirinya mulai sedikit demi sedikit membuka hatinya pada Viola.
Tempat rahasia mereka, yang mana hanya mereka berdua yang tahu.
Dan bagaimana ketika Viola ingat, dia berada dirumah seorang Nenek yang mengurungnya.
Ketika memikirkan hal-hal ini, perasaan Arka menjadi rumit.
Viola sebenarnya memiliki masa lalu yang cukup buruk.
Disini dulu, Viola juga bercerita bagaimana dia pemasaran tentang siapa Keluarga Kandungnya.
Namun setelah hari itu, Viola tak pernah membahas hal-hal ini lagi.
Ini membuat Arka sekarang berpikir, apakah sebaiknya dirinya mulai membantu mencari tahu keberadaan Keluarga Viola yang asli?
Benar, dirinya rasa setelah mengurus soal masalah kematian Ibunya, dirinya akan mencari Keluarga Viola, Viola dicoba akan senang jika dia bertemu dengan keluarga aslinya.
Kira-kira seperti apa Keluarga Asli Viola itu?
Apakah Viola akan memiliki saudara?
Sayangnya, Arka hanya bisa memikirkannya sekarang.
__ADS_1
Lamunan Arka segera tersadar tika mereka berdua sudah sampai di dekat jendela Ruang Kerja Kakeknya.
"Ssttt.... Sepertinya ada seseorang di Ruang Kerja," kata Louise sambil mengintip kedalam jendela.
Dan benar saja, ketika Arka melihat kedalam jendela, disana ada Kakek dan Neneknya yang terlihat sedang berdiskusi serius.
Disana terlihat suara Nenek Arka yang menjadi marah.
"Abraham! Sekarang apa yang akan kamu lakukan dengan Keluarga Cavel itu? Kamu juga sih, kenapa pakai menyetujui Arka untuk terlibat dalam proyek yang berurusan dengan Keluarga Cavel, sekarang dia di incar oleh mereka, bahkan hampir saja celaka, dan sampai masuk ruang ICU dan sempat koma!! Semua jelas gara-gara kamu memberikan proyek itu pada Arka!!"
Wajah Kakek Arka terlihat juga menunjukkan ekspresi tidak senang.
"Aku juga mana tau kalau Arka bisa memenangkan Proyek itu dan bisa menyinggung Keluarga Cavel, hal-hal ini benar-benar di luar dugaan ku,"
"Hah, kamu ini sungguh keterlaluan!! Kamu gak percaya dengan kemampuan cucu mu sendiri?"
"Bukannya aku tidak percaya namun kamu tahu sendiri bukan seperti apa dia," kata Kakek Arka mencoba mengelak.
"Ya, kamu sendiri juga tahu bagaimana Cucu Kita Arka itu kornet hebat dalam berkata-kata yang bisa membuat orang tersinggung, tapi kamu masih menggiring nya untuk berhadapan dengan Keluarga Cavel yang mudah tersinggung itu?"
"Hah, benar-benar tidak mengira Arka benar-benar membuat mereka marah,"
"Aku selalu membuat alasan seperti itu. Ini sama dengan saat mematikan Ibu Kandung Arka, wajah membuat alasan tidak pernah mengira hal-hal bisa menjadi seperti itu,"
"Itu...."
"Sekarang Arka di incar oleh Keluarga Cavel juga, bagaimana jika dia mengalami nasip yang buruk seperti Mamanya? Astaga, Keluarga Cavel itu yang membuat Arka menderita sampai dia mengalami Trauma berkat kematian Mamanya, sekarang Arka sendiri di incar,"
"Aku berjanji padamu, jika aku pasti akan melindungi Arka, aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh sedikitpun cucu kita,"
"Kamu hanya banyak bicara,"
"Aku juga sangat menyayangi Arka, saja aku juga tidak ingin hal-hal buruk terjadi padanya... Tidakkah kamu tahu, betapa menyesalnya aku ketika kematian Ibu Kandung Arka? Sungguh, Keluarga Cavel itu licik. kita tidak menemukan bukti yang nyata sok hal-hal hal itu namun jelas jika mereka adalah pelakunya,"
"Hah, ya aku tahu itu. Mau bagaimana lagi semua sudah menjadi seperti ini, bisa kita lakukan hanya menjadi lebih waspada pada mereka,"
"Ya, aku tahu,"
Dari Luar Jendela jelas Louise dan Arka dengar hal-hal yang Kakek dan Nenek mereka bicarakan.
Louise bisa melihat, wajah Arka yang menjadi pucat setelah mendengar semua kenyataan yang tidak terduga ini.
Arka mundur dari jendela, benar-benar tidak siap dengan semua ini.
Louise yang melihat Arka seperti ini, tentu saja mencoba menenangkannya.
__ADS_1
"Kak Arka tengah dulu...."
"Mereka.... Keluarga Cavel? Hah... Pantas saja... Tato Naga... Ya, itu benar-benar mereka!! Keluarga Cavel sialan itu!!" Kata Arka dengan ekpersi begitu marah.