Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 54: Keraguan


__ADS_3

Mendengar kata-kata orang tua Arka itu, Viola tidak tahu harus membalas apa.


Perasaannya saat ini sangat sedih memikirkan bagaimana keadaan Tuan Mudanya sekarang yang tidak juga kunjung sembuh.


"Hey! Pelayan jelek sialan! Kamu dengar apa yang suamiku katakan? Aku pastikan kamu dan Arka segera bercerai!! Kamu itu tidak pantas untuknya!" Kata Laura dengan ekpersi puas.


"Itu benar. Kami pasti akan menemukan seorang wanita yang jauh lebih baik darimu untuk Putraku, jelas dari awal aku tidak menyukai Bagaimana kalian berdua menikah,"


Viola menarik nafas dalam-dalam mencoba menstabilkan emosinya.


"Soal hubungan antara aku dan Suamiku Arka, itu adalah masalah kami. Ini tidak ada hubungannya dengan kalian berdua, Aku harap kalian tidak ikut campur aku permisi dulu harus segera pergi,"


Setelah mengatakan itu Viola benar-benar pergi dari situ, kemudian dirinya langsung menuju ke Kamar Arka.


Namun ketika memasuki kamar itu suasana hati Viola menjadi semakin suram.


Kamar besar itu benar-benar terasa sepi tanpa Tuan Mudanya.


Sampai sekarang dirinya masih merasa penasaran, kenapa Tuan Mudanya harus melindungi dirinya?


Lagipula dirinya ini hanya seorang pelayan yang tidak penting.


Namun Tuan Mudanya, berani mempertaruhkan nyawanya seperti itu sampai-sampai sekarang dia masih berbaring di ranjang rumah sakit dan tidak sadarkan diri.


Ya, dari awal dirinya memang sangat penasaran dengan niat Tuan Mudanya.


Atau apakah Tuan Mudanya merasa bersalah atas kejadian malam itu?


Ya, suatu malam dimana mereka berdua menghabiskan malam bersama.


Padahal dirinya sudah meyakinkan Tuan Mudanya, bahwa itu benar-benar bukan salahnya ini semua salah obat yang diberikan pada mereka.


Hari itu....


Walaupun dirinya terpengaruh dengan obat, ini tidak sampai dirinya tidak bisa melawan....


Viola sendiri sampai hari ini masih tidak mengerti dengan sikapnya sendiri malam itu....

__ADS_1


Sebuah tatapan dari Tuan Mudanya yang tidak pernah dirinya lihat..


Sebuah ekpersi yang membuat dirinya tidak bisa menahan Tuan Mudanya itu....


Ketika semua emosi Ini berkumpul, dirinya tidak memiliki keinginan mendorong Tuan Mudanya menjauh...


Apakah pikirannya saat itu juga keracunan oleh obat?


Perasaan berdebar yang dirinya alami malam itu, seolah masih terngiang dalam benaknya...


Malam itu, dirinya jelas masih ingat saat mereka melakukannya...


Dirinya menyukai bagaimana Tuan Mudanya Arka, memanggil namanya saat itu....


Suara lembut, dan seolah penuh dengan cinta....


Tidak, apa yang barusan dirinya pikirkan.


Tidak mungkin Tuan Mudanya memiliki perasaan seperti itu padanya.


Tidak lebih, dan Tidak kurang.


Dan lagi saat ini kondisi Tuan Mudanya sedang seperti itu, giginya tidak bisa memikirkan hal-hal lain sekarang.


Mumpung dirinya berada di rumah bukankah ini saatnya mencoba menyelidiki kejadian yang menimpanya itu.


Memang, dirinya sudah menyusun Louise untuk menyelidiki ini, namun belum ditemukan beberapa petunjuk.


Mereka semua benar-benar hanya mengaku sebagai perampok biasa.


Namun dirinya yakin sekali ini suruhan orang.


Tapi siapa?


Kemudian, Viola tiba-tiba ingat, dan mengambil ponselnya.


Sebuah tato naga...

__ADS_1


Ada sebuah tato yang ada disalah satu orang-orang yang menyerang mereka, dirinya memiliki gambar ini yang dikirimkan oleh Louise.


Hal-hal seperti tato naga ini terlihat familiar...


Dimana dirinya pernah melihat ini?


Tunggu....


Bukankah itu terlihat seperti tato yang ada pada pengawal perwakilan dari CVL Group?


Dirinya juga sudah menyelidiki soal CVL Group ini.


Ini adalah Perusahaan Keluarga milik Keluarga Cavel.


Dan ternyata Keluarga Cavel ini memiliki hubungan masa lalu yang sangat buruk dengan Keluarga William.


Ini...


Setelah memikirkan semua hal-hal ini, dan bagaimana bisa project sebagus itu diberikan pada Tuan Mudanya, akhirnya Viola paham.


Sepertinya, Keluarga Cavel ini sangat berbahaya dan mungkin menggunakan trik-trik kotor dalam menjalankan bisnisnya, maka dari itu tidak banyak perusahaan yang mau bersaing dengan mereka Jadi itulah Kenapa saat itu hanya ada perusahaan William yang menjadi saingan mereka dalam proyek itu.


Jadi begitu....


Jika tahu begini akhirnya membuat Tuan Mudanya dalam bahaya, harusnya memang tidak mengabil proyek ini...


Hah...


Patas saja, ekspresi semua orang terlihat pucat setelah mendengar kabar Ini, terutama para petinggi Perusahaan.


Hah....


Mereka benar-benar tidak memberikan sedikitpun peringatan....


Kenapa begitu banyak orang yang tidak menyukai Tuan Mudanya?


Dirinya tidak mengerti.

__ADS_1


__ADS_2