Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 27: Mengoda di Kamar Mandi


__ADS_3

Begitu Viola selesai menganti bajunya, yang di lihatnya adalah, Arka sedang berbaring dan bermain dengan ponselnya.


Melihat sikap malas Arka itu, sekali lagi Viola berkomentar,


"Tidakkah Tuan Muda Arka bilang ingin melayaniku seharian ini?"


Arka menjawab dengan santai,


"Aku tiba-tiba memiliki suasana hati yang buruk, dan berubah pikiran,"


Viola hanya menatap Arka dengan heran, lalu mulai duduk disamping Arka.


"Hari ini akhir Pekan, apa Tuan Muda tidak ada kegiatan?"


"Ingin malas-malasan seharian di rumah,"


"Tuan Muda tidak bisa begitu, mari segera mandi dan pergi,"


"Akhhh.... Aku malas, malas bergerak,"


"Tuan Muda tidak bisa begitu, hari ini kita akan mengujugi Pak Direktur Perencanaan dan Proyek,"


"Kenapa musti kesana?"


"Tidakkah Nenek Tuan Muda yang bilang akan membuat Pak Direktur untuk membantu Anda? Ini adalah saat yang baik untuk Tuan Muda juga lebih dekat dengan beliau, dan mendapatkan beberapa pengalaman dengan beberapa petunjuk dari beliau,"


"Apakah harus sekarang?"


"Ya, saya sebelumnya sudah menanyakan pada Sekertarisnya, jika hari ini Jatwal Pak Direktur kosong, dia hanya akan ada acara bertemu Klaien pagi ini, lalu pergi Bermain golf bersama Klaien, ini adalah saat yang baik untuk Tuan Muda Arka ikut beliau, belajar bagaimana cara berurusan dengan Kalien seperti Beliau,"


Arka menatap Viola yang begitu bersemangat, tidak mengerti kenapa Viola ini malah lebih bersemangat dari pada dirinya.


Tapi ini adalah hari libur!


Kenapa musti harus mengurusi soal pekerjaan segala!


Sungguh menyebalkan!!


"Tapi, Viola..."


"Tidak ada tapi-tapian, mari akan saya bantu mandi dengan cepat, dan kita segera ke tempat pertemuan mereka, mereka bertemu cukup pagi, dan kita harus segera kesana," kata Viola mulai menyert Arka untuk bangun dari tempat tidur.


"Jadi itulah kenapa kamu mandi begitu cepat?"


"Ya, kita tidak bisa membuat waktu,"


"Kamu bahkan tidak menikmati pelayanan pagiku," kata Arka dengan ekpersi cemberutnya itu.


"Pelayanan Pagi apa? Apakah soal mandi tadi?"


"Ya sudahlah, ya sudah mari segera mandi,"


Viola lalu segera menyiapkan kamar mandi dan air hangat ingin Tuan Mudanya seperti biasanya.


Seolah melupakannya hal-hal aneh yang terjadi pagi ini.


Viola sendiri tidak mau terlalu memikirkannya.


Namun tiba-tiba saat melihat Tuan Mudanya, memasuki Bak Mandi yang sama yang sebelumnya dirinya pakai...

__ADS_1


Ini membuat perasaan malu tiba-tiba muncul.


Perasaan menggelitik yang aneh muncul dalam hati Viola.


"Viola? Ambilkan sambunnya?"


Terbangun dari lamunannya, Viola segera mengambilkan hal-hal yang Arka minta.


Arka tentu saja menatap dan melihat perubahan ekpersi pada wajah Viola sekilas.


Apakah sekarang Viola bisa merasakan beberapa rasa malu saat bersama dengan dirinya?


Apakah ini efek dari perbuatan baiknya di pagi hari ini?


Sepertinya Viola ini memiliki rasa pertahanan yang sangat tinggi soal perasaannya, namun ekpersinya barusan entah kenapa begitu imut...


Ah..


Kenapa dia melamun dan membuat ekpersi itu?


Karena Bak Mandi ini juga barusan di pakai oleh Viola?


Memikirkan ini tiba-tiba wajah Arka juga menjadi memerah.


Sekarang Viola juga memiliki aroma yang sama seperti dirinya, membuat Arka merasa seperti berhasil satu langkah lagi, untuk menandai Viola sebagai miliknya.


Perasaan gembira tiba-tiba muncul.


Dan benar saja, ketika Viola membantunya mencuci punggungnya, dirinya melihat sekilas wajah Viola yang sedikit memerah itu.


Tiba-tiba sebuah ide lucu terlintas, Arka segera melepaskan handuk kecil yang menutup bagian tertentu itu, satu-satunya hal yang membuat dia tidak sepenuhnya telanjang.


Gerakan tiba-tiba itu membuat Viola langsung memalingkan wajahnya dengan panik,


Sebuah senyuman nakal muncul dari wajah Arka,


"Tidakkah sebelumnya kita sudah membahasnya? Bukankan kamu ingin memberikan review soal hal-hal ini? Apakah ini benar-benar ukuran XL atau tidak? Kenapa tidak melihatnya sendiri untuk memastikannya?"


"O.. Omong kosong apa yang Tuan Muda katakan?" Kata Viola dengan nada sedikit gugup.


Melihat Viola sepertinya sudah merubah ekpersinya, senyuman nakal Arka menjadi semakin menjadi-jadi.


Dia lalu langsung bangun dan berdiri dari posisinya yang berbaring di bak mandi.


Mendengar suara itu membuat Viola merasa kaget.


"Tuan... Muda apa-apaan...."


Melihat Viola masih memalingkan wajahnya, Arka mulai menggodanya,


"Tidak ingin melihat?"


"Tidak!!"


Sebenarnya begitu Arka berdiri dia sudah memakai handuknya kembali, hanya ingin sedikit mengoda Viola.


"Benar-benar tidak?"


Arka lalu menyentuh wajah Viola, agar Viola menatap kearahnya.

__ADS_1


"Tuan Muda.... Tidak!"


Viola masih menutup matanya, dan jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.


Ketika rasa penasaran tiba-tiba muncul, dia sedikit mengintip dan sedikit membuka matanya.


Melihat Viola, Arka lalu tertawa.


Yang Viola lihat adalah Arka dengan handuknya.


"Pfffff..... Viola? Kamu benar-benar ingin melihatnya?"


"Sudahlah aku pergi, Tuan Muda mandi sendiri saja,"


Kata Viola langsung melarikan diri dari sana, merasa malu untuk pertama kalinya.


Dan Arka puas dengan ekpersi itu.


Degan begitu, setidaknya dirinya yakin, kalau Viola masih mengagap dirinya sebagai lawan jenisnya, sebagai seorang laki-laki dan masih akan merasa malu ketika dihadapkan dengan hal-hal itu.


####


Pagi itu, setelah jam sarapan, sesuai anjuran Viola, Arka akhirnya ikut pergi ke ketempat pertemuan diadakan.


Ketika dia sampai disana, disana jelas masih sepi dan belum ada orang.


"Viola, kamu berbohong padaku?"


"Pertemuannya memang masih sekitar satu setengah jam lagi, mereka akan bertemu di tempat golf ini, beberapa pembicara bisnis ringan lalu akan berolahraga bersama,"


"Ini bukan Pertemuan serius?"


"Ini cukup serius, namun juga santai,"


"Itulah kenapa kamu menyuruhku membawa baju ganti?"


"Ya, sebaiknya kita menunggu mereka disini,"


Dengan patuh, Arka duduk di Ruang Pribadi disana, dan memesan minuman sambil menunggu orang-orang penting untuk datang.


Namun tidak lama kemudian, pintu itu dibuka, namun bukannya Pak Direktur yang muncul namun itu adalah wajah Galvin.


"Kenapa kamu disini?" Kata Arka marah.


"Harusnya aku yang tanya kenapa kamu disini!! Ini bukan tempat untuk bermain-main!" Kata Galvin dengan ekspresi marah.


"Hah? Apakah ini urusanmu? Lagipula aku adalah Wakil Direktur, tentu saja aku akan menemani Pak Direktur dalam pertemuan ini, sedangkan kamu? Hanya bawahan biasa, tidakkah kamu ingat?"


Galvin yang ingat soal jabatan baru Arka yang lebih tinggi darinya itu merasa kesal, namun mencoba menenangkan dirinya lalu berkata sambil menghina,


"Coba lihat, apakah yang bisa kamu lakukan didepan Klaien penting ini hanya akan membuat Pak Direktur dan Perusahaan William malu atau tidak,"


"Jaga mulutmu Galvin! Kamu yang hanya akan membuat malu!"


Viola menarik tangan Arka, mencoba menyuruhnya tenang.


Galvin degan kesal duduk di seberang Arka, menatap Arka dengan penuh waspada.


Mulai memilikikan beberapa hal yang bisa mempermalukan Arka nanti.

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2