Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 113: Hari-hari Tanpamu


__ADS_3

Hari-hari segera berlalu, minggu demi minggupun berlalu.


Saat Arka membuka matanya, dirinya lihat ruangan putih yang terlihat familiar.


Kepalanya masih sangat sakit, dan badannya sangat susah untuk digerakkan.


Arka hanya bisa membuka matanya dan sedikit mengerakkan kepalanya melihat sekeliling.


Dimana dirinya saat ini?


Apa yang sebenarnya terjadi?


Arka benar-benar tidak bisa mengingat tentang kejadian terakhir yang menimpanya.


Seingatnya, dirinya menaiki sebuah mobil, lalu tiba-tiba diserempet seseorang....


Setelah itu dirinya tidak ingat apa-apa lagi...


Arka berusaha keras untuk menggerakkan tubuhnya dan mencoba bangun namun cukup kesulitan.


"Kak Arka sudah bangun? Aku akan segera memanggil Dokter,"


Itu adalah suara dari Louise yang terlihat panik melihat bagaimana keadaan Kakaknya itu.


"Louise? Kamu disini?"


"Kak Arka jangan banyak bergerak atau berbicara dulu biarkan dokter memeriksa, sudah satu bulan sejak Kak Arka dirawat di Rumah Sakit ini,"


Arka ya mendengar berita dari adiknya itu tentu saja merasa sangat sok.


Apa?


Satu bulan?


Dirinya mengalami Koma selama satu bulan?


Ini terlihat sangat lama, pantas saja badannya sedikit sulit untuk digerakkan mungkin tubuhnya masih lemas akibat berbaring di tempat tidur untuk waktu yang begitu lama.


Dan tidak lama setelahnya, beberapa perawat dan seorang dokter datang.


Dokter itu mulai memeriksa keadaan Arka, dan segera berkata dengan ekpersi tenang,


"Tidak ada yang salah dengan kondisinya dia sudah cukup baik. Seharusnya dia hanya butuh beberapa rehabilitasi agar bisa kembali bergerak,"


Mendengar hal itu tentu saja Louise merasa sedikit lega, lalu beberapa perawat dan dokter itu segera keluar dari Ruangan itu, setelah melakukan beberapa pengambilan sample darah dan beberapa pemeriksaan ringan.


Dan sekarang tinggal ada mereka berdua yang berada dalam ruangan itu.


Hal pertama yang Arka segera ingin tahu adalah soal Viola. Jelas dirinya langsung bertanya pada adiknya itu.


"Lalu dimana Viola?"


Mendengar pertanyaan itu jelas Louise rasa belum siap untuk memberikan jawaban.


Apakah tidak apa-apa untuk memberitahu Kakakanya soal Kak Viola berdasarkan apa yang Kak Viola katakan?


Namun saat ini dirinya juga tidak memiliki pilihan lain jika dirinya mengatakan yang sebenarnya kakaknya ini mungkin akan menjadi nekat dan mencoba mencari Viola di dalam Keluarga Cavel.


Dan hal ini malah bisa saja membuat rencana Kak Viola menjadi gagal, ten lagi mungkin malah membahayakan Kak Arka.


Arka yang melihat adiknya itu terdiam tiba-tiba memiliki firasat buruk.


"Louise, coba katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi pada Viola selama aku berada di rumah sakit?"


Louise menarik nafas dalam-dalam, lalu segera berkata,


"Kak Arka dengarkan apa yang aku katakan baik-baik. Aku mohon tentang semua yang aku katakan agar Kak Arka tetap tenang,"


"Sebenarnya apa yang terjadi? Cepat katakan padaku jangan malah berkata seperti itu dan membuatku takut,"


"Kak Viola kembali ke Keluarga Cavel, saat ini dia berada di Luar Negeri bersama mereka,"


Mendengar berita itu jelas Arka merasa tidak senang, juga tidak percaya dengan yang barusan dirinya dengar.


"Apa kamu bilang? Dia kembali ke Keluarga Cavel?"

__ADS_1


"Ya, Aku mendengar beritanya seperti itu. Satu bulan yang lalu, menurut gosip yang beredar, Keluarga Cavel mengadakan sebuah Pertemuan dimana mereka mengumumkan bahwa Putri Keluarga mereka yang hilang di temukan, Viola kembali ke sana atas keinginannya sendiri,"


"Louise, kamu pasti bohong.... Viola tidak akan melakukan itu. Ya tidak akan kembali ke Keluarga Cavel!! Dia pasti dipaksa!"


"Kak, tolong tenang. Ini semua adalah berita yang aku dengar, semuanya nyata, Kakak harus menerima kenyataan ini bahwa Kak Viola telah pergi meninggalkan Kak Arka,"


Arka yang mendengar itu jelas merasa sangat terpukul merasa tidak berdaya memikirkan bagaimana Viola bisa benar-benar meninggalkan dirinya.


"Tidak... Louise!! Kamu jelas berbohong!! Aku ingin mendengar sendiri penjelasannya dari Viola... Biarkan aku bertemu dengannya!!"


"Kak Arka jangan keras kepala, kata aku sudah bilang sebelumnya bahwa Kak Viola Pergi Ke Luar Negeri? Apalagi yang bisa Kakak lakukan? Ini semua adalah keinginan Kak Viola,"


"Tidak! Louise!! Tidak!! Viola tidak seperti itu..."


"Aku dengar, Dia sudah mendapatkan kembali ingatan nya yang hilang,"


"Apa?"


"Ya, tepat seperti yang aku katakan, dia sudah menemukan kembali ingatan nya yang hilang, itulah kenapa kemungkinan besar dia kembali ke Keluarga Cavel, kembali pada Keluarganya. Dan apakah Kak Arka tahu? Alasan kenapa Kak Biola membawa liontin Peninggalan Almarhum Ibu Kakak? Itu karena kalung itu merupakan kunci dari Harta Tersembunyi yang selama ini Keluarga Cavel cari, sampai itu membuat Ibu Kandung Kak Arka meninggal,"


Jelas sangat sulit untuk Louise mengatakan semua kebohongan dan omong kosong ini namun saat ini dirinya tidak bisa melakukan apapun kecuali mengikuti rencana Kak Viola.


Dirinya percaya, Kak Viola pasti bisa menjaga dirinya sendiri, terlebih dalam keluarga itu dia juga memiliki dukungan.


Ya, jadi sekarang yang harus dirinya lakukan adalah meyakinkan Kakaknya agar dia tidak lagi mencoba mencari Kak Viola.


Walaupun dirinya juga merasa tidak tega untuk membohongi Kakaknya...


Namun semua rencana sudah berjalan setengah jalan seperti ini dan tidak bisa mundur lagi.


"Louise!! Viola tidak mungkin melakukan itu!! Tidak!! Tidak!!"


Arka yang mendengar semua berita soal Viola tentu saja masih sangat sok dan tidak mempercayai nya dia jelas masih menolak semua hal yang didengar nya itu.


"Kak Arka tidak bisa menjadi seperti ini. Itu adalah Keputusan Kak Viola, kakak harus menghormati keputusan yang diambil,"


"Tidak.... Viola masih Istriku, bagaimana bisa dia pergi begitu saja seperti itu?"


Louise sudah menduga reaksi dari Kakaknya akan seperti ini, sesuai dengan apa yang Kak Viola katakan.


Louise lalu mengeluarkan sebuah surat, dan menyerahkannya pada Arka.


"Ini adalah surat yang dikirimkan Kak Viola sebelumnya,"


Arka lalu segera membuka surat itu, disana pasti ada penjelasan kenapa Viola melakukan hal-hal ini.


Namun ternyata, isi dari surat itu adalah....


"Tidak mungkin... Ini surat perjanjian untuk Perceraian...."


"Ya, Kakak tinggal membawa itu ke pengadilan, dan semuanya selesai,"


Arka juga disini melihat bagaimana ada tanda tangan Viola dalam kertas itu.


Arka tidak mempercayainya, bahwa akan ada hari dimana dirinya dan Viola akan bercerai.


Kenapa, Viola meninggalkan dirinya?


Kenapa?


Kenapa?


Arka yang melihat surat itu merasa sangat terpuruk dan begitu sedih tidak tahu lagi harus bagaimana.


Arka meremas surat itu seolah ingin segera merobeknya berkeping-keping.


Seolah-olah dengan sebuah surat itu semuanya sudah menjadi jelas, bahwa Viola benar-benar ini meninggalkan dirinya.


Apakah Viola memang tidak memiliki perasaan apapun padanya?


Apakah itu?


Keputusasaan jelas terlihat diwajah Arka.


Louise yang melihat kakaknya itu menjadi sedih dan murung tentu saja dirinya juga merasa tidak tega namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mencoba sedikit memberikan penghiburan.

__ADS_1


Dirinya entah Bagaimana yakin, jika Kak Arka pasti akan bisa melewati semua ini.


####


Hari-hari berlalu dengan cepat setelah Arka sadar dari Komanya.


Dokter bilang, keadaan Arka setelah pemeriksaan menyeluruh baik-baik saja hanya butuh pemulihan selama beberapa minggu di Rumah Sakit.


Butuh waktu lama memang saat Arka di Rumah Sakit, kan tentu saja saat masa pemulihan ini perasaan Arka juga masih terlihat begitu lesu, memikirkan bahwa ternyata Viola sudah tidak ada disampingnya.


Biasanya, ketika dirinya sakit seperti ini akan selalu ada Viola yang merawat dirinya, mulai memperhatikan jam makannya mengurusi obat-obatan nyata dan semuanya sampai dirinya pulih.


Dan sekarang tanpa keberadaanya di disisi Arka, itu membuat arka merasa hidupnya benar-benar ada yang kurang.


Dirinya jelas masih sangat merindukan Viola, namun apa yang dirinya bisa?


Viola sudah pergi meninggalkan dirinya entah kenapa.


Ini sudah hampir tiga Minggu sejak dirinya sadar dari Koma, hari ini dirinya sudah benar-benar pulih dan bisa pulang ke Rumah.


Tentu saja Rumah Keluarga William.


Arka merasa jika dirinya pergi Pulang ke Rumah Barunya, hanya akan ada kenangan sedih di sana.


Namun siapa yang tahu, begitu dirinya memasuki kembali Rumah Keluarga William, terlalu banyak memori antara dirinya dan Viola di Rumah itu.


Hari-hari yang mereka habiskan sejak kecil sampai mereka menikah.


semua kenangan tiba-tiba terlintas ketika dirinya mulai memasuki kamarnya.


Louise, yang mengantar Kakaknya masuk itu, kelas tahu ekspresi Kakaknya yang lagi-lagi menunjukkan wajah Depresi.


"Kak Arka tidak boleh seperti ini terus,"


"Bagaimana aku tidak seperti ini? Viola pergi begitu saja,"


"Tapi Kakak harus tetap bisa melanjutkan hidup Kakak. Di masa depan, mungkin saja bisa bertemu dengan Kak Viola, apakah ketika hari itu tiba, Kak Arka akan menujukan keadaan Kakak yang menyedihkan seperti ini? Kakak sendiri yang bilang, jika Kak Arka masih sangat mencintai Kak Viola, jika Kakak seperti ini, bagaimana nanti Kakak akan menujukan wajah Kakak di depan Kak Viola?"


Mendengar nasehat dari adiknya itu, Arka segera terdiam.


Itu benar, hanya karena saat ini Viola pergi...


Dirinya tidak bisa terus menjadi seperti ini...


Mungkin saja Viola pergi meninggalkan dirinya karena dirinya ini tidak bisa dipercaya, dan payah, tidak bisa melakukan apapun.


Dirinya jelas tidak bisa diandalkan dan menjadi tumpuhan untuk Viola, tidak bisa menjadi seorang Pria yang hebat yang cocok untuk Viola itulah kenapa Viola meninggal dirinya?


Dirinya yang menyedihkan ini?


Benar, Kata Louise, masa depan masih panjang, dan lagi urusan Keluarga William masih banyak hal yang harus dirinya selesaikan.


Ya, dirinya tidak boleh depresi dan terlihat putus asa seperti ini atau mungkin orang-orang yang membencinya dan musuh musuhnya akan senang melihat dirinya dalam keadaan seperti ini.


Viola buka pasti akan marah jika melihat keadaan dirinya yang begitu buruk seperti ini.


Ini memang tidak bisa.


Saat ini dirinya memang masih tidak bisa diandalkan, tidak memiliki kemampuan apapun bahkan untuk mencoba mempertahankan Viola....


Sekarang Viola adalah Putri dari Keluarga Cavel....


Pasti akan lebih sulit untuk dirinya mencoba mengejarnya...


Dirinya tidak bisa seperti ini...


Ya, bahkan walaupun dirinya saat ini masih tidak tahu alasan pasti kenapa Viola meninggalkan dirinya, dirinya pasti membutuhkan sebuah penjelasan dari Viola.


Bahkan walaupun nanti kenyataannya akan menjadi lebih sulit daripada yang dirinya kira....


Setidaknya, dirinya tidak bisa tampil begitu menyedihkan seperti ini di depan wanita yang dirinya cintai.....


Ya, dirinya harus bisa berubah bukan lagi menjadi Tuan Muda Buangan Keluarga William, dirinya harus menjadi seseorang yang mampu dan mendapatkan pengakuan....


"Kamu benar, Louise. Aku tidak boleh seperti ini terus, terimakasih karena kamu selalu berada di sisiku dan membantuku selama ini. Sekarang aku akan berusaha mengambil Alih Keluarga William menyingkirkan musuh-musuhku, agar di masa depan jika aku bertemu dengan Viola, aku akan memiliki kekuatan untuk bisa mempertahankan dia...."

__ADS_1


__ADS_2