Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 18: Rahasia Keluarga William


__ADS_3

Hari itu, Arka menikmati jabatan baru dan pekerjaan barunya, dengan tenang, tidak tahu jika beberapa orang saat ini i sedang cemas memikirkannya.


Di ruangan CEO William Group, saat ini ada dua orang yang tengah berbicara dengan serius.


"Abraham!! Kenapa kamu menyetujui soal Arka yang ikut dalam Proyek itu? Kamu tahu kan kalau saingan Proyek itu adalah Keluarga Cavel? Kamu tahu seberapa bahayanya Keluarga Cavel itu?" Kata Lisa William dengan nada marah.


"Jadi aku harus bagaimana? Kamu sendiri tahu kalau semua anggota Direksi mengecam hal ini, dan lagi Arka mulai duluan dengan omong kosongnya itu, harusnya dari awal kamu yang bilang pada cucu kesayanganmu itu agar tidak membuat keributan tadi," kata Abraham dengan kesal.


"Hah? Sekarang kamu sudah tidak membela Arka lagi? Menurutmu karena siapa dia sampai Kehilangan Ibunya? Itu semua karena Konflik milikmu dan lelucon konyol yang kamu buat itu!!"


Abraham lalu terdiam,


"Aku tahu, ini salahku sampai Arka kehilangan Ibunya, karena tidak waspada dari awal. Hanya, kita tidak boleh terlalu memanjakan anak itu, kamu tidak lihat? Karena kita terlalu memanjakannya sejak kecil, sekarang Arka tumbuh menjadi anak yang tidak berguna?"


"Hanya.... Hanya saja Arka butuh waktu dari pada orang lain. Arka sudah mengalami hal-hal sulit sejak dia kecil, setelah kematian Ibunya, dan mengalami trauma masa kecil, dia melihat Ibunya meninggal, bagaimana dia bisa hidup sebagai orang normal? Apalagi Ibu Tiri Arka yang ternyata seperti itu, semua rumor yang menekan Arka sejak kecil,"


"Aku paham maksudmu, tapi kita tetap tidak bisa terlalu memanjakannya begitu saja," kata Abraham dengan tegas.


"Sekarang sudah ada Viola yang menjaga Arka," kata Lisa mencoba membela Arka.


"Kamu... Kenapa kamu begitu percaya pada gadis pelayan itu? Hah?? Dia bahkan tidak memiliki Identitas yang jelas,"


"Karena hanya dia yang bisa mengatur Arka, dia yang berada disamping Arka bertahun-tahun ini, dia adalah sosok wanita yang cukup dewasa, aku yakin dengan bimbingannya dimasa depan Arka akan menjadi lebih baik,"


"Bimbingan apa? Dia sudah berada disamping Arka, namun Arka tetap seperti itu selama bertahun-tahun!!"


"Abraham! Kamu benar-benar tidak mengerti, cinta itu bisa merubah seseorang, mungkin sebelumnya Arka masih sedikit cuek dengan sekitar namun sekarang dia memiliki tanggungjawab baru dan seorang Istri aku mengharapkan Arka akan tumbuh lebih dewasa di bawah bimbingan Viola,"


"Hah... Aku benar-benar tidak suka Viola itu, bahkan identitasnya tidak jelas, hanya anak yatim piatu engak dari mana,"


"Lalu, apakah menurutmu, Arka akan lebih baik menikah dengan wanita yang kamu pilihkan, Hah? Aku melihat gadis-gadis sekarang, memilih sifat yang cukup manja dan tidak mandiri, jika gadis-gadis seperti itu bersama Arka, Arka tidak akan berubah, apalagi dengan tempramenya itu, dia tidak cocok dengan gadis-gadis tipe lembut seperti itu,"


"Terserah kamu."


"Tidak!! Masalah ini masih belum selesai, kenapa kamu mulai mengalihkan pembicaraan? Soal Arka yang kamu biarkan ikut proyek dengan Keluarga Cavel,"


"Hah... Arka itu, dengan Keluarga Cavel sebagai saingan, seberapa banyak yang bisa dia lakukan? Mungkin dari awal, Keluarga Cavel bahkan tidak akan melirik pada Arka, melihat reputasi Arka yang buruk, jadi tidak ada yang perlu kamu kahwatirkan,"


"Kamu meremehkan cucumu sendiri? Kamu itu benar-benar keterlaluan!!" Kata Lisa dengan penuh emosi.


Abraham kembali berpikir lagi, lalu berkata,


"Aku bukannya meremehkan, hanya saja.... Aku bicara soal kenyataan kamu tahu Keluarga Cavel itu seperti apa bukan? Anak-anak Keluarga Cavel sangat berbakat, tidak bisa dianggap remeh,"


"Jadi bagaimana jika Arka berhasil? Dia akan memperovokasi Keluarga Cavel itu! Bagaimana jika mereka kembali mencari kunci itu lagi?"


Ketika mendengar kata 'kunci', wajah Abraham menjadi pucat.


"Hah, memang kunci itu tidak bisa sampai dibiarkan didapatkan Keluarga Cavel, aku tidak akan pernah membiarkan mereka mendapatkan Harta Warisan tersembunyi itu,"


"Kamu... Ini semua karena kamu juga yang tetap ngotot menyembunyikan hal-hal tidak berguna itu,"


"Hey... Ini adalah Harta Emas yang sangat banyak!? Yang dikumpulkan oleh Leluhur, dengan nilainya yang sekarang, kamu pikir jika Keluarga Cavel yang jahat itu mendapatkannya apa yang akan mereka lakukan dengan semua harta itu hah? Mereka boleh memiliki petanya, namun tidak dengan bagian terakhir peta dan kuncinya,"


"Abraham... Kamu.... Kamu masih mengincar hal-hal itu? Kamu tahu, berkat hal itu Ibu Arka....."


"Diam!! Jangan katakan lagi, aku tidak ingin membahasnya. Ini tidak seperti aku mengincar hal itu, namun aku hanya tidak ingin membiarkan Keluarga Cavel mendapatkan hal itu,"

__ADS_1


"Terserah, jika seadainya Arka sampai berurusan dengan mereka, itu kejawibanmu untuk melindunginya,"


"Ya, aku akan melakukannya dengan baik kali ini,"


Lisa William hanya bisa pasrah setelah mendengar kata-kata suaminya ini.


Hanya bisa berharap jika tidak ada hal yang akan terjadi pada Arka.


####


Di siang hari, setelah beberapa urusan selesai, Lisa William langsung menuju lokasi ruangan cucunya itu, dan sesuai tebakannya, dirinya melihat Arka masih bermalas-malasan duduk dikursi Ruangannya.


Arka yang awalnya masih santai itu, langsung kaget melihat kedatangan Neneknya tiba-tiba itu.


Nenek Arka langsung datang, dan menjewer telinga Arka.


"Arka kamu ini, paling suka membuat Nenek repot! Apa yang kamu katakan tadi pagi di rapat hah? Kamu sudah susah-susah Nenenk berikan jabatan baru, kamu malah membuat kacau,"


Arka yang telinganya di jewer Neneknya itu tentu saja merasa kesakitan.


"Awww.... Nek, sakit lepaskan aku.... Ukhhh.... Viola tolong...."


Sedangkan Viola yang ada dimeja kerjanya hanya menatap kejadian itu dengan pandangan prihatin, dan mengabaikan Arka seolah-olah tidak ingin terlibat.


"Sekarang kamu jelaskan padaku, Arka!! Apa maumu!" Kata Lisa akhirnya melepaskan telinga cucunya yang nakal itu.


"Nenek.... Nenek bukankah melihat kalau semua orang disana tadi meremehkan Arka, Arka benar-benar tidak tahan dengan mereka, jadi Arka mengatakan hal itu agar mereka tidak lagi berbicara omong kosong tentangku."


"Nenek tahu kalau maksudmu baik, tapi lakukan saja sesuai kemampuanmu, jika kamu jadi Wakil Direktur nanti kamu masih bisa membuktikan kinerjamu dengan baik saat duduk diposisi itu, tidak perlu bertaruh segala semacam ini, kamu ini ya, apa tidak memikirkannya dengan baik? Dan Proyek ini, kamu pikir ini mudah?"


Lisa hanya bisa menghela nafas panjang,


"Kamu ini, hanya membuat masalah saja. Sudah lupakan, aku hanya akan memberikanmu peringatan kamu harus hati-hati soap Proyek ini,"


"Kenapa semua orang dari tadi menyuruhku hati-hati? Tadi Ayah juga bilang begitu, datang padaku tidak seperti biasanya dan menyuruhku hati-hati,"


Lisa menunjukan ekpersi terkejutnya,


"Itu artinya, Ayahmu masih memiliki beberapa hati nurani dan mengagapmu sebagai Putranya, tentu saja dia tidak ingin hal-hal buruk terjadi padamu, walaupun kamu ini adalah Iblis kecil yang selalu menjadi pemberontakan,"


"Ukhhh... Apakah Nenek disini ingin membelaku atau ingin mengolok-olokku?" Kata Arka dengan ekpersi cemburutnya itu.


Lisa lalu mengelus rambut cucunya itu, hmm cucunya masih terlihat masih seperti saat dia kecil, masih tetap seperti anak kecil walaupun sudah umur segini, sampai membuat dirinya susah sendiri.


"Arka, pokoknya dengarkan Nenek juga Ayahmu, Nenek benar-benar serius padamu, kamu jangan terlibat terlalu dalam, pada proyek ini, hati-hati dan lakukan semua prosedur yang ada, dan jangan terlalu terlibat lebih jauh terutama dengan saingan bisnis dalam proyek ini,"


"Kenapa memang? Aku sudah mempelajarinya, aku dengar saingan kali ini dari CVL Group."


"Ya, kalau bisa kamu jangan berurusan dengan mereka,"


"Kenapa sih, dengan mereka?" Tanya Arka penasaran.


"Nenek belum bisa mengatakannya


Sudahlah, disini Nenek hanya ingin memberimu nasihat itu saja,"


Nenek Arka itu lalu, mendatangi Viola sebelum pergi dan membisikan sesuatu padanya.

__ADS_1


Membuat Arka penasaran, sampai Nenek Arka pergi Arka lalu bertanya pada Viola,


"Apa yang Nenek katakan padamu?"


"Hanya agar aku lebih menjaga Tuan Muda dengan lebih baik,"


"Apa?? Jangan terlalu berlebihan aku bukan lagi anak kecil yang harus dijaga!!"


"Menurutku Tuan Muda masih tetap seperti itu,"


"Apa maksudmu kamu mengagap aku seperti anak kecil? Mana bagian dariku yang seperti anak kecil? Aku memiliki tinggi lebih tinggi darimu sekarang, 182cm, lihat...."


Arka sekarang membandingkan tingginya dengan Viola, dan sekarang Viola juga mulai memperhatikannya.


Itu berbeda kurang lebih sepuluh centil meter.


Mungkin karena Viola selalu bersama Arka dirinya tidak terlalu memperhatikannya.


"Benar, Tuan Muda sudah menjadi begitu tinggi, aku ingat dulu Tuan Muda lebih pendek dariku,"


"Benar, sekarang aku lebih tinggi darimu, aku ini sudah menjadi laki-laki Dewasa, dan kamu sebagai perempuan harus lebih berhati-hati padaku,"


Viola hanya memutar matanya, sepertinya lelah mendegar omong kosong Tuan Muda nya itu.


"Ya ya ya, aku mengerti Tuan Muda,"


"Apa yang kamu mengerti?" Sekarang Arka memegang wajah Viola, mengadakan padangan Viola padanya, lalu mendekatkan wajahnya.


"Kamu harus tahu, kalau laki-laki itu bisa berbahaya...."


Viola tidak merespon sampai Arka tiba-tiba mencium pipinya, membuat Viola kaget.


"Tuan Muda anda...."


"Ya, laki-laki bisa berbahaya seperti ini, siapa yang tahu kamu tiba-tiba mendapatkan seragan seperti ini,"


Viola memegangi pipikirinya dengan ekspresi masih tidak percaya, ciuman lembut itu hanya sekilas namun tiba-tiba membuat Viola merasa terganggu.


Perasaan apa itu?


Namun itu hanya sesaat, sampai Viola mengembalikan ekpersinya yang semula.


"Dengan wajah ini, aku rasa tidak ada yang akan mengodaku, lihat luka diseparuh wajahku? Dari dahi kanan sampai pipi ini, tidak ada yang akan memikirkan hal-hal seperti itu padaku jika melihat wajah ini,"


"Viola kamu ini....."


Arka tidak tahu lagi harus berkata apa, padahal barusan dirinya senang melihat ekpersi diwajah Viola, akhirnya menunjukan sedikit perubahan ekpersi.


Sekarang mungkin belum mempan, namun mungkin dengan beberapa interaksi yang sedikit lebih intim....


Viola akan menyadarinya?


Arka mulai membuat rencana untuk mengoda Viola lebih banyak dimasa dengan lebih banyak sentuhan.


#####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2