Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 117: Hari-hari Yang Hampa


__ADS_3

5 Tahun Kemudian


Saat ini di depan Gedung Perusahaan milik William Group, seperti biasanya ada beberapa pegawai dan karyawan yang bersiap di depan gedung untuk menyambut kedatangan CEO Baru mereka.


Tidak lama ketika mereka menunggu, sebuah mobil mewah berwarna hitam datang.


Segera, petugas keamanan mulai membuka kan mobil itu.


Dari dalam mobil, terlihat sosok seorang Pria tentu dengan tatanan baju yang cukup rapi, terlihat elegan dan sangat tampan.


Setelan Jas Berwarna hitam dan kemeja biru yang di pakaiannya, juga sepatu kulit berwarna hitam, sangat cocok melengkapi penampilan yang pria tersebut.


Ekpersi Pria itu, menujukan wajah seriusnya.


Melihat orang yang mereka tunggu sudah datang, para karyawan itu lalu mulai menyambut orang itu.


"Selamat Datang Pak Presdir, Tuan Muda Arka William,"


Pria itu yang mendapat sapaan segera tersenyum dan menyapa balik mereka,


"Selamat Pagi juga,"


Kemudian setelah sapaan pagi itu, Arka segera pergi dari sana menuju ke Lift Khusus untuk Para Petinggi menuju ke Ruangannya.


Melihat Pak Presdir mereka akhirnya pergi, berapa karyawan di situ merasa sangat lega.


Mereka mulai bergosip sendiri sambil menatap kepergian Pak Presdir mereka itu.


"Astaga, Tuan Muda Arka selama beberapa tahun ini terlihat sangat berburu bukan?" Kata salah satu karyawan wanita kepada temannya.


"Kamu benar, aku bisa melihat sejak kejadian sekitar 5 tahun lalu, Tuan Muda Arka berubah menjadi sosok yang lebih baik,"


"Benar, padahal aku masih ingat bagaimana dulu setiap pagi kita harus menunggu sangat lama untuk menyapa Tuan Muda Arka, karena dia sering datang mepet dan hampir jam terlambat, dan sekarang dia datang lebih awal dari kebanyakan petinggi lainnya,"


"Itu benar, bagaimana dia tersenyum itu, astaga... Itu benar-benar membuat aku meleleh,"


"Benar sekali, dengan wajah itu dan tersemyum, seperti itu Aku yakin kalau Tuan Muda Arka akan mendapatkan wanita yang dirinya mau. Lihat dulu dia selalu memiliki ekspresi galak dan terlihat ingin itu membuat semua orang takut padanya, namum sekarang dia ramah kepada semua orang,"


"Benar sekali, dan lagi sekarang terlihat sekali bahwa dia sangat serius dalam mengerjakan Pekerjaannya itu,"


"Ya, memang banyak hal yang terjadi selama lima tahun terakhir, terutama sejak kejadian pengusiran Tuan Muda Galvin dan Tuan Muda Robert ke Luar Negeri karena perbuatan jahat mereka mencoba mencelakakan Tuan Muda Arka, juga soal Perceraiannya Tuan Muda Arka, belum lagi kabar soal kejahatan yang dilakukan Ibu Tiri Tuan Muda Arka itu yang mulai terkuak,"


"Itu benar, hal-hal itu pasti cukup berat untuk Tuan Muda Arka,"


"Iya, apalagi soal Kepergian Tuan Muda Louise ke Luar Negeri untuk melanjutkan studinya 5 tahun lalu,"


"Namun setelah begitu banyak hal yang terjadi, lihat sekarang Tuan Muda Arka benar-benar menjadi sosok yang Idaman, iya menjadi lebih dewasa, dan mulai serius untuk meneruskan perusahaan ini, sampai sekarang akhirnya dia diberikan kepercayaan untuk menjadi CEO Perusahaan,"


"Itu benar, Tuan Muda Arka benar-benar hebat sekarang,"


Mereka yang terlihat asik bergosip itu tentu saja ditegur oleh Atasan mereka.


"Kalian ini, sudah-sudah jangan banyak bergosip, sebentar lagi Tuan Muda Louise akan tiba,"

__ADS_1


"Ah ya benar, sekali. Aku dengar Tuan Muda Louise baru saja menyelesaikan Kuliah S2nya di Luar Negeri, dan baru pulang beberapa hari lalu, dan sekarang dia akan kembali ke Kantor,"


"Owh itu benar, aku juga mendegar banyak prestasi yang Tuan Muda Louise dapatkan selama di Luar Negeri saat dia mengelola Perusahaan Cabang yang ada disana,"


"Astaga, Kakak Beradik ini, benar-benar sangat hebat. aku selalu penasaran wanita mama yang mungkin bisa mendapatkan hati Tuan Muda-Tuan Muda tampan ini,"


Mereka yang masih terus bergosip itu lalu mendapat tatapan tajam dari atasan mereka itu akhirnya menjadi diam.


Disisi lainnya, Arka saat ini sudah tiba luar di dalam ruangan nya.


Ekpersi tersenyumnya itu tiba-tiba berubah menjadi wajah kesedihan.


Rasanya selama beberapa tahun ini sangat hampa....


Arka menatap meja kosong yang ada di dalam ruangan itu.


Itu adalah sebuah meja untuk posisi Asisten, dirinya sengaja meletakkan meja itu dan mengatur nya di dalam.


Namun sebenarnya, Arka tidak pernah memiliki seorang Asisten, hanya ada seorang Sekertaris di Luar.


Arka kembali teringat ketika masih bersama dengan Viola.


Viola yang selalu berada disisinya dan menjadi Asistennya yang setia.


Wanita yang juga menjadi Istrinya juga satu-satunya wanita yang dirinya cintai itu.


Walaupun tahun-tahun berlalu, dirinya jelas tidak bisa melupakan Viola, bahkan walaupun dirinya ingin.


Arka lalu mengambil sebuah foto dari dalam laci mejanya.


Itu adalah sebuah foto pernikahan, antara dirinya dan Viola.


Seperti sebelum-sebelumnya, masih sangat berat untuk menatap foto itu.


Arka mulai memikirkannya lagi, apakah Viola masih ingat tentang dirinya?


Apakah pernah di hati orang itu untuk memikirkan dirinya selama bertahun-tahun ini?


Seperti Bagaimana jadinya selalu memikirkan soal Viola?


Namun sayangnya pertanyaan itu tidak bisa dijawab.


Kemudian, Arka yang memiliki perasaan tidak nyaman itu segera mengembalikan foto itu ke tempatnya semula, dan melihat ke arah dokumen-dokumen yang ada di mejanya.


Dengan terus bekerja seperti ini, ini bisa sedikit membuat dirinya merupakan beberapa perasaan sedih yang dimilikinya.


Selama beberapa tahun terakhir, ini adalah masa-masa yang begitu berat yang harus dirinya alami.


Viola pergi, lalu setelahnya Adiknya Louise juga pergi, seolah-olah semua orang yang dirinya sayangi pergi menjauh darinya.


Meninggalkan dirinya sendirian ditempat ini.


Orang-orang yang biasanya selalu ada di sisinya dan siap mendukungnya.

__ADS_1


Rasanya berat tanpa mereka, namun dirinya sudah berjanji pada Louise juga pada dirinya sendiri, suka dirinya akan susah menjadi lebih mandiri dan dewasa bahkan setelah kepergian mereka.


Dirinya selalu mencoba belajar dan terus belajar untuk meningkatkan kemampuan yang dirinya memiliki, dan membuktikan semua ini kepada Kakek dan Neneknya juga dirinya adalah seseorang yang layak sebagai Tuan Muda Keluarga William.


Disini, masih ada Ayahnya, dirinya dan ayahnya yang memiliki hubungan yang buruk, namun sedikit demi sedikit mereka menjadi cukup dekat, Ayahnya sesekali akan membantu dirinya.


Arka sendiri walaupun tidak pernah akan memaafkan Ayahnya itu, tentu saja tidak pernah menolak bantuan dari nya.


Dengan panduan dan dukungan semua orang, dirinya bus berusaha sampai akhirnya berada dalam posisi ini.


Rasanya, ketika melihat lagi ke belakang dirinya sendiri juga tidak percaya.


Dulu, dirinya hanya Tuan Muda manja, yang bahkan tidak suka ke kantor, yang memiliki hobi membuat beberapa Pesta bersama beberapa teman-temannya.


Ternyata waktu memang bisa merubah seseorang...


Ini sekali lagi membuat Arka teringat Viola.


Bagaimana denganmu?


Apakah kamu masih memiliki aku, walaupun sedikit di hatimu?


Ketika Arka melamun itu, tiba-tiba pintu ruangannya diketuk.


Tentu Arka mengijinkan orang itu untuk segera masuk.


Apa itu adalah adiknya Louise.


"Ada apa Louise?"


"Kakak, aku memiliki beberapa berita yang mungkin Kakak harus tahu,"


Arka tentu saja menjadi penasaran dan kembali bertanya pada adiknya itu,


"Kabar apa itu? Sampai-sampai kamu sudah pagi-pagi ke sini?"


Louise lalu tersenyum, dan berkata,


"Nanti Kakak juga tahu,"


Louise lalu mulai duduk di sofa menyalakan laptop miliknya itu, kemudian menyuruh Kakaknya untuk ke sini.


Tentu saja Arka menurut apa yang adiknya katakan.


"Apa yang ingin kamu katakan sih kenapa pakai membuka laptop segala?"


"Lihat dulu ini,"


Disana, Louise lalu mulai menyetel sebuah video tertentu.


Arka awalnya tidak begitu tertarik dengan Video itu, namun matanya tidak bisa berpaling ketika melihat Video itu.


Ada wajah yang terlihat familiar dari Video itu, namun wajah itu juga terlihat tidak begitu familiar.

__ADS_1


__ADS_2