
Louise yang mendengarkan kata-kata Arka itu, tentu saja menjadi kaget, ini memang masalah yang sangat rumit, soal Insiden Kematian Ibu Kandung Arka.
"Jadi Kakak curiga kalau itu bukan Insiden biasa?"
"Ya, aku sendiri tidak tahu apa yang Kakek dan Nenek sembunyikan, tapi yang jelas sepertinya ini berkaitan dengan masalah Keluarga," kata Arka dengan wajah serius.
"Maksud Kakak?"
"Menurutmu, Keluarga William ini punya musuh?"
Louise terdiam sebentar, sambil berpikir.
Keluarga William adalah Keluarga Besar, tidak menutup kemungkinan mereka memiliki beberapa musuh.
"Ya, aku merasa itu mungkin."
"Aku juga sempat curiga. Itulah kenapa ini di tutupi oleh Kakek dan Nenek? Mungkin musuh ini berbahaya,"
"Itu cukup masuk akal. Jadi apakah Kakak tetap ingin tahu?"
"Aku ingin tahu, aku rasa ini sangat penting,"
"Kak Arka tidak membintangi Viola menyelidiki ini? Dia sebenarnya cukup hebat dalam hal-hal penyelidikan seperti ini,"
"Kamu bicara apa? Bagaimana bisa aku membahayakan Viola dengan menyuruhnya melakukan penyelidikan, aku tidak ingin Viola terlibat. Maka dari itu aku minta tolong padamu,"
Louise lalu menunjukkan wajah cemberutnya, lalu berkata,
"Jadi jika aku yang berada dalam bahaya itu tidak apa-apa?"
"Tentu saja tidak! Kamu adalah adik tersayangku!!"
"Hmm, setelah Kakak menikah, Kaka mulai melupakan adik Kakak, hpmh,"
"Melupakan bagaimana? Kakak masih sangat mencintaimu,"
Louise lalu memandang Arka dengan ekpersi jijik.
"Mendengar itu dari Kak Arka tiba-tiba membuta aku mual,"
"Louise, kamu jadi begitu menyebalkan!"
"Ah, iya Kak. Mending Kakak mencari cara saja bagaimana Tidur dengan Kak Viola,"
Mendengar itu wajah Arka sekali lagi memerah.
Apaan adiknya ini?
Idenya benar-benar buruk, termasuk hadiah pernikahan darinya...
Lagipula mau mengajak tidur Viola bagaimana?
Sepertinya Viola saja tidak memiliki pikiran-pikiran seperti itu soal dirinya dan bahkan bisa mengatakan hal-hal sebelumnya dengan sangat santai.
Hah...
Dan rencananya berbuat baik pada Viola juga gagal.
"Berhenti bicara omong kosong,"
"Bagaimana jika di mulai dari Pernyataan Cinta?"
"Bagaimana kalau aku di tolak? Jika aku memiliki keberanian menyatakan cintaku, sudah dari dulu aku katakan padanya,"
Itu benar, dirinya tidak berani menyatakan cintanya pada Viola, takut Viola akan menolak dirinya karena sepertinya Viola tidak memiliki perasaan apapun padanya.
Dirinya sendiri juga tidak mengerti, bagaimana cara mendapatkan hari Viola...
__ADS_1
Rasanya jarak diantara mereka masih cukup jauh.
Kalau dirinya sampai di tolak, bukankah nanti hubungan mereka berdua akan menjadi buruk?
Dirinya benar-benar tidak ingin berpisah dengan Viola, walaupun harus menahan diri, dirinya akan berusaha sekuat tenaga.
"Baik, bagaimana jika dimulai dengan kencan?"
"Kencan?"
"Ah, benar juga Kak Arka tidak pernah berkencan sebelumnya,"
Mendengar ucapan Louise itu, Arka menjadi kesal.
Memang, pengalaman romantis benar-benar nol.
Tidak pernah benar-benar pergi berkencan dengan seseorang, karena hatinya hanya milik Viola sejak lama.
Bukan berati dirinya tidak laku, selalu banyak gadis-gadis yang mendekatinya, sampai-sampai hal-hal itu di data oleh Viola.
Memikirkannya itu membuat perasaan Arka semakin rumit.
Apakah Viola benar-benar tidak merasa cemburu?
Bagaimana cara mendapatkan hati Viola ya?
"Baik, Baik Tuan Ahli Cinta, kencan seperti apa yang kamu maksud?"
"Pergi Ke Taman Hiburan? Nonton Bioskop? Lalu makan malam romantis di Restoran Mewah! Setelah itu ajak ke Hotel,"
Awalnya Arka mendengarkan dengan serius ucapakan adiknya itu, lalu begitu kata-kata terakhir muncul, Arka langsung menjitak kepala Louise.
Dan begitulah mereka mulai membahas acara Arka untuk mencoba mendekati Viola, cara yang fleksibel.
####
"Sialan, Arka dan Louise itu!! Sial!!"
"Tuan Muda jangan marah, kita akan membalas mereka, sekarang kita pikirkan rencana dulu," kata Asisten Galvin dengan tenang.
"Apakah kamu punya rencana?"
"Besok hari Minggu bukankah ada Pesta salah satu Teman Bisnis Kakek? Itu diadakan di Hotel Y, akan baik kita memanfaatkan itu untuk membuat Tuan Muda Arka malu,"
Mendengar ide Asistennya itu, Galvin menjadi tertarik,
"Jadi apa ide darimu itu?"
"Sebaiknya kita segera bersiap untuk besok, Tuan Muda tenang saja saya akan mengurus semuanya,"
"Apa dulu rencanamu?"
Asisten itu lalu berbisik pada Galvin.
Setelah mendengar kata-kata pelayanannya itu, Galvin lalu tertawa.
"Astaga, itu ide yang sangat bagus sekali. Dengan itu, Arka benar akan malu!!"
"Tentu saja,"
Dua orang itu terlihat sedang tertawa licik memikirkan rencananya.
####
Di Taman Rumah Keluarga William, saat ini Laura sedang berteleponan dengan salah satu orang suruhannya,
"Kamu sudah mendapatkan orang yang sesuai kriteria yang aku cari?"
__ADS_1
"Sudah, saya sudah menghubungi orang yang tempo hari Nyonya pilih, tinggal eksekusi pelaksanaannya saja,"
"Bagus, kalau bisa besok di Acara Pesta di Hotel Y gadis itu harus siap,"
"Secepat itu?"
"Ya, semakin cepat semakin baik, jangan lupa besok coba buat Viola itu menjauh dari Arka agar dia tidak merusak rencana kita,"
"Baik, Nyonya. Saya akan menyuruh orang untuk menyusup sebagai pelayan di Pesta nanti, pokoknya, Nyonya tenang saja."
"Ya, aku tunggu kabar baiknya, ingat jangan sampai gagal."
Memikirkan rencananya itu, perasaan Laura terlihat senang.
Namun tiba-tiba dari arah semak-semak terdengar suara.
Deg
Laura menjadi panik, mulai memikirkan jangan bilang ada seseorang yang mendengarkan berbicara di telepon tadi?
Bagaimana ini?
Dengan perasaan cemas, Laura menuju ke semak-semak itu.
Dari sana, terlihat wajah seorang gadis yang familiar.
"Kamu!! Kamu Anak Haram!! Berani mengintip kearahku hah?"
Gadis itu lalu menunduk dengan takut, lalu berkata,
"Saya... Saya tidak mengintip hanya sedang mencari Kucing saya yang bersembunyi di sini,"
Laura yang menatap gadis itu, menjadi marah lalu mendorong gadis itu sampai jatuh.
"Kamu!! Apakah kamu dengar apa yang aku katakan di telepon?"
"Ti...Tidak..."
"Sudahlah lupakan saja. Enyah sekarang dari hadapanku,"
Gadis itu lalu bangun dari tahan, mengambil kucing disemak-semak, lalu langsung lari menjauh dari sana, seperti habis dikejar hantu.
'Ibu Kak Louise benar-benar menakutkan,' pikir gadis itu dalam hati, lalu mencoba menenangkan dirinya dengan mengelus kucing itu.
Dia masih berpikir soal apa yang barusan dirinya dengar, itu tidak begitu jelas sih...
Ini semacam rencana di Pesta di Hotel Y...
Tapi apa ya?
Sudah-sudah, dirinya tidak ingin terlihat dalam sekema Keluarga William yang rumit.
Walaupun dirinya juga merupakan cucu dari Keluarga William, namun hidup di rumah Besar ini saja sudah sangat melelahkan...
Dirinya ingin segera bebas dari rumah ini...
Karena dirinya hanya anak haram dari salah Satu Putra Keluarga William, yaitu Lucas William.
Tidak ada yang benar-benar peduli padanya selama ini...
Kecuali....
Tidak...
####
Bersambung
__ADS_1