Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 6: Adik Yang Sempurna (Part 2)


__ADS_3

Mereka berbisik-bisik disana, namun Arka dan Viola yang kebetulan lewat tentu saja mendegar apa yang mereka katakan.


Mendengar bagaimana mereka membicarakan hubungan antara dirinya dan Louise membuat Arka tentu saja marah, mereka tidak tahu apapun soal hubungannya dengan Louise namun mereka bicara seenaknya.


Namun sebelum Arka meluapkan emosinya itu, Viola sudah lebih dulu menegur para pegawai itu,


"Jaga bicara kalian, berhenti membicarakan soal orang lain, apa kalian tidak memiliki pekerjaan lain hmm?"


Kata-kata dingin dan sarkastik itu membuat dia pegawai itu bungkam, wajah mereka pucat.


"Maafkan kami,"


Mereka langsung pergi dari sana dengan ketakutan, itu karena mereka tidak berani membuat masalah dengan Tuan Muda Arka dari Keluarga Williams, Tuan Muda itu terkenal karena paling bisa membuat masalah pada semua orang.


"Omongan mereka tidak perlu terlalu dipikirkan, Tuan Muda," kata Viola sambil menenangkan Arka.


"Hpmh, ya. Mereka memang tidak tahu apapun soal aku dan Louise."


Arka lalu memikirkannya, tentang bagaimana hubungan antara dirinya dan Louise.


Louise William adalah anak dari Ayahnya dan Ibu Tirinya, dia enam tahun lebih muda dari pada dirinya.


Ketika Louise lahir, Arka yang saat itu masih kecil tentu saja sangat akrab dengan adik kecilnya itu, bagaimana adik kecil itu sangat lucu dan membuat Arka merasa sangat senang.


Sampai, ketika Louise berumur 8 tahun, dan dirinya berumur 14 tahun, dirinya akhirnya tahu kabar soal Perselingkuhan Ayahnya dan Ibu Tirinya dulu dari Paman dan Bibinya, terutama akhirnya Arka sadar kalau kebaikan Ibu Tirinya itu selama bertahun-tahun adalah palsu.


Ibu Tirinya itu diam-diam selalu membuat dirinya terlihat jelek di mata Ayahnya juga Kakeknya, dengan mengajarinya hal-hal buruk, misalnya seperti berkelahi dengan Sepupu-sepupunya.


Walaupun sebenarnya sepupu-sepupunya itu layak mendapatkannya karena mereka memang kurang ajar.


Sejak kecil dirinya tidak pernah diajari menulis atau membaca dengan benar, dan tidak dimasukkan sekolah TK dengan benar karena berbagai alasan karena dulu Arka sempat mengalami Trouma setelah kematian Ibunya saat dia berumur 3 tahun.


Jadi ketika memasuki Sekolah Dasar, itu membuat Arka tertinggal sehingga dia menjadi bahan bullian teman-temannya, karena Ibu Tirinya mengajari Arka menjadi anak yang bandel, ketika Arka marah dia akan melawan dan membuat masalah pada orang-orang yang berani padanya.


Menjadi Tuan Muda Keluarga William, Arka dulu suka mengahili orang lain berkat didikan Ibu Tirinya, membuat Ayah Arka sangat marah padanya, apalagi prestasi Arka yang buruk.


Namun untunglah, Kakek dan Nenek Arka selalu bersikap lembut pada cucunya itu, karena dia sudah kehilangan Ibunya lebih awal.


Setelah tahu soal masalah Ayahnya dan Ibu Tirinya itu, Arka mulai membenci adiknya Louise, dan menjauhinya.


Apalagi, semakin Louise besar, Louise selalu banyak di puji oleh semua orang, karena Prestasinya yang luar biasa, dia yang selalu mendapatkan rangking satu, dan nilai sempurna dalam setiap pelajaran, juga sangat pandai bermain musik dan memenangkan penghargaan dalam kontes.


Tentu saja dengan semua hal itu membuat orang lain merasa iri, terutama Sepupu-sepupunya Arka, dan jika mereka bertemu Arka mereka akan memulai membahas bagaimana Arka itu tidak lebih baik dari adiknya, dan selalu jadi bahan tertawaan.


Masa-masa itu, membuat Arka semakin mengabaikan Louise dan membencinya.


Namun lambat laut, tahun berganti, Arka suatu ketika memergoki Ibu Tirinya itu menampar dan memarahi Louise karena tidak berhasil mendapatkan nilai sempurna.


Arka tiba-tiba ingat kejadian hari itu, saat itu Louise hanya anak berumur 12 tahun.


"Louise!! Kenapa nilaimu bisa turun? Kamu jangan membuat Mama malu! Jika sampai nilaimu Turun apalagi yang bisa kamu banggakan dihadapan Ayah ataupun Kakek Nenekmu hah? Kamu harus menjadi Tuan Muda Keluarga William yang sempurna agar kamu dan di akui dalam keluarga ini! Jika kamu seperti ini, tidak hanya kamu namun Mama juga akan di Permalukan di hadapan Kakek dan Nenekmu terutama Paman dan Bibimu! Kamu ingin Mama di permalukan?"


"Ma... Maaf Ma, Louise sedang tidak enak badan saat mengikuti ujian itu,"


"Kamu!! Kamu hanya bisa membuat alasan!! Sekarang kamu harus belajar didalam!! Renungkan semuanya, pelajari semua hal-hal ini!!"


Laura memberikan setumpuk buku pelajaran dihadapan Louise.


"Hafalkan dan baca dengan benar, nanti Mama akan mengetesnya, jika ada yang salah, kamu tidak boleh Keluar Kamar untuk satu Minggu selain Sekolah! Kamu paham?"


"Baik Ma,"


Awalnya saat itu, Arka tidak terlalu memperhatikannya ketika pertama kali melihatnya kedua atau ketiga kalinya, Louise ternyata sering diperlakukan seperti itu.


Dan tidak hanya sampai disitu, Arka suatu ketika melihat bagaimana Louise di bully dan dipukuli Sepupunya.


"Hahaha... Lihat anak haram hasil perselingkuhan ini, dia berani sekali menampakan dirinya di Taman ini?" Itu adalah Robert sepupunya yang lebih muda bersama teman-temannya.

__ADS_1


"Aku... Aku bukan anak haram!"


"Ya ampun, kamu berani melawan? Kamu ini benar-benar ketelaluan! Kamu sangat mencari muka sekali di hadapan Kakek dan Nenek! Lihat mendali bodoh yang kamu dapatkan ini,"


Robet dengan paksa mengabil sebuah medali yang ada di tangan Louise yang menginjaknya di tanah.


"Kamu mau pamer soal hal-hal murah ini, hah? Aku beri tahu padamu, sekali anak haram, kamu tetap akan menjadi anak haram. Percuma mendapatkan semua Prestasi ini, kamu tidak layak menjadi Tuan Muda dari Keluarga William kami yang terhormat, benar bukan teman-teman?"


Teman-temannya itu langsung tertawa.


Louise tidak berkata apa-apa, hanya berusaha mengambil kembali mendali ditanah, namun dia malah ditengahi oleh Robert dan teman-temannya, Louise tidak melawan.


Arka yang saat itu menonton tentu saja tidak merasa senang.


Dirinya memang membenci Louise, namun siapa yang berani mengertak adiknya ini?


Sepupu-sepupunya yang sampah itu?


Arka datang, dan mulai menarik Robert, dan memukulnya.


"Arka apa-apaan!! Arka kamu berani padaku?? Kamu mencoba membela saudara tiri mu ini hah? Dia hanya anak haram perselingkuhan Ayahmu!! Kenapa kamu membelanya?"


Arka berkata dengan arogan,


"Itu masalahku dengan adikku, kamu tidak berhak ikut campur, kamu berani menyentuh adiku! Kamu membuat masalah denganku!!"


"Awas kamu Arka!! Aku akan bilang ini pada Kak Galvin!!"


Pada akhirnya, hari itu untuk melindungi Louise, Arka berkelahi dengan Robert dan Galvin, sampai mereka kena marah oleh Kakek dan Neneknya dan dihukum.


Mereka dihukum termasuk Louise, untuk mencabuti rumput di taman, namun bukan Arka namanya kalau dia tidak melarikan diri.


Sedangkan Galvin dan Robert tidak berani melawan Kakek dan Neneknya itu.


Arka megajak Louise pergi melarikan diri tentu saja, mengandeng tangannya dengan erat.


"Kak Arka... Apakah tidak apa-apa?"


"Kak Arka sangat keren!"


Dipuji seperti itu, Arka semakin besar kepala.


"Tentu saja!! Hpmh, apakah mereka suka membuat masalah denganmu seperti itu?"


Louise terdiam, lalu hanya mengangguk.


"Kamu ini!! Kalau kamu diperlakukan tidak adil, jangan hanya diam!! Lawan mereka!!"


"Aku... Aku tidak memiliki keberanian seperti Kak Arka,"


Arka kecil memikirkannya, adiknya hanya berusia dua belas tahun, namun sudah mengalami hal-hal mengetikkan ini.


Di rumah, dia akan disiksa oleh Ibunya untuk terus berlajar, dan ketika akhirnya dia bisa bermain di luar rumah, dia mahal disiksa oleh sepupu-sepupunya.


Pasti juga dia mendapatkan tekanan juga di Sekolah.


Arka sendiri saat itu juga sering mendapatkan perlakuan seperti itu, namun tidak ada yang benar-benar berani membuat masalah dengan Arka karena Tuan Muda itu sangat agresif dan juga memiliki dukungan dari Kakek dan Neneknya, yang merupakan Kepala Keluarga William.


Arka memikirkan bagaimana nasip adik kecilnya yang malang ini, Arka sebenarnya memiliki hati yang lembut, melihat adik kecilnya ini sekarang penuh luka di tubuhnya, hati Arka benar-benar merasa tidak nyaman.


"Hmm, lain kali kamu harus melawan, kalau tidak, kalau ada yang berani membuat masalah denganmu, bilang saja pada Kakak,"


"Aku kira Kak Arka membenciku."


"Aku memikirkannya lagi, aku rasa aku yang salah, kamu tidak salah apa-apa,"


Ya, Arka lalu sadar saat itu, yang salah dan melakukan perselingkuhan adalah Ayahnya dan Ibu Tirinya, anak ini tidak tahu apa-apa, dan tidak salah apapun, hanya sedikit sial bagaimana dia terlahir sebagai anak hasil perselingkuhan orang tuanya saja.

__ADS_1


"Benarkah?"


"Ya, benar."


Louise lalu memeluk Kakaknya itu dengan penuh semangat.


Tidak lama dalam pelarian itu, Viola kecil sudah membawa kotak kit pertolongan pertama.


"Aku tahu Tuan Muda akan membuat masalah, ini peralatan untuk mengobati Luka Tuan Muda,"


"Ya ampun, Viola kamu benar-benar datang pada waktu yang tepat, bantu aku mengobati Luka adikku,"


Viola lalu menatap Louise, lalu dia merogoh sakunya, disana ada sepotong permen.


"Ini untuk Tuan Muda Louise, mungkin bisa menenangkan Tuan Muda saat di obati,"


"Hey, Viola kenapa kamu tidak memberiku permen juga?"


"Tuan Muda Arka tidak ingat saat Tuan Muda Arka masuk Rumah Sakit karena sakit gigi kebanyakan makan permen?"


"Baik-baik, makan permen itu Louise,"


Louise kecil memakan permen itu, terlihat sangat senang.


"Manis, sangat enak, aku sudah lama tidak makan permen,"


Arka terkejut,


"Apa kamu tidak diberikan ini oleh Ibumu?"


"Mama selalu ketat, aku tidak pernah diijinkan makan permen, takut merusak gigiku... Atau dia hanya memberikannya ketika aku mendapatkan nilai sempurna saja sebagai hadiah.. aku sangat suka permen,"


Arka tiba-tiba merasa sedih saat melihat adik kecilnya itu.


"Hmm, datanglah pada Kakak jika kamu mengiginkannya,"


"Boleh, Kak?"


"Tentu saja, aku juga memiliki begitu banyak coklat, kamu bisa datang padaku, tapi jangan makan terlalu banyak, sangat mengerikan kalau sampai masuk ke Dokter Gigi!!"


Mengigat kenangan saat kecil itu, Arka tiba-tiba tertawa.


"Kenapa Tuan Muda?"


Pertanyaan Viola membuyarkan lamunan Arka.


"Hmm, bahkan kalau kata orang-orang adikku selalu akan dianggap saingan yang berat untukku, karena dia begitu sempurna, namun aku tidak pernah bisa membencinya seperti yang orang-orang katakan, aku tahu jika dia tidak sesempurna itu, dia hanya adik kecilku Louise."


"Ya, aku tahu. Tuan Muda Arka memang selalu berhati lembut dan baik hati,"


Arkanya yang tiba-tiba di puji itu merasa malu.


Dan tidak lama mereka sampai di kamar tujuan mereka, kamar rawat Louise William.


Disana, di tempat tidur terlihat seorang pemuda tampan, terlintas tenang, dengan perban dikepalainya, menatap pintu yang terbuka, menatap kaget dengan kedatangan seseorang disana.


"Kak Arka? Kenapa Kakak disini?"


Arka hanya tersenyum lalu menghampiri, adiknya itu.


"Tentu saja untuk mengecek keadaan adik kecilku yang manja ini,"


Muka Louise yang dari tadi tenang, tiba-tiba memerah karena malu.


"A.. Aku sudah bukan anak kecil lagi, Kak, aku sudah dua puluh tahun,"


"Hmm, aku tahu. Di mataku, kamu selalu adik kecilku yang lucu,"Kata Arka sambil mengacak-acak rambut Louise.

__ADS_1


####


Bersambung


__ADS_2