Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 41: Kecurigaan (Part 2)


__ADS_3

Ketika Viola mendegarkan perkataan Arka, dia mulai berpikir sejenak.


Memang benar, dirinya belum mengecek soal Perusahaan Cavel ini seperti apa.


Dirinya hanya mengecek soal Perusahaan calon Klaien mereka.


"Kenapa menurut Tuan Muda begitu?"


"Apakah kamu tidak ingat, Para Bodyguard dari perwakilan CVL Group tempo hari? Mereka terlihat menyeramkan dan mencurigakan,"


Viola menatap Arka dengan pandangan terkejut, lalu berkata,


"Tidakkah itu karena Tuan Muda takut saja? Makanya Tuan Muda curiga?"


"Tidak! Siapa yang takut? Aku hanya curiga soal mereka. Aku merasa ada yang aneh soal mereka, tidakkah menurutmu begitu?"


Viola lalu mulai berpikir sebentar,


"Kalau menurut saya, tidak ada yang aneh soal mereka."


"Tidak. Karena ini tidak terlihat mencurigakan malah ini aneh. Tidakkah kamu tahu kalau Proyek Pembangunan Pusat Perbelanjaan di Kota A ini adalah Proyek Besar? Namun kenapa hanya ada Dua Perusahaan yang mengambil Tender kali ini?"


"Hmm, Tuan Muda benar. Ini memang cukup aneh kenapa Perusahaan lain tidak mengambil Proyek ini,"


"Ya kan? Dari awal Proyek ini aneh. Kamu sih, tidak tahu bagaimana wajah Kakek, Nenekku bahkan Ayahku saat di Rapat Direksi, bagaimana ekpersi mereka tiba-tiba menjadi pucat setelah mendengar Proyek ini. Ini benar-benar ada yang salah, dan aku rasa masalahnya ada pada Perusahaan CVL ini."


"Apakah ada kejadian begitu?"


"Ya, kamu sih tidak lihat. Disana juga Galvin dan Paman Lucas juga terlihat sangat senang, seolah-olah aku akan benar-benar gagal, makanya mereka mendukungku agar mencoba proyek ini,"


"Mereka memang selalu ingin menjatuhkan Tuan Muda itu cukup wajar,"


"Baik, jadi mari segera kita lihat sebenanya CVL Group itu seperti apa."


"Jadi menurut Tuan Muda CVL Group itu seperti apa?"


"Aku sebenarnya punya cukup banyak kenalan di Luar Sana, beberapa Tuan Muda lainnya yang sama sepertiku, tapi mereka terkadang memiliki beberapa informasi yang sangat penting, dan mengatakannya dengan santai,"


"Tertuanya pertemanan Tuan Muda bisa berguna dalam hal-hal seperti itu,"


"Ayolah, tidak semua Tuan Muda adalah Putra Pertama dan akan mewarisi bisnis Keluarga. Beberapa ada yang Putra ke Dua atau Putra Ketiga yang tidak terlalu di hadapkan, dan juga beberapa memang tidak ada niat mewarisi bisnis Keluarga,"


"Sepertinya ini kumpulan Kelompok mencurigakan,"


"Heh, tapi ini benar-benar sangat berguna dalam mendapatkan informasi, beberapa kan adalah Anak-anak Pengusaha Kaya yang memang Kalien Perusahaan kita. Tidakkah kamu tahu jika saat Pesta itu aku sempat berbicara dengan Kalien penting soal Putra mereka? Dan mereka terlihat senang ketika tahu aku berteman dengan Putra mereka, ini benar-benar koneksi bagus,"


"Baik-baik saya mengerti Tuan Muda. Jadi Informasi apa yang Tuan Muda tahu?"


"Awalnya aku tidak terlalu memikirkannya, namun aku pikir ini ada hubungannya dengan Proyek kali ini,"


Viola mendengarkan dengan seksama.


Tentu saja dirinya tahu kalau Tuan Mudanya sesekali akan bertemu dengan teman-temannya, berpesta atau bermain-main, namun tidak seperti dirinya selalu menemani Tuan Mudanya selama 24 jam, jadi terkandang akan tidak tahu hal-hal yang mereka bicarakan atau sesuatu.


Lagipula biasanya Para Pelayan juga di berikan tempat tunggu ketika Para Tuan Muda sedang dalam pertemuan mereka.


"Jadi apa itu?"


"Belakangan ada kabar jika ada sebuah Proyek bagus, namun sayang sekali walaupun Proyek itu bagus, namun tidak berani untuk mengambilnya, karena saingan untuk Proyek ini adalah Perusahaan milik Mafia,"

__ADS_1


"Mafia?"


"Ya, kamu sendiri juga tahu kan? Beberapa tempat sering bekerja di balik layar. Tidak semua Perusahaan berjalan sesuai aturan yang ada, ada juga yang memiliki hal-hal kotor di belakang,"


"Soal hal-hal ini saya sepertinya cukup mengerti. Jadi Tuan Muda curiga kalau, Proyek yang Tuan Muda ambil ini ada hubungannya dengan rumor itu?"


"Tepat sekali. Awalnya aku tidak memerhatikan karena merasa tidak terlalu penting, jadi tidak tahu detailnya,"


"Ini benar-benar Mafia?"


"Ya, mana aku tahu. Apakah sebaiknya mencoba menyelidiki CVL Group itu? Namun jika menyelidikinya dan ternyata mereka benar-benar Mafia bagaimana? Ini akan berbahaya,"


Arka sekarang menjadi panik sendiri memikirkan ini.


Belum soal musuh-musuh yang ingin menusuknya dari segala arah, jika harus berurusan dengan Mafia segala, hidup tampah susah.


Arka juga jadi teringat, kata-kata Ayahnya untuk hati-hati.


Hah, Ayahnya pasti sudah tahu sesuatu soal Proyek ini.


Sial, rupanya semua orang tahu dan hanya dirinya yang tidak tahu.


Jadi kenapa sih CVL Group yang menyebalkan ini?


"Saya akan menyelidiki soal CVL Group ini,"


"Tunggu, Viola. Aku rasa ini berbahaya, kamu jangan melakukannya,"


Viola menatap Tuan Mudanya dengan tidak percaya,


"Tapi bukankah Tuan Muda sendiri yang tadi sempat curiga pada mereka? Namun kenapa sekarang malah tidak ingin menyelidikinya?"


"Tuan Muda masuk akal. Saya akan hati-hati jadi Tuan Muda tidak perlu hadir,"


"Tapi Viola..."


"Sudahlah, saya hanya akan mengambil informasi yang semua orang tahu, saya tidak akan menyelidikinya lebih dalam lagi,"


"Baiklah, itu baik-baik saja."


Kemudian Viola kembali ke meja kerjanya begitu pula dengan Arka, mulai menatap dokumen menumpuk di mejanya.


Ketika menatap meja kerjanya, Arka sekarang baru ingat sesuatu.


Dia menatap Viola yang ada di meja kerjanya sendiri.


Apakah Viola sekarang benar-benar baik-baik saja?


Semalam mereka benar-benar melakukannya...


Tidakkah itu akan membuat Viola merasa tidak nyaman?


"Viola,"


Viola yang sedang fokus itu lalu menatap kearah Arka.


"Ya, ada apa Tuan Muda?"


"Kemarilah,"

__ADS_1


Viola yang menurut langsung mendatangi Tuan Mudanya.


Menatap Arka dengan ekspresi binggung,


"Ada apa Tuan Muda?"


Degan ekpersi malu, Arka lalu bertanya,


"Apakah... Apakah kamu baik-baik saja?"


Viola yang ditanya tentu saja binggung.


"Maksud Tuan Muda?"


"Apakah kamu merasa ada yang tidak nyaman atau sesuatu? Maksudku... Soal semalam...."


Viola akhirnya tahu kemana arah pembicaraan Tuan Mudanya itu, wajah Viola juga jadi sedikit memerah, merasa sedikit malu memikirkannya.


Lalu segera mengembalikan ekpersinya, setelah teringat sesuatu,


"Skill Tuan Muda terlalu buruk, dan itu benar-benar membuat tidak nyaman tadi pagi. Namun sekarang sudah baik-baik saja,"


Arka kemudian menjadi ingat saat Viola memberinya bintang satu.


Entah kenapa merasa sesuatu itu sedikit merendahkan harga dirinya sebagai laki-laki.


Viola ini!!


"Kamu ini.... Lihat saja lain kali kamu akan meberikku bintang lima,"


Viola menatap Tuan Mudanya dengan ekpersi kaget.


"Lain kali?"


Arka yang menyadari ucapannya, merasa malu sendiri.


Jadi teringat juga akan jatwal Omong kosong yang Viola katakan sebenarnya.


"Akhhh.... Lupakan. Kamu sebaiknya ambil Cuti hari ini dan Istirahat di Rumah,"


"Tapi Tuan Muda...."


"Aku hanya akan berada di Kantor dan tidak akan kemana-mana, tidak akan ada apapun yang terjadi, jadi kamu pulanglah dan Istirahat."


Mendengar perintah Tuan Mudanya itu sepertinya tidak bisa di ganggu gugat, Viola akhirnya mengalah.


"Baik, Tuan Muda. Saya akan kembali ke Rumah. Jika ada apa-apa silahkan menelepon saya, ada Sekertaris di Luar juga yang bisa membantu Tuan Muda jika ada masalah. Dan ingat, Tuan Muda jangan kemanapun, hanya berada di Ruangan ini. Nanti siang saya akan menyuruh Sekertaris didepan membelikan Makan Siang Tuan Muda,"


Menatap betapa positifnya Viola itu, Arka menjadi heran,


"Apaan, aku bukan anak kecil."


"Bukannya begitu, Tuan Muda. Semalam ada kejadian yang tidak mengenakkan, alangkah lebih baik Tuan Muda tidak kemana-mana dulu dan tidak melakukan tindakan apapun,"


Arka akhirnya menghela nafas lelah, lalu berkata,


"Baiklah-baiklah. Sekarang kamu kembalilah. Dan ingat, makan dan tidur yang cukup. Jangan mengerjakan apapun di Rumah!! Kamu mengerti?"


"Baik-baik, Tuan Muda. Saya akan benar-benar Istirahat."

__ADS_1


__ADS_2