Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 67: Ingatan Hari itu


__ADS_3

Mendengar pertanyaan dari Kakaknya Arka itu, Louise segera mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Sampai saat ini aku belum memiliki petunjuk soal itu, hasil dari penyelidikan menemukan jalan buntu, pelaku yang dulu di penjara, setelah di selidiki lagi, mereka semua sudah mati,"


Arka menghela nafas panjang, tentu saja Arka kecewa, dirinya berharap jika Louise setidaknya mendapatkan petunjuk soal kasus ini.


"Hah, aku kira kamu menemukan sesuatu makannya memanggilku,"


"Aku benar-benar minta maaf Kak, namun aku mendapatkan sebuah kabar lainnya, aku jelas menyelidik kalau kasus ini bukan pencurian biasa dan sudah aku konfirmasi, berdasarkan data yang aku dapatkan, orang-orang yang di penjara itu tidak satupun yang memiliki tato naga seperti yang Kakak katakan,"


"Jadi itu benar-benar bukan pencurian biasa?"


"Ya, aku melihat dalam penyelidikan ini, sepertinya di tutup-tutupi sehingga kasus ini menjadi buntu seperti ini, aku curiga dalang di balik semua ini merupakan orang yang cukup berpengaruh," kata Louise dengan yakin.


"Ya, aku juga mencurigai soal ini, jelas kasus ini bahkan ditutupi dari kita oleh Keluarga William, ini pasti ada hubungan dengan Rahasia Keluarga kami,"


Arka sedikit tidak senang memikirkan ini .


Kasus pembunuhan Ibunya sepertinya memang bukan kasus biasa, ini ada hubungannya dengan Rahasia Keluarga yang sampai saat ini di rahasiakan oleh Kakek dan Neneknya.


Namun apakah Ayahnya tahu soal ini?


Memikirkan ini membuat Arka merasa pusing sendiri.


Sebenarnya apa yang terjadi?


"Hah, aku juga tidak mengerti lagi soal itu," kata Arka dengan nada putus asa.


"Kak sebenarnya ada hal lain yang ingin aku bicarakan," kata Louise lagi.


"Ya? Apa yang ingin kamu katakan?"


"Aku memanggil Kakak karena ingin menanyakan sesuatu,"


"Ya? Apa itu?"


"Soal keberadaan Rumah Almarhum Kakek dan Nenek Kakak,"


"Maksudmu?"


"Kakek dan Nenek Kakak dari pihak itu, aku punya firasat sepertinya mereka memiliki petunjuk soal pelaku pembunuhan Putri mereka,"


Arka berpikir sebentar,


"Apakah begitu?"


"Ya, aku dengar mereka meninggal di salah satu Kecelakaan di dekat hutan, aku sebenernya cukup curiga juga soal insiden kecelakaan mereka, apakah itu benar-benar kecelakaan biasa atau...."


Arka jujur tidak tahu harus merespon bagaimana.


Hanya memikirkan soal kasus kematian Ibunya sudah membuat dirinya cukup pusing.


Sekarang di tambah masalah kecelakaan yang menimpa Kakek dan Neneknya itu.


Tiba-tiba mengigat soal Kakek dan Neneknya itu, Arka menjadi sedih.


Teringat kejadian dimasa lalu, dimana Kakek dan Neneknya itu begitu menyayangi dirinya.


Setelah dirinya cukup pulih saat kecil akibat, dirinya sempat di kirim ke Rumah mereka untuk berlibur.


Keberadaan mereka berdua benar-benar bisa menghibur hatinya kala itu.

__ADS_1


Dirinya tahu jika mereka juga sangat menyayangi dirinya, mereka juga sangat sedih atas kematian Ibunya.


Ya, kenapa orang-orang yang selalu begitu baik padanya pergi dengan begitu cepat?


Andai saja, Nenek dan Kakeknya yang disana masih ada, dirinya mungkin tidak akan terlalu kesepian.


Yah, walaupun di Keluarga William tidak begitu buruk, namun Rumah ini selalu penuh dengan Konflik dan Pertikaian sejak dirinya kecil.


Rasanya begitu muak untuk berada disini, namun dirinya tidak bisa pergi karena tidak memiliki tempat untuk pergi, sesuatu yang bisa di sebut Rumah seperti tempat ini.


Jadi dirinya tidak memiliki pilihan selain berada ditempat memuakan ini.


"Louise jangan menebak yang macam-macam,"


"Aku tahu, Kak aku hanya tiba-tiba kepikiran,"


"Namun aku harap itu hanya sebuah kecelakaan,"


Kemudian Arka mulai mengigat sesuatu yang penting.


Hari ketika Kecelakaan Kakek dan Neneknya.


Kebetulan saat itu, dirinya berkunjung dan menginap di rumah mereka.


Sejujurnya, itu juga salah satu dari ingatan yang tidak ingin dirinya ingat.


Hari-hari indah yang berakhir dengan sebuah Tragedi.


Hari itu, mereka makan siang bersama dengan bahagia.


Kemudian sore itu...


Dirinya yang sangat suka bermain, lalu mulai berkeliling Rumah Kakek dan Neneknya kala itu...


"Baiklah-baiklah, aku akan mencoba menyelidikinya juga, jadi sekarang dimana alamat Rumah mereka dulu?"


Pertanyaan Louise menyadarkan Arka dari lamunannya soal masalalu.


Hari itu sebelum Kecelakaan Kakek dan Neneknya...


Dirinya bertemu dengan seorang gadis misterius.


Dirinya tidak begitu ingat dengan wajah gadis itu.


Mereka bermain sebenarnya sebelumnya.


Sebagai anak kecil, tentu saja dirinya tidak banyak bertanya, hanya mengira kalau itu salah satu anak dari lingkungan sekitar situ.


Dan ketika dirinya bertanya soal Identitasnya, sayang sekali Neneknya segera tiba dan mengajak gadis kecil itu pergi.


Tidak, apakah itu benar-benar seorang gadis kecil atau anak laki-laki dirinya tidak begitu ingat, karena anak itu memakai celana dan memiliki rambut pendek.


'Mari kita bermain lain lain waktu, aku akan sangat senang, karena mulai sekarang kita adalah teman,'


Itu adalah sebuah janji yang diirnya baru ingat sekarang.


Ya...


Gadis kecil itu!!


Sebenarnya siapa dia?

__ADS_1


Neneknya membawanya pergi kala itu.


Ketika diirnya bertanya, Neneknya bilang itu salah satu Keponakannya.


Tunggu, Ibunya itu adalah Putri tunggal.


Lalu siapa gadis itu?


"Louise, aku mengigat sesuatu yang penting,"


Louise lalu menatap Kakaknya dengan ekpersi serius, tentu penasaran dengan apa yang Kakaknya ingin katakan,


"Aku ingat, hari itu ketika mereka kecelakaan, mereka naik mobil dengan seorang anak kecil seusiaku,"


"Anak kecil? Siapa dia?"


"Yah, itu aku juga tidak tahu, aku belum sempat menanyakan namanya, dan Nenekku tidak menceritakan lebih lanjut soal itu,"


"Namun apa hubungannya dengan kecelakaan itu?" Tanya Louise lagi dengan penasaran.


"Tidak ada yang mencari keberadaannya setelah kecelakaan. Ini aneh bukan? Aku mendengar, Mayat Kakek dan Nenekku di temukan di bawah jurang, namun tidak ada yang membahas soal keberadaan anak itu,"


Louise terdiam sebentar, memikirkan apa yang mungkin terjadi.


Namun pikirannya buntu.


"Bisa jadi anak itu selamat bukan? Itulah kenapa dia tidak ada di mobil bersama Kakek dan Nenekmu,"


"Tapi, aku jelas lihat jika dia berada di mobil yang sama dengan mereka,"


Louise lalu menghela nafas panjang,


"Semakin kesini sepertinya ada banyak misteri, memang harus ke Rumah Keluarga Kakek dan Nenek Kak Arka itu,"


"Kamu benar, mungkin ada petunjuk sesuatu disana,"


"Jadi, mana alamatnya?" Tanya Louise lagi.


"Nanti saja, aku juga akan ikut kesana,"


"Tidak, Kak Arka sedang sakit, tidak bisa keluar Rumah dulu, apalagi jelas ada yang mengincar Kakak diluar sana,"


Arka tentu saja tetap keras kepala ingin ikut.


Lagipula, dirinya juga ingin memastikan sendiri soal hal-hal ini.


Ya, dirinya juga penasaran soal memory hari itu...


Apa yang terjadi hari itu sebenarnya...


"Tidak!! Aku juga ingin tahu,"


"Kak Arka jangan begitu, orang yang mengincar Kakak ini berbahaya,"


"Hah, sialan mereka itu sebenarnya siapa sih? Kamu sudah menyelidiki ini?"


"Menurut Kak Viola sepertinya mereka kiriman dari CVL Group,"


"Sial, orang-orang payah yang kalah Proyek ini?"


"Aku menilai mereka berbahaya,"

__ADS_1


"Sungguh merepotkan harus berurusan dengan sampah-sampah itu,"


"Maka dari itu, Kakak sebaiknya di Rumah saja,"


__ADS_2