
Di sebuah ruangan tertentu, terlihat seorang Pria Parubaya dengan Putranya sedang mengobrol.
"Galvin, kamu ini bagaimana, sekarang Arka sialan itu malah mendapatkan proyek yang kamu berikan padanya,"
Kali ini Galvin yang di bentak Ayahnya itu hanya bisa merasa kesal dan marah, pada Arka.
Kenapa bisa sepupunya yang sialan itu bisa memenangkan proyek?
Dan lagi, kenapa pula Arka itu pakai selamat segala dari kecelakaan itu, akan lebih baik jika Arka itu tidak usah selamat saja, sehingga dirinya tidak perlu repot-repot berurusan dengan orang menyebalkan itu, yang menghalangi dirinya dari mendapatkan posisi tertinggi dalam Perusahaan.
Sungguh, dirinya masih sangat kesal karena Arka mendapat posisi yang lebih tinggi dari dirinya, dan Arka mulai bisa bersikap seenaknya sendiri seperti bagaimana Arka itu memarahi Robet waktu itu.
Sialan!!
Arka itu sangat memuakan dan merusak pemandangan mata.
Dan sekarang, malah dia entah bagaimana bisa memengakan proyek itu dari Perusahaan Cavel.
Dan orang-orang dari Perusahaan Cavel sangat tidak becus dalam menghabisi Arka.
Dirinya juga ingat, rencana terakhir miliknya juga gagal untuk menjebak Arka.
Seolah Arka itu memiliki malaikat pelindung yang ada disisinya...
Sial, ini pasti juga gara-gara Pelayan Jelek itu, dia selalu bisa membuat Arka lolos dari semua jebakan miliknya.
Dan sekarang dirinya harus dimarahi oleh Ayahnya gara-gara Arka.
"Aku juga tidak tahu kenapa bisa, Arka mendapatkan Proyek itu,"
Lucas masih bersikap marah lalu berkata pada Galvin,
"Kamu itu, kinerjamu benar-benar tidak becus,"
"Maafkan aku Ayah," kata Galvin sambil menundukkan kepalanya.
Dirinya tentu saja tidak suka dimarahi oleh Ayahnya...
Coba kalau bukan karena Arka sialan itu!!!
"Maaf katamu! Lihat sekarang pasti Kakekmu menjadi sangat memuji Arka karena hal-hal itu, dan semua orang di perusahaan akan mulai mengakui kemampuan, Arka itu," kata Lucas dengan nada marah.
Galvin mencoba menengangkan pikirannya.
Dia mulai berpikir sejenak.
Pasti ada sesuatu yang dirinya bisa lakukan untuk menjatuhkan Arka itu.
Ya, semua pasti akan ada jalan!
Dirinya jelas tidak akan membiarkan Arka itu sukses.
"Tenang, Ayah. Aku tidak akan membiarkan Proyek yang Arka kerjakan itu sukses," kata Galvin dengan penuh keyakinan.
Lucas menatap penasaran pada Putranya itu,
"Bagaimana caranya?"
"Bagaimanapun juga, pesaing Proyek ini adalah Keluarga Cavel, aku akan mencoba mencari cara agar mereka mengacaukan Arka itu,"
Wajah Lucas lalu sedikit gemetar ketika memikirkan soal Keluarga Cavel.
__ADS_1
"Galvin, aku meminta kamu agar tidak bermain-main dengan Keluarga Cavel itu," kata Lucas dengan nada khawatir.
"Kenapa Ayah?"
Jelas Galvin penasaran dengan Keluarga Cavel ini.
"Sungguh, mereka itu berbahaya sekali," kata Lucas dengan yakin.
"Ayah sudah pernah bilang soal ini padaku, namun tidak memberitahuku detailnya,"
Lucas sedikit terdiam, apakah harus mengatakan yang sebenarnya?
Dirinya sebenarnya juga tidak begitu tahu soal masalah Keluarga Cavel, Ayahnya tidak pernah mau bercerita soal alasan kenapa Keluarga Cavel selalu mengincar mereka selama ini.
Apa yang Keluarga Cavel kejar dari Keluarga William?
Kenapa mereka sangat teropsesi pada Keluarga ini?
Ini pasti tidak hanya sekedar dendam, ini lebih dari itu.
"Ayah sebelumnya juga masih tidak begitu mengerti dangan Keluarga Cavel, yang jelas mereka selalu melakukan hal-hal berbahaya dan pernah mencoba mencelakakan Keluarga William kita,"
"Apakah hanya itu?"
"Galvin, sebenarnya Ayah juga cukup curiga tentang apa yang Keluarga Cavel kejar dari Keluarga kita, kalau bisa aku meminta kamu untuk menyelidiki soal hal-hal ini,"
"Maksud Ayah?"
"Aya sebenarnya curiga, jika Kakekmu masih menyembunyikan hal penting soal Keluarga Cavel, dan ini jelas bukan hal yang ringan, melihat seberapa besar Keluarga Cavel itu mencoba menghancurkan kita,"
"Baiklah, Ayah. Aku akan mencoba menyelidiki soal Keluarga Cavel itu,"
"Dan ingat untuk hati-hati,"
Lucas menatap adiknya dengan heran,
"Apa yang ingin kamu rencanakan?"
"Pertama soal Proyek Arka itu, jelas aku akan mengacaukannya, lalu rencana kedua, aku akan menyerang Keluarga Cavel atas nama Arka, pasti Keluarga Cavel akan semakin marah pada Arka itu dan akhirnya...."
Lucas sedikit terkejut dengan rencana Putranya.
Itu memang ide yang bagus untuk menyingkirkan musuh mereka tanpa perlu repot-repot mengotori tangan mereka sendiri.
"Tapi, Galvin ini berbahaya bagaimana jika ketahuan?"
"Ayah tidak usah khawatir, aku entah bagaimana akan memastikan hal-hal ini tidak ketahuan, memang pernah rencanaku terbongkar?"
Lucas lalu tersenyum mendengar pernyataan Putranya itu.
"Ya, aku percaya padamu, lakukan sesukamu, jika kamu butuh bantuan jangan lupa untuk menghubungiku,"
"Tentu saja, Ayah. Aku akan menghubungi Ayah jika ada masalah,"
"Dan ingat Galvin, jangan lengah dan tetap hati-hati,"
"Tentu saja,"
Setelah beberapa percakapan tersebut, Galvin lalu keluar dari ruang kerja ayahnya itu.
Sialnya di ujung lorong, dia bertemu dengan seseorang yang tidak disukainya.
__ADS_1
"Hey, anak Brengsek jangan menghalangi jalanku,"
Kyla yang kebetulan lewat disanapun menjadi sedikit gemetar setelah mendengar suara Galvin.
"Maafkan aku Kak..."
"Cih, sudah aku bilang jangan panggil aku Kakak, kamu tidak layak menjadi adikku," kata Galvin dengan marah, lalu menabrak pundak Kyla sampai dia terjatuh dilantai.
Galvin hanya tertawa lalu pergi dari sana.
Kyla yang jatuh itu, tentu saja merasakan sakit.
Sial, berapa lagi dirinya masih harus berada di tempat ini?
Sungguh sangat lelah berada di Rumah Keluarga William ini...
Belum lagi, orang yang dirinya percaya selama ini, Kak Louise dia malah....
Memikirkan hal-hal ini benar-benar membuat Kyla pusing sendiri.
Namun segera dirinya mengembalikan emosinya.
Tunggu, Kakaknya barusan dari Ruangan Ayah mereka?
Apa yang mereka bicarakan?
Biasanya tidak ada hal baik ketika mereka berdua berbicara di Ruang Kerja seperti itu.
Ya, dirinya memiliki semacam firasat buruk.
Apakah ini rencana untuk melakukannya sesuai pada Kak Louise atau Kak Arka?
Tidak, dirinya harusnya tidak memikirkan orang-orang itu lagi...
####
Siang itu, sesuai janjinya Louise menerima kunci Rumah Besar Keluarga Almarhum Ibunya, dan mendapatkan peta dimana mereka berada.
Sekarang Louise bersama dengan beberapa anak buahnya sedang menuju ke Rumah mereka.
Rumah mereka sepertinya berada di Kompleks Perumahan Elite.
Terlihat dari berbagai Rumah Mewah dan Besar begitu dirinya memasuki kompleks itu.
Memang, dirinya sudah mengira sebelumnya kalau Keluarga Ibu Kakaknya Arka itu pasti juga bukan orang biasa.
Ini semakin membuat dirinya penasaran...
Pembunuhan Ibu Kandung Arka...
Misteri Kecelakaan yang menimpa Nenek dan Kakek Arka...
Gadis kecil yang muncul entah dari mana...
Tato Naga...
Keluarga Cavel....
Dirinya cukup yakin jika hal-hal ini sepertinya berhubungan.
Baik, mari nanti coba temukan beberapa petunjuk di Rumah itu.
__ADS_1
Dirinya benar-benar sudah tidak sabar untuk sampai di sana.