Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 97: Hal-hal Rumit


__ADS_3

Di tempat lainnya, saat ini Louise masih memeriksa Peta yang barusan dirinya dapatkan soal Keberadaan Harta Tersembunyi itu, sampai tiba-tiba sebuah telepon datang dari anak buahnya.


"Ya? Ada apa menelepon?"


'Kami memiliki Informasi penting,'


"Informasi soal apa?"


'Seperti yang Bos instruksikan beberapa hari yang lalu, kami telah memeriksa panti asuhan tempat Nona Viola berasal,'


"Jadi apa yang kamu temukan disana? Apakah kalian menemukan sebuah petunjuk tentang masalalu Viola?"


'Sebenarnya tidak ada petunjuk satupun yang mengarah pada masa lalu Nona Viola hanya saja....'


"Kamu ini kalau berbicara harus langsung! Jangan setengah-setengah dan sepotong seperti ini,"


'Sebenarnya saat melakukan penyelidikan ini kami menemukan jika ada orang lain yang juga melakukan penyelidikan pada Nona Viola,'


Louise jelas kaget mendengar hal itu?


"Apa kalian bilang? Ada orang lain yang juga menyelidiki Masa Lalu Kak Viola? Katakan dengan jelas?"


Namun sebelum Louise mendegar perkataan lanjutan dari anak buahnya itu, pintu kamarnya di ketuk seseorang, jadi Louise langsung mematikan telepon miliknya itu.


"Louise, Mama ingin bicara,"


Mendengar suara yang familier itu, perasaan Louise menjadi buruk.


Kali ini, apa lagi yang Mamanya mau itu?


Namun dengan sabar, Louise membuka pintu kamarnya, dan membiarkan Mamanya itu masuk kedalam kamarnya.


"Hal apa yang ingin Mama bicarakan denganku?"


namun bukannya mendapatkan sebuah jawaban Louise malah mendapatkan sebuah tamparan.


Louise jelas tidak mengerti kenapa Mamanya itu menampar dirinya secara tiba-tiba.


"Mama? Kenapa Mama menamparku? Aku melakukan apa?"


"Kamu pikir Mama tidak tahu bahwa kamu ternya diam-diam membantu Kakakmu Arka itu di Kantor? Kamu bahkan membantu dia untuk mengurus Proyek baru itu bersama Viola ketika dia sakit!! Kamu itu sudah berapa kali Mama bilang!! Jangan membatunya!! Arka itu hanya akan menjadi penghalang bagimu untuk menjadi Pewaris Keluarga William!! Biarkan saja Proyek miliknya itu gagal sekalian, kamu tidak perlu repot-repot untuk membantunya segala,"


Louise mendegar kata-kata dari Mamanya itu, dengan ekpersi terlihat sedih.


Mamanya mulai seperti ini lagi.


Dari dulu, Mamanya memang ingin menjauhkan dirinya dan Kakaknya Arka, selalu mempegaruhi agar dirinya bermusuhan dengan Kakaknya Arka.


Ini semua demi rencana Mama yang entah bagaimana ingin dirinya menjadi Pewaris Keluarga William.


Dirinya selalu dipaksa mengikuti keinginan egois itu dan menjadi boneka untuk Mamanya ini.


Namun semakin ke sini dirinya semakin lelah menghadapi Mamanya ini.


Dirinya lelah mencoba menutupi berbagai perbuatan jahat Mamanya yang coba dia lakukan kepada Kak Arka.


Dirinya masih ingat rencana terakhir Mamanya soal ingin menjebak Kakaknya Arka dengan seorang gadis di Hotel.


Beruntung hal-hal seperti itu berhasil dirinya dan Viola gagalkan.

__ADS_1


Sebenarnya, dirinya benar-benar merasa malu ketika berhadapan dengan Kakaknya, karena dirinya juga bersalah telah menutupi kesalahan-kesalahan yang Mamanya buat.


Semakin memikirkan hal-hal ini semakin membuat Louise merasa pusing sendiri.


Yang dirinya inginkan hanyalah hidup damai dengan Kakaknya, kemudian melakukan apapun yang dirinya suka.


Namun, Mamanya selalu menuntutnya.


Dirinya sudah cukup patuh semalam ini, namun itu tidak membuat Mamanya ini puas.


"Jadi hanya karena itu Mama menamparku? Sungguh, sampai kapan Mama akan seperti ini? Soal Harta Warisan Keluarga William? Itu aku sudah tidak peduli lagi!!"


"Louise!! Apa yang kamu katakan Hah? Kamu jelas harus peduli karena itu semua menyangkut tentang masa depanmu yang cerah,"


"Apakah Mama benar-benar peduli pada Masa depanku atau pada masa depan Mama sendiri?"


"Louise!! Sejak kapan kamu bersikap tidak sopan seperti ini? Apakah ini pengaruh dari Kakakmu Arka itu?"


"Sungguh, ini benar-benar tidak ada hubungannya dengan Kak Arka,"


"Hah, ini jelas pengaruh buruk darinya,"


"Mama cukup!! Aku tidak ingin mendergarkannya lagi!" Kata Louise lalu berjalan keluar dari kamar itu dengan Tas miliknya.


"Louise!! Mau kemana kamu? Mama belum selesai dengan perkataan Mama!"


Namun Louise hanya menutup telinganya, dan segera pergi dari kamar itu.


Rasanya begitu muak untuk tinggal di Rumah ini.


Memang benar soal Kakaknya yang pindah itu, karena benar-benar terasa menyebalkan berada di rumah ini.


Hah...


Dia segera menuju ke Rumah Kakaknya Arka.


Mungkin ada baiknya, Kakaknya itu tinggal di Luar Rumah Keluarga William.


Mungkin nanti malam dirinya akan menginap ke sana.


####


Viola yang mendengar tentang pernyataan dari Tuan Mudanya itu, jelas langsung lari pergi dari ruang tamu, kemudian segera masuk ke kamar.


Dan sialnya, Viola salah masuk, ini sebenarnya Kamar Tuan Mudanya.


Walaupun dirinya juga tidur di sini namun tetap saja....


Sekarang, ketika Viola menatap kearah tempat tidur, dirinya langsung teringat di mana Di tempat tidur itu dirinya dan Tuan Mudanya berpelukan.


Awalnya dirinya hanya mengira jika Tuan Mudanya memeluknya seperti itu karena rasa takut semata, namun sekarang dirinya tahu alasannya itu karena Tuan Mudanya memang ingin memeluk dirinya karena mencintai dirinya.


Terlalu memalukan untuk memikirkan ini sekarang...


Tuan Mudanya jatuh cinta padanya...


Semua ini karena Tuan Mudanya jatuh cinta padanya...


Sekarang apa yang harus dirinya lakukan?

__ADS_1


Dan ada apa dengan Perasaan gembira yang tidak masuk akal dalam hatinya ini?


"Viola? Kamu di dalam Aku ingin masuk,"


Mendengar suara tiba-tiba dari Tuan Mudanya dari balik pintu itu, Viola langsung kaget seketika.


"Tuan Muda.... Itu... Aku butuh waktu...."


"Tapi ini kamarku, Bagaimana aku tidur jika kamu mengunci diri didalam?"


Viola yang memang merasa salah masuk kamar itu, segera membuka kamar.


Lalu dengan panik, berkata,


"Silahkan masuk Tuan Muda, saya akan kembali ke kamar sebelah,"


Viola terlihat buru-buru ingin pergi, namun tangannya dipegang oleh Tuan Mudanya, yang mencoba mencegahnya untuk pergi.


"Kamu tidur disini saja bersamaku, Viola,"


"Tuan Muda itu...."


Melihat ekspresi malu-malu dari Viola yang terlihat sangat manis itu, membuat Arka begitu tidak tahan untuk terus menggodanya.


Arka lalu segera menarik Viola untuk memberinya ciuman ringan, lalu segera melepaskannya dan berkata,


"Hmm, aku melakukannya karena aku menyukaimu...."


Arka jelas melihat perubahan warna wajah Viola menjadi merah.


Astaga....


Kalau tau reaksi Viola akan menjadi semanis ini sudah dari dulu dirinya menyatakan cintanya...


Viola ini hanya sedikit tidak bisa memproses beberapa emosi dirinya sendiri, namun dengan beberapa tindakan Impulsifnya ini, bisa membangkitkan hati Viola yang sudah lama dingin itu.


Namun ketika Akra menikmati kegiatannya untuk menggoda Viola, pintu Rumahnya di bel.


Tentu saja, suara Bel yang terus-menerus itu sangat mengganggu.


"Siapa sih orang sial yang bertamu malam-malam begini?" Kata Arka marah.


Mendengar suara bel itu Viola kembali ke Realitas, dan mulai menormalkan ekspresinya.


"Biar saya saja yang membuka pintu,"


Arka langsung menolak, lalu berkata,


"Biar aku saja, kamu disini saja jangan bergerak aku akan kembali dengan cepat,"


Arka segera buru-buru menuju ke Ruang Tamu.


Namun selama perjalanan ke sana itu ditekan semakin sering dan semakin keras.


Seolah seseorang yang menekan begitu tidak sabar.


"Ukhhh... Orang sial mana sih itu? Tidak sabar sekali tahu membuka pintu membutuhkan waktu,"


Namun begitu Arka membuka pintu, yang dia lihat adalah wajah adik tercintanya itu, terlihat dalam suasana hati yang buruk.

__ADS_1


"Louise? Kenapa kamu kesini malam-malam? Ada apa?"


Louise yang melihat Kakaknya itu masih terdiam dan tidak bicara apapun.


__ADS_2