
Setelah mendengar percakapan dari kakek dan neneknya tersebut, perasaan Arka bener-bener menjadi cukup rumit, dan syok dengan semua ini.
Hal pertama yang dirinya pikirkan adalah kenapa keluarga Cavel to sampai melakukan hal-hal ini pada Ibunya?
Apakah ini ada kaitan nya dengan masalah antara Keluarga William dan Keluarga Cavel?
Namun kenapa harus Mamanya yang di bawa-bawa masuk dalam petaka ini?
Padahal Mamanya tidak terlibat apapun dalam hal hal ini bahkan tentang urusan bisnis setahunya Mamanya tidak pernah mengurusinya.
Jelas ada sesuatu yang disembunyikan oleh Kakek dan Neneknya dibalik masalah ini.
Dan lagi, apakah Kakek dan Neneknya memperlakukan dirinya dengan baik selama ini karena masalah itu?
Karena mereka berdua merasa sangat bersalah pada dirinya ini, soal kematian Mamanya yang kemungkinan disebabkan oleh masalah keluarga yang dimiliki oleh Keluarga William dan Keluarga Cavel.
Semakin memikirkannya Arka masih belum menerima semua kenyataan ini.
"Kak Arka.... Tolong tengah dulu,"
Sekali lagi, Louise mencoba untuk menenangkan Kakaknya itu.
"Louise kamu dengar itu? Apa yang mereka berdua katakan di dalam?"
"Ya, aku tahu Kak."
"Hah, mereka tahu kenyataan sebenarnya namun masih ditutup-tutupi dariku, padahal jelas masalah ini Mamaku. Aku harus minta penjelasan dari mereka berdua!!" kata Arka yang terlihat begitu emosional itu berniat untuk masuk ke ruangan itu lewat jendela.
Namun jelas Louise mencoba untuk membuat Kakaknya tidak melakukan itu.
"Kak, Jangan ke sana aku rasa ada alasan kenapa mereka menyembunyikannya, dan jika mereka benar-benar menyembunyikannya kita berdua tidak akan bisa berbuat apa-apa, dan malah mereka akan semakin menutup-nutupi ini dari kita agar kita tidak terlibat,"
Mendengar penjelasan dari adiknya itu membuat Arka terdiam sejenak.
Yang dikatakan oleh adiknya itu cukup masuk akal pasti ada alasan kenapa dirinya tidak diberitahu masalah-masalah penting ini jelas hal ini kemungkinan besar karena mereka berdua tidak ingin melibatkan dirinya terlihat sekali masalah antara keluarga William dan Keluarga Cavel sangat serius.
Dan kekejaman Keluarga Cavel sampai membuat Mamanya menjadi korban.
Dirinya sendiri juga sudah merasakan betapa mengerikannya Keluarga Cavel itu, hanya karena mereka kalah mereka menggunakan cara-cara kotor untuk membuat dirinya celaka sampai seperti ini.
Keluarga itu sepertinya benar-benar jahat.
Ini masuk akal kenapa kakek dan neneknya menyembunyikan ini darinya namun tetap saja dirinya merasa jika dirinya berhak tahu setidaknya tentang kenyataan ini.
Namun sekarang setelah tahu tentang kenyataan sebenarnya, apa yang harus dirinya lakukan?
"Kak Arka, sebaiknya kita pergi dari sini aku merasa kita tidak perlu lagi memeriksa gudang itu,"
"Louise, sekarang apa yang harus aku lakukan?"
"Kak Arka, tolong jangan gegabah dulu, Masalah Keluarga Cavel ini cukup rumit, namun kurang lebih aku bisa memperkirakan Apa yang terjadi,"
"Apa memang perkiraanmu?"
__ADS_1
"aku tidak bisa mengatakannya di sini sekarang Mari kita pergi ke tempat yang lebih nyaman untuk berbicara,"
Arka akhirnya mengalah, mengikuti apa kata-kata adiknya itu.
"Baiklah, mari kita ke tempat rahasia yang tadi, disana cukup nyaman untuk berbicara,"
"Ya, mari kesana,"
Keduanya langsung pergi dari sana dengan hati-hati tanpa meninggalkan jejak apapun kemudian menuju tempat rahasia yang Arka katakan.
Mereka lalu duduk di rerumputan yang ada di sana.
Tentu saja di sana cukup gelap.
Karena ini sudah malam hari.
"Aku rasa di sini bukan tempat yang baik untuk berbicara apalagi di malam-malammalam seperti ini,"
Arka kemudian melihat sekeliling, yang hanya ada kegelapan.
"Tapi tempat ini sungguh bagus jika didatangi siang hari,"
"Ya, tapi sekarang malam hari,"
"Baik-baik, mari kita ke Kamarmu, Louise,"
Louise lalu menatap kakaknya dengan ekspresi heran dan bertanya,
"Menurutmu aku bisa membawamu ke kamarku? Apakah kamu ingat jika di kamarku saat ini ada Viola, dan tidak mungkin kita membicarakan hal-hal ini di taman atau di luar karena Ini masalah serius siapa yang tahu ada yang menguping pembicaraan kita jadi tempat yang paling tepat adalah kamarmu, di sana ada peredam suara juga kan?"
"Itu cukup masuk akal, memang disana ada peredam suara jadi jika suara tidak benar-benar keras, apapun yang dikatakan di dalam tidak akan dengar dari luar,"
Arka lalu mengehela nafas panjang,
"Awalnya aku heran kenapa kamu memiliki kamar dengan pengaturan seperti itu, namun sekarang aku paham alasannya,"
"Apa?"
"Agar jika kamu membawa seseorang masuk dan melakukan hal-hal nakal di dalamnya tidak ada yang tahu,"
Wajah Louise menjadi memerah setelah mendengar kata-kata itu.
"Ukhh, Kakak berhenti bicara omong kosong, itu karena aku suka bermain gitar di kamar dan tidak ingin Mama dengar,"
"Masa?"
"Sudahlah, Kak. Berhenti bicara omong kosong, dan segera kekamarku,"
Arka lalu mengikuti adiknya itu.
Ya, sebenarnya perasaan Arka masih terasa tidak nyaman dan masih kaget setelah menerima semua kenyataan ini, dirinya mencoba untuk menenangkan emosinya ini dan meredamnya.
Dirinya tidak boleh terlalu gegabah dalam menanggapi hal-hal ini, itulah apa yang sering Viola katakan pada dirinya.
__ADS_1
Tidak sampai beberapa lama mereka berdua sampai di kamar Louise.
Arka segera duduk di sofa ada di kamar itu dengan santai, desain kamar ini masih sama dan tidak berubah sejak dirinya terakhir kali masuk ke kamar ini.
Namun ini bukan saatnya untuk bernostalgia atau sesuatu karena segera, Arka ingat tujuannya datang ke sini.
Kemudian tanpa basa-basi dia bertanya kepada adiknya, yang ketika masuk kekamar langsing membuka laci mejanya itu.
"Jadi apa maksud perkataanmu tadi?"
Louise lalu mengeluarkan sebuah kotak yang berisi sebuah potongan peta, foto dan surat.
Arka ingat dua hal ini adalah apa yang ditemukan oleh adiknya di Rumah Kakek dan Neneknya dari Pihak Mamanya.
Kemudian Arka juga Mulai memikirkan sesuatu soal ini.
Balas Dendam...
Seorang Gadis Kecil....
"Louise ini...."
Louise lalu mengaguk setuju.
"Benar, dugaan Kakak benar. Aku menebak sepertinya Keluarga Cavel ini sedang mencari sebuah harta tersembunyi atau sesuatu, yang kemungkinan besar, Peta harta itu dimiliki oleh Keluarga William atau sesuatu, atau Keluarga William memiliki hal lain yang cukup bagus yang bisa membuat Keluarga Cavel menemukan Harta itu,"
Arka menatap adiknya dengan heran,
"Lah? Kukira kamu mau memberikan petunjuk apa ternyata pikiran kita benar-benar berbeda. Kamu malah asik berhipotesis soal harta keluarga tersembunyi, Apakah kamu lupa suatu hal yang paling penting dari ini?"
Louise lalu menatap Kakaknya dengan heran.
"Apa? Bukankah dugaanku ini masuk akal? Kenapa kakak malah tidak percaya? Apa yang aku lewatkan?"
"Kamu tidak ingat soal Surat yang kamu temukan itu? Ini soal Gadis Kecil yang aku temukan saat masih kecil?"
Mendengar pertanyaan itu, Louise cara menatap Kotak di tangannya itu yang berisi barang-barang penting yang dirinya temukan.
"Ah, bener juga. Aku baru ingat soal hal-hal ini. Jadi Nenek dan Kakek Kakak dari Pihak ini ini menculik Putri Keluarga Cavel untuk balas dendam!! Yang mereka cilik adalah gadis kecil yang Kakak temui!!! Dan entah bagaimana sepertinya karena hal-hal ini mereka mengalami Kecelakaan atau sesuatu,"
"Nah, itu dia maksudku,"
Louise sekarang menjadi bertambah bingung soal hal-hal ini.
Dan lagi, apakah Nenek dan Kakek Kakaknya itu tahu masalah antara Keluarga William dan Keluarga Cavel?
Dan kenapa malah mereka yang memiliki peta itu?
Sebenarnya Apa hubungan mereka semua?
Dan lagi apakah benar ada harta tersembunyi?
Semua ini benar-benar memusingkan ketika memikirkannya.
__ADS_1