Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 88: Sebuah Janji


__ADS_3

Mendengar permintaan dari Tuan Mudanya yang cukup tidak masuk akal membuat Viola sedikit terkejut.


Ini....


Apakah tidak apa-apa untuk dirinya memeluk Tuan Mudanya seperti itu?


Sebenarnya dirinya juga berpikir bagaimana hal-hal ini terlihat cukup berlebihan.


Tidak apa-apa sih jika hanya menemani tidur, tapi...


Sebuah pelukan saat tidur...


Tunggu, kenapa dirinya baru mempertimbangkan hal-hal ini sekarang?


Kalau dipikir lagi, interaksi antara dirinya dan Tuan Muda lebih banyak dari hal ini.


Mereka bahkan sudah berhubungan lebih intim dari pada sebuah pelukan.


Memikirkan ini membuat wajah Viola merasa sedikit memerah karena malu.


Apakah permintaan Tuan Mudanya memang biasanya seperti ini?


Sekarang, Viola baru mulai memikirkannya.


Bahkan sebelum mereka menikah, Tuan Mudanya kadang meminta dirinya membantunya untuk mandi.


Jadi, pelukan untuk pengantar tidur sepertinya tidak masalah?


"Viola? Apakah kamu mau?" Tanya Arka lagi dengan ekpersi manja.


Memang, semakin kesini Arka menjadi semakin berani meminta ini itu pada Viola.


Rasa segan Arka sepertinya sudah lebih berkurang terutama sejak kejadian malam itu.


Viola yang melihat tatapan manja itu, memang entah bagaimana tidak bisa menahannya.


Kalau boleh jujur, Tuan Mudanya ini memang sangat tampan, dan cukup manis, dari luar memang terlihat cukup galak dan nakal, namun sebenarnya Tuan Mudanya selalu memiki sikap manis dan sedikit manja.


Seperti kali ini.


Jadi tanpa menjawab, Viola langsung memeluk Tuan Mudanya itu, dan berbaring di tempat tidur.


Arka yang menerima pelukan itu merasa sangat senang, membalas pelukan Viola, dan bersikap maka diperlukannya itu.


"Sekarang tidak perlu lagi ada yang Tuan Muda takutkan,"


Melihat itu, Arka tentu saja memanfaatkan hal-hal ini.


Dia segera berbaring dalam pelukan Viola menjadi lebih akrab.


Menikmati pelukan hangat itu.


"Viola... Aku senang ada kamu disampingku seperti ini,"


"Tentu saja aku ada disini, apa yang Tuan Muda khawatirkan?"


Arka lalu teringat soal hal-hal yang dirinya selidiki itu.


Soal pelaku sebenanya soal kasus pembunuhan dari Mamanya itu.


Dalang dibalik semua itu, saat ini masih bebas dan memiliki hidup tenang diluar sana.


Memikirkan hal ini, membuat Arka menjadi begitu marah, dan sedih, dirinya benar-benar tidak bisa menerima hal-hal ini.


Sampai tiba-tiba Arka berkata, pada Viola,

__ADS_1


"Viola, sebenanya aku masih begitu trauma soal kejadian yang menimpa Mamaku, aku begitu takut untuk kehilangan orang yang aku sayang lagi, termasuk kamu,"


Mendengar Tuan Mudanya tiba-tiba berbicara seperti itu, Viola cukup kaget sejenak, tentang apa yang Tuan Mudanya katakan.


Arti Kata Sayang ini?


Apakah ini hanya sebatas karena mereka selalu bersama untuk waktu yang cukup lama?


Arka sendiri juga menyadari apa kata-kata ngelantur yang dirinya lontarkan itu.


Dirinya segera mengelak, dan berkata,


"Hanya, aku tiba-tiba teringat soal Ibuku saja,"


"Ya, saya mengerti apa yang Tuan Muda maksud,"


"Viola, menurutmu, bagaimana jika Kasus yang menimpa Mamaku itu tidak hanya sebuah perampokan biasa?"


"Apa maksud Tuan Muda?"


"Sebenarnya, aku ingin berbicara ini denganmu,"


Viola lalu menatap Tuan Mudanya dengan ekpersi kaget,


"Jangan bilang, Tuan Muda mencoba menyelidiki ini sendiri?"


Arka sedikit mengaguk, lalu kembali meletakan kepalanya ke dada Viola,


"Emm, aku sebenarnya menyelidiki ini diam-diam,"


"Kenapa Tuan Muda melakukannya?"


"Karena aku takut kamu terlihat,"


"Namun sekarang, kenapa Tuan Muda mengatakannya?"


"Jadi bagaimana?"


"Ya, seperti yang aku duga, ini bukan hanya perampokan biasa, namun sebuah pembunuhan berencana,"


"Maksud Tuan Muda?"


Viola disini bisa merasakan bahwa Arka sedikit gemetar, Viola mencoba menenangkannya, dan mengelus rambut Tuan Mudanya, namun tiba-tiba Viola merasakan sebuah perban di kepala Tuan Mudanya itu.


Perasaan Viola menjadi cukup sedih ketika mengigat luka ini.


Sialan!


Ini semua karena ulah orang suruhan dari Keluarga Cavel.


Ini pasti masih sangat menyakitkan.


Hari itu, Tuan Mudanya malah melindungi dirinya.


Dirinya masih tidak tahu kenapa.


"Aku tahu pelaku sebenanya,"


Kata-kata Arka tersebut segera menyadarkan Viola dari lamunannya.


"Siapa?"


"Aku tidak bisa menjelaskan detailnya, hanya saja pelaku sebenarnya dari hal-hal itu masih bisa hidup dengan bebas, menikmati kebebasan mereka, dan mereka bahkan tidak terlalu mengagap hal-hal yang menimpa Mamaku adalah hal yang begitu penting. Melihat mereka bisa hidup damai dan bebas seperti itu membuatku begitu marah. Aku... Aku disini kehilangan orang yang aku sayangi namun mereka...."


Viola jelas melihat bagaimana saat ini Tuan Mudanya masih gemetaran didalam pelukannya, perasaan dimana Tuan Mudanya merasa ketakutan dan marah dan keputusan, semua seolah bercampur menjadi satu.

__ADS_1


"Aku mungkin tidak begitu mengerti perasaan Tuan Muda soal itu. Yang jelas, apapun yang Tuan Muda inginkan saya akan coba untuk lakukan,"


Arka lalu berpikir sejenak, lalu berkata dengan sedikit nada bercanda,


"Aku ingin mereka hancur dan kehilangan segalanya, kehilangan hal yang paling berharga untuk mereka,"


"Siapa mereka itu, Tuan Muda?"


"Keluarga Cavel,"


Mendengar hal itu, jelas Viola menjadi sangat terkejut.


Keluarga Cavel?


Ini masih Keluarga Cavel yang sama yang membuat Tuan Mudanya terluka seperti ini?


"Apa? Mereka yang melakukannya?"


"Ya... Aku sungguh benci dengan mereka,"


"Tuan Muda ingin balas dendam?"


Arka segera melepaskan pelukannya, lalu menatap Viola dengan serius.


"Ya, aku ingin balas dendam,"


Viola sekarang mulai membuat keputusan,


"Saya berjanji akan membantu Tuan Muda,"


Arka tentu saja mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Tidak. Kamu tidak perlu melakukannya, ini berbahaya,"


"Jadi Tuan Muda ingin Balas y sendiri?"


Arka lalu mencoba untuk tertawa, dan berkata,


"Aku tidak berniat melakukan apapun. Jika ganjaran dari balas dendam bisa membuatku untuk kehilangan hal yang lebih berharga, aku memilih mencari cara aman, lagipula aku belum menemukan cara yang aman,"


"Jadi jika ada cara yang aman, Tuan Muda ingin Balas Dendam?"


"Cara aman bagaimana? Kamu sungguh aneh, tidak ada hal aman dan tanpa resiko, jika aku balas dendam, seluruh Keluarga William akan terlihat, dan mungkin..."


"Saya mengerti,"


Arka segera menahan Viola dengan ekspresi heran.


"Hey? Mengerti apa? Tolong jangan lakukan hal macam-macam,"


"Saya tahu. Ini hal-hal aman yang tidak melibatkan Keluarga William termasuk saya bukan?"


"Ya, cara yang aman,"


"Jika saya menemukannya, saya akan melakukannya, mencoba balas dendam pada mereka,"


"Ayolah, aku tidak benar-benar serius oke? Jangan macam-macam," kata Arka lagi dengan ekpersi sedih.


"Ya, saya mengerti."


Namun dalam hati, Viola benar-benar berjanji untuk membantu balas dendam itu.


Ini adalah janjinya pada Tuan Mudanya.


Namun tentu saja dirinya tidak akan bertindak gegabah.

__ADS_1


Semua pasti ada saatnya.


Keluarga Cavel itu....


__ADS_2