
Disalah satu ruangan tertentu di Perusahaan Cavel, saat ini tengah diadakan sebuah Rapat Direksi.
Rapat pagi itu, kurang lebih sudah akan berakhir dan tinggal menunggunya inti utama yang akan di umumkan di sore hari ini.
"Seperti yang kalian dengar, mulai dari ini Lewis Cavel akan mendapat jabatan baru sebagai Wakil CEO CVL Group," kata Ketua Direksi CVL Group saat ini yang tidak lain adalah Edward Cavel, Kakek dari Lewis dan Marsela.
Mendengar tua direksi tidak ada satu pun tahu orang dalam ruangan ini yang berani untuk membantah keputusan ini.
Semua orang di sini kurang lebih tahu, seperti apa Lewis Cavel ini, iya adalah salah satu juju kesayangan sang ketua direksi.
Mereka dengar cucu ini sebenarnya berada di luar negeri dan mengurus perusahaan cabang yang berada di sana, namun entah alasan apa dia sekarang kembali ke negara ini dan mendapatkan posisi baru ini.
Sebenarnya belakangan ada sebuah gosip, bagaimana perusahaan mereka bisa kalah dengan perusahaan milik Keluarga William.
Apalagi perwakilan dari Perusahaan William itu, merupakan Tuan Muda Buangan yang terkenal di tidak berguna itu dari Keluarga William.
Dan bagaimana susah perusahaan mereka sampai kalah dari orang seperti itu?
Benar-benar sangat memalukan.
Hal ini jelas membuat ketua Direksi marah.
Semua orang juga tahu, bagaimana dua perusahaan ini terkenal sebagai musuh sejak bertahun-tahun yang lalu.
"Baik, jika sudah tidak ada yang ingin disampaikan lagi, saya akan menutup Rapat ini, dan untuk Cucuku Lewis, silahkan melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan padamu dengan baik,"
Lewis lalu berdiri lalu berkata dengan ekpersi tenang,
"Baik, Pak Ketua Direksi, saya akan menjalankan tugas ini dengan baik sesuai dengan perintah Pak Direksi. Mohon Kerjasamanya semua,"
semua orang langsung bertepuk tangan setelah mendengarkan sambutan pendek dari Tuan Muda itu.
Namun jelas sekali ada seseorang yang sangat kesal setelah mendengar keputusan ini.
Ini adalah Marsela Cavel, adik tiri dari Lewis Cavel.
Aneka memiliki ayah yang sama namun dari ibu yang berbeda.
Ibu Marsela adalah Istri kedua dari Ayah Lewis.
Marsela dan Ibunya yang selalu memiliki ambisi yang sangat besar pada Keluarga Cavel, sangat ingin menjadi penguasa dari Perusahaan Cavel dan semua harta Keluarga Cavel, namun Lewis itu lalu menjadi batu sandung untuk semua rencana mereka.
Kakeknya itu, lebih menyukai Lewis dari pada dirinya.
Marsela merasa sangat kesal ketika memikirkan ini.
Padalah, adik Lewis itu Akhirnya meninggal, harusnya cucu Kesayangan Kakeknya itu adalah dirinya setelah adik Lewis itu meninggal.
Namun itu malah di ambil oleh Kakaknya, benar-benar keterlaluan.
Dulu dirinya sangat benci dengan adiknya yang lebih muda itu, karena selalu dibandingkan dengannya.
Betapa adik kecilnya itu terlahir sebagai seorang Jenius dan sangat berbakat dalam berbagai hal.
Kakek mereka selalu memanjakan adiknya itu, tidak pernah menatap kearahnya.
Hanya memikirkannya saja membuat dirinya sangat kesal.
Sayang sekali semua perasaan ini hanya bisa ditahan.
Namun awas aja, dirinya tidak akan membiarkan Kakaknya Lewis ini mendapatkan segalanya.
Lihat, Kakaknya itu pasti akan segera menyusul Adik dan Ibunya itu ke alam lain.
__ADS_1
Dirinya akan membicarakan ini dengan Ibunya nanti.
Hah, benar-benar sangat muak dengan Saudara Tirinya itu.
Dan begitulah rapat itu akhirnya berakhir, dan Lewis dipandu untuk ruangan baru miliknya.
Begitu sampai di ruangan itu, akhirnya Lewis merasa lebih lega.
Dirinya sudah bekerja begitu keras selama bertahun-tahun untuk mendapatkan cinta dari kakeknya.
Tentu saja ini semua di lakukan untuk mengungkapkan dalang di balik pembunuhan Almarhum Ibunya dan persekongkolan hilangnya adiknya.
Setelah penyelidikan yang begitu lama, akhirnya ada sedikit petunjuk.
Petunjuk ini mengajah pada Ibu Tirinya, yang di duga saat itu terlibat dalam kasus penculikan adiknya.
Namun soal kematian Ibunya, masih belum ada petunjuk sampai sekarang.
Namun dirinya sedikit yakin jika ini pasti ada hubungannya juga dengan Keluarga ini.
Lewis yang menjadi pusing sendiri memikirkan semua itu, lalu segera menelepon anak buahnya,
"Ya, jadi bagaimana pencarian yang kalian lakukan? Apakah sudah ada petunjuk?"
'Dari daerah sekitar Kecelakaan Beberapa tahun yang lalu, kami menemukan ada sebuah desa kecil didekat hutan, itu Desa yang berisi orang-orang lanjut usia, dikabarkan beberapa tahun lalu, salah satu Nenek disana menemukan seorang gadis kecil di hutan dan membawanya pulang. Nenek itu dikabarkan sedikit terkena bagian jiwa, jadi menyembunyikan gadis itu dan mengurungnya di Rumahnya selama beberapa tahun,'
"Apa kamu bilang? Lalu sekarang bagaimana dengan gadis itu?"
'Maaf, Tuan Muda Lewis, kejadian itu sudah lama, kami hanya menemukan berdasarkan apa yang di katakan penduduk desa yang pernah melihat Nenek itu dulu. Namun Nenek itu sudah lama meninggal, dan soal keberapa gadis kecil itu hilang tanpa jejak,'
Mendengar hal itu, Lewis sedikit merasa lega, akhirnya memiliki sebuah petunjuk.
Jelas itu karena dengan kabar ini, artinya adiknya masih hidup di suatu tempat.
Ya, dirinya pasti akan menemukan, tahu bahwa adiknya masih selamat itu saja sudah cukup membuat dirinya lega.
'Tapi Tuan Muda ini sedikit sulit, karena itu sudah lama sekali,'
"Ini adalah Perintah apa kamu mendegarnya?"
Merasa tidak ada pilihan, akhirnya bawahan Lewis itu mengiyakan.
Telepon itupun ditutup.
"Clarissa.... Akhirnya ada sedikit harapan untuk menemukanmu... Bagaimana kabarmu di luar sana? Seperti apa sekarang kamu? Aku yakin kamu akan tumbuh menjadi gadis yang begitu cantik seperti Mama kita....." Guma Lewis lagi sambil memegang liontin di lehernya.
"Aku begitu merindukanmu....."
Berikutnya, Lewis membuka laci mejanya.
Disana ada sebuah kotak yang diberikan Kakeknya padanya beberapa hari lalu.
Ketika membukanya, didalamnya ada sebuah peta yang robek, ini terlihat seperti Peta Lama.
Ini adalah Tugas Tambahan yang merepotkan.
'Temukan bagian dari Peta ini, ini adalah Peta Berharga dari Keluarga kita, yang memujukan lokasi rahasia Harta Warisan tersembunyi Keluarga, sayangnya, beberapa orang sial berhasil mendapatkan sebagaian peta ini dengan menipu kami, keberadaan Peta ini mungkin ada hubungannya dengan Kasus Penculikan adikmu, kamu harusnya mengerti Tugasmu, dan jangan mengecewakanku,'
Memikirkan kata-kata Kakeknya, pikiran Lewis menjadi rumit.
Dirinya segera menahan peta itu.
Itu sepertinya gambar sebuah kota.
__ADS_1
Ini sepertinya cukup familiar....
Dimana dirinya pernah melihat peta yang hampir mirip seperti ini?
Lewis, segera melihat kearah ponselnya, dan membuka Map.
Setelah mengecek sedikit, dia lalu tersenyum.
"Aku rasa, aku tidak butuh bagian yang hilang dimana, lokasi tempat harta itu harusnya di tempat yang sangat mencolok, sampai-sampai orang tidak akan mengira jika itu ada disana,"
Hah, namun bagaimana bisa ada ditempat seperti itu?
Orang yang menyembunyikannya benar-benar cukup professional.
Pintar membuat alibi.
Untuk orang lama, mungkin tidak akan familiar dengan Peta ini...
Namun tempat ini cukup familir dengan dirinya....
Ini...
####
Saat ini, Marsela masih marah-marah di Ruangannya, benar-benar merasa tidak puas dengan keputusan Kakeknya itu.
Dan lagi, Ayahnya tidak bisa membelanya!!!
Lalu sebuah telepon masuk,
"Ya, Mama."
'Marsela,aku juga sudah dengar soal Kakakmu yang kembali dan masuk ke Perusahaan Cavel,'
"Seperti yang Mama duga, memang seperti itu,"
'Aku juga sudah dengar soal kekalahamu dalam Proyek dengan Perusahaan Keluarga William itu,'
"Aku minta maaf, itu memang kesalahanku,"
'Tidak masalah, kamu hanya harus merebut proyek itu kembali,'
"Maksud Mama?"
'Kacaukan Proyek mereka, jangan sampai itu berjalan lancar, orang-orang yang menghalangi kita tidak bisa dibiarkan,'
"Aku juga sudah memikirkan soal hal itu, namun aku memiliki hal penting lain yang harus aku lakukan,"
Mama Marsela itu tentu saja menjadi heran,
'Apa yang lebih penting?'
"Apakah Mama tahu soal keberapa Harta Warisan tersembunyi Keluarga Cavel?"
'Mama belum pernah dengar, memang sesuatu seperti itu ada?'
"Ini adalah Informasi Rahasia yang aku dapatkan dari Ayah, tidak semua orang di Keluarga Cavel tahu ini,"
'Apa? Ayahmu itu bahkan menyembunyikan hal seperti ini dariku? Sungguh keterlaluan!!'
Mendengar nada amarah dari balik telepon, Marsela mencoba menenangkannya,
"Tenang, Ma. Mama tidak usah jelas, jelas Papa pasti memiliki alasan untuk tidak memberitahu Mama,"
__ADS_1
'Hah, mau bagaimana lagi, pokoknya kamu segera selesaikan semuanya, jika ada masalah, kamu bisa menghubungiku,'
"Baik,"