Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 82: Kemarahan


__ADS_3

Sore itu, jelas kabar jika Arka berniat untuk membeli Rumah Baru dan pindah dari Rumah Keluarga William sudah sampai ke telinga Robert dan Galvin.


Mereka yang barusan pulang dari luar segera merasa begitu kesal setelah mendengar kabar ini.


"Sialan, Arka itu dia sok-sokan ingin pindah Rumah segala," kata Galvin dengan kesal.


"Ya, itu benar sekali. Aku dengar Rumah yang Arka beli itu, merupakan Rumah Mewah di Kompleks Perumahan Elite, dan lagi, Kakek yang membayar semua ini sebagai hadiah pada Arka,"


Galvin saya hanya menunjukkan wajah sebel setelah mendengar itu.


"Arka itu, memang sok sekali, benar-benar menyebalkan, dan hebatnya Kakek sangat membelanya. Apakah karena Arka sekarang mendapatkan proyek bagus itu sehingga sekarang Kakek mulai ada di pihaknya?"


Sekarang Robert menjadi cemas.


"Jadi bagaimana ini Kak Galvin? Ista ini terus berlanjut kita berdua akan jatuh, jelas Kakek dan Nenek dari awal sangat menyukai Arka ini,"


"Itu benar, ini memang tidak masuk akal. Namun setelah menyelidikinya, aku baru saja tahu jika Perusahaan William yang sekarang, dan menjadi sebesar ini berkat Merger dengan Perusahaan milik Kakek dan Nenek Arka dari pihak Ibunya," kata Galvin.


Robert yang mendengar ini jelas menjadi tambah panik dan kaget.


"Apa? Bagaimana Kakak tahu?"


"Aku sudah menyelidiki semua ini, ya walaupun hanya beberapa informasi yang aku dapatkan,"


"Jadi Kakak mau bilang, jika dari awal sebagian besar Saham William Group itu sudah menjadi milik Arka?"


"Ya, itu benar. Sepertinya Ibu Kandung Arka itu berasal dari Keluarga Konglomerat Kaya yang tidak kalah Kaya dari Keluarga William. Lalu mereka merencanakan Pernikahan Bisnis dan Merger Perusahaan, Hubungan Dua Keluarga itu memang sudah baik dari jaman dulu," jelas Galvin lagi, berdasarkan laporan yang dia dapatkan dari anak buahnya itu.


"Astaga, jadi begitu alasan kenapa Paman Anderass berselingkuh? Itu mungkin Pernikahan yang tidak diinginkan, dan bagaimana Paman Andreass itu terlihat tidak menyukai Putranya sendiri,"


"Ya, mau bagaimana lagi? Itu merupakan sebuah pernikahan Bisnis,"


"Lalu bagaimana dengan Ayah Kak Galvin?"


Robert yang mendapat tatapan tajam dari sepupunya itu segera tutup mulut.


"Aku salah bicara aku minta maaf, Kak."


"Hah, soal Ayahku, dia yang tidak masuk akal, aku tidak bisa berkomentar apa-apa soal ini,"


"Baik, lupakan soal itu dulu. Mari kita bahas apa yang harus kita lakukan sekarang pada Arka itu,"


"Rencana kita masih berjalan ingat?"


"Rencana? Soal Keluarga Cavel itu?"


"Benar, aku sudah mengirimkan anak buahku, untuk mencoba mencelakakan Marsela Cavel itu, trik pura-pura itu atas nama Arka William,"

__ADS_1


"Pfff... Benar-benar bagus, aku harap semua berjalan dengan lancar,"


"Ya, aku benar-benar sudah merencanakan ini dengan baik, jadi kamu tidak usah khawatir,"


"Aku percaya pada Rencana Kak Galvin. Aku benar-benar menantikan bagaimana reaksi Keluarga Cavel itu, mereka pasti akan membuat perhitungan pada Arka itu,"


"Benar sekali, sekarang biarkan saja dulu itu Arka


senang-senang sementara ini, sebelum tragedi datang dan menimpa orang itu,"


Mereka terlihat bercakap-cakap cukup senang, memikirkan semua rencana mereka tengah berjalan.


####


Disisi lainnya, saat ini Marsela Cavel sedang berada di dalam mobilnya, berniat untuk pulang ke rumah, namun dilihat dari ekspresi wajahnya dia jelas dalam mood yang kurang baik.


Pasalnya, hari ini dirinya harus tunduk di bawah perintah kakak dirinya yang saat ini memiliki posisi yang lebih tinggi daripada dirinya di perusahaan.


Mana Kakak tirinya itu begitu menyebalkan, berani mengkritik dirinya didepan semua orang, dan lagi menyuruh-nyuruh dirinya aku suka hatinya.


Namun saat ini dirinya tidak bisa apa-apa karena kakaknya itu mendapat dukungan dari Kakek mereka.


Sial, soal masalah dengan keluarga William juga belum selesai.


Anak buahnya sudah menyelidiki Arka William itu, namun tidak menemukan apa-apa.


Dia emosi lalu segera berkata,


"Ada apa ini?"


"Maaf Nona Mersela, sepertinya ada seseorang yang menghadang mobil kita,"


Mendengar itu, Marsela yang sudah marah itu menjadi tidak tahan lagi.


"Apa kamu bilang? Ada yang bernyanyi menghadang mobil kita? Orang-orang kurang ajar itu?"


"Saya juga tidak tahu, sepertinya mereka juga membawa pasukan, seperti ingin mencoba mengeroyok kita,"


Marsela lalu segera tertawa,


"Sungguh? Bener ada orang gila yang ingin berurusan dengan Keluarga Cavel kita? Apakah mereka tidak tahu siapa kita sungguh berani sekali, lihat saja aku akan memberi mereka pelajaran yang cukup,"


Segera setelahnya, Pengawal di Mobil Marsela memanggil anak buah yang lain yang ada di mobil belakang mereka untuk datang segera.


Marsela yang kebetulan dalam mood buruk itu menyempatkan diri untuk keluar dari mobil.


Pemandangan di luar terlihat cukup ricuh, Preman-preman yang mencoba melawan mereka itu terlihat kewalahan dan ingin kabur.

__ADS_1


"Jangan biarkan mereka kabur!!" Perintah Marsela dengan ekpersi dingin.


Pada pengawal itu, yang hafal mainan sifat Nona mereka tentu saja usaha memenuhi perintah Nonanya itu, kalau tidak mereka sendiri yang akan terkena masalah.


Nona mereka cukup mengerikan ketika dia sedang marah.


Namun para Preman yang dan berita ternyata cukup licik dan hebat dalam melarikan diri.


Hanya ada satu orang yang tertangkap.


Salah satu orang yang tertangkap, lalu segera meminta ampun,


"Ampuni aku... Aku hanya di suruh oleh seseorang,"


Anak buah Marsela itu segera bertanya tidak sabar,


"Siapa yang menyuruhmu?"


"Tuan Muda Arka William...." kata orang itu dengan nada gemetar dan ketakutan.


Marsela yang jelas mengenali nama ini langsung terlihat begitu marah, dan bertanya sekali lagi,


"Siapa tadi yang menyuruh mu?"


"Ini adalah Perintah Tuan Muda Arka William, dia berniat balas dendam atas apa yang telah kalian lakukan padanya hingga dia masuk rumah sakit, Tuan Muda Arka yang memerintahkan kami, kamu hanya bawahan yang tidak tahu apa-apa,"


Mendengar itu, tentu saja Marsela sangat marah sekali.


Dirinya tidak akan pernah mengira jika tuan muda itu benar-benar berani datang padanya untuk membalas dendam.


Sungguh Kurang Ajar!


Berani sekali mereka berniat mencelakakan aku yang merupakan anggota dari keluarga Cavel ini.


Rupanya, Tuan Muda itu benar-benar tidak menganggap keluarga Cavel dengan serius.


Mari lihat, apa yang akan aku lakukan padamu!!


Arka William Sialan!!


Aku Pasti akan membuat perhitungan padamu dan akan menghancurkan dan membuat berantakan projek yang sedang kamu kerjakan itu!!


Jika aku tidak mendapatkan Proyek itu, Jangan pernah berharap proses itu akan berjalan dengan baik.


Awas saja Arka!!


Tunggulah tanggal mainnya, dan lihat kejatuhannmu nanti!

__ADS_1


Dan tentu saja, Viola sialan itu gak akan menerima pembalasan darinya.


__ADS_2