
Viola melihat keterkejutan Arka hanya menatap heran.
"Jika Tuan Muda tidak mau tidak apa-apa, saya selalu bisa tidur di Sofa. Ada juga kantong tidur di lemari, saya bisa menggunakannya untuk tidur di lantai,"
"Tunggu... Tunggu kamu tidur saja di tempat tidur bersamaku."
"Baiklah kalau Tuan Muda tidak Masalah,"
Lalu Viola naik ketempat tidur dengan santai, dan mulai berbaring disana.
Ada jarak hampir satu meter diantara mereka.
Arka sendiri juga naik ketempat tidur dengan perasaan ragu.
Benar, ragu pada dirinya sendiri.
Bagaimana kalau dirinya sempat lepas kendali?
Astaga, berada didalam satu Kamar dengan wanita yang dirinya cintai, apalagi sekarang status mereka sudah legal dan syah, sudah menikah dan sangat Syah di mata hukum manapun jika mereka melakukan ini dan itu.
Tidak akan ada yang melarang!!
Dan lagi mereka harus berbagi tempat tidur!!
Arka takut dirinya menjadi tidak sabar dan malah membuat Viola menjadi takut padanya.
Setelah berbaring, Arka mencoba memalingkan badannya, kearah yang berlawanan dengan Viola.
Namun ketika dirinya berbaring, hati dan pikirannya jelas tidak bisa tenang.
Arka sesekali akan mencoba mencuri pandang kearah Viola disebelahnya.
Mencoba mencari alasan, Arka sedikit berbalik untuk melihat Viola, penasaran apakah Viola juga merasakan rasa cemas dan gugup yang dirinya rasakan.
Namun ketika Arka berbalik, hanya ada wajah tenang dari Viola yang tertidur lelap.
Wajah itu tertidur dengan begitu santai dan nyaman, sangat rileks, terlihat tanpa pertahanan sama sekali.
Tidur lelap dalam kedamaian.
Arka memiliki perasaan rumit ketika melihat wajah tidur itu.
Jadi, memang hanya dirinya yang cemas?
Kenapa Viola begitu tenang ketika tidur bersama seorang lelaki seperti dirinya?
Mereka bahkan berada ditempat tidur yang sama, bisa-bisanya sebagai seorang wanita dia tanpa pertahan seperti itu.
Arka sedikit terbagun, mencoba memanggil Viola.
"Viola? Kamu sudah tidur?"
Namun tidak ada balasan.
"Viola?" Arka mencoba memanggil lagi sambil sedikit memperpendek jarak antara mereka.
Sampai Arka bisa melihat wajah tidur itu dari dekat.
"Sepertinya Viola juga lelah setelah acara seharian tadi,"
__ADS_1
Arka tanpa sadar menatap wajah tidur Viola.
Arka bisa merasakan suara nafas Viola yang lembar dan teratur, begitu juga dengan detak jantung dirinya yang sekarang menjadi berdebar-debar.
Tanpa sadar, Arka meletakkan tangannya di rambut Viola sedikit mengelusnya, takut membangunkannya, Arka segera menarik tangannya, menghindari sikapnya yang mungkin lebih Impulsif.
"Viola, kenapa kamu bisa begitu tanpa pertahanan seperti ini didepanku? Kamu harusnya paham, aku juga laki-laki, siapa yang tahu apa yah mungkin aku lakukan malam ini padamu,"
Menatap wajah tenang, itu Arka dengan semua keberanian yang dimilikinya, mendekatkan wajahnya pada Viola, lalu mencium keningnya dengan ringan.
Menyadari tidakannya yang Impulsif lagi, Arka segera menarik diri, lalu kembali berbaring, menutupi dirinya dengan selimut, wajahnya terlalu merah karena merasa malu, dan detak jantungnya terasa dua kali lipat lebih cepat, tidak bahkan mungkin tiga kali lipa rasa berdebar ini, membuat Arka merasa bersalah.
Takut juga kalau tindakan Impulsifnya diketahui oleh Viola.
Namun, perasaannya saat mencium kening Viola tadi terasa sangat menyenangkan.
Diam-diam, dari balik selimutnya, Arka tersenyum sendiri, sampai dia jatuh tertidur, dan bermimpi sangat indah malam ini.
####
Malam itu, Arka benar-benar tidur dengan nyenyak sampai-sampai beberapa hal terbawa sampai mimpinya, misalnya soal hadiah pemberian adiknya itu, yang tidak segaja terbawa mimpi.
Alhasil ini membuat kejadian tidak mengenakan di pagi hari.
Arka terbangun dari mimpinya itu dengan perasaan tegang.
Namun hal pertama yang dilihatnya adalah wajah Viola yang begitu dekat.
Tidak, lebih tepatnya, Viola berada dalam pelukannya!!!
"Akhhhh....."
"Ya ampun, Tuan Muda sudah bangun?"
Viola terlihat bangun seperti biasanya.
"Kamu Viola kamu..."
"Sepertinya Tuan Muda lupa kalau aku tidur disini? Kebiasaan tidur Tuan Muda yang suka begitu banyak bergerak dan sangat suka memeluk sesuatu sepertinya tidak berubah, maaf Tuan Muda jika tidak nyaman untuk menemukan anda memeluk saja, hanya saja semalam karena tempat tidur Tuan Muda begitu lembut dan empuk, sangat nyaman hingga aku tidur begitu lelap."
"Sudahlah lupakan, aku akan segera bangun,"
Arka lalu membuka selimutnya, hal yang mengejutkan adalah celana Arka basah!!
Viola yang melihat Arka menatap celananya juga ikut menatap celana Arka.
Itu basah...
Dan lagi....
Arka yang melihat jika sesuatu miliknya begitu bersemangat dipagi hari itu juga menjadi malu, lalu menatap kearah Viola, yang sepertinya sedang menatap kearah paha celana piayamanya sendiri kemudian menatap kearah celana Arka yang sama-sama basah.
Sepertinya karena Arka memeluk Viola, hal-hal itu merembes keluar dan mengenai Viola.
Entah apa mimpi semalam yang dimilikinya, itu terdengar menyenangkan...
Kemudian...
Muka Arka begitu merah karena malu setelah bertemu tatap dengan Viola.
__ADS_1
Akhhhhh.....
Adik kecilnya dibawah sana benar-benar tidak bisa diajak kerja sama...
Hal-hal basah dan lengket ini...
Ini jelas.....
"Sepertinya itu reaksi fisiologis Pria di pagi hari. Tuan Muda tidak perlu malu, ini juga tanda jika Tuan Muda sehat, hal-hal milik Tuan Muda berfungsi dengan baik dan diumur seperti ini hal-hal ini wajar, tidak perlu bereaksi berlebihan."
Arka menutup wajahnya dengan selimut, terlalu malu melihat kearah Viola, namun mendegar kata-kata datar Viola itu, perasaan Arka menjadi begitu rumit.
Bahkan Viola tidak sedikitpun menunjukan reaksi malu atau sesuatu soal ini?
"Tuan Muda, sebaiknya anda segera mandi biar saya bantu untuk mencuci celana Tuan Muda,"
Arka menunjukan wajahnya dari balik selimutnya, masih memerah karena malu.
"A... Aku bisa mencuci celanaku sendiri!!"
"Tapi nanti tangan berharga Tuan Muda bisa lecet,"
"Kamu terlalu berlebih-lebihan, Viola!!"
"Tapi ini bukan pertama kalinya Tuan Muda Arka celananya saya cucikan. Ingat saat pertama kali Tuan Muda mengalami 'Wet Dream' Pertama Kali ketika SMA? Aku masih ingat bagaimana ekpersi Tuan Muda begitu takut dan panik mengira sedang mengompol, saat sudah begitu besar, padahal itu relasi normal remaja,"
"Vi... Viola!! Jangan ingat hal-hal memalukan lagi!!"
"Pfffff..... Tuan Muda sungguh sangat lucu, bisa begitu manis,"
Viola tertawa melihat reaksi malu Arka, diam-diam Arka melihat wajah Viola yang tertawa itu, terlihat bahagia.
Sangat menyenangkan bisa melihat ekpersi Viola yang senang, karena Viola selalu memiliki wajah tanpa ekpersi yang terlihat dingin, bahkan tidak banyak merespon beberapa hal, ketika dia dimarahi, dihina, atau lainnya, Viola tetap memasang wajah dingin itu, wajah hampir tanpa ekpersi.
Seolah wajah itu menyimpan begitu banyak misteri.
"Sudahlah lupakan aku akan segera kekamar mandi,"
"Tunggu, saya akan menyiapkan Air Hangat dulu,"
"Tidak perlu, aku butuh mandi air dingin,"
"Ah, apakah Tuan Muda membutuhkan saya membatu mandi?"
"Tidak perlu, tidak perlu, kamu hanya harus mengurus soal bajumu itu... Itu... Hal-hal itu harus dibersihkan...."
Dengan buru-buru lalu Arka menuju ke kamar mandi, tanpa menunggu balasan dari Viola.
Kejadian pagi ini terlalu memalukan, membuat Arka ingin mengali lubang untuk menyembunyikan dirinya sendiri.
Astaga....
Bagaimana bisa seperti ini?
Dan lagi soal mimpinya semalam itu.....
Sialan!!
Ini pasti gara-gara hadiah aneh yang dikirimkan Louise!!
__ADS_1
Ahhkkkk membuat frustasi saja, mana mulai hari ini dirinya akan terus tetap tinggal satu kamar dan satu tempat tidur dengan Viola pula.