
Sudah beberapa hari sejak Arka tidak berangkat ke Kantor karena beberapa Kecelakaan.
Dan saat ini, Arka juga masih berada di Rumah dan belum bisa kekantor, namun Viola hari ini harus kekantor karena masih ada beberapa hal yang harus di urus, misalanya saja rapat dengan Pak Arlan soal masalah dekorasi proyek.
Dan Viola saat ini tiba di kantor lebih awal.
Namun yang menyambut Viola, adalah tatapan yang terlihat cukup aneh.
Viola sendiri tidak tahu ada apa dengan tatapan itu, karena dirinya memiliki hal-hal penting yang harus di urus.
Dengan segera, Viola kemudian datang ke Ruang Kerja Arka.
Namun yang Viola lihat adalah orang lain yang duduk ditempat itu.
Viola tentu saja merasa tidak nyaman melihat orang itu.
"Tuan Muda Galvin, apakah anda tidak salah ruangan?"
Galvin sebenarnya diam-diam menyelinap ke Ruangan ini untuk menemukan beberapa berkas penting, sampai mencoba sedikit bergaya di posisi ini sebenar.
Ya, mumpung Arka di Rumah Sakit, dirinya mungkin bisa menemukan beberapa rincian soal Proyek yang dia pegang?
Dengan begitu akan cukup mudah untuk mencoba mencari-cari alasan Arka.
Dirinya benar-benar tidak suka dengan Sepupunya yang sangat menyebalkan itu.
Namun siapa yang tahu, jika malah dirinya kepergok oleh Viola.
Galvin mencoba menengangkan pikirannya, dan berkata dengan ekpersi tenang,
"Apa? Aku hanya merasa jika tempat dan posisi ini tidak cocok dengan Arka itu, hal-hal ini jelas lebih cocok denganku,"
Galvin berkata dengan sombong di depan Viola.
Viola sendiri tidak tahu, apa yang coba Galvin ini katakan.
Orang didepannya ini lebih licin dari belut.
"Tuan Muda Galvin tolong keluar, ini bukan tempat yang tepat untuk anda,"
Mendengar bagaimana Viola ini malah mengusir dirinya, jelas Galvin menjadi kesal sendiri.
"Dasar Kamu itu Pelayan Jelek sialan! Kamu berani sekarang dengan ku? Ahh, aku lupa jika kamu sudah menjadi Mantap Pelayan Jelek, dan sekarang menjadi Istri Jelek Arka William, sungguh aku tidak mengerti apa yang Arka lihat itu darimu, sampai-sampai dia mau menikah denganmu? Apakah benar kamu mengodanya di tempat tidur?"
Ekpersi Viola tetap masih datar seperti biasanya, dia hanya berkata,
"Bukankah lebih baik Tuan Muda Galvin keluar dari Ruangan ini? Saya bisa memanggil Arka jika anda masih begitu banyak bicara. Dan jaga ucapan anda,"
Mendengar Viola membantahnya itu, Galvin menjadi marah.
"Ucapan apa yang aku katakan hah? Aku hanya mengatakan apa yang semua orang di pikirkan di kantor ini soal kamu dan Arka!!"
__ADS_1
Mendengar itu jelas, Viola menujukan ekpersi kagetnya.
"Apa maksudmu?"
Galvin dengan marah berkata,
"Hah? Jadi kamu tidak tahu jika kamu dan Arka sedang menjadi topik hangat di Perusahaan? Mereka membicarakan soal Bagaimana Arka bisa menikah dengan Pakuan Jelek sepertimu!!! Memikirkan Trik Kotor macam apa yang kamu gunakan untuk merayu Arka!!"
Viola tentu saja baru mendegar hal-hal ini, dirinya sudah lama tidak ke kantor, dan lagi memang dirinya juga jarang bergosip seperti itu.
Dirinya tidak mengira jika akan ada gosip liar semacam itu di Perusahaan.
Jadi akhirnya semua orang tahu jika dirinya adalah Istri dari Tuan Muda Arka William?
Memang sih, hal-hal ini tidak dirahasiakan, mengigat sebelum-sebelumnya, beberapa gadis datang dan mencoba mendekati Tuan Mudanya, dan Tuan Mudanya Arka bersikap sangat Implusif, dengan mencium dirinya.
Namun sekarang setelah memikirkan kejadian itu, Viola merasa cukup malu sendiri.
Dirinya mengikuti kata-kata Tuan Mudanya dan dengan berani mencium bibir Tuan Mudanya itu.
"Kamu malah bengong sendiri seperti itu, Hah?"
"Tuan Muda Galvin, apapun yang orang-orang katakan dan pikirkan, itu terserah mereka, toh aku tidak bisa mengontrol apa yang mereka ingin katakan dan pikirkan,"
"Kamu!! Dasar menyebalkan!!"
Galvin dengan marah mengambil kesempatan ini untuk pergi dari Ruangan itu, meninggalkan Viola sendiri.
Lalu mencoba fokus mencari bahan-bahan ingin rapat hari ini di meja Tuan Mudanya itu.
Namun anehnya, Laptop disana masih menyala!!
Ini....
Viola tentu saja hanya bisa berpikir jika pelakunya adalah Tuan Muda Galvin yang barusan pergi itu.
Apa yang sebenarnya Tuan Muda Galvin itu inginkan?
Sial, dirinya cukup kecolongan dan ceroboh seperti ini.
Namun untungnya di Laptop ini memang tidak ada berkas penting, karena Tuan Mudanya lebih suka meletakan Informasi penting di Laptop Pribadinya yang ada di Rumah, dan tentu saja dirinya punya salinan atas hal-hal itu.
Setelahnya, Viola segera menelepon petugas keamanan dan Sekertaris Arka didepan, memastikan agar tidak ada yang boleh memasuki Ruang Kerja Tuan Mudanya itu.
Setelah hal-hal itu di urus, Viola segera menyiapkan bahan-bahan untuk rapat nanti.
Hari ini juga survey untuk melihat lokasi proyek yang akan mereka jadikan lokasi pembangunan.
Hal-hal ini juga sudah di urus oleh Klaien mereka, soal lokasi yang mereka mau.
Namun tiba-tiba Viola mendapatkan telepon, dari salah satu bawahannya yang mengurusi soal lahan.
__ADS_1
"Apa kamu bilang? Bagian Blok C sudah menjual Tanah mereka pada orang lain?"
'Benar, Nona Viola. Ini benar-benar membuat rencana lahan untuk Proyek kita ini terganggu,'
"Kenapa bisa seperti ini?"
'Kami juga kurang tahu Nona, sepertinya dari awal memang sudah ada Perusahaan lainnya yang menginginkan lahan ini,'
Pembangun Set Perbelanjaan itu, dirinya dan Arka sudah mengecek lokasi dengan hati-hati, dan Klain juga sudah mengeceknya sesuai yang mereka mau, namun malah sekarang ini menjadi masalah sepertinya ini, dirinya jelas tahu ini ulah siapa.
Ini ulah dari Perusahaan Cavel itu bukan?
Sialan mereka itu!!
Tapi bagaimana mereka bisa tahu soal lokasi itu?
Ini seharusnya menjadi Rahasia antara Perusahaan William dan Klaien.
Memikirkan hal-hal ini membuat Viola menjadi pusing sendiri.
####
Disisi lainnya saat ini Galvin sedang berteleponan dengan seseorang. Dia terlihat tersemyum sangat senang.
"Nona Dari Keluarga Cavel, apakah anda senang dengan Informasi yang saya kirimkan?"
'Itu cukup bagus, dan benar-benar berguna, namun aku penasaran kenapa kamu malah mengirimkan Informasi Rahasia Perusahaanmu sendiri?'
"Aku sangat membenci Arka, akan lebih baik jika Proyek yang orang itu dapatkan gagal,"
'Wow, sepertinya hubungan di Keluarga William cukup rumit juga,'
"Nona Marsela tidak perlu terlalu memikirkannya, hanya aku akan berbagi informasi yang berguna saja,"
Di ujung telepon, Marsela lalu sedikit tertawa.
Tentu saja, dirinya tahu pasti maksud dari Tuan Muda Keluarga William yang satu itu, untuk mencoba menghancurkan saudara sepupunya sendiri.
Dirinya juga hampir dalam posisi saja, segera ingin menghancurkan Lewis sialan itu.
Galvin ini memanfaatkan dirinya untuk kepentingannya sendiri, namun dirinya juga tidak masalah, karena dirinya juga akan memanfaatkan orang ini juga untuk kepentingannya.
Sangat baik memiliki partner dari Keluarga William langsung, mungkin dengan itu dirinya akan mendapatkan petunjuk soal keberapa kunci harga tersembunyi itu?
Memikirkan ini membuat Marsela tersemyum sendiri.
'Cukup bagus, aku suka bekerja sama denganmu,'
"Tentu saja, Nona Mersela tidak perlu kawatir dan bisa percaya padaku,"
Tentu saja Marsela tidak sepenuhnya percaya pada lawan bicaranya ini, dirinya harus hati-hati juga sepertinya orang ini cukup licik juga.
__ADS_1