Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 58: Kabar Baik


__ADS_3

Malam itu, Viola bisa bernafas lega melihat Tuan Mudanya sudah sadar dan sepertinya tidak ada masalah lainnya, hanya tinggal masa pemilihan saja.


Dan akhirnya, Viola bisa tertidur dengan lelap di ruangan tempat dirinya menjaga Arka itu.


Betapa leganya melihat Tuan Mudanya baik-baik saja.


Keesokan harinya, hal pertama yang Arka ketika bangun tidur adalah Viola sepertinya tertidur di kursi dan kepalanya ada di tempat tidur.


Memikirkan posisi ini sepertinya Viola semalam ketiduran.


Pasti aku tidak nyaman dan tidur dalam posisi ini.


Namun bukannya segera membangunkan Viola, Arka menatap wajah tidur itu, dan seperti biasanya, dirinya tidak akan pernah bosan ketika melihat wajah tidur ini.


Arka segera memberikan ciuman ringan di bibir Viola seperti biasanya, namun siapa yang tahu ketika bibir Arka masih menempel di bibir Viola, mata Viola terbuka.


Sekilas, tatapan mereka bertemu.


Arka menjadi kaget dan panik sendiri!!


Astaga!!


Bagaimana ini?


Akhhh....


Ketauan kah??


Arka yang panik segera mundur menjauh dari Viola, wajahnya menjadi begitu merah karena malu.


Malu karena ketahuan berbuat yang tidak-tidak dipagi hari pada Viola.


Hanya memikirkannya, apakah Viola akan marah?


"Tuan Muda.... Apa yang Tuan Muda lakukan?" Kata Viola dengan ekpersi kaget, dan dengan sedikit linglung tangannya memegang bibirnya sendiri, masih merasakan sentuhan hangat yang barusan diterimanya itu.


Arka menutup wajahnya sebentar dengan tangannya, masih merasa sangat malu, dan dalam sekejap mulai memikirkan alasan yang cukup masuk akal.


"Itu... Tadi aku lihat ada sesuatu di rambutmu, aku ingin menyingkirkannya, namun siapa yang tahu ketika aku mendekat kearahmu, tiba-tiba tubuhku menjadi cukup lemas, dan tidak segaja terjatuh seperti itu.... Yah... Begitulah, dan kamu malah bangun," kata Arka dengan nada gugup, hanya bisa berharap Viola percaya dengan alasan konyolnya itu.


"Ah, jadi begitu. Tuan Muda harus hati-hati dulu, Tuan Muda kami baru saja sadar dari Koma, jadi mungkin kondisi Tubuh Tuan Muda belum terlalu baik, sebaiknya Tuan Muda tidak perlu melakukan apapun. Sekarang apakah Tuan Muda tidak apa-apa? Atau masih ada yang terasa tidak nyaman?" Tanya Viola lagi dengan cemas.


Melihat Viola yang tiba-tiba menjadi cemas itu, jelas Arka menjadi merasa bersalah, karena membuat alasan yang tidak masuk akal.


Duh, dirinya bodoh untuk membuat Viola cemas!!


"Tidak apa-apa, hanya aku tiba-tiba merasa haus sekarang,"


Viola dengan sigap mengambil air minum untuk Arka.


Pagi itu jalan tangan damai, dan Aeka maupun Viola menikmati sarapan mereka dengan tenang.


Setelah selesai Sarapan, Viola baru teringat sesuatu, dia segera berkata,

__ADS_1


"Tuan Muda, soal Proyek yang sebelumnya...."


Arka yang baru saja selesai sarapan itu akhirnya ingat soal Presentasi Proyek yang harus dirinya ikuti!!


Bagaimana ini??


Dirinya benar-benar sempat lupa!!


Ini sudah beberapa hari berlalu...


Hah, mau bagaimana lagi, dirinya juga tidak mengira kalau ada kejadian seperti ini hingga membuat dirinya gagal pergi ke tempat itu.


Yah, dirinya hanya harus menerima.


Tidak masalah hal-hal itu gagal, yang penting dirinya dan Viola baik-baik saja, itu yang paling penting.


Soal jabatan turun atau dapat kecaman semua orang, itu sudah biasa, tidak perlu terlalu dipusingkan.


Namun memang tetap saja, ada rasa kecewa yang jelas di hati Arka.


Padahal dirinya sudah berusaha cukup keras untuk proyek ini.


Hah...


Dengan perasaan sedikit rumit, Arka lalu berkata,


"Tidak apa-apa, Viola. Masih ada Proyek-proyek lainnya, tidak perlu terlalu khawatir,"


"Apa yang Tuan Muda bicarakan?"


Viola hanya bisa mengehela nafas, lalu berkata,


"Bukan begitu. Saya hanya mau memberi tahu Tuan Muda kalau kita berhasil memenangkan dan mendapatkan Proyek itu,"


Arka tentu saja tidak percaya dengan apa yang didengarnya, dan kembali bertanya dengan heran,


"Bagaimana bisa?"


"Saya yang melakukan Presentasi itu mengantikan Tuan Muda, semua berjalan dengan baik, dan Klaien sudah tanda tangan untuk Kontrak nya, semua berjalan dengan baik, dan Tuan Muda benar-benar berhasil mendapatkan proyek,"


"Ini nyata?" Kata Arka masih dengan ekpersi kaget.


"Ya, selamat Tuan Muda, ini berkat kerja keras Tuan Muda juga, kita menang, dan ini patut dirayakan...."


Sebelumnya Viola menyelesaikan ucapannya, Arka sudah segera memeluknya dengan erat.


"Ya ampun, Viola! Kamu benar-benar bisa diandalkan!! Aku sangat berterimakasih padamu!! Astaga, sungguh beruntung memilikimu disisiku,"


Arka sangat bahagia memeluk Viola dengan erat, lalu setelahnya saking bahagianya Arka malah mencium bibir Viola.


Viola tentu saja tidak tahu harus merespon seperti apa.


Arka akhirnya sadar dengan perbuatannya yang memalukan!!

__ADS_1


Arka!! Kamu kenapa begitu bodoh dan mencium Viola seperti itu?


Ukkhhh...


Dirinya benar-benar terlalu bahagia dan sangat senang mendengar kabar baik ini, dan ini semua jelas berkat Violanya, Violanya sangat hebat, Viola miliknya, sangat senang memiliki Viola disisinya, Ah~


Hingga Arka tidak tahan dan menciumnya tiba-tiba.


"Itu... Aku.... Yah... Aku hanya sangat senang, senang memilikimu disisiku,"


Viola lalu tertawa,


"Pfffff... Tuan Muda aneh,"


Melihat ekpersi wajah tertawa Viola itu, tentu saja Arka juga merasa senang.


Hmm, ekpersi yang cukup jarang untuk Viola tunjukan, dan ini hanya akan ditujukan didepannya, merasakan hal ini, perasaan Arka menjadi begitu senang.


Itu benar, Viola tidak marah tentang hal-hal yang mereka lakukan, bahkan mereka telah menghabiskan malam bersama, bukankah ini artinya setidaknya Viola memiliki perasaan padanya?


Bahkan walaupun itu sedikit?


Arka mencoba berpikir positif.


"Itu... Aku minta maaf soal barusan," kata Arka kemudian.


Mendengar permintaan maaf itu, Viola tentu masih binggung mau merespons bagaimana.


"Tidak apa-apa, ini tidak masalah,"


"Benar? Apakah benar tidak apa-apa?"


"Ya, ini tidak apa-apa, hanya saja saya cukup kaget dengan tidakan Tuan Muda,"


"Habis kamu terlalu manis, ini benar-benar membuat aku berdebar-debar hanya dengan melihatmu, juga betapa kerennya kamu bisa mendapatkan Proyek itu untuk kita, ukkhh... Aku benar-benar tidak tahan ingin memeluk dan menciummu,"


Sekarang ekpersi Viola menjadi sedikit memerah karena Malu.


"Tuan Muda berhenti bicara omong kosong,"


"Hehehe, Viola adalah nomor satu di hatiku, selalu yang terbaik dan selalu bisa diandalkan,"


"Tuan Muda jangan mengatakan hal-hal memalukan seperti itu,"


Pagi itu benar-benar cukup damai, sampai kemudian itu berubah ketika ada pengujung di Ruangan Rawat Arka.


Arka dan Viola melihat ketika pintu terbuka.


Tentu saja itu wajah yang familiar.


"Aku kira kamu sakit parah, seperti kamu sudah cukup baikan,"


Itu adalah Anderass William dan Istrinya, Laura William.

__ADS_1


Ekpersi Arka yang awalnya senang itu berubah menjadi pahit, melihat dua orang itu.


__ADS_2