Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 64: Keinginan


__ADS_3

Viola masih memikirkan bagaimana cara memberitahu soal ini pada Tuan Mudanya, takut Tuan Mudanya tiba-tiba kecewa, karena terlihat sekali dia sangat bahagia saat ini.


Viola menjadi penasaran, kenapa Tuan Mudanya bisa senang jika dirinya hamil?


Bukankah ini akan menjadi kabar buruk?


Karena nantinya hal-hal ini kemungkinan akan membuat Pernikahan Kontrak mereka menjadi lebih rumit.


Dengan hadirnya seorang anak, ini bukan hal yang main-main.


Karena, jelas seorang anak membutuhkan kasih sayang baik dari Ayahnya ataupun Ibunya.


Semua anak tidak ingin orang tuanya bercerai.


Harusnya Tuan Mudanya yang paling mengerti bagaimana perasaan soal ini, terutama karena Tuan Mudanya tidak dibayarkan dengan orang tua lengkap.


Dirinya benar-benar tidak mengerti.


Namun yang jelas, soal kabar kehamilan ini, dirinya harus memberitahu Tuan Mudanya dengan jelas.


Viola lalu meleparkan pelukan, tatapannya bertemu dengan tatapan bersemangat Arka.


"Viola aku sangat senang,"


"Tuan Muda sebenarnya...."


"Huh? Kenapa Viola? Ada apa? Apakah ada masalah? Apakah Perutmu sakit atau sesuatu?"


Viola segera mengalihkan tatapannya pada Louise.


Seolah memberikan kode, 'Kenapa kamu tidak katakan ini pada Kakakmu?'


Namun Tatapan Louise memberikan balasan, 'Ini jelas Tugas Kak Viola,'


Viola akhirnya memutuskan, dia menarik nafas dalam-dalam, lalu berkata dengan tegas,


"Tuan Muda, sebenarnya aku tidak hamil,"


Ekpersi Arka yang awalnya ceria itu berubah menjadi murung.


"Huh? Jangan berbohong padaku, lihat Tespek ini? Apakah kamu masih ingin bilang kamu tidak hamil?" Kata Arka lalu menujukan Tespek itu pada Viola.


Viola juga menatap Tespek dengan dua garis merah itu.


"Ini bukan milikku,"


"Viola, sungguh jangan coba bercanda dengan hal-hal ini, jelas aku membelikanmu Alat Tes ini, dan itu sudah tidak ada, jelas kamu sudah memakainya, dan ini hasilnya,"


Viola menjadi sedikit binggung bagaimana cara menjelaskannya.


"Saya memang sudah memakai alat itu, namun bukan ini hasilnya, saya sudah mengetesnya sejak beberapa hari lalu ketika Tuan Muda di Rumah Sakit, dan sudah saya buang alatnya,"


Arka tidak tahu harus berkata apa lagi, jelas wajahnya terlihat sangat kecewa.


Jadi Viola benar-benar tidak hamil?


Perasaannya sungguh rumit, rasanya seperti semua rencananya sebelumnya hancur berkeping-keping.


"Ini... Jadi kamu benar-benar tidak hamil?"


"Ya, ini benar,"

__ADS_1


Akhirnya dengan ekpersi kecewa, Arka kembali duduk di tempat tidurnya.


Louise yang melihat Kakaknya itu sedih, mencoba mendekatinya untuk menghiburnya.


Louise lalu berbisik ditelinga Kakaknya itu,


"Kak Arka, sudahlah jangan sedih. Mungkin ini memang belum saatnya Kakak punya bayi, bagaimanapun Kakak kan masih muda, jangan terlalu deperesi, Kakak masih bisa mencoba membuat bayi lagi, waktu masih banyak, dan lagi Kakak bisa menikmati Prosesnya. Bukankah aku sudah mengirimkan barang-barang bagus untuk Pernikahan Kakak? Coba saja dulu semua gaya,"


Ekpersi Arka awalnya terlihat cemberut dan sedih, namun medenu kata-kata tidak tahu malu dari adiknya ini, ekpersi Arka menjadi memerah karena malu.


Dirinya jadi ingat hadiah yang adiknya berikan saat hari pernikahannya.


Itu masih tepat didalam kotak di laci kamar ini, yang berisi barang-barang yang terlalu memalukan untuk disebutkan yang fungsinya sudah sangat jelas untuk sepasang Suami Istri.


"Omong kosong apa yang kamu katakan? Dasar tidak tahu malu," kata Arka sambil mendorong Louise menjauh.


"Ahahaha.... Kakak jangan begitu dong, tidak masalah, tidak usah malu-malu,"


"Omong kosong!!"


"Jika Kakak mau, aku masih memiliki beberapa barang bagus, atau nanti akan aku kirimkan alamat toko tempat aku membeli barang-barang itu,"


"Louise!!!!"


Louise hanya tertawa karena berhasil menghibur Kakaknya itu.


Dari kejauhan, Viola hanya menatap dua bersaudara itu, yang terlihat sangat akrab.


Dan melihat Tuan Mudanya tidak terlalu sedih lagi, Viola juga merasa cukup lega.


"Apa yang kalian berdua bicarakan? Terlihat sangat seru," tanya Viola berjalan mendekat.


Arka segera mengelak,


"Kak Arka jangan begitu, aku hanya memberikan beberapa nasehat,"


Arka segera meleparkan batal pada adiknya itu.


"Ya sudah, aku pergi saja, selamat menikmati Malam indah kalian, kalau kalian belum punya bayi buat saja," kata Louise langsung sambil menjulurkan lidahnya, dan pergi keluar kamar itu meninggalkan Viola dan Arka sendirian dikamar.


Arka benar-benar merasa malu atas sikap adiknya itu.


"Ukhhh.... Viola jangan dengarkan Louise itu, dia hanya berbicara omong kosong.


Viola ketika mendengar hal yang dikatakan Louise itu, soal 'membuat bayi', menjadi malu sendiri.


Tapi kemudian Viola ingat soal sesuatu.


Kejadian malam itu terlintas dibenak Viola...


Itu bukan malam yang buruk, sejujurnya dirinya cukup menikmatinya...


Karena itu cukup menyenangkan...


Tunggu, apa hal omong kosong yang barusan dirinya katakan itu?


Viola terlihat mencoba membuat jauh-jauh pikirannya itu.


"Ya, ya saya mengerti Tuan Muda," kata Viola dengan ekpersi datar seperti biasanya.


Tidak ada hal-hal yang terjadi sepanjang sore itu, hanya Viola menjukan berbagai Wig yang dibelinya, dan membiarkan Arka memakainya.

__ADS_1


Arka tentu saja menyukainya.


Jam pun berbagi malam dengan cepat, saatnya untuk makan malam.


Karena keadaan Arka, saat ini mereka berdua makan di kamar Arka.


Akra menatap hidangan hambar di hadapannya dengan sedih,


"Viola, kenapa menunya seperti ini? Ini tidak ada yang asin atau manis sama sekali, tidak berasa, seperti makanan Rumah Sakit,"


"Tuan Muda tidak bisa begitu, ini semua untuk kesehatan Tuan Muda,"


"Ukhh, aku ingin makan ayam goreng atau burger,"


"Tuan Muda masih sakit, tidak bisa dulu makan makanan cepat saji,"


Dan akhirnya Arka hanya menurut dan memakan makanannya itu tanpa banyak keluhan.


Sampai ketika mereka mau tidur, Arka yang sudah lama tidak merasakan satu tempat tidur dengan Viola menjadi gugup.


Apalagi setelah mendengarkan omongan kosong Louise soal membuat bayi itu.


Tapi bukankah ini kesempatan?


Dirinya ingat, saat Viola mencoba menawarkan sesuatu setelah hari itu, sesuatu seperti untuk memenuhi kebutuhan fisiknya selama Pernikahan mereka...


Dan itu....


Melakukan itu...


Ukhhh..


Tapi apakah Viola mau, jika dirinya benar-benar mengajaknya?


Tidak!!


Hal mesum apa yang barusan dirinya pikirkan!!


Sial!!


Arka yang terlihat gelisah itu, jelas menarik perhatian Viola yang barusaja naik ketempat tidur, lalu menyentuh bahu Arka.


"Tuan Muda? Ada apa?"


Arka yang kaget dengan sentuhan itu, langsung berkata dengan panik apa yang ada dipikirannya,


"Viola apa kamu mau melakukan itu denganku, malam ini?"


Arka benar-benar menyesal dengan omong kosong yang barusan dirinya lontarkan itu.


Akhhh...


Kenapa dirinya malah mengatakan hal-hal bodoh?


Dasar mulut tidak bisa diatur!!


Bagaimana ini sekarang, kalau Viola marah?


Arka benar-benar merasa malu, dan wajahnya menjadi memerah saling malunya.


Lubang?

__ADS_1


Mana Lubang?


Dirinya ingin bersembunyi.


__ADS_2