Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 39: Keluarga Cavel


__ADS_3

Ini adalah hari Senin yang baru, saat ini disalah satu Perusahaan tertentu, terlihat beberapa orang sedang berkumpul di Ruang CEO.


"Marsela, aku dengar kamu ada perebutan Tender dengan Perusahaan William, tolong sebutkan detailnya," kata Pria parubaya itu.


"Itu benar Ayah. Aku bersaing dengan mereka, untuk Pembangunan Pusat Perbelanjaan di Kota A. Namun Ayah tidak perlu khawatir, aku pasti menang, lagipula yang menjadi wakil dari Perusahaan William adalah Tuan Muda Buangan mereka, dia tidak benar-benar berguna dan bisa apapun, Ayah tidak perlu cemas."


"Maksudmu Arka William?"


"Itu benar, Ayah, dia adalah Arka William. Sebelumnya aku pernah bertemu dengannya, dan sikapnya itu benar-benar cukup arogan,"


"Hah, orang-orang dari Keluarga William memang selalu sok seperti itu. Pokoknya bagaimanapun caranya, kamu harus mendapatkan Tender itu. Ah ya, sebenanya ada hal lain yang ingin aku minta darimu."


"Ya, Ayah ada apa?"


"Selidiki soal Arka William lebih dalam,"


"Kenapa dengan dia? Dia hanya Tuan Muda tidak berguna dari Keluarga William."


"Marsela, Ayah sebenarnya ingin menyampaikan sesuatu yang penting padamu,"


"Apa itu, Ayah?"


"Ingat, hal yang akan Ayah katakan ini berbahaya. Sebenarnya, Ayah ingin mengatakan ini pada Kakakmu terlebih dahulu, namun pada akhirnya aku tidak bisa percaya anak itu, dia pasti entah bagaimana akan segera tahu juta dari Kakeknya, jadi aku harap kamu bisa menafaatan Informasi yang aku berikan padamu ini,"


"Soal Informasi apa ini, Ayah?"


"Ini soal Rahasia Keluarga Cavel dan Keluarga William. Dua Keluarga ini jaman dahulu, melayani Leluhur yang sama. Leluhur Kami memberikan sebuah peninggalan Berharga, Keluarga kami memiliki Peta dimana harta berharga itu berada, namun Petanya tidak lengkap, sisa Peta dan juga Kunci dari Harta peninggalan itu ada di Keluarga William. Sebelumnya, kunci itu berada di tangan Ibu dari Arka William, aku curiga Ibu anak itu memberikan kunci itu pada Putranya, jadi aku memintamu menyelidiki soal anak itu,"


Marsela cukup kaget setelah mendengar hal-hal itu.


"Apa?? Harta warisan Leluhur? Apakah itu banyak?"


"Kamu tidak perlu tahu detailnya, yang penting kamu selidik ini, Kakekmu juga pasti akan senang jika kamu berhasil mendapatkan kuncinya, dia pasti akan memberikan dukungannya padamu jika kamu berhasil."


"Baik, Ayah. Aku akan melakukannya sebaik mungkin."


"Ya, dan jangan lupa soal Proyeknya juga,"


"Tentu saja,"


"Bila perlu, kamu selalu boleh mengunakan kekerasan,"


"Seperti perintah Ayah."


"Bagus, kamu sekarang boleh pergi."


Marsela lalu segera pergi dari ruangan itu dengan perasaan yang sangat senang.


Ayahnya, memberikan dukungan penuh padanya, bahkan sampai memberikan informasi tentang Rahasia Keluarga.


Memikirkan ini, perasaan Marsela sangat senang.


Hah, dengan ini satu langkah lagi dirinya akan menjadi pewaris keluarga Cavel, dirinya tidak akan membiarkan Kakaknya sampai mendahuluinya soal hal-hal ini.


Namun, harta Warisan Keluarga?


Seberapa banyak itu sampai Keluarga kami yang cukup kaya mencarinya?

__ADS_1


Apakah itu begitu besar?


Sayangnya, Mersela hanya bisa memperkirakan nya saja.


Lalu kemudian mendatangi Asistennya untuk mengatur jatwal hari ini.


Rencananya, dirinya akan menemui Arsitektur yang sudah dipilih Klaien.


Semakin cepat semakin baik, dirinya harus secepatnya membujuk Arsitektur itu untuk bekerja sama dengannya, sebelum orang dari Keluarga William itu turun tangga.


Juga, dirinya akan meminta anak buahnya nanti untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.


Disisi lainnya, ketika Marsela pergi, Pria Parubaya itu masih ada di kantornya.


Dia lalu dia mulai mengambil sesuatu dari laci mejanya, menatap sebuah foto keluarga disana.


"Keluarga William itu, akan segera membayar akan apa yang mereka lakukan!! Lihat, saja mereka dulu berani menculik Putriku hingga dia meninggal!! Dan berkat itu, semua pencarian Kunci itu menjadi berantakan. Lihat saja, aku akan membalas mereka semua, dan mendapatkan harta warisan itu! Hah, 20 Ton Emas itu akan menjadi milikku!"


Memikirkan rencananya itu, Carlise Cavel terlihat bersemangat.


"Putriku, tenang saja. Ayah pastikan akan membuat mereka membayar harga yang layak. Berani mereka menyentuh Keluarga Cavel kita, hah..."


Memikirkan kejadian masalalu membuat Carlise pusing sendiri.


Karena rencananya mendapatkan kunci gagal, padahal tinggal sedikit lagi...


Hah...


Nyonya William itu, benar-benar sangat licik dan menyembunyikan kunci pada Menantunya, dan Menantunya juga keras kepala tidak ingin mengatakan soal kunci itu hingga dia mati.


Dan untuk membalas soal hal-hal itu, Keluarga William itu beraninya melakukan ini pada Putrinya...


Putrinya yang sempurna dan berbakat...


Sangat sayang harus kehilangan hal-hal yang potensial itu.


####


Hari sudah menjelang hampir jam delapan pagi.


Viola yang juga sedang tidur ditempat tidur, dibangunkan oleh Alram.


Melihat jam sudah jam delapan, ini sudah cukup telat untuk ke Kantor.


Sial, ini adalah hari Senin, setidaknya jam sembilan nanti Tuan Mudanya harus tiba di kantor.


Viola lalu menatap kearah Tuan Mudanya yang masih terlelap tidur.


Setelah hal-hal yang terjadi dan masalah tadi pagi, kenapa Tuan Mudanya masih bisa-bisanya tidur nyenyak?


Sungguh, dirinya tidak pernah mengerti soal Tuan Mudanya.


Apalagi soal usulan konyol soal Pernikahan Kontrak mereka...


Dan juga bagaimana mereka bisa berakhir seperti ini.


Melihat wajah Arka yang terlihat tertidur damai itu, perasaan Viola benar-benar rumit.

__ADS_1


Viola lalu sedikit mengelus rambut hitam, itu lalu menyentuh bulu mata lentik itu.


Tuan Mudanya memang selalu sangat tampan dan begitu indah...


Memikirkan soal ini, Viola segera mengeleng-gelengkan kepalanya.


Tidak, apa yang barusan dirinya pikirkan?


Dirinya tidak boleh memiliki pemikiran yang aneh-aneh soal Tuan Mudanya...


"Tuan Muda!! Bangun!"


Viola mencoba menguncang tubuh Arka, namun tidak kunjung bangun juga.


"Tuan Muda!!"


Kali ini, Viola mengambil telinga Arka dan di cubit.


Arka masih tidur nyenyak dialami mimpi, merasakan telinganya sakit, dia mulai mengeluh.


"Aduh, aku sakit.... Aku masih mengantuk, Viola... Lima menit lagi, jangan menjewer telingaku, sakit."


Arka masih berniat memejamkan matanya.


Melihat Tuan Mudanya itu sepertinya masih keras kepala ingin tidur, Viola tiba-tiba saja menjadi emosi.


Apakah hanya dirinya saja yang Khawatir soal reputasi Tuan Mudanya yang akan berantakan jika Tuan Mudanya ini sampai telat kekantor?


Hah, melihat kalau Tuan Mudanya yang tidur memang paling sulit dibangunkan, apalagi saat seperti ini.


Menyiram dahan air tidak memungkinkan, karena Tuan Mudanya gampang demam.


Tiba-tiba, Viola memikirkan sebuah cara baru.


Tangan Viola segera meraba bagian bawah selimut, menemukan bagian tertentu dari milik Arka.


Berapa kalipun dirinya menyentuhnya, ukuran benda ini sangat mengerikan.


Tidak, ini bukan saatnya memikirkannya.


Viola segera meremas benda itu keras-keras, sampai Arka langsung bangun karena ketakutan dan kesakitan.


"Akhhhh... Viola!! Kenapa kamu melakukannya!! Ini sangat sakit sekali!! Bagaimana kalau ini jadi tidak berfungsi lagi?"


"Bagus, akhirnya Tuan Muda bangun, lalu sebaiknya segera mandi."


Arka masih memegangi miliknya yang sakit itu.


"Viola!! Kamu benar-benar menjadi tidak tahu malu!!"


"Taun Muda harus segera bersiap ke Kantor,"


"Viola! Kamu tidak masuk akal! Hpmph,"


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2