
"Ah, benar juga sepertinya aku akan tidur di kamar Tuan Muda, untuk mengelabui semua orang," jawab Viola dengan tenang.
Memilikirkannya, ini adalah Malam Pertama mereka, namun sepertinya Viola terlihat tidak berminat sama sekali.
Ah, benar mereka hanya menikah Kontrak bukan?
Tapi, tetap saja karena Pernikahan ini sudah Syah, dirinya tidak akan pernah melepaskan Viola.
Arka lalu bangun dari tempat tidurnya, lalu berkata pada Viola,
"Viola kamu.. kamu tidur saja di Tempat tidur, biar aku tidur dilantai, bagaimanapun juga hanya ada satu tempat tidur dikamar ini,"
Viola lalu menatap Tuan Mudanya dengan ekpersi binggung.
"Tuan Muda akan tidur di lantai?"
"Benar-benar, kamu tidur saja di tempat tidur,"
"Tuan Muda itu gampang sakit, tidur dilantai akan membuat Tuan Muda Masuk Angin."
"Ayolah, ini bukan apa-apa,"
"Kalau Tuan Muda yang sakit, yang Repot akan saya juga, sebaiknya Tuan Muda tidur di tempat tidur,"
"Lalu, lalu kamu tidur dimana kalau aku tidur di tempat tidur? Jangan bilang di lantai, tidak Viola. Aku tidak akan membiarkanmu tidur di lantai,"
"Aku bisa tidur dimanapun, lagipula disana ada Sofa, aku bisa tidur disana nanti,"
"Ah, benar juga ada Sofa, aku akan tidur di Sofa saja, kamu tidur di tempat tidur!"
Sekali lagi, Viola hanya menghela nafas panjang,
"Kulit Tuan Muda sangat sensitif, jika nanti tidur di Sofa, mungkin alergi Tuan Muda akan kambuh dan bisa gatal-gatal besok, dan lagi akan tidak nyaman tidur di sofa dalam posisi itu, Tubuh Tuan Muda terbiasa tidur di kasur lembut, empuk dan nyaman, nanti Tuan Muda akan pegal-pegal dan sakit tulang, jika itu terjadi pada akhirnya saya juga yang repot,"
Arka tidak bisa lagi berkata-kata, padahal setidaknya dirinya mau bertingkah keren di depan Viola malam ini, dan membirakan Viola paling tidak agar bisa tidur ditempat tidur, namun Viola paling bisa membuat alasan.
Namun memang tubuhnya ini....
Tubuhnya memang terlalu dimajakan sejak kecil hingga tidak bisa menanggung beberapa hal kecil seperti Tidur di lantai atau Tidur di Sofa!!!
Astaga!! Kenapa ini bisa terjadi!!
Tidakkah ini salah Viola yang selalu memperlakukan seperti itu sejak kecil?
__ADS_1
Selalu mengenakannya selimut dobel di tempat tidur, dan selalu memakaikannya baju hangat saat tidur.
Dan soal kulit sensitif itu, dirinya tidak bisa berkomentar, ini sudah bawaan tubuhnya yang seperti itu.
Namun walaupun tubuhnya seperti ini, ini masih sangat kuat untuk berkelahi dan bisa memukuli beberapa orang seperti sepupu-sepupunya itu yang sangat payah.
"Lupakan-lupakan, aku berubah pikiran, aku belum mau tidur sekarang,"
"Owh, baiklah Tuan Muda, kalah begitu akan saya tinggal ganti baju dulu. Benar juga saya baru ingat, bukankah Tuan Muda harus membuka Hadiah dari Tuan Muda Louise?"
"Ah, kamu mengigatkanku, aku hampir lupa."
Arka lalu mencari-cari kotak itu, berada di meja samping tempat tidurnya.
"Baik kalau begitu saya permisi dulu,"
Viola menghilang dalam sekejap, ke kamar mandi dengan piayma tidur yang sudah disiapkan sebelumnya.
Sedangkan Arka menatap kearah kotak dihadapannya, cukup penasaran dengan hadiah apa yang adiknya berikan.
Arka lalu merobek bungkus kado disana, lalu membuka kotak itu.
Isinya sangat mengejutkan Arka, membuat wajah Arka sekarang menjadi sangat merah, karena begitu malu melihat hal-hal di dalam kotak.
"Louise itu!! Dia sungguh sangat bisa membuatku terkejut! Dari semua barang kenapa dia mengirimkan hal-hal tidak berguna seperti ini?? Sial!!"
'Untuk: Kak Arka,
Aku sangat senang akhirnya Kakak bisa menikah dengan wanita yang Kakak cintai. Hmm, semoga Kakak suka hadiah dariku, Kakak bisa bersenang-senang dengan hal itu dengan Kak Viola pada malam pertama atau malam-malam berikutnya ketika bulan madu, semoga malam Kakak menyenangkan,
Dari adikmu tercinta, Louise'
Membaca surat itu sedikit tertawa, Louise ini sungguh pandai mengodanya, mengirimkan hal-hal ini...
Arka melihat kearah kotak itu, melihat isinya lebih banyak, disana ada beberapa kotak ******, alat pengaman lainnya, losen khusus dan bahkan....
"Sialan! Apa-apan itu dia bahkan memberiku obat kuat dan obat perangsang, sialan kamu Louise! Lihat saja saat kamu menikah nanti, hadiah dariku!!"
Arka benar-benar malu ketika melihat isi kotak itu, karena isinya tidak bisa dirinya gunakan.
Akhhhh....
Malam pertama apa?
__ADS_1
Bahkan malam ini dirinya hanya berdebat dengan Viola soal tidur dimana, dan akhirnya tetap dirinya tidur di tempat tidur.
Arka yang masih melamun sambil memegang kotak itu, tidak sadar kalua Viola sudah keluar kamar mandi.
"Apa hadiah dari Tuan Muda Louise?"
Suara Viola mengejutkan Arka, sampai Arka hampir melemparkan kotak yang dibawanya, Arka segera menutup kotak itu sesegera mungkin, sangat memalukan!!!
Jangan sampai Viola melihat hal-hal dalam kotak ini!!
"Kamu ini jangan mengagetkanku! Dan isi hadiah itu tidak penting sama sekali,"
"Owh begitu, baiklah. Jadi apakah Tuan Muda butuh sesuatu?"
"Hmm, bagaimana kalau camilan tengah malam? Aku rasa masih ada Kue di Kulkas,"
"Tidak, tidak ada Kue dan camilan tengah malam, nanti Tuan Muda jadi gemuk, apakah Tuan Muda tidak melihat, kalau perut Tuan Muda sudah memiliki beberapa lemak?"
"Gemuk apa? Aku rajin olahraga oke? Dan soal perutku? Jelas ini masih bentuk Sixpack yang indah! Aku menjaganya dengan sudah payah!" Kata Arka lalu mulai membuka piayma tidurnya, memperlihatkan tubuhnya yang terawat dengan baik, otot perutnya memang terawat sangat baik yang mungkin akan memukau banyak wanita hanya dengan melihat hal-hal ini.
Di masalalu, Arka saat di Kampus adalah Pangeran Kampus Nakal yang mempersona.
Namun sayangnya, Viola hanya menatap perut Arka dengan tatapan biasa saja.
"Ya, maka dari itu kita harus tetap menjaga Tubuh Tuan Muda dengan baik, tidak ada camilan malam. Dan segera pakai Pakaian Tuan Muda agar tidak kedinginan,"
"Hpmh, kamu membosankan! Apakah kamu tidak terteguh setelah melihat keindahan tubuhku?"
"Bahkan jika itu indah, jika melihatnya setiap hari itu akan menjadi membosankan,"
"Kamu menyebalkan, Viola!!" Kata Arka dengan wajah cemberutnya.
Lalu tidak ada lagi percakapan antara mereka berdua. Arka sibuk dengan ponselnya, sedangkan Viola mengambil salah satu buku dikamar Arka untuk dibaca.
Sampai akhirnya, Arka lelah membalas pesan ucapan selamat dari teman-temannya dan mulai mengantuk.
"Aku sudah mau tidur, dan untuk masalah tempat tidur, aku tidak mau kamu tidur dilantai atau di sofa," kata Arka.
Viola akhirnya mengalah, tidak ada gunanya berdebat dengan Tuan Mudanya yang keras kenapa, lalu memberikan usul,
"Lagipula tempat tidur Tuan Muda sangat besar, ini muat untuk empat orang, aku bisa tidur di ujung sebelah kiri, sedangkan Tuan Muda bisa menempati seluruh sisi tempat tidur manapun,"
"Ki... Kita tidur bersama?"
__ADS_1
####
Bersambung