Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 34: Jebakan (Part 1)


__ADS_3

Disisi lainnya, Louise terlihat sedang menyapa beberapa Klaien penting juga bersama Kyla. Dan sekarang tenang di krumuni beberapa gadis seumurannya.


Kyla dari tadi merasa gugup dan hanya tersenyum mengiyakan semua kata-kata, Louise.


"Ah, ini Kyla.... Dia Kekasihku," kata Louise sambil merangkul Kyla.


Gadis didepan Louise yang terlihat ingin mendekati Louise itupun menjadi kaget, lalu berkata,


"Kak Louise sudah punya Kekasih? Aku kira Kak Louise masih singel,"


"Eh?? Masa? Pasti Kak Louise bohongkan? Masa Kak Louise sudah punya pacar,"


Louise dengan senyumannya, berkata dengan tegas, sambil meniucm pipi Kyla.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, jadi kalian berhentilah menggaguku, aku ingin berduaan dengan Kekasihku, benar bukan sayang?"


Kyla yang mendapatkan ciuman tiba-tiba di pipinya itu, wajahnya menjadi memerah dan panas.


Tidak pernah mengira kalau Louise bisa sangat frontal seperti itu, dengan gugup dia berkata,


"Iya, ingin menghabiskan waktu dengan Kak Louise,"


Louise langsung menarik tangan Kyla, lalu pergi dari Kerumunan Para Gadis-gadis muda itu, dan akhirnya lega.


Setelah sampai di tempat agak sepi, menyadari dirinya masih mengandeng tangan Kyla, Louise merasa malu sendiri, apalagi dengan perbuatannya tadi.


Louise segera melepaskan tangan Kyla, lalu berkata,


"Maafkan aku, Kyla... Tadi itu... Yah kamu tahu kan? Mereka tidak mudah meyerah jika aku tidak seperti itu,"


"A... Aku tidak mengira Kak Louise begitu populer,"


"Ahahaha... Tidak, tidak tidak terllau sepopuler itu,"


Lalu ada keheningan sejenak anatar mereka berdua.


"Ah, ya mari segera mencari Kak Arka dan Kak Viola, aku harap tidak terjadi sesuatu padanya,"


"Owh iya benar juga, kita disini untuk mengawasi Kak Akra, dimana ya dia?"


Kyla lalu melihat sekeliling, disana terlalu ramai dan banyak orang.


Louise juga menatap krumuna orang disana hanya bisa menghela nafas panjang.


Terlalu banyak orang.


"Mari kita menuju kesana dulu, mungkin Kak Arka akan duduk disalah satu sisi Ruangan, dia biasanya gampang lelah jika ada acara semacam ini,"

__ADS_1


"Kak Louise sepertinya cukup mengerti banyak soal Kak Arka?"


Louise lalu tersenyum,


"Ya, dia adalah Kakakku. Apakah ini terlihat aneh bagaimana aku sangat menyayangi Kakakku?"


"Itu... Itu tidak seperti Rumor yang beredar,"


"Karena kami berdua saudara dengan beda Ibu? Itu benar, apalagi ada banyak kisah panjang dibalik ini. Namun Kak Arka selalu menjadi Kakak yang baik... Walaupun dia seharusnya membenciku, setelah apa yang Ibuku lakukan dan hal-hal lain dimana semua orang terus membandingkan kami, dia tidak pernah bisa membenciku. Dia benar-benar sangat baik, dan selalu di pihakku. Sejujurnya, aku juga tidak ingin terlibat dengan Pertarungan Harta Warisan bodoh ini,"


Kyla mendegarkan penjelasan Louise lalu berkata,


"Benar, benar-benar perebutan harta warisan bodoh. Aku juga tidak ingin terlibat, yang aku inginkan adalah bisa hidup bebas melakukan apapun yang aku mau. Nanti setelah aku lulus dari Universitas aku ingin pergi dari Keluarga ini... Mencari kehidupanku sendiri, tidak ingin bergantung pada mereka pagi,"


Louise sedikit terteguh dengan keinginan Kyla. Dirinya terdiam sebentar, memikirkan beberapa hal.


Soal hidupnya yang juga tidak memiliki kebebasan.


Dan Ibunya selalu mengontrol dirinya.


Namun dirinya tidak memiliki keberanian untuk melawan.


"Aku sedikit Iri dengan mimpimu. Aku rasa aku tidak memiliki keinginan atau mimpi sepertimu... Entahlah, aku hanya menjalani hidup seperti ini,"


Kyla lalu sedikit tertawa mendengar kata-kata Louise lalu berkata,


Mendengar kata-kata itu, Louise sedikit terdiam, lalu segera tersenyum dan berkata,


"Ya, tentu saja. Jadi mari segera temukan Kak Arka, aku tidak ingin Mamaku membuat masalah untuk Kak Arka,"


Keduanya lalu mulai berkeliling, dan sampai pada tempat Arka berada.


Arka masih duduk di kursi dengan Viola sambil memegang sebuah gelas, namun sepertinya belum di minum.


Louise sebelumnya sudah memperingatkan Viola agar lebih hati-hati di Pesta ini.


Dan benar saja, sebelum Arka meminum gelas itu, Viola sudah mengambil gelas itu dari Arka dan meminumnya sendiri.


"Viola, kenapa kamu meminumnya?"


"Saya sudah bilang pada Tuan Muda agar tidak banyak minum,"


"Ini baru gelas kedua, siapa yang banyak minum?"


Louise datang, lalu menyapa Kakaknya itu,


"Benar, kata Kak Viola, sebaiknya Kak Arka jangan minum,"

__ADS_1


Lalu Louise menatap kearah Viola yang sepertinya gaunnya basah, jadi dia bertanya,


"Kenapa dengan gaunmu itu, Kak Viola?"


"Tadi ada pelayan yang menumpahkan minuman ke Gaunku, sayang sekali gaun indah ini harus kotor,"


"Hah, aku sudah memarahi pelayan tidak benar itu, Viola aku juga sudah bilang agar kamu segera ke kamar mandi untuk membersihkannya, ini benar-benar terlihat tidak bagus kenapa kamu tidak mau?" kata Arka sambil menatap kearah rok gaun Viola yang berwarna biru muda itu sekarang ada noda berwarna coklat, sepertinya tadi yang tumpah semacam kopi atau sesuatu.


"Hah, Baiklah Arka. Aku akan segera ke kamar mandi, Arka kamu disini saja dengan Louise dan Kyla,"


Melihat Louise sudah ada disini, Viola memberi tanda pada Louise, dan Louise segera mengerti.


Viola jelas tidak bisa membiarkan Arka sendirian.


Dari tadi saja sudah ada beberapa Pelayan mencurigakan yang menawarkan minuman.


Minuman pertama sudah Arka minum, dan Minuman kedua dirinya minum.


Ini benar-benar cukup mencurigakan.


Semoga saja, tidak ada yang salah dengan minuman Tuan Mudanya itu.


Yang awal tidak terlalu mencurigakan, hanya yang kedua saja yang cukup mencurigakan.


Dengan perasaan lega, akhirnya Viola pergi ke Kamar Mandi.


Disisi lainnya, Arka sekarang sedang mengobrol dengan Louise, sampai tiba-tiba wajah yang cukup familiar muncul.


Itu adalah wajah Galvin.


Galvin tidak mengira rencananya gagal, yang meminum minuman yang dirinya berikan bukannya Arka, namun malah Viola itu.


Sial, gagal sudah rencananya itu.


Dirinya berniat membuat masalah lain dengan Arka, namun siapa yang tahu dirinya malah bertemu adik tirinya di Pesta.


Degan marah, Galvin menarik tangan Kyla.


"Hey, gadis kecil murahan, sejak kapan kamu di ijinkan datang ke Pesta seperti ini? Kamu tidak layak untuk berada disini,"


Melihat tangannya digenggam erat oleh Galvin itu, Kyla menjadi gemetar ketakutan.


Louise mencoba membuat Galvin melepaskan Kyla.


"Kak Galvin apa-apaan, aku yang membawa Kyla kesini, tentu saja ini Pesta Umum, dia boleh berada disini,"


Galvin lalu menatap kearah Louise dengan ekpersi marah, lalu kemudian tertawa, dan berkata,

__ADS_1


"Astaga, Astaga jadi anak Haram ini cukup Akrab dengan anak haram yang lain? Sungguh sangat ironis,"


__ADS_2