Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 25: Menggoda Viola


__ADS_3

Ini adalah pagi yang baru, kali ini entah bagaimana Arka bisa bangun lebih pagi.


Hal pertama yang dilihatnya dipagi hari adalah ada seseorang yang berada dalam pelukannya.


Ini adalah wajah dari wanita satu-satunya yang dirinya cintai, yaitu Violanya.


Sudah semingguan juga sejak mereka tidur di tempat tidur yang sama, walaupun awalnya mereka tidur dengan jarak terpisah dimalam hari, berkat kebiasaan buruknya ketika tidur, dirinya sellau berakhir dengan memeluk Viola.


Namun tetap saja, terbangun di samping wanita yang dirinya cintai ini, membuat Arka merasa berdebar-debar.


Arka menatap wajah tidur dalam pelukannya itu.


Rasanya sungguh luar biasa bisa memeluk Violanya ini.....


Walaupun ada beberapa luka bakar di sebagian wajah Viola, itu tidak membuat Arka merasa bosan atau muak melihat wajah itu, namun malah semakin membuat Arka terpesona...


Luka wajah ini adalah hal-hal yang tidak akan pernah dirinya lupakanlah seumur hidupnya....


Kalau tidak berkat wanita diperlukannya ini, mungkin dirinya tidak akan pernah berada di dunia ini saat ini....


Benar, wajah ini terlibat sangat cantik di mata Arka, dan Arka menatapnya tidak berkedip.


Lalu tatapan Arka sedikit berpindah dari luka Viola ke bibir merah mudanya.


Ini mengigatkannya akan betapa lembut dan manis nya bibir itu ketika mencium dirinya kemarin...


Sebuah rasa yang tidak akan terlupakan....


Kehagatan dan rasa lembut itu, seperti membuat Arka merasa candu.


Kamudian, Arka sedikit mengguncangkan tubuhnya.


Lalu melihat lagi kearah Viola yang masih tertidur lelap...


Sepertinya tidak apa-apa?


Memikirkan kalau Viola sepertinya masih tertidur lelap, Arka lalu mendekatkan wajahnya kearah Viola, lalu segera mencium singkat bibir itu.


Itu hanya sekitar dua detik, sampai Arka menjauhkan kembali wajahnya, takut Violanya terbangun.


Memikirkan ciuman barusan, hati Arka benar-benar berdebar-debar tidak karuan...


Sungguh...


Rasanya sangat menyenangkan dan membuat dirinya candu ingin segera mencium bibir lembut itu.


Namun Arka segera menahan dirinya.


Tidka...


Caranya ini salah...


Bukan begini cara mencoba mendapatkan hati Viola...


Dirinya tidak tahu bagaimana cara mengejar wanita karena biasanya dirinya yang malah dirinyalah yang biasa dikejar-kejar.


Arka sekarang memikirkan sebuah strategi bagaimana cara mendapatkannya hati Viola.


Bagaimanapun dengan mencoba berbuah baik pada Viola?


Itu benar!!


Mari tujukan ketulusannya, dan berbuat baik pada Viola!!


Jangan biarkan Violanya melakukan apapun hari ini!!


Melihat Viola yang masih tertidur pulas, Arka pelan-pelan turun dari tempat tidur, dan berniat segera ke dapur dan membuat jus untuk Viola.


Proses di dapur ternyata cukup lama, bahkan Pelayan di dapur menatap Arka dengan penuh kecugigaan ketika melihat Tuan Muda itu untuk pertama kalinya mengijak dapur.

__ADS_1


Arka tentu saja di bantu sedikit oleh Pelayan menyiapkannya, Arka hanya memasukan buah tomat kedalam mesin jus dan memasukan beberapa gula disana.


Dan seperti yang Arka duga, ketika dirinya kembali ke kamar, Viola baru saja bangun dari tidurnya.


Melihat Arka membawa nampan berisi minuman, Viola lalu berkata,


"Tuan Muda, kenapa Tuan Muda tidak membangunkanku? Harusnya


Aku yang ke dapur dan menyiapkannya minuman untuk Tuan Muda,"


Arka malah tersenyum dan berkata,


"Sudah-sudah, kamu duduk saja, ini aku sengaja ingin membawakanmu minuman, ini Jus Tomat kesukaanmu bukan? Aku sengaja membuatkannya untukmu," kata Arka segera mengerahkan minuman itu pada Viola.


Viola menatap Tuan Mudanya lalu segera menatap minuman di tangannya dengan penuh kecurigaan.


"Itu bulatan Tuan Muda?"


"Benar!! Ini adalah buatanku," kata Arka sambil tersenyum ceria.


"Itu untuk ku?"


"Benar, ini khusus untuk Viola," kata Arka lagi sambil tersenyum.


Sekali lagi Viola menatap Arka dengan pandangan heran dan tidak percaya.


"Tumben? Apakah ada yang salah dengan Tuan Muda hari ini?" Kata Viola sambil memegang dahi Arka dengan tangannya.


"Aku merasa Tuan Muda bersikap aneh sejak tadi malam,"


Wajah Arka lalu berubah cemberut, lalu berkata,


"Aku hanya ingin berbuat baik padamu, memang nya tidak bisa?"


"Saya tidak terbiasa dengan ini,"


"Kamu telah membantuku selama ini jadi aku ingin berbuat baik padamu!! Khusus hari ini kamu bisa meminta apapun padaku, dan aku akan melayanimu, anggap saja ini hadiah dari Tuan Muda ini," kata Arka lagi dengan penuh percaya diri.


"Sudah aku bilang, aku ingin berbuat baik padamu. Mari coba Jus Spesial buatan Tuan Muda Arka ini khusus untukmu,"


Melihat senyuman ceria dari wajah Tuan Mudanya, Viola lalu mengambil gelas itu, lalu meminum jus itu.


Ekspresi wajah Viola sedikit berubah.


"Apakah itu enak?"


Menatap Tuan Mudanya yang penuh harapan itu, Viola lalu menjawab,


"Ini enak,"


Viola mencoba mempertahankan senyumannya itu.


Bagaimanapun juga dirinya tidak bisa melihat wajah kekecewaan Tuan Mudanya, ini adalah pertama kalinya Tuan Mudanya mengijak dapur dan memiliki Inisiatif membuat Jus, siapa yang tahu kalau bukan gula yang dimasukan namun itu adalah garam.


"Hmm, tentu saja ini buatanku, khusus untukmu, kalau begitu habiskan," kata Arka lagi dengan senyum senang.


Arka sangat senang melihat bahwa sepertinya ini enak dan Viola menyukainya, ini adalah sesuatu yang dirinya buat dengan penuh cinta!!


Tentu saja ini enak.


Melihat wajah bahagia itu, Viola langsung mengambil gelas itu, dan langsung meminumnya sampai habis dengan cepat.


Melihat Viola menghabiskan Jus itu, perasaan Arka menjadi lebih senang.


"Besok lain kali, aku akan membuatkan mu lagi Jus seperti ini,"


Mengigat rasa Jus itu Viola lalu berkata dengan ekpersi panik,


"Tidak usah Tuan Muda, saya tidak ingin membuat Tuan Muda repot,"

__ADS_1


"Ini tidak merepotkan sama sekali,"


"Tapi Tuan Muda....."


Viola tidak tahu bagaimana cara memberitahu Tuan Mudanya ini....


Mau mengatakan namun tidak tega.


"Hah.... Sudah-sudah, tidak perlu membahasnya, mari akan aku siapkan air hangat untukmu mandi,"


"Tidak perlu," kata Viola lagi.


Namun melihat ekpersi cemberut itu, Viola akhirnya setuju, membiarkan Arka pergi kekamar mandi dan menyiapkan air hangat.


Kali ini tidak ada hal-hal buruk terjadi, dan Viola memasuki kamar mandi dengan lancar.


Arka sepertinya menyiapkan Air hangat di Bak Mandi yang didalam, biasanya dirinya tidak begitu suka untuk berendam dan lebih suka mengunakan shower, dan lagi bak mandi itu...


Itu adalah tempat Tuan Mudanya selalu mandi dan berendam, rasanya sangat aneh untuk berendam di bak itu.....


Perasaan berdebar tiba-tiba muncul.


Lalu Viola kembali menatap Tuan Mudanya yang sepertinya tidak berniat keluar dari Kamar Mandi?


"Tuan Muda tidak keluar?"


"Aku disini untuk membatu Nona Viola mandi tentu saja," kata Arka dengan senyuman polosnya, lalu menyerahkan handuk pada Viola,


"Mau aku bantu memakainya? Dan melepaskan pakaian, Nona?"


Memikirkan tawana-tawaran Arka barusan, membuat pipi Viola sedikit memerah, lalu segera menolak dengan lembut.


"Tidak usah Tuan Muda, saya akan mandi sendiri, Tuan Muda bisa keluar,"


"Viola, benar tidak masalah memerintahkanku khusus untuk hari ini, aku akan mematuhinya,"


"Ya, maka dari itu aku meminta Tuan Muda keluar,"


"Tapi aku mau membantumu mandi,"


"Tidak perlu, tidak perlu, sana-sana Tuan Muda keluar saja," kata Viola mendorong Arka ke pintu, lalu segera menutup pintu Kamar mandi itu.


Segera, Viola mulia melepaskan bajunya, dan mandi memasuki bak mandi yang Arka siapkan.


Memasuki Bak Mandi yang sudah diberikan beberapa sabun yang begitu wangi itu membuat Viola merasa berdebar lagi....


Aroma ini adalah Aroma dari Tuan Mudanya....


Biasanya dirinya tidak akan mengunakan produk sabun ini, karena ini khusus milik Tuan Mudanya...


Dan sekarang...


Dan lagi mandi di bak mandi kesayangan Tuan Mudanya....


Viola berendam disana dengan ekpersi sedikit memerah karena merasa malu, hari ini dirinya merasa aneh!!


Sungguh aneh...


Tidak, ini bukan dirinya yang aneh...


Namun Tuan Mudanya yang tiba-tiba menjadi aneh tiba-tiba memperlakukannya seperti ini...


Ukhhh...


Tuan Muda Arka tidak masuk akal....


Memikirkan itu, Viola merendam sedikit kepalanya di bak mandi, mencoba menenangkan dirinya sendiri.


####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2