Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 38: Review


__ADS_3

Arka yang masih berada dalam pelukan Viola itu, masih merasa begitu sedih dan bersalah, dia sekali lagi meminta maaf pada Viola.


"Viola, maafkan aku... Aku... Aku berjanji pasti akan tanggung jawab, aku tidak akan meninggalkanmu,"


"Tanggung jawab seperti apa?"


Arka berkata dengan malu-malu,


"Tentu saja atas hal-hal yang aku lakukan. Percayalah, aku akan menanggungnya secara penuh, untukmu, dan.... Mungkin calon bayi kita..."


Mendengar perkataan tidak masuk akal Tuan Mudanya itu, wajah Viola tiba-tiba memerah.


"Tuan Muda ini bicara omong kosong apa. Aku belum tentu hamil,"


"Tapi, Viola... Aku... Aku semalam melakukannya di dalam."


"Su... Sudah-sudah. Tuan Muda sebaiknya berhenti bicara omong kosong lagi,"


"Tapi Viola, bagaimana jika kamu sampai hamil?" tanya Arka dengan sedikit keraguan.


"Tidak, tidak, itu hanya kemungkinan kecil saja. Lagipula keadaan kita semalam tidak baik, apalagi dengan tehnik Tuan Muda semalam, itu mungkin benar-benar akan gagal,"


Arka menatap Viola dengan tidak percaya,


"Apa maksudmu, hah?"


"Anggap saja ini semacam uji coba bukan? Dan aku akan memberikan seputar Reviewnya,"


"Viola, kamu bicara apa? Review apa?"


"Bukankah Tuan Muda sebelumnya bertanya padaku, untuk mencobanya? Lalu memberikan Review, aku akan memberikannya sekarang setelah mencobanya," kata Viola dengan ekpersi serius.


"Viola... Disaat-saat seperti ini kamu benar-benar serius mengigat omong kosongku itu?"


"Tentu saja, ini perlu di review, apakah kinerja Tuan Muda bagus apa tidak. Setelah memikirkannya dengan hati-hati, saya rasa hal-hal seperti ini memang perlu. Tuan Muda yang lain sudah berpengalaman, hanya Tuan Muda Arka yang masih polos,"


Wajah Arka sedikit memerah, lalu berkata dengan marah,


"Di... Diam!! Apa yang kamu katakan!!"


"Hah, Tuan Muda tidak perlu malu. Toh semua sudah menjadi seperti ini, jadi mari saya akan memberikan reviewnya,"


Merasa sepertinya Viola tidak akan berhenti membicarakan omong kosong ini, Arka lalu bertanya juga dengan sedikit penasaran,


"Jadi bagaimana reviewnya?"


"Hmm, untuk ukuran, sepertinya ini memang cocok, XL. Ini benar-benar mendapatkan bintang lima dari lima,"


"Hmph, tentu saja itu kebanggaanku, tidak akan mengecewakan,"


"Tapi soal tehnik, ini kemungkinan bintang dua dari lima, tidak, ini sepertinya bintang satu saja," kata Viola lagi dengan ekpersi serius.


Arka menjadi kaget dengan pernyataan Viola barusan.

__ADS_1


"Bintang satu? Bagaimana ini bintang satu?"


"Dengan ukuran Tuan Muda, ini cukup menyakitkan apalagi tanpa persiapan terlebih dahulu, dan langsung begitu saja. Ini benar-benar bintang satu."


Arka lalu sekilas ingat kejadian semalam, ini...


Ini...


Semalam Viola sempat berteriak sedikit merasa kesakitan,


'Tuan Muda, sakit... Tolong berhenti dulu, pelan-pelan...'


Mengigat itu, wajah Arka menjadi pucat.


Apakah kemampuannya seburuk itu?


Apakah ini benar-benar buruk?


Tapi...


Tapi ini pertama kalinya dirinya melakukannya, dan memang tidak memiliki pengalaman.


"Hey, ini pertama kalinya untukku, jadi hal-hal seperti itu cukup wajar,"


Viola lalu menghela nafas panjang,


"Tapi Tuan Muda ini... Cukup buruk, bahkan untuk yang pertama. Memang Tuan Muda sebaiknya lebih banyak berlatih lagi,"


"Te... Teman Latihan apa?"


"Ya, mana bisa aku melakukannya sendiri,"


"Bisa, Tuan Muda. Anda bisa berlatih sendiri dan menonton beberapa video,"


"Kalau tidak praktik langsung dan hanya teori mah hanya hoax,"


Viola kemudian berpikir sejenak, dalam renungan.


Melihat ekpersi Viola yang kembali serius itu, membuat Arka tiba-tiba merasa panik.


"Jangan terlalu memikirkan omong kosongku barusan."


"Tapi, Tuan Muda, setelah saya pikir-pikir, saat ini kita sudah menikah, dan memang hal-hal ini setidaknya masih akan menjadi Tugas Tambahan untuk saya, lagi pula demi menjaga reputasi Tuan Muda, setidaknya kita tidak akan bercerai untuk 2-3 tahun kedepan, dan lagi selama Pernikahan Kontrak ini, Tuan Muda tidak boleh menyentuh wanita lain manapun, takut-takut itu akan merusak reputasi Tuan Muda. Saya ternyata mengagap soal masalah Pernikahan Kontrak ini terlalu ringan. Dan sebagai laki-laki dewasa, sangat wajar jika Tuan Muda memiliki keinginan-keinginan seperti itu. Jadi saya akan membantu Tuan Muda,"


Mendengar penjelasan panjang Viola itu, Arka sendiri awalnya tidak memikirkannya secara detail, hanya bisa merasa kaget dengan perkataan Viola itu.


"Kamu.... Kamu benar-benar mengagap ini cukup ringan?"


"Aku tidak akan lagi mengagap ini ringan. Itu benar, saya harus tetap menjaga reputasi dan kesehatan mental Tuan Muda juga, jadi tidak akan bisa mengijinkan Tuan Muda melakukannya dengan wanita lainnya, setidaknya selama kita masih menikah, namun saya juga harus menjaga kesehatan mental dan tubuh Tuan Muda untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan tentang hal-hal ini, dan lagi anggap saja ini pelajaran untuk kedepannya, supaya besok ketika Tuan Muda menemukan orang yang Tuan Muda sukai, dan menikah dengannya, Tuan Muda tidak akan mengecewakannya dengan kinerja Tuan Muda yang seperti ini,"


Arka menjadi pusing sendiri mendegar penjelasan Viola barusan.


"Akhhh..... Terserah kamu saja Viola."

__ADS_1


"Ini tidak bisa terserah saya Tuan Muda, kita berdua harus bekerja sama, apakah sekarang sudah saatnya membuat jatwal?"


"Jatwal apa lagi?"


"Hah, Tuan Muda ini bagaimana? Tentu saja jatwal melakukannya, saya berpikir ternyata melakukan hal-hal ini benar-benar menguras tenaga lebih dari yang saya kira, akan sangat buruk jika melakukannya dan besoknya harus pergi bekerja atau memiliki banyak kegiatan lainnya,"


Mendengar hal-hal itu perlu di jatwal segala, Arka yang merasa malu sendiri.


"Apa-apaan.... Tidak perlu di jatwal segala!!"


"Tapi Tuan Muda, tidak bisa begitu. Saya tidak bisa melakukannya sewaktu-waktu, Tuan Muda juga tahu kan baik saya dan Tuan Muda sangat sibuk untuk mencoba mengurus pekerjaan."


"Te.... Terserah kamu saja, lah."


"Bagaimana kalau sebulan sekali?"


"Sebulan sekali katamu?"


Viola terdiam sebentar, lalu kembali berkata,


"Sepertinya itu terlalu lama? Nanti akan coba saya carikan di Internet, untuk tetap menjaga kesehatan, harus di jatwalkan berapa kali,"


Mendengar semakin kesini arah pembicaraan ini semakin tidak benar, Arka lalu menutup telinganya.


"Sudah-sudah!! Aku tidak mau dengar, aku ingin tidur,"


"Tentu saja, tentu saja. Namun sebelum Tidur setidaknya Tuan Muda harus memakai baju dulu, bantu Tuan Muda bisa masuk angin," kata Viola lagi.


Sekarang Arka menyadarinya, kalau saat ini dirinya masih tidak memakai apapun!!


Kecuali sebuah bantal yang menutupi arena paling pribadinya itu.


Sial!! Ini terlalu memalukan!!


Arka segera menutupi tubuhnya dengan selimut yang tadi sempat dirinya tendang itu.


"Saya akan ambilkan baju untuk Tuan Muda,"


Viola mulai turun dari tempat tidur, lalu mengail baju-baju yang ada dilantai.


Namun tiba-tiba melihat hal-hal yah tidak seharusnya.


Misalnya kemeja Arka yang ada beberapa cairan kental yang tidak seharusnya berada disana. Wajah Viola tiba-tiba sedikit memerah.


Arka juga melihat bagaimana Viola mengambil kemejanya itu, dan melihat salat satu bukti hal-hal yang terjadi tadi malam.


"Lupakan!! Aku tidak ingin memakainya!!"


"Tentu saja, ini sudah kotor. Nanti saya akan menyuruh petugas hotel untuk segera membersihkan semua kekacauan ini, dan juga mencuci baju Tuan Muda, sekarang Tuan Muda memakai bau handuk ini dulu," kata Viola sambil mengeluarkan baju handuk dari laci.


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2