Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 109: Keraguan


__ADS_3

Malam itu untuk pertama kalinya setelah dirinya menikah dengan Viola, Arka tidur sendirian.


Arka masih tidak tahu harus bersikap seperti apa, pikirannya masih penuh dengan semua informasi yang baru saja dirinya dengar.


Malam itu juga dia tidak bisa tidur, hanya berguling-guling di tempat tidurnya dan tidak bisa tenang.


Pikiran Arka benar-benar kacau malam itu.


Sampai akhirnya pagi tiba, dan alarmnya berbunyi.


Ketika menatap kearah jam yang sudah menunjukkan waktunya sarapan, Arka tidak tahu harus apa, karena nanti saat jam sarapan diriinya harus bertemu dengan Viola.


Dirinya masih belum siap untuk bertemu dengan Viola.


Dengan itu Arka memilih buru-buru pergi ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap ke kantor agar bisa datang lebih awal.


Mari menghindari Viola dulu, agar dirinya siap untuk menghadapinya nanti.


Dan begitulah, Arka mencoba menghindari Viola.


Untungnya, ketika Arka keluar dari kamarnya, iya tidak bertemu dengan siapapun, jadi dengan terburu-buru dirinya segera berangkat ke kantor.


Saat ini di kantor masih sepi karena masih begitu pagi.


Namun petugas keamanan yang menjaga gedung itu tentu saja sudah ada di sana dan terjaga, petugas keamanan itu sangat heran melihat bagaimana Tuan Muda Arka datang ke kantor lebih dulu.


Tumben, Tuan Muda itu datang ke kantor lebih cepat?


Dan ada apa dengan penampilan dan wajahnya?


Terlihat Tuan Muda itu memakai baju yang terlihat acak-acakan, dan lagi raut wajah yang lesu belum kantong mata yang ada di bawah matanya.


"Selamat Pagi Tuan Muda,"


Arka yang disapa itu, lalu segera menyapa balik,


"Selamat pagi, oh benar tolong suruh OB untuk mengirimkan sarapan keruangan ku," kata Arka lalu setelah mendengar jawaban dari petugas keamanan yang menyetujui perintahnya itu Arka segera pergi ke ruangannya.


Memasuki ruangan itu segera harga menatap ke arah Meja Viola.


Viola gadis yang begitu dirinya Cintai.


Kenyataan jika Viola adalah Putri dari Keluarga Cavel masih membuat dirinya tidak tahu harus seperti apa.


Dan lagi, Viola yang dengan sengaja menyembunyikan fakta ini dari dirinya.


Sejak kapan Viola tahu soal keluarganya itu?


Dan ketika dirinya bilang ingin menghancurkan Keluarga Cavel, apakah dalam hatinya Viola akan tertawa?


Mengapa dirinya begitu lucu, karena mengatakan hal-hal itu di depan Keluarga Cavel?


Viola berpura-pura tidak tahu dan membuat janji-janji palsu padanya.


Padahal jelas Viola adalah anggota Keluarga Cavel.


Kenyataan ini benar-benar sulit untuk dirinya terima.


Arka malu melewati meja itu, kembali ke meja kerjanya, dan menatap beberapa dokumen yang belum dirinya selesaikan kemarin, pernah dirinya buru-buru pulang dan khawatir soal keadaan Viola.


Namun siapa yang tahu, entah apa yang viola Lakukan dibelakangnya, apakah dia diam-diam bertemu dengan anggota Keluarga Cavel?


Apakah dia diam-diam menjadi mata-mata suruhan mereka?


Semakin memikirkan ini semakin cemas dan takut yang Arka rasakan.


Apakah hal-hal yang mereka alami belakangan adalah sebuah tipuan?


Viola gila sangat mengerti tentang dirinya, balap tentang dirinya dia sangat paham.

__ADS_1


Namun dirinya tidak tahu apapun tentang Viola, atau apapun yang dipikirkan.


Banyak dari Viola yang dirinya tidak mengerti.


Tentang masa lalunya yang tidak pernah dirinya tahu dan baru belakangan dirinya tahu....


Dan sekarang tentang Keluarga Aslinya itu....


Orang-orang yang membunuh Ibu Kandungnya.


Hal-hal ini tiba-tiba membuat dirinya ingat tentang penembakan itu.


Bagaimana orang-orang bertato naga itu menyiksa Ibunya, lalu langsung menembak Ibunya dengan keji di kepalanya.


Semakin Arka memikirkannya, semakin Arka tidak tahu harus berbuat apa.


Kenangan-kenangan lama yang selalu muncul dan menghantui dirinya selama bertahun-tahun....


Mengingat itu lagi jelas membuat dirinya ketakutan dan merasa trauma....


Keluarga itu juga selama ini mengganggu dirinya dan tempo hari hampir membuat dirinya celaka.


Arka tiba-tiba merasa sangat lelah ketika memikirkan semua ini.


Dengan puncak kelelahan itu, akhirnya Arka tertidur dimejanya.


Dan sekali lagi, dalam mimpinya itu, dia dihantui oleh ingatan masa lalu.


Namun kali ini mimpi ini dimodifikasi.


Dalam mimpi itu, bukan laki-laki bertato yang memegang pistol, namun Viola, yang memegang pistol itu sambil tersenyum kearahnya.


Dan kali ini, bukan Ibunya yang diarahkan oleh pistol, namun itu adalah dirinya sendiri.


"Sungguh, Tuan Muda Arka sangat bodoh, apakah kamu pikir aku selama ini mencintai mu? Sangat mudah untuk berpura-pura didepan Tuan Muda Keluarga William yang tidak berguna ini,"


Dalam mimpi itu, Arka hanya terdiam ketakutan.


"Aku sudah mendapatkan yang aku mau, bukankah sangat bagus untuk membuang kamu yang tidak berguna?"


Seoalah-olah gagang pistol dingin tepat menyentuh kepalanya.


Pelatuk pistol yang sama yang merenggut nyawa Ibunya didepannya.


Perlahan bunyi pelatuk pistol mulai di tekan....


Dan....


DORRRR


"Tidak..... Viola.... Tidak!!!"


Arka yang berkeringat dingin itu terbangun dari mimpinya.


Wajah Arka terlihat sangat pucat ketika dia bangun, seolah-olah hal-hal yang barusan dialaminya itu nyata.


Rasa takut, cemas, sedih, panik, berkumpul dari satu.


Akra berkeringat dingin, jantungnya berdetak lebih kencang karena ketakutan.


Sungguh, mimpi itu benar-benar sangat konyol dan terlalu berlebihan.


Benar-benar sebuah mimpi yang tidak masuk akal.


Violanya jelas tidak akan memiliki ekspresi itu dan mengatakan hal-hal itu kepada dirinya.


Violanya tidak akan pernah membuat dirinya ketakutan seperti itu.


Karena selama ini Viola yang selalu berada di sampingnya, untuk menenangkan dirinya....

__ADS_1


Hari-hari yang mereka lalui bukanlah sebuah kebohongan...


Begitu pula dengan perasaan yang dirinya miliki untuk gadis itu....


Itu benar, kenapa dirinya sangat bodoh?


Otaknya tidak rasional.


Dirinya malah menuduh Viola.


Jelas, bahkan walaupun Viola berasal dari Keluarga Cavel, Viola tidak tahu apapun bukan?


Ya.


Dirinya yakin pada cinta nya terhadap Viola, jadi dirinya harus percaya pada Viola....


Mari mencari Viola dan meminta penjelasan ini darinya.


Dirinya harus segera minta maaf, karena sudah menuduh yang tidak-tidak.


Violanya tidak akan mungkin melakukan hal-hal seperti dalam mimpinya itu.


Akra lalu segera menatap kearah ponselnya, mencoba menelepon nomor Viola.


Namun nomor telepon Viola tidak bisa dihubungi.


Arka juga lalu melihat kearah depannya yang ada sebuah sarapan yang terlihat sudah dingin, tertata pada kotak makan siang yang terlihat familiar.


Arka lalu menatap kearah jam yang sudah menunjukan pukul sepuluh siang.


Arka segera berdiri, dan menuju ke meja tempat Viola biasanya bekerja.


Namun disana tidak ada apa-apa...


Namun Sarapan itu....


Viola yang membawanya?


Apakah tadi Viola sempat kesini?


Dengan buru-buru, Arka segera keluar dari ruangannya itu.


Dirinya harus menemukan Viola.


Namun kemudian, ketika sampai dilantai bawah, Arka bertemu dengan adiknya Louise yang memiliki wajah pucat.


"Kak Arka...." Kata Louise dengan panik.


"Louise, dimana Viola?"


Louise juga tidak tahu ketika ditanya itu.


"Kak Arka... Aku tidak tahu kemana Kak Viola pergi, tapi aku merasa dia akan melakukan hal-hal berbahaya,"


"Apa maksudmu?"


"Aku.... Aku juga tidak tahu, aku hanya melihat dia keluar dari Rumah Pagi ini menaiki taksi dan pergi, dia tidak mengatakan apa-apa, tidak dia mengatakan sesuatu setelah memasuki taksi...."


"Apa?"


Jelas, Arka menjadi panik ketika mendengar hal itu.


Kemana Viola pergi?


Louise juga jadi binggung ketika mendegar apa yang Viola katakan sebelumnya.


'Jaga Tuan Muda Arka, aku mempercayai mu, ada hal-hal yang harus aku lakukan,'


Sebuah kata-kata singkat yang memiliki banyak arti, namun Louise tidak mengerti.

__ADS_1


__ADS_2