Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 104: Kebersamaan


__ADS_3

Viola yang mendengar kata-kata dari Tuan Mudanya itu, jelas merasa terkejut untuk sesaat.


Dirinya juga tahu apa yang Tuan Mudanya itu ingin kau.


Ini memang sudah cukup lama sejak mereka terakhir kali melakukannya.


Apakah sekitar dua minggu lebih?


Ya sebenarnya itu tidak sampai benar-benar sangat lama.


Jika menilai dari keinginan yang jujur dari dalam hatinya, dirinya juga menginginkan untuk melakukan hal-hal itu.


Namun sekarang setelah mengetahui perasaan yang sebenarnya yang Tuan Mudanya miliki itu, Viola menjadi bingung sendiri untuk memutuskan.


"Viola? Apa kamu tidak menginginkan ku?" tanya Arka dengan ekspresi serius yang dia miliki.


Viola masih menatap kearah Tuan Mudanya itu dengan ekspresi sedikit ragu.


"Tuan Muda, saya rasa hal-hal ini terlalu cepat,"


"Tapi sebelum-sebelumnya kita sudah pernah melakukan ini, kamu tidak perlu memikirkannya terlalu dalam, hanya ikuti saja alurnya,"


Melihat tatapan Viola masih menunjukan sedikit keraguan, Arka segera menarik Viola kearahnya, lalu segera mencium bibir Viola.


Tidak ada penolakan di sana.


Melihat respon itu, tentu saja Arka menjadi ingin melanjutkan ciuman ini, menjadi ciuman lebih dalam dari sebelumnya.


Viola merespon ciuman ini dengan perasaan yang malu-malu, namun Viola sendiri di sangat menikmati hal ini, itu pula dengan Arka yang jelas menikmati semua ini.


Dalam ciuman ini, mereka berdua seolah untuk saling memahami satu sama lain, kami hal-hal yang tidak bisa diucapkan namun bisa dirasakan.


Sampai keduanya hampir kehabisan nafas karena tenggelam dalam ciuman ini, Arka segera melepaskan ciumannya itu.


Lalu Arka menatap serius kearah Viola yang wajahnya mulai memerah.


"Bagaimana? Kamu menyukainya bukan?"


Viola hanya menyatukan kepala masih merasa sedikit malu untuk mengakuinya, namun dirinya benar-benar tenggelam dalam hal hal ini.


Viola juga mulai memiliki sebuah keinginan, jika hal hal ini saja tidak cukup dirinya ingin lebih.


Tentu saja yang merasakan ini tidak hanya Viola, namun juga Arka.


Mereka berdua saling tatap penuh dengan keinginan.


Bahkan tanpa kata-kata pun mereka berdua saling mengerti apa yang masing-masing inginkan.


Dan begitulah malam ini, mereka berdua memiliki kenangan yang tidak akan terlupakan.


####


Pagi itu, Viola namun terbangun lebih dahulu. Hal pertama yang dirinya lihat dan rasakan adalah sosok wajah tampan tertentu disampaignya, yang saat ini terlihat seperti tidak memakai apapun kecuali selimut yang menutupi tubuhnya.


Ini bukan pertama kalinya terjadi hal-hal seperti ini.


Namun entah bagaimana rasanya sungguh berbeda.


Sesungguhnya dirinya masih tidak mempercayai bahwa Tuan Mudanya ini memiliki perasaan pada dirinya.


Namun dari cara bagaimana Tuan Mudanya memperlakukan dirinya dengan lembut dan tulus, Viola juga sadar jika hal-hal itu nyata.


Terutama tadi malam, dimana Tuan Mudanya juga bersikap begitu lembut saat melakukannya.


Ini benar-benar berbeda ketika mereka pertama kali melakukannya, dan entah bagaimana ini terasa lebih menyenangkan.


Apakah ini karena dirinya tahu bahwa sekarang Tuan Mudanya Memiliki perasaan padanya?


Ya, memikirkannya saja soal hal-hal ini benar-benar membuat Viola tidak bisa berhenti tersenyum, lalu sekali lagi menatap wajah tidur itu.


Viola melihat wajah itu terlihat tenang dan damai, terlihat sangat tampan ketika Tuan Mudanya ini tertidur.


Biasanya, ketika Tuan Mudanya bangun, dia selalu begitu berisik dan bersemangat, namun begitu tidur ekpersinya menjadi lebih lembut.

__ADS_1


Tanpa sadar, Viola lalu mengelus rambut hitam Tuan Mudanya itu.


Walaupun sebagian rambut Tuan Mudanya belum tumbuh, namun dia masih terlihat sangat tampan.


Ya, wajah tampan yang selalu dirinya kagumi bertahun-tahun ini.


Bohong jika dirinya mengatakan jika wajah ini tidak menarik, wajah Tuan Mudanya ini selalu memikat dan menarik hati.


Kulit putihnya yang lembut dan sedikit pucat, juga bentuk tubuh Tuan Mudanya yang terawat dengan baik.


Pesona yang selalu dirinya lihat setiap hari selama bertahun-tahun namun tidak pernah sekalipun membuat dirinya bosan.


Dan tidak pernah mengira, wajah tampan disampaignya ini benar-benar telah menjadi miliknya...


Menjadi suaminya...


Perasaan ini benar-benar sangat baru dan jelas menyenangkan.


Apalagi setelah hal-hal yang mereka lakukan tadi malam, mereka menjadi lebih dekat dan lebih dekat lagi.


Tidak masuk akal jika dirinya menolak Tuan Mudanya, walaupun dirinya sendiri tidak tahu berapa lama ini akan berlangsung, namun yang paling penting untuk menikmati hal-hal ini yang saat ini mereka rasakan seperti apa yang Tuan Mudanya katakan.


Semuanya akan baik-baik saja, hubungan antara mereka berdua.


"Viola? Kamu sudah bangun?"


Arka yang dari tadi menutup matanya itu mulai perlahan membuka matanya, lalu segera menatap kearah Viola.


Namun kemudian dirinya merasakan tangan Viola yang ada di pipinya, Arka segera mengambil tangan itu lalu meletakkannya di bibirnya, dan mencium tangan itu.


"Viola, kamu sudah menjadi begitu nakal pagi-pagi,"


Ekpersi Viola segera menjadi sedikit memerah.


"Saya tidak melakukan apa-apa,"


Arka hanya tersenyum senang, melihat ekspresi Viola itu, lalu mulai berkata,


"Sebenarnya, kamu bisa melakukan apapun padaku jelas aku tidak akan menolaknya, aku bahkan akan menikmatinya,"


"Jangan mengatakan hal yang aneh begitu pagi-pagi,"


"Viola... Kamu bisa begitu lucu. Bagaimana jika kamu memberiku ciuman selamat pagi, hmm?"


Arka sedikit bercanda ketika mengatakan itu namun ternyata, Viola segera mencium bibir Arka dengan cepat.


Ekspresi Arka sedikit berubah, tidak akan mengira jika sekarang Viola menjadi lebih berani padanya.


"Aku merasa ini masih kurang," kata Arka lagi.


"Tuan Muda berhenti bicara omong kosong mari kita segera bangun, karena nanti akan ada meeting di luar,"


"Apakah harus? Bukankah ini hari Sabtu?"


"Namun memang ada jadwal untuk bertemu salah satu klien hari ini,"


"Begitu menyebalkan. Aku sangat lelah dan tidak ingin bangun,"


"Bukankah itu karena semalam Tuan Muda menjadi berlebihan?"


"Aku tidak berlebihan!! Aku masih menahan diri semalam!!"


"Apakah benar? Lalu kenapa sekarang pagi-pagi sudah lelah? Ini jelas efek...."


"Baik-baik, Viola aku akan segera bangun dan mandi, jangan berkata apa-apa lagi,"


Viola segera mengambil jubah mandi di laci meja dan memakainya, berniat segera ingin pergi ke kamar mandi, namun memang badannya terasa tidak nyaman, sepertinya ini memang efek semalam.


Melihat Viola yang tidak mengenakan apapun, dan hanya memakai baju handuk tipis itu, Arka tiba-tiba memiki sebuah ide nakal.


"Viola, aku tidak ingin pergi mandi sendiri, aku begitu lelah, bagaimana jika kamu membantuku mandi?"


"Tuan Muda mulai bertingkah manja,"

__ADS_1


"Viola... Ayolah mari mandi bersama...."


Arka mengira jika Viola apaan menolak keinginannya yang tidak masuk akal itu, namun siapa yang mengira jika Viola tidak menolaknya, dan begitulah mereka berdua akhirnya mandi bersama, dan memiliki hal-hal tambahan lainnya yang dilakukan pagi itu.


####


Dan begitulah hari-hari Arka dan Viola berjalan dalam damai, mereka menjalani hari-hari mereka dan menjadi lebih dekat satu sama lainnya.


Siang itu, Arka dan Viola baru saja menyelesaikan salah satu tugas untuk mengawasi berjalannya salah satu Proyek milik Perusahaan William.


Viola melihat jika Tuan Mudanya itu, belakangan menjadi lebih serius melakukan hal-hal ini, dia benar-benar senang melihatnya.


"Aku rasa Proyek ini baik-baik saja, aku sudah memeriksa dan memastikan bahan-bahannya tepat," kata Arka menilai proyek yang baru saja dilihatnya itu.


"Itu benar, saya juga merasa semua ini baik-baik saja. Setelah ini mari kita membuat laporannya untuk Proyek ini,"


"Tentu saja. Sekarang mari kita makan siang,"


Tanpa mereka tahu, beberapa orang saat ini sedang menatap dan mengawasi mereka berdua dari jauh.


Hanya saja ketika mereka pulang ke kantor, sempat terjadi masalah pada mobil mereka.


Arka dan Viola yang saat ini mengobrol dengan santai itupun menjadi panik ketika tiba-tiba mobil berhenti.


Hal-hal ini seperti hal-hal yang cukup familiar.


"Ada apa Pak Supir?"


"Sepertinya, ada masalah dengan Roda Mobil kita,"


Arka dan Viola lalu langsung saling bertatapan.


"Anda tenang saja Tuan Muda, tidak akan terjadi apa-apa, dibelakang kamu sudah menyewa Pegawal handal,"


Dan benar saja, memang terjadi penyergapan tiba-tiba.


"Sial! Itu pasti ulah orang-orang dari Keluarga Cavel itu lagi!!" Kata Arka dengan sial.


Sangat beruntung pengawal yang mereka bawa bekerja dengan baik, dan membuat lawan kabur dengan cepat.


"Hah, saya jika benar benar tidak tahu apa mau mereka,"


"Yang jelas, mereka itu sangat menyebalkan, aku sungguh membenci mereka, hanya dengan mendengar nama mereka saja sudah membuatku sangat kesal,"


"Mereka memang suka membuat masalah,"


"Jelas, aku benci semua Keluarga Cavel itu!! Kalau bisa aku ingin melenyapkan keluarga menyebalkan itu!!"


Viola yang mendengar itu jelas tahu apa yang Tuan Mudanya itu katakan.


Setelah Insiden yang Tuan Mudanya ceritakan, soal kenyataan jika kematian Ibu Tuan Mudanya Ibu ulah Keluarga Cavel, sangat wajar jika Tuan Mudanya membenci mereka, apalagi mereka yang selalu membuat gara-gara seperti saat ini.


Akhirnya dengan perasaan yang tidak enak, keduanya berhasil kembali ke Kantor dengan selamat.


Setelahnya, Viola lalu menyuruh Para Pengawal untuk lebih berhati-hatilah disaat mengawasi mereka.


Takut-takut, berikutnya bukan hanya masalah ban mobil namun bisa jadi rem mobil, hal-hal itu terjadi mungkin akan lebih banyak masalah yang akan menimpa dirinya dan Tuan Mudanya itu.


Viola juga menjadi begitu lelah ketika memikirkan hal-hal ini.


Agar dirinya bisa kembali fokus, Viola memutuskan untuk membeli beberapa minuman di cafe sebelah perusahaan.


Namun tiba-tiba ketika Viola sampai di luar, ada seseorang yang menabrak dirinya.


Viola awalnya tidak terlalu menganggap besar hal-hal itu.


Sampai kemudian Viola menemukan sebuah foto yang jatuh dari orang yang menabraknya.


Viola awalnya ingin mengembalikan nya kepada pemiliknya, namun pemiliknya sudah menghilang.


Kemudian, Viola menatap foto itu dengan ekpersi terkejut.


Ini adalah foto yang sama yang ada di kalung miliknya.

__ADS_1


Di bawah foto itu, ada sebuah tulisan,


'Jika Kamu ingin tahu soal Keluarga Kandungmu yang sebenarnya, Datang Sore ini di Jl. C, kamu akan tahu semuanya di sana,'


__ADS_2