
Arka menyatakan cintanya pada Viola dengan sisa keberanian yang dirinya miliki.
Sekarang yang dirinya tunggu adalah jawaban dan respon dari Viola.
Arka segera menatap Viola lekat-lekat, menantikan jawaban apa yang akan keluar dari Viola.
Tentu saja, Arka merasa sangat gugup soal hal-hal ini.
Disisi lainnya Viola tiba-tiba merasa terdiam setelah mendengar pernyataan yang Tuan Mudanya katakan itu.
Tentu saja dirinya tidak mempercayai apa yang Tuan Mudanya katakan.
Ini terdengar sangat tidak masuk akal bagaimana Tuan Mudanya bisa jatuh cinta pada dirinya.
Namun jika memikirkan hal ini lebih dalam alasan itu yang paling masuk akal untuk menjelaskan semua tindakan yang Tuan Mudanya lakukan padanya.
Viola juga mengigatkannya lagi ketika malam itu, mereka sedang terpengaruh oleh Obat, dimana Tuan Mudanya entah bagaimana hanya menyebut namanya ketika melakukannya.
Menyebut namanya seolah-olah benar-benar sangat menginginkan dirinya ini....
Hanya memikirkannya saja jika ternyata Tuan Mudanya ternyata melakukan hal seperti itu padanya karena Tuan Mudanya memiliki perasaan padanya....
Ciuman itu..
Hal-hal kecil seperti ciuman selamat pagi, pelukan dimalam hari, bagaimana Tuan Mudanya memberinya hadiah yang tidak masuk akal, tahu hal-hal yang dirinya sukai atau juga memberikan Rumah sebesar ini padanya.
Dan entah bagaimana Tuan Mudanya tidak ingin berada dikamar yang berbeda dengan dirinya...
Jika dirinya mengumpulkan hal-hal kecil tentang Tuan Mudanya, sebenarnya jawaban Tuan Mudanya soal bagaimana dia jatuh cinta padanya benar-benar sangat masuk akal sekali.
Ya, kenapa dirinya bisa tidak menyadarinya?
Bukannya semuanya terlihat dengan jelas sekali?
Namun rasanya cukup aneh.
Ketika dirinya memikirkan bagaimana Tuan Mudanya ternyata Mencintai dirinya, dan hal-hal byajh Tuan Mudanya lakukan karena Tuan Mudanya mencintai dirinya, dan mengiginkan dirinya.
Lalu dengan berani, Tuan Mudanya juga menikah dengan dirinya.
Perasaan apa ini?
Perasaan hangat, karena seseorang mengagap dirinya berharga dan sangat mencintai dirinya?
Sebuah perasaan hangat, yang tidak pernah Viola rasakan.
Rasa bahagia, yang datang entah dari mana, dan detak jantungnya yang perlahan-lahan berdetak lebih kencang.
Dan kemudian ketika menatap wajah Tuan Mudanya sekali lagi, pasangan Viola pada Tuan Mudanya itu menjadi berubah.
Tuan Mudanya menyukai dirinya...
Ini...
__ADS_1
Viola sekarang tiba-tiba merasa malu, tidak tahu harus merespon seperti apa.
"Viola.... Aku menyukaimu...."
Mendengar pernyataan itu sekali lagi, hati Viola terasa ingin meledak.
Tiba-tiba Viola tidak memiliki keberanian menatap Tuan Mudanya itu, terlalu malu untuk menatapnya.
Hal-hal seperti ini tidak pernah dirinya kira atau perhitungankan, jadi dirinya tidak siap dengan situasi yang tiba-tiba ini.
Dan tidak tahu harus merespon seperti apa...
"Tunggu.... Tunggu... Tuan Muda.... Beri aku waktu...." Kata Viola dengan gugup lalu segera melarikan diri dari sana.
Viola terlalu tidak siap dengan Perasaan baru itu.
Sedangkan Arka sendiri, entah bagaimana menyukai perubahan ekspresi Viola.
Sepertinya seperti ini cukup mempan?
Dengan ciuman atau tidur bersama sama sekali tidak mempan karena Viola hanya mengagap itu sebagai beberapa tugasnya.
Namun kali ini dengan pernyataan cintanya, dirinya harap Viola mengerti.
Satu langkah berhasil.
Walaupun dirinya masih cemas dengan jawaban Viola...
Namun sekarang tidak apa-apa.
Dan membuat Viola mengerti jika perasaanya ini nyata...
Bahwa dirinya ingin bersama dengan Viola...
Satu langkah lagi, sampai mereka benar-benar bisa bersama...
Memikirkannya saja membuat Arka sangat senang.
####
Di tempat lainnya, disalah satu Apartemen Mewah tertentu, telihat seorang Pria sedang menatap beberapa foto ditangannya dengan gemetar.
Dia adalah Lewis Cavel, yang baru saja menerima laporan dari bawahannya.
Laporan yang dirinya dapatkan adalah laporan soal masalalu gadis bernama Viola saat ini merupakan istri dari Arka William.
Hal yang membuat dirinya terkejut adalah melihat foto Viola saat masih kecil.
"Tidak... Ini sungguh tidak mungkin...."
Dirinya masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya itu.
Wajah di foto ini terlihat sangat familiar.
__ADS_1
Lalu, Lewis mulai mengambil ponselnya, dan membuka sebuah album dan melihat sebuah foto yang sama dari seorang gadis kecil.
Dalam dua foto itu walaupun terlihat jelas perbedaan pakaian yang dua gadis kecil pakai namun wajah dari dua gadis kecil dalam foto itu terlihat sama bahkan ekspresi dingin yang mereka miliki.
Lewis masih tidak percaya walaupun melihat ini beberapa kali.
Dan sekali lagi, dirinya memastikan ini pada bawahannya itu,
"Ini benar foto ketika Viola itu masih kecil?"
"Saya sangat yakin saya mendapatkan foto itu dari Panti Asuhan tempat dia tinggal dulu. Itu adalah foto dokumentasi yang diambil tidak lama setelah gadis itu dulu masuk ke sana, jadi hal-hal ini sangat valid,"
Sekarang setelah melihat foto itu, Lewis segera teringat kembali kata-kata anak buahnya soal bagaimana Viola pernah mengalami suatu kecelakaan ketika dirinya kecil sebelum berada di Panti Asuhan sampai dia kehilangan ingatannya.
Jika dipikirkan lagi petunjuknya sudah jelas.
Dan saat melihat wajah Viola, yang benar-benar terlihat cukup mirip dengan Almarhum Ibunya itu, ini benar-benar seakan mengkonfirmasi jika Gadis itu adalah adiknya yang hilang.
Namun bagaimana bisa adiknya yang hilang berada dalam Keluarga William?
Apakah ini merupakan rencana dari Keluarga William?
Atau malah ini murni tidak sengaja?
Namun sekarang bagaimana?
Apa yang harus dirinya lakukan pada Viola?
Saat ini jelas, Viola ini menikah dengan salah satu Tuan Muda dari Keluarga William yang memiliki hubungan yang sangat buruk dengan keluarga mereka.
Jika dirinya memberitahu hal ini secara tiba-tiba kira-kira bagaimana perasaannya...
Dirinya sendiri sejujurnya juga tidak tahu harus bagaimana.
Kenyataan ini terlalu sulit untuk diterima.
Karena di masa lalu orang-orang yang menculik Viola adalah orang-orang dari Keluarga William.
Belum lagi masalah yang begitu rumit.
Jika hal-hal ini sampai diketahui oleh Kakeknya atau Ayahnya, dirinya tidak tahu juga harus seperti apa.
Dirinya cukup takut jika adiknya harus terlibat dalam perselisihan keluarga yang tidak ada ujungnya.
Hanya memikirkan ini saja membuat dirinya bertambah pusing.
Dan sungguh, dari semuanya, ternyata adiknya itu sudah menikah....
Hah...
Bagaimana ini...
"Baik, kalian sudah bisa pergi. Coba kalian selidiki soal Arka William, lihat seperti apa orang itu sebenarnya, masalalunya dan hal-hal lain soal orang itu dengan lengkap,"
__ADS_1
Mendengar perintah baru dari atasannya itu sang bawahan tentu saja menurut lalu dia segera pergi dan meninggalkan Lewis yang masih terlihat memiliki ekspresi yang rumit di wajahnya sambil menatap foto di tangannya.
"Clarissa, sekarang apa yang harus aku lakukan padamu? Aku begitu merindukanmu....."