Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 19: Rencana Jahat


__ADS_3

Hari-hari berlalu dalam sekejap, jelas saja Berita soal pengangkatan Arka menjadi Wakil Direktur itu sudah sampai kemana-mana, salah satunya sampai ke telinga Ibu Tiri Arka, Laura William.


Sejak mendegar kabar itu, tentu saja dirinya takut, bagaimana jika Arka itu semakin melesat dan memiliki prestasi?


Bukankah kesempatan Putranya untuk mendapatkan Harga Warisan Keluarga William akan semakin kecil?


Saat ini saja, Putranya masih dalam tahap tidak begitu disukai oleh Kakek dan Neneknya, dan hanya mendapatkan posisi yang cukup rendah dibandingkan cucu lainnya ketika memasuki Perusahaan William.


Padahal Putranya memiliki segudang prestasi dan pencapaian selama ini.


Salah satu lulusan termuda dan terbaik dari Kampusnya, seorang jenius yang membuat semua orang kagum.


Harusnya, Putranya ini bisa menjadi kebanggaan Keluarga William dan kesayangan dari Kakek dan Neneknya itu, namun ada sandungan berat untuk hal itu, yaitu Putra Tirinya, Arka William.


Arka itu...


Walaupun dia tidak memiliki prestasi apapun, Kakek dan Neneknya selalu memanjakannya, dan bahkan sekarang dia mendapatkan posisi yang lebih menjanjikan lagi dalam Perusahaan.


Apalagi Pernikahan Arka dengan Pelayan Pribadinya itu, membuat dirinya cukup terganggu.


Ini karena Pelayan Pribadi ini sebenarnya cukup cakap dan pintar, dimasalalu Pelayan Pribadi Arka ini yang menggagalkan rencananya.


Awalnya dirinya memang sengaja membesarkan Arka sebagai anak yang nakal dan bodoh, dengan harapan dia akan ditendang dari posisi ahli waris, dirinya juga membuat hubungan Ayah dan Anak ini menjadi buruk.


Namun siapa yang tahu, walaupun Putra Tirinya tidak mendapatkan cinta Ayahnya, dia tetap mendapatkan cinta Kakek dan Neneknya.


Belum lagi, berkat Viola itu yang membongkar kedoknya didepan Arka dulu, membuat Arka akhirnya memusuhinya.


Dan sekarang Arka William itu benar-benar menjadi duri dalam rencananya itu, terutama karena ada Viola itu, dan sekarang Viola itu menjadi Istri Arka, bagaimana jika Viola sebenanya mengincarnya harta warisan Keluarga juga?


Dirinya selalu merasa kalau Viola ini tidak bisa dibiarkan begitu saja bersama Arka.


Dulu Arka adalah anak yang patuh yang mudah dirinya tipu, namun karena Viola itu, semua jadi berantakan!!


Tiba-tiba sebuah ide terbesit dalam benaknya.


Bagaimana kalau dirinya mencari seorang wanita yang patuh untuk mengoda Arka itu?


Juga bisa menjatuhkan reputasi Arka jika sampai dia berselingkuh tidak lama setelah Pernikahannya.


Itu benar, dirinya harus mencarikan seseorang yang cocok untuk tugas ini.


Laura lalu mulai menelepon seseorang,


"Tolong Carikan aku seorang gadis yang terlihat polos dan cantik yang mau dibayar olehku untuk mengoda Putra Tiriku,"


'Baik, Nyonya Laura dengan koneksi saya, saya akan mencarikan seseorang sesuai keinginan Nyonya secepatnya,'


"Ya, cari beberapa yang kira-kira cocok dan kirimkan data mereka padaku,"

__ADS_1


'Siap, kami akan mencoba melakukannya secepatnya, apakah ada Kriteria lainnya?'


"Dia harus wanita yang terlihat baik-baik, jangan mencari asal wanita dari klub malam, cari yang benar-benar masih murni,"


'Baik, Nyonya.'


"Bagus,"


Memikirkan rencananya itu, Laura terlihat tersenyum senang. Lalu dirinya segera menuju Ruang Kerja Suaminya.


"Sayang, tumben kamu kesini?"


"Aku hanya menanyakan, aku dengar Arka dinaikkan jabatannya di Perusahaan?"


"Itu benar, ini adalah permintaan Ibuku,"


"Begitu? Tidakkah jika dia ada diposisi yang lebih tinggi dan membuat masalah hanya akan lebih membuat malu namamu?"


"Hah, aku juga tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Ibuku, dan lagi bahkan Arka itu baru diangkat namun dia langsung membuat keributan,"


Laura pura-pura tidak tahu, lalu bertanya,


"Keributan seperti apa?"


"Ya, dia bertaruh soal mendapat Proyek yang tidak akan dia dapatkan, dan lagi bisa jadi dengan mengikuti Proyek itu Arka ini malah bisa membawa mala petaka dalam keluarga, siapa yang tahu kalau dia bisa menyinggung mereka,"


Kali ini Laura bertanya karena benar-benar tidak tahu.


Dirinya sempat dengar bagaimana sepertinya Proyek yang akan dilakukan Arka ini bermasalah, tapi dirinya tidak tahu apa yang salah.


"Kamu tahu bukan Keluarga Cavel?"


Laura lalu merasa sedikit gemetar, tentu saja dirinya tahu Keluarga itu, kalau tidak salah mereka adalah musuh bebuyutan Keluarga William sejak lama, dulu mereka bersaing secara ketat, namun tiba-tiba mereka tidak lagi berurusan satu sama lain karena beberapa Insiden.


Walaupun dirinya juga tidak tahu lengkap tentang apa yang terjadi, tapi setahunya Keluarga Cavel melemah cukup berbahaya.


Mereka terkenal sebagai Keluarga Mafia dibalik layar, yang menjalankan bisnis gelap, namun berpura-pura menjadi Bisnismen biasa.


"Mereka akan ikut bersaingan dalam proyek itu?"


"Tepat, sekali. Seharusnya Ayahku sudah menolak proyek itu, namun aku tidak tahu kenapa itu bisa sampai ke tangan Arka, ini pasti kalau tidak ulah Adik sialan itu, ini ulah adik ipar ku, mereka selalu memiliki rencana tersembunyi,"


"Kamu harus sabar, sayang."


"Hah.... Kamu benar, emosi hanya akan membawa sengsara jika berburusan dengan saudara-saudaraku itu."


"Ngomong-ngomong, apakah kamu tidak bisa menaikan jabatan untuk Louise juga? Dia memiliki kinerja yang baik di perusahaan?"


"Ya, aku sangat puas dengan kinerja Louise, dia sangat baik di Tim Pemasaran, dia baru bergabung saja sudah meningkatkan pemasaran. Namun soal kenaikan jabatan, aku tidak bisa apa-apa, ini keputusan Ayah atau Ibuku,"

__ADS_1


"Kamu tidak mencoba membujuk mereka?"


"Tentu saja aku akan mencoba membujuk mereka, namun mereka susah di bujuk, kamu tahu sendiri bagaimana mereka membenci Putra kita Louise,"


Laura memikirkan hal-hal ini juga menjadi jengkel.


Orang-orang tua sialan itu!!


Mereka selalu saja merendahkannya dirinya dan putranya, padahal diantara cucu Keluarga William Putranya lah yang memiliki Prestasi paling baik, namun tetap tidak dipandang, sedangkan Arka?


Anak tirinya itu, bahkan tidak bisa apa-apa namun mendapatkan jabatan yang begitu tinggi....


Sialan!!


Arka itu memang begitu merusak pemandangan, memang harus segera disingkirkan.


Sukur-sukur dia berurusan dengan Keluarga Cavel itu, agar dia mendapatkan pelajaran.


####


Diruangannya, saat ini Arka begitu serius menangani Proyek yang akan dirinya kerjakan ini, namun ada masalah serius.


"Hmm, kamu belum menemukan Arsitektur untuk Proyek ini, Viola?"


"Saya tidak tahu kenapa, namun Arsitektur di Perusahaan memang sedang mengerjakan proyek lainnya, mereka juga banyak memberi alasan, sepertinya dari awal mereka memang tidak mau terlibat dengan proyek ini,"


"Sialan!! Lalu bagaimana? Apakah kamu mencoba mencari diluar?"


"Sudah, saya sudah menelepon beberapa kantor Arsitektur besar, namun ketika mereka mendengar nama Proyek ini, mereka langsung mundur,"


"Apa? Sebenarnya kenapa dengan Proyek ini? Kenapa tidak ada yang mau ikut dalam tim kita? Aku juga cukup kesulitan menemukan Tim yang akan membantu kita dalam Proyek. Beberapa orang dalam Perusahaan juga menolakku. Ini benar-benar memuakan!!"


"Aku memang sudah curiga, sepertinya ada yang tidak beres dengan Proyek ini,"


"Tapi apa? Selain saingan kita CVL Group tidak ada hal yang aneh lainnya,"


"Aku memikirkannya, mungkin masalahnya ada di CVL Group ini, apakah Tuan Muda tidak tahu sesuatu tentang Perusahaan ini?"


Arka mengeleng-gelengkan kepalanya, dirinya benar-benar tidak tahu hal-hal siap CVL Group ini.


Sebenarnya ada apa dengan CVL Group ini?


Tiba-tiba dirinya merasakan firasat yang tidak enak.


Semoga tidak ada masalah apapun yang terjadi.


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2