Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 62: Masalalu Yang Hilang


__ADS_3

Melihat Daania itu, ekpersi Viola sedikit berubah.


Daania sendiri ketika melihat Viola memegang bebagai Tas Belanja malah, jelas merasa sangat iri dan benci.


Begitu marah, kenapa bisa-bisanya, saudara angkatnya yang entah berasal dari mana ini bisa sangat beruntung menikah dengan Tuan Muda Arka William.


Hah, apakah ini karena Viola itu dulu menjadi Pelayan Pribadi Tuan Muda itu?


Harusnya dulu dirinya menerima saja menjadi Pelayan Tuan Muda itu, kalau tahu akhirnya bisa menjadi Istrinya seperti Viola itu.


Sungguh sial sekali.


Dulu, dirinya memang sempat takut ketika di tunjuk oleh Keluarga William agar mau menjadi Pelayan Pribadi Tuan Muda Arka itu.


Kerena semua rumor buruk yang dirinya dengar sebelumnya, seperti Tuan Muda Arka itu sedikit tidak waras setelah kehilangan Ibunya, atau soal dia Kasar dan Nakal, dan tukang membuat masalah.


Dirinya sempat ketakutan dan menolak saat itu, namun Keluarganya memang sudah menjadi salah satu pelayan setia Keluarga William, bisa menolak hal itu.


Melihat dirinya yang begitu ketakutan dan menolak itu, akhirnya, Ibunya menemukan solusi dugem menemukan anak adopsi yang bisa menggantikan dirinya, dan itulah Viola.


Dirinya sudah tidak menyukai Viola itu sejak pertama kali bertamu dengannya, bagaimana gadis terlihat tidak memiliki ekpersi dan menyeramkan.


Bagaimana gadis itu berani selalu mengabaikannya.


Sial!!


Dan sekarang dia menjadi Nyonya Keluarga William dengan menikahi Tuan Muda Arka William!


Dan sekarang, orang itu bersenang-senang dan berlanja barang mewah ini!


Dirinya benar-benar tidak bisa menerima ini.


Harusnya, dirinya yang menikahi Tuan Muda Arka, harusnya itu adalah tempatnya, namun itu malah menjadi milik Viola sialan ini!!


"Hey, Viola sialan, sekarang kamu berani mengabaikanku? Sungguh tidak tahu diri," kata Daania dengan ekpersi kesal.


"Bukan seperti itu, Daania. Apa kabar sekarang kamu? Bagaimana dengan Ayah dan Ibu?"


Daania malah tertawa mendengar perkataan Viola itu.


"Kamu rupanya masih ingat jika memiliki orang tua. Kamu, itu aku sudah begitu baik dan mengangkatmu sebagai Putri mereka, membuatmu sampai pada posisi seperti ini, namun kamu sekarang melupakan kami, bahkan tidak pulanglah kamu menikah? Benar-benar kurang ajar,"


Viola mencoba menjawab,


"Aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja, belakangan ini aku begitu sibuk, belum memiliki waktu untuk berkunjung ke sana,"


"Halah, ini hanya alasan saja. Dasar tidak tahu diri. Dan lihat, dengan wajah Jelekmu ini, kamu berani menikah dengan Tuan Muda Arka, aku penasaran Trik macam apa yang kamu gunakan untuk memperdaya Tuan Muda Arka itu, ah benar juga, Tuan Muda Arka itu memang sepertinya cukup bodoh karena terkena Trik murahanmu itu,"

__ADS_1


Viola yang mendengar Tuan Mudanya itu dijelek-jelekkan, Viola tentu saja menjadi marah.


"Daania! Jangan bicaramu!!! Jangan bicara macam-macam soal Arka," kata Viola dengan nada tinggi.


Daania yang di bentak oleh Viola itu menjadi marah, lalu segera menampar Viola.


"Kamu sekarang berani membentak ku? Padahal aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya! Siapa yang tidak tahu jika, Tuan Muda Arka itu terkenal bodoh dan tidak berguna di Kelurga William? Hah, hanya Tuan Muda Buangan, hanya karena kamu menikah dengannya, kamu jangan sombong ya!!"


Viola jelas menahan emosinya mendegar kata-kata Daania dan juga tamparan di pipinya.


Mendengar orang lain mengatakan hal-hal buruk tentang Tuan Mudanya itu, membuat dirinya benar-benar marah.


Karena dirinya tahu, Tuan Mudanya tidak seperti itu.


Tuan Muda adalah seseorang yang baik hati dan penuh perhatian, hanya saja dia kurang bisa mengungkapkannya, juga karena memang berbagai masalah yang dia alami sejak kecil.


Dia selalu memiliki nasip yang malang, namun semua orang terus memaksanya, dan merendahkannya dari dulu.


Semua Tragedi memang di mulai sejak kematian Ibu Kandung Arka....


"Daania, aku benar-benar tidak ingin membuat masalah. Aku akan pergi, dan sekali lagi aku peringatkan padamu, kamu jangan sekali-kali berani merendahkan Tuan Muda Arka lagi, atau kamu akan tau akibatnya,"


"Kamu!! Kamu berani mengancamku?" Kata Daania lagi.


Namun Viola segera pergi dari sana, mengabaikan kata-kata Daania berikutnya.


Lagipula disana juga mulai menjadi menarik perhatian, pasti Daania juga akan malu jika melakukan aksi lainnya, dan membuat beberapa masalah dengannya sekarang.


Ada beberapa barang juga yang harus dirinya ambil di rumah.


Dengan itu, agar tidak menimbulkan masalah lebih buruk, Viola segera berencana pergi pulang ke Rumah Keluarga Angkatnya.


Tidak lupa, Viola membeli beberapa barang-barang untuk oleh-oleh mereka.


Dan tentu saja, ini menggunakan Uang Pribadinya, tidak ingin menghabiskan uang Tuan Mudanya untuk hal-hal tidak perlu.


Namun sayangnya, ketika Viola tiba di Rumah itu, Rumah itu dalam keadaan kosong.


Sepertinya, Orang Tua Angkatnya tidak di Rumah.


Untungnya, Viola memiliki kunci cadangan, kemudian masuk kedalam, meletakan barang-barang oleh-olehnya, kemudian memasuki kamar miliknya.


Tidak, ini tidak bisa disebut sebuah kamar.


Ini awalnya adalah gudang yang di modifikasi menjadi Kamar.


Lagipula, dirinya jarang tinggal di Kamar ini, karena sebagian waktunya dirinya tinggal di Rumah Keluarga William.

__ADS_1


Ketika melihat kearah kamar lamanya itu, tempat itu masih sedikit rapi, namun memiliki banyak debu, itu hanya ruangan kurang dari 3 meter persegi.


Dirinya sudah lama tidak kesini, apakah sudah dua bulan?


Viola lalu membuka laci lemarinya.


Semua masih tertata seperti saat dirinya pergi.


Dari salah satu laci di lemari, Viola mengambil sebuah kotak, lalu membukanya.


Didalamnya ada sebuah liontin berbentuk kotak kecil yang berisi sebuah foto.


Foto dari seorang wanita yang memiliki wajah sedikit mirip dengannya, bersama dengan seorang bayi dan seorang anak laki-laki kecil.


Terlihat dari foto, itu, anak laki-laki dalam foto juga mengenakan sebuah kalung yang mirip dengan miliknya.


Ini adalah wajah-wajah yang dirinya tidak kenal.


Ingatan yang hilang...


Siapa mereka?


Apakah Keluarga kandungnya?


Viola sendiri juga tidak tahu, dirinya tidak ingat.


Dirinya hanya berpikir, apakah suatu saat ingatannya akan kembali?


Ingatan masalalunya yang hilang.


####


Di tempat lain, didalam sebuah pesawat, terlihat hanya ada satu orang Pria yang cukup tampan.


Dia menatap sebuah liontin berbentuk kotak, dengan sebuah foto didalamnya.


Foto seorang wanita yang mengendong bayi dan seorang anak.


Dia menatap foto itu dengan ekpersi sedih.


'Mama... Percayalah aku akan menemukan adikku yang hilang... Dan aku akan memastikan untuk balas dendam pada Keluarga William yang berani menculik adikku dulu, jadi Mama bisa tenang di alam sana....'


Itu adalah sebuah tekat yang dia miliki setelah memutuskan kembali ke negara ini.


Tidak lama kemudian ada seorang yang terlihat seperti Pramugari datang,


"Tuan Muda Lewis, apakah anda ingin makan siang di Pesawat atau nanti setelah tiba di bandara?"

__ADS_1


"Makan siang saja disini, setelah turun aku akan segera sibuk dan langsung ke CVL Group. Aku dengar dari Kakek, adikku Marsela membuat masalah," kata Lewis dengan ekpersi tenang.


"Ah, begitu. Baik saya akan segera siapkan makan siangnya, ini daftar menunya,"


__ADS_2