Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 21: Istri Misterius Tuan Muda Arka


__ADS_3

"Mama.... Mama.... Tidak...."


Ketika Arka terbagun dari mimpinya tersebut dia masih mengigau menyebut Mamanya, dia dibangunkan oleh Viola.


Viola lalu memeluk hangat kepala Arka, dia senderkan ke dadanya, lalu mengelus rambut Arka.


"Tidak ada apa-apa Tuan Muda, anda harus tenang, ada saya disini," gumamnya sambil menenangkannya.


Air mata muncul diwajah Arka, sambil bergumam...


"Aku ingat.... Mamaku... Mamaku di bunuh oleh Seseorang dengan Tato Naga.... Dan aku saat itu hanya bisa meringkuk di sana, tidak bisa melakukan apa-apa ketika mereka membunuh Mamaku..."


DUARRRRR


Suara kilap disana mengagetkan Arka, membuat dirinya semakin ketakutan.


Viola sekali lagi mencoba menenangkan Arka yang masih meringkuk ditempat tidur itu, mencoba memeluknya lebih erat.


Sebenarnya hal-hal seperti ini cukup familiar.


Ketika hari hujan, Arka terkadang akan mengalami mimpi buruk terutama ketika masih kecil, dirinya kadang meminta Viola untuk menemaninya.


Mimpinya setiap hari hujan adalah hal yang sama yang di ulang-ulang.


Berada dalam ruangan sempit dan gelap, mengintip dari balik ruangan sempit adegan Mamanya ditembak dengan pistol, darah yang berhamburan dan tubuh Mamanya yang terjatuh ketanah.


Dalam ruangan gelap, Arka hanya akan ketakutan dan menutup mulutnya, mendegarkan nasihat Mamanya.


'Apapun yang terjadi, jangan katakan apapun,'


Hanya meringkuk ketakutan dalam ruangan gelap itu, entah untuk waktu berapa lama.


Saat itu, butuh waktu satu hari sampai Arka ditemukan dalam kotak itu.


Itu adalah pengalaman yang paling menyakitikan untuk Arka saat kecil.


Setelah keluar dari kotak kecil itu, dulu Arka tidak mau bicara apapun, dan selalu mengalami mimpi buruk soal kejadian itu.


Derita Trauma masalalu itu bahkan masih ada sampai sekarang, itulah kenapa jika hari hujan mimpi buruk itu masih berulang dikepalainya Arka.


"Viola... Aku yakin Mamaku dibunuh bukan oleh Perampok biasa... Aku yakin ini direncakan oleh Seseorang.... Aku sekarang ingat..."


Viola lalu memegang wajah Arka, untuk membuat Arka menatap kearahnya,


"Tuan Muda tidak perlu memikirkan soal masalalu, itu sudah lewat,"


Namun tiba-tiba, Arka menjadi marah,


"Tidak.... Aku yakin Mamaku sengaja di bunuh Seseorang dan mereka belum tertangkap sampai sekarang, aku yakin Kakek dan Nenek menyembunyikan sesuatu dariku... Aku yakin itu..."


"Tuan Muda harus tenang dulu...."


"Bagaimana aku bisa tenang?"


"Saya berjanji akan membantu Tuan Muda untuk menyelidiki masalah ini lebih lanjut,"


"Benar itu, Viola?"


"Ya, saya akan mengali lebih dalam soal hal-hal yang terjadi hari itu. Namun sekarang sebaiknya Tuan Muda tidur lagi, saat ini masih jam satu malam,"


Sekarang Arka melihat sekeliling dan benar setelah akhirnya tersadar sepenuhnya, saat ini masih gelap sepertinya memang masih tengah malam.


Hah...


Dan hari masih saja hujan...


Namun memikirkannya tiba-tiba sebuah ide usil muncul dikepala Arka.


"Viola, aku rasa aku tidak akan bisa tidur, maukah kamu membantuku?"


Viola menatap Arka binggung, lalu bertanya,


"Apa yang bisa saya bantu Tuan Muda?"


"Bagaimana dengan beberapa ciuman?"


Viola sedikit menaikan alisnya, memikirkan sepertinya Tuan Mudanya mulai bertingkat manja lagi.


Dan segera, Viola mencium dahi Arka dengan lembut.


"Apakah sekarang Tuan Muda sudah tenang?"


"Aku tidak ingin ciuman di dahi, aku ingin ciuman disini," kata Arka sambil menunjuk ke arah bibirnya sendiri.


Wajah Viola sekarang mulai menunjukan ekspresi kaget.


"Tuan Muda tidak usah berbicara omong kosong,"

__ADS_1


Melihat perubahan ekpersi pada wajah Viola, yang sepertinya Selian kaget juga sedikit malu ketika melihat kearahnya, Arka lalu mulai beraksi.


Dia mendekatkan wajahnya pada Viola, lalu segera mencuri ciuman dari bibir gadis itu.


Namun respon Viola yang tidak Arka duga adalah, Arka tiba-tiba mendapatkan sebuah tamparan.


"Awww.... Viola kamu.... Ini sakit!!!" Kata Arka sambil memegangi pipinya yang sepertinya agak bengkak itu berkat tamparan Viola.


Viola adalah atlit bela diri yang sangat hebat, sedangkan Arka yang tidak belajar seni bela diri dengan benar, tentu saja tamparan Viola itu akan melukai wajah Arka yang lembut itu.


Walaupun wajah itu sering mendapatkan pukulan, namun tetap saja wajah Arka itu masih sensitif dan gampang terluka.


Viola menjadi panik,


"Maafkan saya, Tuan Muda ini hanya refleks saja karena Tuan Muda menjadi berlebihan,"


"Berlebihan apa? Ini... Ini... Ini... Hanya sebuah ciuman..."


Sekarang memikirkannya lagi, Arka merasa malu sendiri...


Ini ciuman pertamanya kan?


Akhhh....


Dirinya terlalu Impulsif?


"Sudahlah, lihat sekarang wajahku bengkak seperti ini, apa sekarang yang akan kamu lakukan?" Kata Arka mencoba mengalihkan pembicaraan, sambil menunjuk kearah pipinya itu, yang sedikit memerah karena bengkak berkat tamparan keras Viola, dan itu masih sakit!!!


"Maafkan saya sekali lagi Tuan Muda, saya benar-benar tidak sengaja,"


"Baik-baik, aku akan memaafkanmu."


"Apakah Tuan Muda butuh saya ambilkan kompres di kulkas?"


"Tidak tidak, kamu tahu suhu begitu dingin? Aku sangat kedinginan sekarang, tidak akan tahan dengan kompres Es,"


"Jadi bagaimana?"


"Bagaimana dengan beberapa tiupan kecil? Dulu saat aku terluka Mamaku akan meniup-niupi lukaku sebentar, lalu rasa sakitnya akan hilang,"


"Ya ampun, Tuan Muda masih percaya hal-hal seperti itu?"


Mengikuti instruksi Tuan Mudanya itu, akhirnya Viola meniup-niupi sebentar luka Arka itu.


Arka merasa wajahnya hampir meledak dengan perlakukan Viola, tidak mengira Viola benar-benar akan melakukannya!!


"Sudah-sudah, besok saja diurus, mari segera tidur saja,"


DUARRRRR


Suara kilat di luar, membuat jantung Arka hampir copot.


"Sepertinya Tuan Muda masih takut petir,"


"Hpmh, memang kenapa? Jadi kenapa kamu tidak memelukku saja malam ini? Kamu tahu? Aku mungkin nanti bermimpi buruk lagi,"


Viola hanya mengehela nafas, lalu sekali lagi memeluk kepala Arka, membiarkannya berada didadanya, dan mengelus rambut Arka.


"Sudah, sudah, Tuan Muda tidur saja, aku akan ada disini, tidak ada yang perlu ditakutkan,"


Arka membenamkan kepalanya pada pelukan Viola itu, pelukan yang hangat dan menenangkan ditengah badai hujan seperti ini.


Mengigatkannya pada pelukan dari Mamanya ketika masih kecil.


Tapi kemudian, Arka menyadarinya jika kepalanya memeluk benda empuk...


Ini...


Ini....


Wajah Arka langsung memerah setelah akhirnya sadar...


"Viola, kenapa kamu bisa tidak waspada didepan laki-laki seperti ini? Kamu tahu, jika kamu memelukku dikamarku seperti ini ditengah malam, apa yang mungkin coba untuk aku lakukan padamu?"


"Memang apa yang coba Tuan Muda lakukan?"


"Mu... Mungkin seperti ciuman tadi.... Atau... Atau mungkin hal-hal yang lebih...."


"Saya percaya pada Tuan Muda Arka, jika Tuan Muda Arka tidak akan melakukan hal-hal tidak senonoh pada saya,"


"Kamu begitu percaya padaku?"


"Tentu saja, saya sangat percaya pada Tuan Muda Arka. Jadi sebaiknya Tuan Muda tidur,"


Mendengar kata-kata itu, rasa bersalah Arka tiba-tiba muncul.


Dirinya barusan berpikir hal-hal aneh-aneh soal Viola, dan lihat sesuatu miliknya dibawah sana hampir bereaksi.

__ADS_1


Ukhhh.....


Ini akan membutuhkan semua usaha keras, untuk menahan diri dengan perlakuan Viola yang seperti ini...


Sial...


Pada akhirnya, malam itu Arka tidak bisa tidur, pikirannya penuh dengan hal-hal gila tentang Violanya itu, hanya berpura-pura tidur dalam pelukan hangat itu, karena pelukan itu terlalu nyaman.


####


Pagi itu, Arka sampai dikantor dengan kantung mata dibawah matanya, sedangkan Viola terlihat segar.


Arka yang sudah sampai diruangannya itu, segera duduk malas di kursinya, dan membaringkan kepalanya diatas meja.


"Tuan Muda harus bekerja,"


"Aku sangat mengantuk,"


"Apakah tidak cukup tidur semalam? Apa Tuan Muda mimpi buruk lagi?"


Bukan soal mimpi buruk!!


Namun ini soal Kamu Viola!!


Bagaimana tentang dirinya menahan diri semalaman!!!


Ini membutuhkan usaha yang sangat keras!!


"Sudahlah, aku masih sangat mengantuk, ingin tidur,"


"Tidak bisa, masih harus melihat beberapa dokumen sekarang," kata Viola lalu mengambil tumpukan dokumen dimejanya, dan dipindah ke meja Arka.


Menatap semua dokumen itu rasa lelah apa menjadi berlipat ganda.


Namun mau tak mau Arka mengerjakan semua dokumen itu hingga hampir dua jam berlalu, dan saat ini sekitar jam sepuluh, Arka akhirnya bisa sedikit beristirahat.


Dia mulai duduk di sofa dan sedikit bermalas-malasan sejenak, sedangkan Viola masih sibuk dimeja kerjanya.


Sampai, salah satu pegawai diluar mengetuk pintu Ruangannya.


"Masuk, masuk."


Pegawai itu lalu masuk,


"Ada apa?" Tanya Arka tidak sabar.


"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda, Tuan Muda,"


"Siapa dia? Bilang aku sedang sibuk,"


"Ini Nona Clara, anda tahu bagaimana dia membuat masalah didepan, saya tidak berani berurusan dengannya,"


Mendengar itu, Arka menjadi lelah, lalu hanya berkata,


"Sudah, suruh dia masuk,"


Setelahnya, Pengawai itu keluar, lalu tidak berapa lama ada seorang gadis cantik dengan pakaian modis dan seksi masuk.


"Hallo, Kak Arka," kata gadis itu, lalu mulai mendekati Arka dan langsung merangkul Arka dengan manja.


Arka tentu saja merasa risih.


"Clara, berhentilah bersikap begitu padaku, sekarang aku sudah punya Istri, aku tidak mau ada gosip yang tidak-tidak tentang kita jika kamu seperti ini,"


"Hah... Aku memang mendegar soal Pernikahan Kak Arka, namun kenapa Kak Arka begitu tega untuk tidak mengundangku?? Dan lagi siapa Istri Kak Arka itu? Ukhhh.... Kak Arka tiba-tiba menikah begitu saja membuatku sakit hati, tidak tahukan Kakak betapa aku mencintaimu?"


"Clara, sudahlah itu sudah masalalu. Bukankah aku sudah bilang kalau aku aku tidak mencintaimu? Jadi berhentilah mengejarku, sekarang aku sudah punya Istri,"


Namun gadis bernama Clara Chastalope itu terlihat tidak menyerah, dan masih merangkul Arka dengan mesra, mencoba memamerkan bagian tubuhnya pada Arka.


"Kak Arka, kenapa Kak Arka tidak pernah melihatku? Apa yang kurang dariku? Apakah aku kurang cantik? Apakah aku kurang seksi? Kenapa Kak Arka tidak menatapku?"


Melihat godaan Clara itu, tentu saja Arka merasa terganggu, mau mencoba menyingkir Clara namun binggung bagaimana harus menghadapi gadis agresif ini.


Viola yang melihat Tuan Muda nya itu merasa risih dengan kelakukan Clara, lalu datang, dan memisahkan rangkulan Clara pada Arka.


"Awww.... Apa-apa Pelayan Jelek ini!!" Kata Clara yang marah setelah dirinya ditarik menjauh dari Arka oleh Viola.


"Nona Clara, saat ini Tuan Muda Arka sudah menikah, jangan mulai melakukan hal yang tidak-tidak pada Tuan Muda Arka, takut itu akan membuat reputasi Nona Clara sendiri jatuh,"


"Kamu!! Kamu hanya pelayan! Apa Urusanmu!! Kak Arka lihat, Pelayan mu itu sudah mulai berani padaku!!" Kata Clara dengan marah.


Mendengar Clara menyebut Viola, pelayan ini dan pelayan itu, membuat Arka menjadi emosi.


"Clara!! Diamlah!! Sekarang Viola bukan lagi palayanku!! Dan kamu jangan pernah lagi merendahkannya karena dia adalah....."


####

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2