
Arka yang kondisi mood yang buruk itu langsung kembali ke kamarnya.
Benar-benar merasa semuanya menjadi berantakan.
Seharusnya ini menjadi Bulan Madu yang indah, namun kenapa malah menjadi seperti ini?
"Maaf, Viola kita malah tidak jadi Bulan Madu,"
Viola hanya bisa menghela nafas lalu berkata,
"Ini tidak masalah, toh ini hanya liburan biasa, kita bisa pergi liburan bersama-sama, tidak perlu terlalu cemas."
Arka menunjukan wajah cemberutnya, lalu berkata,
"Tapi ini beda!!"
"Apa bedanya?"
"Ini.... Ini Bulan Madu kita....."
"Ayolah, Tuan Muda ini kita tidak seperti menikah sungguhan? Ini hanya Pernikahan Kontrak,"
Ekpersi Arka benar-benar terlihat lesu, dia lalu langsung berbaring di tempat tidur, menutupi dirinya dengan selimut.
Memikirkannya lagi, hanya dirinya yang mengagap ini penting, namun Viola malah tidak.
Benar-benar menyebalkan.
Namun tidak lama setelah Arka berbaring, pintu kamar Arka diketuk.
"Arka, kamu didalam?"
"Nenek? Masuklah,"
Mendengar suara Neneknya itu, Arka segera bangun dari tempat tidur.
Wajah Nenek Arka menunjukan raut wajah cemas dan pucat.
"Aku sudah mendengar apa yang kamu alami di Pulau itu, ini salah Nenek... Seandainya Nenek tidak memilih tempat itu... Harusnya Nenek lebih hati-hati lagi,"
Mendengar Neneknya terlihat sangat sedih itu, Arka lalu mencoba menghibur,
"Tidak apa-apa, Nenek. Aku tahu maksud Nenek baik, hanya sepertinya ada seseorang yang berniat mengejaiku agar membuat Bulan Maduku gagal,"
"Jadi itu memang bukan kecelakaan?" Tanya Nenek Arka.
"Iya, aku yakin. Ada seseorang yang menutup pintu Villa itu sebelumnya, sempat membuat aku dan Viola terjebak disana."
Mendengar Arka sampai terjebak di Villa itu, Nenek Arka merasa bersalah.
"Kamu... Kamu sampai terjebak disana, itu pasti pengalaman yang sulit, Maaf... Maafkan Nenek...."
Arka mencoba menenangkan Neneknya,
"Ini bukan salah Nenek hanya aku saja yang sial.... Namun orang yang melakukan semua ini... dia tahu tentang masa laluku dan benar-benar tahu bagaimana cara membuat akun menjadi teringat akan trauma ku.... aku benar-benar tidak bisa memaafkan orang itu yang telah membuat acara aku menjadi berantakan,"
"Tentu saja, Nenek juga akan menyelidiki pelaku dari semua ini."
Lalu tiba-tiba Arka terdiam,
"Namun bagaimana jika ini ada hubungannya dengan kejadian
20 tahun lalu?" Tanya Arka tiba-tiba.
Sekarang Nenek Arka yang menjadi gemetar, tentu saja Nenek Arka tahu, Apa yang dimaksud dengan kejadian 20 tahun yang lalu.
Ini merujuk pada Peristiwa Kematian Mama Arka.
Dikatakan Peristiwa itu sebenernya adalah sebuah Pencurian.
Namun kebenaran soal kejadian itu, Arka tidak tahu apa-apa.
Nenek, Kakek atau Ayahnya tidak pernah memberikan detail tentang kejadian itu.
Bahkan apakah pelakunya sudah ditangkap....
"Arka, aku mohon padamu untuk tidak mengungkitnya lagi kejadian 20 tahun lalu... Jangan sampai lebih banyak orang tahu, jika kamu ada di lokasi itu. Aku rasa hal ini bukan ulah mereka, jika itu ulah mereka mungkin kamu...."
__ADS_1
"Mereka?"
Nenek Arka langsung menutup mulutnya, mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Sudahlah Arka, ini bukan apa-apa, sebaiknya kamu Istirahat saja,"
Mendengar Neneknya mencoba mengalihkan pembicaraan, Arka menjadi marah.
"Nenek, apa yang sebenarnya terjadi saat itu? Aku tidak pernah mendapatkan penjelasan, aku sekarang sudah dewasa, aku perlu tahu hal-hal yang terjadi saat itu, Arka yakin itu bukan hanya pencarian biasa,"
"Arka!!? Dengarkan Nenek! Jangan ungkit-ungkit hal itu, Nenek tahu jika itu sangat sulit untukmu, namun hal ini juga cukup sulit untuk kami. Belum saatnya kamu tahu, dan lebih sedikit orang yang tahu akan lebih baik." Kata Nenek Arka mencoba menenangkan Arka.
"Kapan waktu yang tepat?"
"Arka, tolong mengertilah, sekarang kamu Istirahat yang baik, Nenek akan mengatur lagi Acara Bulan Madu untuk kalian lagi,"
"Tidak perlu, tidak ada lagi acara Bulan Madu,"
"Arka? Kamu marah? Maafkan Nenek... Dan soal hal itu, Nenek benar-benar belum bisa mengatakan apa-apa padamu...."
Arka lalu menutup telinganya, kembali kebalik selimut.
"Aku tidak peduli!!! Aku tidak dengar!!"
Melihat cucunya itu sepertinya sedang ngambek, Nenek Arka segera berpamitan pada Viola.
####
Hari sangat cepat berlalu, karena Arka tidak jadi Bulan Madu, selama seharian ini dia hanya bermain-main di rumah.
Ketika hari berganti, dan Viola tidak tahan lagi, melihat Tuan Muda nya yang melakukan kegiatan-kegiatan tidak jelas, akhirnya pagi ini Viola mengusulkan sesuatu.
"Tuan Muda, Mari Besok kita berangkat ke kantor,"
Arka terkejut dengan usulan dari Viola.
"Bukankah aku diberi cuti satu Minggu lebih setelah menikah! Ini belum dua hari sejak aku menikah masa aku harus kembali ke kantor?"
"Tapi Tuan Muda, jika kita terus di rumah tidak ada hal produktif yang akan kita lakukan. Akan lebih baik jika Tuan Muda segera kembali ke kantor. Siapa yang tahu, apa yang Tuan Muda Galvin atau Tuan Muda Robet rencanakan, mengigat Tuan Muda Louise saat ini absen dari kantor karena masih istirahat di rumah,"
"Proyek apa itu? Sepertinya Tuan Muda belum bilang padaku?"
"Karena saat itu dekat Pernikahan kita, jadi aku baru menerima berkasnya dan belum aku baca lagi detailnya."
"Tuan Muda ini!! Kenapa hal penting seperti itu ditunda? Bagaimana kalau itu proyek penting? Dan ini digunakan Tuan Muda Galvin untuk menjatuhkan Tuan Muda Arka?"
"Baik-baik, besok kita akan kembali ke Kantor, kamu segera membantuku untuk mengurus Proyek ini."
"Ya, baik Tuan Muda."
Dengan itu mereka bersantai hanya hari ini, dan besok akan kembali bekerja di kantor William Group.
####
Pagi itu, disalah satu gedung perkantoran, terlihat beberapa pegawai tengah berbaris seolah sedang menunggu seseorang di depan pintu gerbang.
Salah satu pegawai mulai bertanya,
"Siapa yang kita tunggu lagi? Bukankah semua petinggi sudah hadir?"
"Saat ini kita sedang menunggu Tuan Muda Arka,"
"Tuan Muda Arka? Bukankah dia baru menikah beberapa hari lalu? Harusnya dia bulan madu bukan? Dan meminta cuti cukup lama, lagipula ini Tuan Muda Arka yang di Kantor tidak melakukan apapun, hanya bisa menyuruh-nyuh bawahan dan bermain-main, mana mungkin dia diberi kesempatan Cuti malah kembali ke kantor?"
Salah satu pegawai lainnya juga ikut menambahkan,
"Itu benar, setahuku semua tugas-tugasnya itu diberikan pada asistennya atau kalau tidak sekretarisnya, Tuan Muda Arka ini hanya benar-benar menumpang nama pada bawahannya, aku sungguh kasihan pada Asisten Tuan Muda itu, dia harus repot dengan tugas ekstra."
"Soal Asisten Tuan Muda Arka itu, dia sungguh sangat cakap, aku dengar dia juga Pelayan Pribadi Tuan Muda Arka, namun sebelumnya dia adalah salah satu Lulusan Terbaik di Universitasnya, sangat sayang orang ke kompeten itu harus terjerat dengan Tuan Muda Arka yang tidak memiliki masa depan,"
"Huss, apa yang kalian gosipkan? Jangan mulai bicara omong kosong," kata salah seorang yang terlihat seperti atasan disana.
"Tapi aku hanya mengatakan kenyataan, semua orang sudah tahu, bagaimana perebutan Kekuasaan di Keluarga William. Lihat Tuan Muda Galvin dan Tuan Muda Robet yang beberapa saat lalu berhasil mendapatkan project bagus. Belum ini ada Tuan Muda Louise, aku denger walaupun dia masih baru di Perusahaan, namun kinerjanya di Tim Penjualan sangat bagus, dia berhasil meningkatkan penjualan dengan singnifikan setelah dia bergabung. Lalu bagaimana dengan Tuan Muda Arka? Selain hanya ke Kantor dia tidak memiliki Prestasi apapun,"
"Hah, tapi dia masih memiliki cinta dari Kakek dan Neneknya bulan?"
"Sungguh lucu, dari semua Tuan Muda Keluarga William, Tuan Muda Arka lah yang paling buruk,"
__ADS_1
Selama mereka bergosip, sebuah mobil sport berwarna merah muncul.
Ini adalah mobil yang mereka tunggu, yaitu mobil Tuan Muda Arka.
Mereka juga segera menghentikan acara gosip mereka.
Juga mereka merasa lega, akhirnya setelah ini mereka tidak perlu lagi berdiri di sini.
Tuan Muda Arka ini, datang cukup terlambat, ini sudah jam delapan lebih namun dia baru datang?
Beberapa perasaan tidak puas mulai muncul di kalangan para pegawai itu, namun mereka tetap memaksakan senyumannya.
"Selamat Datang Tuan Muda,"
Arka hanya turun dari mobilnya dengan tenang, bersama Viola, lalu menyuruh petugas keamanan mengurus mobilnya.
Arka hanya melewati pada pegawai itu dengan ekpersi dingin.
Arka sudah lama hidup dalam Keluarga William, sudah lama bisa melihat arti tatapan orang-orang.
Dirinya bisa melihat tatapan tidak suka dari para pegawai itu, mereka hanya berpura-pura manis didepannya, namun siapa yang tahu apa yang mereka lakukan dibalik dirinya?
Tatapan merendahkan itu benar-benar membuat Arka muak.
Itulah juga alasan dirinya tidak ingin ke Kantor, sangat malas harus berurusan dengan orang-orang munafik seperti mereka.
Mereka hanya menjilat orang-orang yang mungkin menguntungkan, dan menghina dan menjauhi orang-orang yang menurut mereka menggagu.
Dirinya masuk Ke Perusahaan ini awalnya adalah bujukan dari Neneknya, Kakeknya sendiri sepertinya sudah meyerah padanya.
Hah....
Dirinya menjadi seperti ini bukan karena dirinya ingin....
Namun sejak kecil, semua orang selalu menatapnya seperti itu, sangat tidak nyaman.
Terkadang melihat tatapan orang-orang yang terus membandingkannya ini membuat Arka merasa tertekan, maka dari itu setelah lulus Kuliah dirinya bukannya langsung bekerja di Kantor, namun malah hanya bermain-main diluar.
Ingin setidaknya mengeluarkan rasa frustasinya ini....
Melupakan sejenak tatapan orang-orang yang merendahkannya ini...
Namun sepertinya berada di luar tidak menyelesaikan masalah.
Menatap kearah Perusahaan, Arka juga merasa lelah.
Satu-satunya cara agar hidup tenang adalah berada diatas, hingga tidak ada yang berani lagi untuk melawannya.
Namun ini bukan perkara mudah...
Dirinya belum lama masuk Perusahan, namun semua orang sudah memiliki pandangan negatif padanya.
Perasaan dipandang secara negatif ini selalu membuat Arka tidak nyaman, membuat dirinya selalu ragu-ragu dalam membuat keputusan.
"Tuan Muda, sebaiknya Tuan Muda fokus, jangan pikirkan orang-orang,"
Suara Viola selalu bisa membuatnya tenang, dan tetap mencoba kuat untuk bertahan.
Dengan itu, Arka dan Viola menuju ruangan mereka.
Begitu Arka pergi, beberapa pegawai itu mulai bergosip lagi.
"Ah, iya Bukankah Tuan Muda Arka itu baru saja menikah? Siapa wanita yang dia nikahi?"
"Aku juga tidak tahu, menurut gosip wanita itu memakai kerudung yang menutupi wajahnya,"
"Woahh.. Apakah ini Tuan Putri tersembunyi dari Keluarga Kaya? Aku sering mendengar kebiasaan orang-orang kaya yang suka memperlakukan Putri mereka seperti itu, Putri terlindungi, begitu cantik sampai tidak mengijinkan orang melihat wajahnya,"
"Aku juga tidak tahu, aku dengar sih ini Pernikahan yang di atur oleh Tuan dan Nyonya Besar Keluarga William,"
"Sial, dalam aspek-aspek ini Tuan Muda Arka itu benar-benar beruntung."
"Memang, walaupun dia seperti itu, dia masih Tuan Muda dari Keluarga Kaya,"
"Aku jadi penasaran seperti apa wajah Istri Tuan Muda Arka, apakah dia akan membawanya ke Kantor kapan-kapan?"
"Ya, kita tunggu saja nanti,"
__ADS_1