
Dalam Videonya itu ada seorang wanita cantik keluar dari mobil mewahnya, mengenakan sebuah pakaian formal kantor.
Wanita itu memakai riasan tipis, dan tidak begitu memakai banyak aksesoris, namun itu semua malah membuat kecantikan alami yang dia miliki semakin terlihat.
Cantik, anggun dan elegan.
Sebuah pesona yang bisa memikat Pria manapun.
Arka yang melihat itu jelas menjadi terteguh.
"Ini...."
"Ya, ini adalah konferensi Pers yang diadakan oleh Keluarga Cavel, untuk Pengangkatan Calon Wakil Baru CEO mereka,"
"Apa? Dia.... Wanita itu...."
"Itu benar, wanita ini adalah Kak Viola, tidak sekarang dia adalah Clarissa Cavel,"
Mata Arka tidak bisa berpaling menatap seorang wanita dalam video itu.
Yang saat ini mulai berbicara pada wartawan, mengucapkan terima kasih dan melakukan serat terima pada jabatan yang diberikan padanya.
Ekpersi Arka jelas terasa rumit setelah melihat wajah yang familiar itu, seseorang yang begitu dirinya rindukan.
Violanya....
"Menurut kabar berita yang beredar, Clarissa Cavel baru saja pulang dari luar negeri, namun dia sudah cukup sukses menjalankan Perusahaan Cabang di Luar Negeri, dan saat ini kembali untuk mengurus Perusahaan Cavel yang berada disini. Jadi mungkin di masa depan kita akan lebih sering bertemu dengan dia,"
"Maksudmu apa?"
"Apakah Kak tidak melihat salah satu Proyek Besar yang akan segera di lakukan oleh salah satu Perusahaan Besar dari Luar Negeri? Aku dengar beberapa Perusahaan dalam negeri sedang mencoba untuk mendapatkan Klaien Besar ini, dan kemungkinan Perusahaan Cavel pasti tidak akan melewatkan nya juga, termasuk Perusahaan kita,"
Mendengar nama Perusahaan Cavel, perasaan Arka selalu tidak enak.
Ini juga sudah 5 tahun berlalu sejak Perusahaan mereka berurusan dengan Perusahaan Cavel, selama lima tahun belakangan mereka tidak memiliki urusan karena mereka selalu memilih project yang berbeda.
Namun sekarang tertinggal persaingan mereka akan segera kembali.
Dirinya mungkin akan bisa bertemu dengan Viola....
Namun nanti bagaimana dirinya harus bereaksi ketika harus bertemu Viola?
Dirinya sejujurnya tidak tahu harus bersikap seperti apa ketika bertemu dengannya nanti...
"Kak Arka tidak apa?"
"Aku baik-baik saja. Kalau begitu apakah kakak siap untuk pesta nanti malam?"
"Pesta Nanti Malam?"
"Benar, Kalien Besar ini akan mengadakan sebuah Pesta Penyebutan kedatangan mereka nanti, kita juga harus ke sana menjadi perwakilan untuk lebih mengenal orang ini, yang itu artinya...."
"Ya, kita mungkin akan bertemu dengan Viola...."
"Apakah Kak Arka benar-benar tidak apa-apa?"
Arka terdiam, sedikit berpikir tentang apa yang harus dirinya lakukan.
Namun dirinya sudah tidak bisa mundur lagi.
Karena....
Mau tidak mau dirinya harus menghadapi ini.....
__ADS_1
Bertemu dengan Viola.
Namun, Viola benar-benar terlihat sangat berbeda dari Viola yang dirinya kenal dulu....
Ya, Arka juga tahu, bahwa waktu telah berlalu...
Dan tentu saja baik dirinya dan Viola akan berubah...
Jadi bagaimana sekarang?
####
Namun rupanya waktu berjalan cukup cepat, karena Pesta itu akhirnya tiba.
Tentu saja dengan perasaan gugup, Arka bersama dengan Louise sudah tiba di gedung tempat pesta itu berlangsung.
Saat ini mereka berdua berada di tempat parkir.
"Kak Arka jangan gugup, aku yakin semua akan baik-baik saja...."
"Hah, ya kamu benar. Toh belum tentu juga kita akan bertemu dengan Viola, ini hanya salah satu dari sekian banyak kemungkinan,"
"Kakak benar,"
Setelahnya, mereka lalu keluar dari mobil, namun siapa yang tahu bahwa ketika mereka keluar dari mobil, mereka melihat wajah yang Familiar tengah berjalan keluar dari tempat parkir.
Arka tentu saja mengenali sosok itu walaupun hanya sekilas...
Hatinya sangat berdebar kencang ketika menatapnya, seolah tatapannya tidak bisa berpaling.
Bahkan dari arah kejauhan, Arka bisa melihat sosok cantik dari gadis itu.
Setelahnya, Arka tidak memiliki banyak pikiran hanya berlari menuju arah sosok yang familiar itu.
Tatapan mereka akhirnya bertemu.....
Setelah lima tahun lamanya.....
Seolah rasa rindu menumpuk muncul menjadi satu.
"Viola...."
Wanita didepan Arka itu juga terteguh sesaat ketika tatapan mereka berdua bertemu.
Hatinya sedikit bergetar, namun segera menepis tangan yang meraihnya itu.
"Aku adalah Clarissa Cavel,"
Arka yang tangannya ditepis oleh wanita yang dicintainya itu perasaannya berubah menjadi cukup rumit tidak tahu harus bersikap seperti apa.
Apakah ini artinya adalah sebuah penolakan?
Arka tidak bisa membaca tatapan dari wanita didepannya itu.
"Viola...."
"Maaf, Tuan Muda Arka William.... Aku sekarang bukan lagi Viola yang kamu tahu, aku sekarang adalah Clarissa Cavel, tolong jangan memanggilku dengan nama Viola lagi, Aku sangat membenci nama itu,"
Arka menjadi terdiam disana, telah mendengar kata-kata dingin itu.
"Viola.... Kamu...."
Namun Arka masih tidak tahu harus berkata seperti apa.
__ADS_1
Reuni itu terlalu mendadak hingga tidak bisa membuat dirinya memikirkan tindakan apa yang harus dirinya lakukan.
Juga Reuni itu berkahir dengan begitu cepat sama cepatnya dengan pertemuan mereka.
Seorang Pria lalu datang dan mendekati Viola.
"Clarissa, kenapa kamu lama? Aku sudah menunggumu, Aku kira kamu mengambil sesuatu yang tertinggal di mobil,"
Viola lalu menatap Pria yang datang itu.
"Tidak apa-apa, aku sudah mengambil apa yang aku butuhkan,"
Pria itu lalu segera menatap kearah Arka yang terdiam disana.
Jelas, Pria itu tahu siapa Tuan Muda yang ada di hadapannya itu.
Pria itu lalu dengan ragu menatap kearah Viola yang ada di sampingnya.
Lalu segera menggenggam tangan Viola.
"Kalau begitu mari kita segera masuk, atau apakah kamu masih ada perlu dengan Tuan Muda yang ada disana?"
Arka masih menatap ke arah dua orang itu dengan ekspresi cukup cemas.
"Tidak, urusanku dengan dia sudah selesai tidak ada lagi yang akan kami bicarakan jadi mari kita segera masuk,"
Arka jelas melihat bagaimana Viola bergandeng tangan dengannya.
"Tunggu dulu,"
Bahkan walaupun Arka mencoba mencegah untuk Viola pergi, sepertinya Viola tetap pergi bersama dengan Pria itu untuk masuk kedalam gedung.
Seolah terburu-buru ingin segera memasuki gedung itu.
Meninggalkan Arka yang masih terdiam dan termenung di tempat parkir masih tidak tahu harus berbuat apa.
Louise yang tadi sempat tertinggal itu, segera menyusul Kakaknya itu.
Louise juga melihat ekpersi Kakaknya Arka yang saat ini menjadi pucat.
"Kak Arka? Apakah Kak Arka baik-baik saja?"
Arka masih terdiam di sana, Masih memikirkan tentang bagaimana Viola bersikap dingin padanya...
Viola yang langsung mengabaikan dirinya tanpa mengatakan sepatah kata pun....
Seolah terasa hatinya hancur, tidak tahu harus berkata seperti apa lagi.
Apakah Viola benar-benar sudah melupakan dirinya?
"Kak Arka!!"
Panggilan dari adiknya itu jelas membuyarkan lamunan Arka.
"Aku... Aku hanya penasaran, siapa Pria yang bersama dengan Viola itu...."
Arka mulai memiliki beberapa spekulasi mengerikan dalam pikirannya....
Mungkinkah...
Sedangkan Louise, sekali lagi menatap Kakaknya dengan ekspresi heran.
"Apakah Kak Arka tidak tahu? Pria itu....."
__ADS_1