Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 70: Misteri Rumah Lama


__ADS_3

Sesuai rencana, saat ini Louise tiba disalah satu bangunan yang cukup tua di Kompleks Perumahan Mewah itu.


Ya, bangunan ini, jelas masih terlihat cukup bagus jika dilihat dari Luar Gerbang.


Namun begitu memasuki gerbang, akan ada berbagai tanaman liar yang muncul.


Sepertinya, Rumah ini tidak benar-benar di rawat dengan baik, atau mungkin karena memang tempat ini tidak pernah di kunjungi, orang-orang yang merawatnya, hanya asal merawatnya, dan tidak benar-benar serius.


"Aku minta kalian untuk berpencar ke sedekitar Rumah ini, tempat ini besar dan memiliki beberapa Bangunan, Periksa semua bangunan dan laporkan padaku jika kalian menemukan hal-hal yang mencurigakan," perintah Louise pada bawahannya.


Masion ini cukup besar, namun memang tidak sebesar milik Keluarga William, namun dekorasinya hampir sama, memiliki beberapa Ruangan Terpisah semacam Paviliun.


Jika dirinya memeriksa semuanya sendiri, jelas ini akan memakan waktu lama, dan dirinya pasti akan lelah sendiri, belum lagi dirinya juga tidak tahu apakah benar-benar akan menemukan sebuah petunjuk atau tidak.


Lalu segera, dirinya mengeluarkan sebuah kotak yang berisi Set Kunci.


Awalnya ketika menerima kotak yang berisi begitu banyak kunci itu dirinya cukup heran, apalagi setiap kunci ada plat namanya sendiri-sendiri.


Dalam Set Kunci itu, ada tulisan seperti Paviliun barat, timur, dan lainnya.


Sekarang masuk akal setelah melihat Rumah ini.


Dirinya segera membagikan kunci-kunci itu pada bawahannya.


Dan jelas, dirinya berniat memeriksa Rumah Utama.


Ketika sampai didepan pintu rumah utama, hati Louise sedikit berdebar-debar.


Ini memang seperti berburu harta karun tersembunyi!!


Bagaimana jika benar-benar ada harta karun tersembunyi di sekitar sini?


"Sungguh, aku ternyata masih cukup kekanak-kanakan,"


Louise langsung segera mengeluarkan kunci dan masuk kedalam.


Ah, benar juga dirinya sudah berjanji pada Kakaknya Arka jika dirinya akan melakukan panggilan Video dengannya saat melihat-lihat kesini, karena Kakaknya itu tidak bisa ikut, ya barangkali Kakaknya ingat sesuatu?


Namun sebelum itu, Louise mencari saklar lampu, agar tempat itu menjadi terang.


Dan ketika lampu dinyatakan, Louise sedikit terkejut dengan isinya.


Berbeda dengan daerah luar yang tidak terlalu terawat, ternyata Isi Rumah ini benar-benar di bersikan dan dirawat dengan baik.


Louise tanpa sadar melihat-lihat isi ruangan dengan rasa ingin tahu.


Sampai kemudian matanya tertuju pada sebuah Lukisan Keluarga yang berada di tengah Ruangan.


Melihat isinya, sepertinya ini Foto Keluarga ketika Nenek dan Kakek Arka masih hidup dan masih cukup muda.


Yang di tengah itu, terlihat seorang gadis cantik, mengenakan gaun berwarna merah muda, dengan dandanan yang simpel, terlihat sangat elegan dan anggun.


Apakah ini foto Ibu Kandung Kak Arka ketika masih muda?


Ini sungguh cantik.


Tidak heran, kenapa Kakaknya Arka memiliki wajah yang terlihat Tampan dengan kulit yang lebih putih dan terang.


Ini sepertinya, keturunan dari Ibunya.


Louise untuk sesaat benar-benar terkesima dengan lukisan itu.


Tidak heran kalau ini disebut-sebut sebagai kecantikan melegenda di jamannya.


Lalu kenapa Ayahnya....

__ADS_1


Louise segera mengeleng-gelengkan kepalanya, merasa tidak benar untuk memikirkan hal-hal ini.


Dirinya lalu segera ingat kalau harus menelepon Kakaknya Arka.


Dari ujung telepon, jelas Arka yang memang sudah bersemangat dari tadi, segera mengangkat telepon adiknya itu.


"Ya, Louise. Kamu sudah sampai disana?"


Louise segera mengarahkan kamera belakang, dan menunjukan pemandangan di rumah itu pada Kakaknya, lalu berkata,


"Aku sudah sampai disini, Kak,"


Arka dari sisi lain telepon, tengah melihat pemandangan Rumah lama itu.


Ada sedikit perasaan nostalgia ketika melihatnya, juga ada perasaan sedih didalamnya.


Memang disana merupakan sebuah Rumah dengan banyak kenangan juga.


Namun dirinya mencoba menormalkan emosinya.


"Ya, mari segera periksa tempat ini,"


Louise sekarang mengarahkan kamera pada Lukisan Keluarga itu.


Arka juga melihat lukisan itu.


Louise lalu bertanya,


"Ini Lukisan mereka?"


"Ya, itu foto Keluarga mereka ketika masih muda,"


"Mama Kakak sangat cantik,"


Arka terdiam sejenak setelah melihat wajah familiar dalam lukisan.


Dari arah Kamera, Arka juga melihat bagaimana Louise menyentuh lukisan itu.


"Hey, apa yang kamu lakukan? Nanti itu rusak!!"


"Tapi Lukisan ini sudah ada dalam bingkai kaca, tidak akan rusak, aku hanya ingin melihat ini dari dekat,"


"Hah, kamu ini ya, mending jangan buang-buang waktu dengan lukisan itu dan segera lihat tempat lainnya," Perintah Arka dari ujung telepon.


"Hah, Kakak ini tidak peka, tentu saja aku memeriksa lukisan ini karena ini cukup mencurigakan,"


Arka di ujung telepon jelas tidak mengerti ucapakan adiknya itu,


"Mencurigakan bagaimana?"


"Insting detektif Kakak memang cukup payah,"


"Hah, kamu sepertinya sangat menikmati ini,"


Terlihat Louise tertawa disana, setelah mendengarkan ucapan Kakaknya itu.


Memang, dirinya menikmati ini.


Louise lalu meletakan ponsel di saku bajunya, membiarkan kamera tetap menyapa, kemudian mengambil bingkai besar itu untuk di turunkan.


Arka menatap adegan itu, merasa itu tidak masuk akal.


Ketika lukisan itu diambil, tidak ada apa-apa di dinding.


"Lihat, itu tidak ada apa-apa," kata Arka dengan ekpersi kemenangan, entah merasa menang dari apa.

__ADS_1


Louise lalu segera berkata,


"Kakak, ini masih terlalu dini,"


Jelas ekpersi Arka segera berubah ketika melihat Louise mulai berniat membongkar bingkai kaca lukisan itu.


"Hey!!! Apa yang kamu lakukan!! Itu nanti rusak!"


"Aku akan hati-hati, Kakak tidak usah cemas,"


Dengan cekatan, Louise segera membuka bingkai lukisan dengan hati-hati.


Namun yang mengejutkan, sesuai perkiraan Louise, dari balik lukisan, Louise menemukan sesuatu.


Itu adalah sebuah kertas, yang terpotong, semacam robekan kertas.


Diatasnya, ada semacam gambar yang Louise tidak mengerti.


Arka dari ujung telepon juga melihat kertas yang Louise pegang.


"Apa itu?" Tanyanya dengan penasaran.


Louise juga menatap potongan kertas di tangannya.


Menatapnya dengan hati-hati, dan memutar-mutarnya, juga mengambil ponselnya yang lainnya dan mengambil foto dari gambar diatas kertas itu.


Ini sepertinya cukup familiar?


"Ini.... Ini sepertinya semacam peta?"


Memang, melihat dari isinya ini seperti robekan dari sebuah peta.


Tapi dirinya masih tidak mengerti dari tulisan diatas peta, karena terlihat tidak seperti peta-peta pada umumnya.


"Hah? Peta? Masa peta seperti itu? Dan bagaimana bisa ada Peta disana? Apakah kamu menemukan petunjuk yang lainnya?"


Louise melihat-melihat bingkai foto, namun selain potongan kertas tidak jelas ini, tidak ada hal lainnya disana.


"Sial, tidak ada hal lain selain kertas aneh ini, namun melihat dari kertas ini, sepertinya ini kertas cukup tua,"


Arka juga menatap kertas itu, dari arah kamera yang Louise tujukan.


"Peta tua apa ini? Dan kenapa hanya sepotong? Ah, mungkin itu hanya robekan kertas asal yang tidak penting untuk mengganjal bingkai lukisan atau sesuatu,"


Louise juga menatap peta itu seklias.


Apakah ini benar-benar hanya kertas tidak terpakai?


Tapi...


Kenapa bisa jika itu barang tidak terpakai, bisa ada di lukisan ini?


Kertas ini pasti menyimpan semacam petunjuk.


Louise segera melihat kearah peta itu lagi.


Ada berbagai jalan-jalan yang tergambar disana.


Lalu diujung kertas ada sebuah lokasi yang di tandai dengan tanda X.


Dengan melihat ini saja, orang tidak akan tahu ini peta daerah mana.


Ini sungguh aneh...


Apa ini sebenarnya?

__ADS_1


Apakah Peta Harta Karun atau sesuatu?


Tidak mungkin bukan?


__ADS_2