Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 44: Membeli Hadiah


__ADS_3

Setelah selesai urusan di Apotik, sebelum pulang, Arka ingat sesuatu.


Apakah ini saatnya mencoba mengejar Viola lagi?


Sungguh, dirinya tidak mengerti bagaimana bersikap romantis.


Bagaimana kalau membeli bunga dan makanan kesukaan Viola?


Memikirkan idenya tersebut, Arka merasa sangat senang sekali.


Ini terlihat ide yang bagus, untunglah dirinya ini cukup memperhatikan Viola.


Jadi dirinya tahu apa yang Viola suka.


Mari ke restoran ayam goreng di dekat gedung Y, dan membeli beberapa porsi Ayam disana.


Menjalankan rencananya itu, Arka segera ke restoran tujuannya, dan membeli ayam itu.


"Pelayan, Saya pesan Paket Ayam C 1 Porsi, Paket Ayam Pedas 1 Porsi, jangan lupa tambah toping keju yang pedas ya, semua di Take Away ya,"


"Baik, Tuan akan segera saya siapkan,"


Lalu Arka melihat kedaftar menu, ada beberapa makanan penutup juga disana.


Melihat itu, Arka jadi teringat kalau tidak salah bukankah Viola suka makan stroberry cheesecake di cafe sebrang jalan sana, dulu Viola pernah mengajaknya kesana, jika dirinya memilih beberapa kue coklat, dia akan memilih kue stroberry itu.


Mari beli juga satu loyang untuk Viola biar dia senang.


Setelah menerima pesanannya itu, Arka begitu bersemangat untuk pergi ke Cafe sebelah, dan memilih deretan-deretan Kue yang berbentuk lucu-lucu.


"Silahkan, Tuan bisa pilih disini, untuk Stroberry Cheesecake, yang warna merah,"


Arka lalu memilih desain yang terlihat paling menarik.


"Yang ini Ya Mbak,"


"Tentu saja, apakah perlu untuk menulis sesuatu di kue?"


Mendengar pertanyaan itu, Arka berpikir sebentar, lalu sedikit tersenyum memikirkan sebuah ide bagus.


"Tentu, tulis ini, Untuk Istriku tercinta, Viola,"


Pelayan wanita itu, merasa terteguh, awalnya dia merasa senang melihat seorang Pria yang terlihat sangat Tampan, mana tau kalau Pria tampan ini ternyata Pria tampan ini sudah punya Istri.


Dan lihat, sepertinya dia tipe Pria yang romantis, bahkan membelikan Kue seperti ini untuk Istrinya.


Ya ampun, ini sangat membuat hati melelah hanya memikirkan dibelikan sesuatu seperti ini oleh seorang Pria Tampan.


"Sebentar, Tuan. Akan saya tulis," kata Pelayan itu, lalu membawa Kue itu kedapur.


Kemudian, Arka mulai melihat-lihat lagi Kue-kue disana.


Matanya langsung terkejut menatap Kue Blackfores yang terlihat mengiurkan itu.


Sepertinya membeli ini satu loyang juga?


Bukankah Stok Kue di Rumah Habis?


"Ini Tuan, Kue nya sudah siap. Apakah ada pesanan lagi?"


"Blackfores yang ini satu, ya,"


"Apakah yang ini perlu diberi tulisan juga?"


Arka terdiam sebentar, lalu berkata dengan percaya diri,


"Tulis, Untuk Tuan Muda Arka Yang Tampan,"


Pelayan itu terteguh sejenak mendegar kata-kata barusan.


"Apa?"


"Ini untukku, tulis Untuk Tuan Muda Arka Yang Tampan, apakah kamu tidak mengerti?"


Tentu saja Pelayan itu kaget, melihat Pria Tampan di depannya ini terlihat cukup narsis juga, biasanya Pria Tampan akan bersikap dingin, ini?


Narsis.


Namun memang nyatanya Tampan, dirinya tidak bisa berkomentar dan hanya menulis apa yang barusan dikatakan.


Dan tidak lama, dua Kotak Kue Besar itu terbungkus rapi.


Segera, Arka membawa Kue-kue itu dan memasukannya ke Mobil.

__ADS_1


Berikutnya adalah membeli Bunga.


Tunggu...


Kalau tidak salah...


Bunga kesukaan Viola itu, Bunga Mawar Berwarna Putih.


Dengan penuh semangat, Arka langsung menuju ke toko bunga yang dikenalnya itu.


Masih dengan penuh semangat, Arka lalu memesan pada Pelayan disana,


"99 tangkai mawar putih,"


Mendengar jumlah yang cukup tidak masuk akal itu, Pelayan Toko itu kembali bertanya,


"Apakah Anda tidak salah, Tuan?"


"Apa? Aku bilang 99 tangkai mawar putih! Rangkai yang indah,"


"Ba... Baik Tunggu sebentar, Tuan," kata Pelayan itu dengan gembira.


Tentu saja gembira, karena ada orang yang memesan begitu banyak bunga.


Ini rejeki nomplok bukan?


"Ah, ya aku tinggal dulu sebentar,"


Melihat Pelanggan Tampan itu ingin pergi, Pelayan Toko itu menjadi gugup.


Jangan bilang ini modus pernipuan terbaru?


Hal-hal seperti ini sering di share di Internet, seseorang memesan barang cukup banyak lalu di tinggal kabur.


"Tapi Tuan... Itu..."


Melihat tatapan curiga dari Pelayan itu, Arka segera mengeluarkan Dompetnya, lalu mengabil semua Kartu berwarna hitam.


Melihat Kartu Hitam dengan corak berwarna emas itu, mambuat mana Pelayan itu hampir silau.


"Aku bayar dulu, ini tolong urus," kata Arka dengan santai sambil menyerahkan kartu itu.


Dan dengan ekpersi senang, Pelayan itu lalu mengesek kartu itu untuk membayar tagihan Bunga.


Sungguh!


Ini milik orang Kaya Raya!!


Yang konon katanya hanya untuk orang-orang golongan tertentu saja.


Dan lagi, Pria Tampan itu membeli 99 tangkai bunga Mawar?


Untuk siapa kira-kira dia membelinya?


Astaga, memikirkan ini membuat Pelayan itu merasa cukup itu.


Sangat beruntung jika memiliki Pacar seperti itu, tinggi, tampan dan Kaya, baik hati dan sepertinya sangat royal sekali.


Setelah melakukan pembayaran itu, Pelayan itu segera mengembalikan kartu itu pada pemiliknya.


"Apakah Bunga ini untuk Kekasih anda?"


"Bukan-bukan,"


Pelayan itu memiliki ekspresi kaget, eh?


Bukan Pacar?


Sungguh?


Apakah masih ada kesempatan?


Kan barang kali, Cinta Pada Pandangan Pertama.


Namun lamunan gadis itu segera jatuh dan hancur.


"Ini untuk Istriku,"


Bisa terlihat hati yang jatuh berkeping-keping disana.


Hah...


Laki-laki tampan dan biak hati, tipe-tipe ini selalu sudah menikah sungguh sial.

__ADS_1


Sekarang susah mencari yang tipe itu, hah.


Itulah yang gadis pelayan itu pikirkan, sambil tetap tersenyum profesional.


Kebetulan, di samping toko bunga itu, ada sebuah Butik Besar.


Arka kebetulan tahu brend dari Butik itu, sepertinya itu juga menjual beberapa Gaun Indah?


Mari kesana dan membelikan Viola gaun!


Sungguh, dirinya sangat bersalah, kemarin dirinya memberikan Viola gaun dari Mamanya, namun malah berakhir dengan gaun itu menjadi tidak berbentuk gara-gara kejadian malam sebelumnya.


Jadi tanpa pikir panjang, Arka langsung memasuki butik, dan langsung di sambut oleh beberapa Pelayan.


"Apakah ada yang bisa kami bangun Tuan?"


"Tolong perlihatkan semua Desain Gaun dan Baju-baju wanita yang paling baru dan trending di tempat ini,"


"Semua?"


"Ya, ya, perlihatkan saja padaku,"


Pelayan itu, yang melihat penampilan Arka yang rapi dan mengenakan semua set pakaian mahal itu, tentu saja merasa sangat gembira.


Mari keluarkan semua stok yang ada!!


Sepertinya hari ini akan ada rejeki nomplok.


Asal dirinya bisa menjelaskan detail bajunya dengan baik, pasti Pria itu akan membelinya!!


Bonus Bulan ini!!


Aku Datang!!


Pelayan itu dengan sigap mengajak Arka ke deretan Baju paling mahal di Toko itu.


Palayan itu juga langsung mengabilkan salah satu Baju paling mahal yang ada di toko.


"Ini adalah Gaun Pesta Terbaru kami, ini dibuat dari kain yang halus dan lembut, dan di Desain oleh Desainer ternama kami, ini Edisi Terbatas untuk musim ini, sangat cocok untuk di pakai para Wanita Muda,"


Melihat gaun indah itu, Arka tanpa pikir panjang langsung setuju.


"Aku ambil itu, jadi apakah ada yang lain juga?"


Pelayan itu menjadi semakin berbunga-bunga, Pria di depannya ini bahkan tidak bertanya soal Harga!!


Pasti dia benar-benar Kaya!!


Degan penuh semangat, Pelayan itu mulai mengoceh soal berbagai Gaun dan Pakaian Wanita disana.


Arka pada akhirnya memilih 6 gaun pesta, dan 4 baju biasa.


Mungkin segini dulu?


Lain kali dirinya akan mengajak Viola, agar tahu mana yang dia inginkan, dan agar Viola bisa memilih.


Dan sayangnya, ternyata ketika melihat ke deretan Baju Pria, ada beberapa Baju yang menurut Arka terlihat keren, dia tentu saja membeli beberapa stel pakaian tanpa segan-segan.


Waktu sangat cepat berlalu, hingga saat ini sudah hampir jam 7 malam.


Arka pulang dari Kantor jam 5 sore, Viola yang berada di Rumah yang menunggu Tuan Mudanya itu menjadi cemas.


Ini sudah hampir jam tujuh malam, kenapa Tuan Mudanya belum pulang juga?


Aduh, bagaimana ini?


Harusnya dirinya tadi menyuruh supir untuk mengawasi Tuan Mudanya, atau kalau tidak dirinya harusnya tidak usah pulang saja dan mengikuti Tuan Mudanya.


Sekarang Tuan Mudanya malah tidak bisa dihubungi dan keberadaannya tidak diketahui!


Bagaimana ini?


Apakah Tuan Mudanya diculik seseorang atau terjadi sesuatu di jalan?


Viola saat ini berada di dekat gerbang, berjalan mondar-mandir dengan ekpersi cemas menunggu Arka yang tidak kunjung pulang itu.


"Nona Viola tidak usah Khawatir, nanti juga Tuan Muda Arka pulang," kata Satpam disitu yah dari tadi terlihat cukup lelah juga melihat Viola dari tadi mondar-mandir didepannya.


"Tapi ini sudah dua jam sejak Jam kantor berakhir!! Bagaimana ini?" Kata Viola lagi dengan panik, benar-benar takut terjadi sesuatu pada Tuan Mudanya itu.


####


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2