
Di salah satu ruangan di Perusahaan tertentu, terlihat seorang Pria parubaya baru saja menampar seorang gadis muda.
Terlihat dari ekspresi wajahnya yang begitu marah, dia melampiaskan nya dengan tamparan itu.
"Marsela!! Kamu ini bagaimana! Bagaimana kamu bisa kalah dan gagal project itu? Apa lagi kamu sampai kalah dengan Tuan Muda tidak berguna dari keluarga William sialan itu!"
Marsela hanya menunduk dan tak tahu bagaimana cara untuk menjawab Ayahnya itu.
Dirinya tidak akan pernah mengira jika rencananya sampai gagal.
Ini semua gara-gara Asisten dari Keluarga William itu!!
Viola atau sesuatu itu!!
Dia bener-bener berani datang ke rapat itu, menjadi perwakilan dari Perusahaan William untuk Presentasi Proyek.
Sial!!
Memikirkan ini, Marsela merasa sangat kesal pada orang itu.
Padahal sudah bagus, dirinya dengar Tuan Muda dari Keluarga William masuk ICU.
Namun, tidak mengira mereka masih berani muncul dan bahkan mendapatkan proyek itu.
Sial!
"Maafkan aku Ayah. Tidak mengira jika sampai bisa kalah,"
"Tidak hanya kamu kalah namun semua rencanamu berantakan, aku udah dengar bagaimana kamu mengirim orang untuk mencelakakan mereka, namun apa? Ternyata mereka semua gagal, belum lagi anak buah mu sekarang malah tertangkap oleh Keluarga William itu, tidak tahukah kamu seberapa banyak masalah yang kita dapat gara-gara hal itu?"
Marsela hanya bisa menunduk lemah karena takut.
Bagaimana jika hal ini sampai ke telinga Kakeknya?
Pasti semua reputasinya yang dirinya bangun ini akan hancur.
"Ini benar-benar kesalahan fatal aku tidak mengira mereka akan benar-benar tertangkap, namun bagaimana bisa...."
"Aku mendengar Asisten dari Keluarga William itu yang melakukannya, Viola kalau tidak salah? Dia juga Istri dari Arka William,"
"Si gadis jelek itu?"
__ADS_1
"Benar, ini ulahnya yang memukuli anak buahmu dengan mengerikan,"
Marsela terdiam, pernah menyangka jika bahkan ada rencananya dalam penyergapan juga sampai digagalkan oleh Viola itu.
Viola!!
Awas saja kamu aku pasti akan membuat perhitungan dengan mereka!!
Berani sekali mereka sampai menyinggungku!
Sialan!!
Dasar wanita jelek yang sombong!
Marsela masih ingat, dalam rapat itu bagaimana Viola itu berani menyinggung dirinya di depan Klaien.
Membuatnya malu disana.
Memikirkan itu membuat kemarahan memuncak.
"Ini benar-benar salahku karena memilih orang yang salah, aku benar-benar minta maaf soal ini. Namun, Ayah jangan sampai kabar ini sampai pada Kakek."
"Ini sudah terlambat, Kakekmu sudah tahu,"
Wajah Marsela menjadi gemetar.
"Jadi.... Dia marah?"
"Kamu masih bertanya soal itu? Sekarang Kakekmu menyuruh Kakakmu pulang kesini, untuk mengurus perusahaan,"
"Apa? Kakak?"
"Kali ini, Kakekmu sepertinya benar-benar merasa kecewa,"
"Tapi Ayah... Aku tidak menyukai ini."
"Aku tahu, maka dari itu segera dapatkan kunci itu, agar kakek mu puas,"
"Tapi bagaimana caranya?"
"Kamu pikirkan sendiri dan aku tidak mau tahu,"
__ADS_1
"Tapi, apakah tidak ada semacam petunjuk?"
"Itu jelas dibawa oleh Arka William itu, bukankah aku sudah menyuruh untuk menyelidiki nya apakah itu masih belum selesai?"
"Aku udah menyelidiki nya namun tidak menemukan petunjuk apapun,"
"Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mendapatkan kunci itu entah bagaimana caranya!"
"Bagaimana aku mencarinya jika aku tidak memiliki petunjuk?"
"Ini adalah sebuah kalung,"
"Sebuah kalung bagaimana bisa?"
"Aku juga tidak tahu kalung yang mana, yang jelas mungkin ini disimpan di gudang perhiasan keluarga William,"
"Jadi, Ayah menyuruhku untuk menyusup ke sana?"
"Sepertinya tidak ada cara lain,"
"Namun, aku tidak tahu itu perhiasan yang mana, apakah Ayah ada petunjuk lain?"
"Itu Perhiasan harusnya milik Ibu Arka William yang sudah meninggal, selidiki tentang daftar perhiasan yang dia miliki,"
"Itu..."
Marsela jadi bingung memikirkan bagaimana caranya.
Ini semua terlihat rumit.
Dirinya tidak punya pilihan lain untuk menaikkan reputasi dirinya di mata Kakeknya, dirinya harus mendapatkan kunci itu entah bagaimana caranya.
Juga, dirinya pasti akan balas dendam pada Arka dan Viola itu, awas saja kalian!
Kalian akan menerima pembalasan yang lebih memalukan dari ini!!
Atau, dirinya hanya bisa berdoa agar Arka William berada di ICU itu tidak akan pernah membuka matanya lagi.
Hah...
Biar tahu rasa itu, laki-laki sombong!
__ADS_1