
Mendengar pertanyaan Viola itu, Arka masih cukup binggung harus menjawab apa sampai kemudian, ada suara seperti orang batuk dari pinggiran.
"Ehemmm, ingat disini masih ada orang, sepertinya aku harus pergi dari pada mengagu kemesraan kalian,"
Arka yang masih merasa tidak berani menjawab pertanyaan Viola, dirinya tentu saja tidak membiarkan adiknya pergi.
Jalas saat ini bukan saat yang tepat untuk mengatakan hal ini pada Viola, lebih seperti jika dirinya mengatakannya, Viola akan segera menolaknya tanpa berpikir dua kali, lalu hubungan mereka akan menjadi lebih aneh lagi.
Ya...
Dirinya sebenarnya takut kalau Viola akan menolaknya, lalu mulai menjaga jarak dari dirinya karena dia memang seperti itu.
Saat ini setidaknya dirinya masih ingin tetap seperti ini dengan Viola, menjadi lebih dekat, sampai dirinya yakin, kalau Viola mau membuka hati untuknya, hingga ketika saatnya tepat Viola tidak akan berkata tidak.
"Kamu apaan sih, Louise tetap disini saja, aku tidak melakukan apa-apa dengan Viola, benar Viola?"
Viola yang melihat sepertinya Tuan Mudanya ingin mengalihkan pembicaraan itu, tentu saja tidak menyerah.
"Tuan Muda belum menjawab pertanyaanku,"
"Pertanyaan apa lagi sih Viola?"
"Kenapa Tuan Muda melakukan itu?"
Arka menarik nafasnya dalam-dalam lalu berkata,
"Itu.... Itu adalah keinginanku, aku tidak perlu alasan untuk itu,"
"Tapi Tuan Muda tidak boleh seperti itu, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Tuan Muda?"
Mendengar itu, Arka tiba-tiba menjadi marah, lalu berkata,
"Jadi maksudmu itu tidak apa-apa jika kamu yang terluka,"
"Ya, ini tidak apa-apa, ini tidak terlalu penting jika aku yang terluka,"
Jelas, Arka tidak bisa menahan emosinya mendegar ini, dia langsung memegang dua bahu Viola, menatap gadis itu dengan ekpersi marah sekaligus sedih.
"Ini penting!! Ini sangat penting!! Aku tidak bisa melihatmu terluka...."
"Tapi kenapa? Aku hanya....."
"Viola.... Kamu adalah sesuatu yang sangat berharga untukku, jadi jangan bicara omong kosong soal tidak apa-apa jika kamu terluka atau sesuatu, itu akan membuatku sedih. Diam!! Tetap diam dan jangan katakan apapun!!" Kata Arka lalu langsung memeluk Viola.
Pelukan itu berlangsung cukup lama.
Viola memutuskan untuk diam, takut Tuan Mudanya menjadi marah, walaupun dirinya masih tidak mengerti apa maksud Tuan Mudanya itu.
Arka benar-benar tidak mengerti kenapa Viola seperti ini, seolah gadis dalam pelukannya ini tidak pernah memikirkan dirinya sendiri.
Walaupun orang-orang kadang mengatakan hal-hal buruk didepannya, Viola tidak pernah merasa marah atau sesuatu, hanya mengagap angin lalu, bahkan ketika dia terluka, Viola sendiri tidak pernah mengeluh.
Dirinya tidak mengerti, dari mana kepribadian dingin dan cuek ini berasal?
Apakah dia tidak sadar jika akan ada orang-orang yang memperhatikannya?
Jika seseorang diluar sana mengagap Viola itu berharga.
__ADS_1
Apakah itu karena masalah Viola?
Dirinya dengar, Viola berasal dari sebuah Panti Asuhan kecil, sampai Viola cukup besar tidak ada yang mau mengadopsinya.
Kemudian, dirinya dengar, salah satu Pelayan Keluarga William yang saat itu tidak ingin anaknya untuk menjadi salah satu Pelayan Pribadi miliknya, karena semua rumor buruk yang dirinya miliki, dia mencari pengganti dan akhirnya mengadopsi Viola dari Panti Asuhan.
Dirinya juga tahu, jika hubungan Viola dengan Keluarga angkatnya tidak begitu baik.
Mereka benar-benar hanya memanfaatkan Viola sesuka mereka, membuat Viola seolah berhutang budi dengan mereka, dan mengambil hal-hal yang seharunya milik Viola, seperti gajinya misalnya.
Tapi Viola tidak pernah mengeluh atau sesuatu, ekpersi miliknya juga tidak pernah berubah, itulah juga kenapa dirinya juga baru tahu ini belakangan.
Apakah itu beberapa hari menjelang pernikahan mereka?
Tentu saja, kabar jika Viola menikah dengan dirinya yang merupakan Tuan Muda Keluarga William sampai ke telinga orang tua angkat Viola.
Dan itu jelas menjadi perdebatan panjang dalam keluarga itu, namun bagaimana Viola tetap tidak merubah ekpersinya bagaimanapun orang-orang mengatakan sesuatu padanya, jelas itu membuat dirinya khawatir.
Arka hanya bisa berpikir, memang sejak pertama kali dirinya bertemu dengan Viola dia adalah gadis dingin tanpa ekspresi seperti itu.
Dirinya tidak pernah tahu apa isi kepala gadis itu.
Seolah-olah, Viola terlihat tidak memiliki emosi.
Dirinya juga tidak mengerti kenapa dirinya bisa jatuh hati pada gadis berwajah dingin dan tanpa ekpersi itu.
Tapi apakah cinta itu butuh alasan?
Dirinya hanya mencintai Viola itu saja sudah cukup untuk menjadi alasan.
Dirinya jadi bertanya-tanya apakah gadis ini juga tahu bagaimana itu jatuh cinta?
Tentu Viola merasa sedikit tergabung dengan pelukan yang begitu lama ini, dirinya juga tidak tahu perasaan mengagu apa ini yang ada di hatinya, seolah ada kupu-kupu yang menggelitik dan begitu geli.
Mendengar panggilan Viola, akhirnya Arka tersadar dari lamunannya.
"Pokoknya mulai sekarang kamu jaga diri dengan baik, karena kamu sudah bukan lagi Pelayan atau Bodyguard ku, kamu adalah Istriku, sekarang, Viola William, ingat itu,"
Ekspresi Viola sedikit berubah menunjukan keterkejutannya.
Viola William...
Dirinya tidak akan pernah menyangka akan disebut dengan julukan ini.
Entah kenapa rasanya sangat aneh.
Namun ini tidak buruk.
Dirinya cukup menyukai nama ini.
"Ya, aku mengerti, Arka, aku akan lebih hati-hati dimasa depan,"
Arka lalu tersenyum melihat Viola menjadi begitu penurut.
Selanjutnya, suster tiba-tiba datang dan mengantarkan makan malam.
Melihat makan malam datang, Arka memikirkan sebuah ide,
__ADS_1
"Viola, aku sedang sakit kenapa kamu tidak mencoba menyuapiku?"
"Tapi tangan Tuan Muda tidak apa-apa,"
"Ini sedikit sakit, aku baru sadar tanganku masih begitu lemas,"
"Baik-baik, apapun permintaanmu,"
Arka ingin bersikap manja sedikit dengan Viola lagipula.
####
Ditempat lainnya, terlihat seperti sebuah ruangan club pribadi, bener orang berkumpul.
Ini adalah Galvin dan Robert serta beberapa gadis yang mengelilingi mereka.
"Robert, kamu jangan marah dengaku lagi, aku juga tidak tau jika Arka itu akan membuat masalah dengan mu karena laporan sebelumnya, sungguh aku tidak pernah bermaksud buruk padamu, itu Arka saja yang membuat masalah denganmu, sengaja dia mencari perkara, karena mentang-mentang posisinya seperti itu," kata Galvin mencoba menenangkan adik sepupunya itu.
"Tapi kamu sungguh membuatku sangat malu didepan Arka sebelumnya," kata Robert dengan kesal.
"Ayolah, Robert sungguh jangan marah oke? Kita selalu bekerja sama selama ini, aku akan selalu di pikahmu tenang saja, dan sesuai perjanjian jika kita berhasil menyingkirkan Arka itu dan Saudara Tirinya Louise itu, kita berdua akan membagi dua ini semua, dan menjadi pewaris bersama," kata Galvin lagi dengan ekpersi tenang.
"Begitukah?"
"Ya, semua akan menjadi milik kita berdua. Kamu harus percaya padaku, jika bukan aku siapa lagi yang bisa kamu percaya di Keluarga menyebalkan ini?"
Benar, mereka berdua memiliki sejarah panjang juga di Keluarga William.
"Baiklah. Kali ini aku akan percaya pada Kak Galvin,"
"Adik yang penurut, sini duduk disampingku, aku sudah memilihkan beberapa gadis cantik untuk kamu nikmati malam ini,"
Robert yang menurut, lalu duduk disamping Galvin yang dikelilingi gadis-gadis muda itu.
"Mereka memang cantik, tapi... Aku pikir, aku ingin Pacar Kak Galvin, Kak Yuliana, dia lebih cantik,"
"Pfffff.... Aku benar-benar suka kejujuranmu ini. Namun sayang sekali, dia cukup susah dibujuk, dia tidak suka bermain-main,"
"Tumben, Kak Galvin mencari gadis yang benar. Apakah kali ini Kak Galvin benar-benar menyukainya?"
"Ini jelas karena Keluarganya cukup baik bukan?"
"Yah, sudah aku duga,"
"Baik, lupakan soal itu kita bersenang-senang saja dulu,"
"Tapi aku rasa ini bukan saat untuk bersenang-senang, lihat Aku dengar Arka itu berhasil memenangkan proyek dengan Perusahaan CVL itu,"
"Terus? Bukankah dia berakhir koma di Rumah Sakit? Aku dengar dia mengalami gagar otak ringan, mungkin nanti akan ada masalah dengan otaknya dan dia menjadi semakin bodoh, atau malah dia tidak akan bangun lagi, ini patut dirayakan bukan?"
Robert lalu tertawa mendengar perjelasan Galvin.
"Kakak benar, bagaimana jika kita melakukan beberapa hal selama dia masih di Rumah Sakit?"
"Misalnya?"
"Membuat masalah dengan CVL Group itu, lihat buat ini ulah Arka dan lihat apa yang terjadi berikutnya," kata Robert dengan ekpersi seriusnya.
__ADS_1
"Pfffff.... Ide yang sangat bagus, jadi kita tidak perlu repot-repot mengotori tangan kita, seperti insiden di Pulau itu sebelumnya,"
"Ya, Kak Galvin benar-benar sangat hebat untuk mengacaukan Bulan Madu Arka sialan itu,"