
Hari-hari berjalan dengan cukup cepat, Arka tentu saja disibukkan dengan urusan kantor yang menumpuk, hingga tidak sadar jika sudah hampir akhir pekan lagi.
Namun untungnya tidak ada masalah yang terjadi belakangan ini.
Soal rencana pencarian kunci dan yang lainnya juga harus ditunda untuk sementara waktu karena Louise adiknya itu masih harus sibuk dengan tugas kuliah apalagi sebentar lagi menjelang ujian tengah semester.
Dirinya tidak boleh mengganggu adiknya itu untuk sementara waktu.
Dan lagi, adiknya juga cukup sibuk untuk mengurusi pekerjaan di kantor.
Namun mereka jelas masih sempat bertemu di rumah.
Jarak antara rumahnya dan kampus Louise cukup dekat, ini membuat Adiknya itu begitu betah menginap di rumahnya.
Benar-benar tidak tahu malu untuk mengganggu pasangan yang baru menikah.
Namun Arka hanya memikirkannya saja, tidak benar-benar merasakan hal-hal seperti itu dari adiknya.
Sore itu, setelah menjalani aktivitas seharian dan akhirnya saatnya jam pulang kantor, Arka merasa sangat lega.
"Ini Tuan Muda Milk Tea yang Tuan Muda mau," kata Viola sambil menyerahkan satu Cup minuman di depan Tuan Mudanya itu.
"Bukankah aku sudah bilang padamu untuk berhenti memanggilku, Tuan Muda. Cobalah terbiasa memanggil namaku,"
"Tapi Tuan Muda Arka...."
"Ya, aku sudah tahu, kamu sudah pernah mengatakan itu berkali-kali namun tetap saja Aku ingin kamu terbiasa untuk menyebut namaku,"
Dulu ketika Viola menyebutkan nama Tuan Mudanya itu, dia tidak terlalu banyak memikirkannya, hanya mengikuti kata-kata Tuan Mudanya itu.
Namun sekarang entah bagaimana menyebut nama Tuan Mudanya secara langsung malah membuat dirinya berdebar tidak jelas.
Apakah Jatuh Cinta bisa membuat seseorang menjadi seperti ini?
Bahkan sempat membuat dirinya blank.
Perasaan seperti ini benar-benar membuat dirinya merasa asing.
"Arka...."
"Bagus, Viola. Terus panggil namaku seperti itu,"
Arka benar-benar menikmati bisa mengoda Viola selama waktu-waktu sibuk ini.
Hal-hal seperti ini benar-benar membuat Arka merasa sangat bahagia.
Tinggal satu langkah lagi sampai dirinya benar-benar mendapatkan hati Viola.
Hubungan mereka belakangan ini sudah cukup baik, walaupun Viola masih terlihat malu-malu dengan hubungan mereka, namun Viola tidak pernah menolak dirinya secara langsung.
Kesempatan masih begitu besar.
Arka juga memikirkannya, masih ada banyak waktu jadi dirinya bisa pelan-pelan menjalani ini dengan Viola.
Dan begitulah, akhirnya mereka berdua kembali ke Rumah mereka dengan aman.
Sampai di rumah, Arka menerima pesan dari adiknya.
'Hari ini aku menginap di Rumah Taman, Kak Arka silahkan bersenang-senang dengan Kak Viola,'
Melihat pesan adiknya yang masih tidak masuk akal dan tidak tahu malu seperti biasanya itu, wajah Arka sedikit memerah.
Memang sudah cukup lama sejak mereka melakukannya terakhir kali.
Apalagi saat itu mereka berdua melakukannya dalam keadaan gelap-gelapan.
Saat itu dirinya tidak bisa benar-benar melihat wajah Viola...
Hanya bisa membayangkannya sampai sekarang...
Yang jelas hal-hal seperti itu sangat menyenangkan....
Dirinya benar-benar ingin untuk melakukannya dengan Viola lagi...
__ADS_1
"Ada apa Tuan Muda?"
Pertanyaan Viola itu, menyadarkan Arka dari lamunannya.
"Hanya adikku hari ini dia tidak ke sini menginap di rumah teman katanya,"
"Ah, begitu sepertinya Tuan Muda Louise bersenang-senang juga, Aku kira dia cukup sibuk dengan tugas kuliahnya ternyata dia juga bersenang-senang dengan beberapa gadis cantik,"
Arka juga tahu apa maksud Viola ini.
'Teman' yang adiknya bilang ini, pasti seorang gadis bukan?
Dirinya jelas tidak bisa membiarkan adiknya untuk terus bermain-main seperti ini.
Lain kali mereka bertemu dirinya akan mencoba menasehatinya.
Setelah beberapa percakapan itu, mereka berdua masing-masing segera pergi mandi, dan segera bersiap untuk makan malam.
Viola sebelumnya sudah memesan beberapa makanan, dan saat ini sedang menghidangkan makanan itu di meja makan.
Melihat beberapa makanan cepat saji di atas meja, Viola merasa tidak nyaman.
Tidak bagus untuk makan makanan cepat saji seperti ini.
Apakah sebaiknya jadinya juga meminta seorang koki Untuk mengantarkan makanan ke rumah ini?
Atau mempekerjakan seorang koki yang hanya datang untuk memasak di jam-jam tertentu?
Memang hal-hal seperti ini menjadi pilihan yang bagus daripada terus makan makanan dari luar yang terlihat tidak sehat.
Dirinya jelas harus memperhatikan kesehatan Tuan Mudanya ini dengan baik.
Setelahnya, mereka makan malam bersama dalam damai hanya berdua saja.
Arka merasa senang dan menatap Viola dari awal sampai akhir.
Sampai akhirnya, ketika mereka berdua sampai di kamar....
Viola sendiri awal merasa ini cukup canggung setelah tahu perasaan Tuan Mudanya itu , namun ternyata dirinya sudah terbiasa untuk berada satu kamar dengan Tuan Mudanya.
Jadi akhirnya, Viola tetap berada dikamar Tuan Mudanya.
Setelah jam makan malam, mereka bersantai sebenar di Kamar mereka, dan mulai membicarakan beberapa hal.
Sampai akhirnya, Arka ingat jika tempo hari dirinya membeli sesuatu untuk Viola.
"Viola, sebentar aku memiliki sebuah hadiah untukmu,"
"Apa itu? Kamu tidak perlu terlalu repot-repot...."
"Sebentar, aku sepertinya menaruh itu dilaci,"
Segera, Arka membuka laci itu, dan menemukan sebuah kotak.
Arka tidak terlalu memperhatikan jika di dalam laci itu ada 2 buah kotak.
Dan segera tanpa mengecek ulang kotak itu dia langsung menyerahkan nya kepada Viola.
"Ini untukmu,"
"Apa ini isinya?"
Viola menatap kotak didepannya dengan ekpersi penasaran.
"Kamu coba saja sendiri aku harap kamu menyukainya,"
Arka sudah membeli sebuah kalung inisial nama mereka, ada sepasang jadi nanti dirinya akan memakai yang pasangannya.
Dibo hari ketika dirinya melihat-lihat internet, sepasang liontin seperti ini akan sangat romantis jika dipakai oleh pasangan, bisa meningkatkan semacam camestry dari pasangan itu.
Jadi tentu saja Arka segera sangat tertarik dan langsung membelinya, namun karena dirinya begitu sibuk sempat lupa memberikannya pada Viola.
Bangun akhirnya malam ini dirinya bisa memberikan kalung itu.
__ADS_1
Kalung Liontin berbentuk love jika disatukan dengan kalung yang dirinya pakai.
Benar-benar bersemangat untuk melihat Viola memakainya.
Viola tentu segera berniat membuka kotak itu.
Namun isi kotak itu cukup mengejutkan, dan membuat wajah Viola memerah.
Awalnya, Arka yang melihat ekspresi itu mengira Viola mungkin sedikit malu atau terharu ketika melihat isinya.
"Tuan Muda Arka ini...."
"Itu untukmu, agar bisa kamu pakai, mari aku akan membantumu untuk memakainya," kata Arka dengan ekspresi cerianya itu, yang mana membuat wajah Viola semakin memerah.
Barulah disana, ketika Arka melihat isi kotak itu, Arka menjadi terkejut.
Sial!!
Ini kan salah satu kotak misterius yang berada didalam kotak hadiah dari Louise sebelumnya saat Pernikahannya dan Viola!!
Ini...
Ini adalah sebuah baju dalam seksi!
Sialan!!
Kenapa dirinya bisa salah ambil segala?
Mana tadi dirinya bilang ingin membantu Viola memakainya segala pula!!
Ini benar-benar sangat memalukan!!
"Viola tunggu, bukan ini yang ingin aku berikan kepadamu,"
Arka jelas langsung menarik kotak itu dari tangan dari Viola, tentara menyembunyikannya di belakang, lalu mulai mengambil kotak lain dari lagi, untuk mencegah kejadian sebelumnya, Arka membuka dulu kotak itu.
Setelah memastikan bahwa isinya benar-benar sebuah kalung, Arka berikan itu kepada Viola.
"Ini yang akan aku berikan padamu, lihat ini adalah kalung pasangan, satu untukmu, dan satu untukku, lupakan soal barang sebelumnya yang kamu lihat,"
"Kalung ini sangat indah,"
"Senang jika kamu menyukainya. Ini adalah simbol untuk hubungan kita, agar kita selalu terikat seperti kalung ini, jika bersatu menjadi bentuk hati, seperti perasaan kita satu sama lainnya,"
"Ya, Terimakasih banyak Tuan Muda Arka,"
Arka mulai tidak lagi berdebat soal hal itu dan bagaimana Viola memanggil namanya.
Mungkin cukup susah untuk mencoba merubah suatu kebiasaan.
Berikutnya, Arka memakaikan kalung itu pada Viola.
Baru setelahnya, Viola mulai membuka percakapan soal kotak sebelumnya.
"Lalu yang sebelumnya...."
Arka jelas merasa malu,
"Kamu jangan salah paham.... Aku... Aku hanya mendapatkan hadiah dari seseorang sebagai hadiah pernikahan, itu mungkin orang iseng,"
"Aku kira, Tuan Muda benar-benar ingin aku memakainya," kata Viola dengan ekspresi sedikit malu.
Arka lalu segera berkata lagi,
"Namun bagaimana jika aku benar-benar ingin kamu memakainya?"
"Itu...."
Namun Arka tidak menunggu Viola untuk menjawab.
"Viola.... Aku ingin memilikimu malam ini...."
Kata-kata Impulsif keluar dari mulut Arka.
__ADS_1