
Pagi itu jelas sekali jika Arka terlihat sangat bahagia.
Mood dia menjadi cukup baik setelah pembicaraan empat mata dengan Viola soal akan mempertimbangkan hubungan antara mereka berdua.
Jadi mulai sekarang dirinya harus menunjukkan kebaikan dan perhatiannya pada Viola, agar hubungan mereka menjadi semakin baik.
Seperti saat ini ketika mereka berada di meja makan untuk sarapan.
Arka mulai mempersilahkan Viola untuk duduk dulu, dan segera mengambilkan roti yang berada di meja untuk Viola.
Perlakuan Arka terlihat begitu sederhana namun memberikan perhatian yang serius, bahkan memilih selai roti kesukaan Viola.
Louise yang baru saja bangun tidur itu ketika menuju meja makan dan melihat mereka berdua dan tentang bagaimana kakaknya memperlakukan Viola, hanya bisa bergeleng-geleng kepala.
Apa lagi setelah melihat reaksi dari Kak Viola yang terlihat malu entah bagaimana itu.
Astaga pasangan baru menikah ini sepertinya sedang menikmati masa-masa indah awal pernikahan mereka.
"Wow, pengantin baru terlihat sangat menikmati pagi mereka, apakah kalian memiliki malam yang baik?"
Arka langsung menjitak adiknya itu, dan berkata,
"Sudahlah, makan saja. Jangan bertanya macam-macam,"
Louise hanya bisa tertawa setelah mendengar itu lalu duduk dan ikut sarapan menikmati pagi yang damai ini.
Dan begitulah Bagaimana pagi itu berakhir.
Karena Arka merasa dirinya sudah sehat dan baik-baik saja akhirnya diputuskan bahwa dia segera kembali ke kantor.
Hal-hal ini juga sudah disetujui oleh Kakek dan Neneknya.
Dan begitulah, bagaimana saat ini Tuan Muda itu Akhirnya sampai di gedung perusahaan William.
seperti biasanya dia sudah disambut oleh para pegawai di sana yang sudah diberitahu sebelumnya bahwa Tuan Muda Arka William akan hadir hari ini.
"Selamat Datang Tuan Muda Arka dan Nona Viola,"
Mendengar sapaan itu, Arka merasa cukup puas bahwa mereka semua tidak hanya memperlakukan dirinya dengan baik namun juga memperlakukan Violanya dengan baik.
__ADS_1
"Ya, ya. Selamat Pagi," jawab Arka dengan ramah.
Mood dia sedang baik, jadi Tentu saja dia menyapa semua orang dengan senyumannya itu yang malah membuat orang-orang di sana merasa sedikit takut.
Sepertinya kabar jika Viola adalah Istrinya sudah tersebar.
Hal-hal ini cukup bagus sehingga tidak adalagi yang berani macam-macam pada Viola.
Viola juga terlihat seperti biasanya bagaimana dia mengikuti Tuan Mudanya itu.
Beberapa pegawai yang menyambut mereka itu, Akhirnya bisa merasa lega, setelah Tuan Muda Arka pergi.
Sungguh, mungkin jika hanya ada Viola, mereka bisa santai, namun kalau sudah ada Tuan Muda Arka, mereka benar-benar tidak berani untuk bergosip sedikitpun soal Tuan Muda itu apalagi Istrinya.
Semua orang di kantor juga tahu bagaimana Tempramen Tuan Muda itu yang galaknya selangit, dan lagi suka membuat masalah.
Tidak ada hal yang baik untuk berurusan dengan Tuan Muda itu.
Mereka mulai memikirkannya, bahwa sepertinya memang Nona Viola itu cukup hebat, bisa mengatasi tempramen buruk Tuan Muda itu, bahkan bisa menjadi Istirnya, sepertinya memang membutuhkan keahlian khusus hal-hal itu.
Dan soal gosip-gosip miring yang beredar, sepertinya sedikit salah?
Sudahlah, mereka tidak mau terlalu banyak bergosip soal hal-hal itu.
Ketika sampai dalam ruangan kerjanya itu, Arka segera disuguhi dengan berbagai macam dokumen yang sudah disiapkan di sana.
"Apa? Aku harus mengerjakan semua ini?"
"Saya sudah berusaha untuk membantu Tuan Muda menyelesaikan semuanya sebelumnya namun masih ada batasan yang bisa saya selesaikan dan masih harus diperiksa oleh Tuan Muda untuk ditandatangani, ini tinggal bagian tanda tangan saja, semua sudah beres saya periksa,"
Melihat kinerja Viola, Arka merasa cukup puas.
"Ini sangat bagus. Lalu bagaimana dengan project yang tempo hari kita menangkan itu?"
Mendengar pertanyaan itu Viola menjadi terdiam, tidak tahu harus menjelaskan ini dari mana dulu.
Melihat Viola menjadi diam, Arka segera memiliki firasat yang tidak enak.
"Ada apa dengan project itu? Apakah terjadi masalah?"
__ADS_1
Viola setelah berpikir sejenak akhirnya membuka mulutnya dan ingin berbicara dengan jujur.
"Sebenarnya memang ada masalah untuk proyek ini terutama soal lahan yang akan digunakan yang malah sudah diambil oleh Perusahaan lain,"
"Lalu... Bagaimana ini?"
"Tuan Muda tenang saja, kami sudah memikirkan solusi dan sudah mendapatkan lahan baru yang bahkan lebih cocok daripada lahan sebelumnya, ini semua berkat bantuan Tuan Muda Louise yang bisa menemukan tempat strategis itu,"
Arka juga rasa sangat lega setelah menerima berita itu.
"Ya, adikku memang selalu bisa diandalkan,"
"Benar, ini juga berkat Tuan Muda Louise kita berhasil untuk meyakinkan klien untuk pindah lahan, dan soal lahan yang lama mungkin akan dibangun untuk projek lainnya," kata Viola dengan ekpersi sedikit lega.
"Baik-baik, sepertinya semuanya berjalan dengan lancar berkat itu bukan? Aku harus berterimakasih pada Louise nanti,"
"Tentu saja, Tuan Muda Louise sellau sangat baik padamu,"
Arka juga senang setelah mendengar hal-hal itu.
Selain masalah lahan itu tidak ada lagi masalah dalam proyek itu.
Perencanaannya sudah dilaksanakan oleh Arsitektur mereka, Arlan yang sudah hampir selesai, dan dalam waktu dekat kemungkinan pemesanan bahan-bahan pembangunannya sudah bisa dilakukan.
Arka juga memeriksa berkas-berkas lain di sana.
Tentu saja selain project yang dirinya dapatkan ada juga beberapa tugas tambahan seperti mengawasi beberapa proyek dan memeriksa beberapa proposal anggaran, Tugas Arka saat ini begitu banyak hingga waktu tidak terasa sampai jam makan siang tiba.
Setelahnya, dia berpisah dengan Viola untuk menemui adiknya Louise yang juga sepertinya berada di perusahaan hari ini.
Mereka bertemu untuk makan siang bersama disalah satu ruangan di kantin kantor.
"Louise, Aku sungguh berterima kasih sekali padamu berkat kamu proyek yang aku menangkan tempo hari tetap berjalan dengan lancar tanpa hambatan, kamu sungguh hebat," puji Arka dengan antusias.
"Kakak tidak perlu terlalu berlebihan,"
"Tapi adikku yang satu ini benar-benar seorang jenius yang hebat, Aku sungguh sangat lega memiliki kamu berada di sisiku, aku tidak bisa membayangkan jika aku menjadi musuhmu," kata Arka dengan ekpersi serius itu.
"Kakak bicara apa? Aku tidak mungkin ingin menjadi musuh Kakak, aku bahkan tidak akan ingin bersaing dengan kakak untuk hal-hal seperti Harta Warisan Keluarga William,"
__ADS_1
"Aku tahu Louise, Aku tahu kamu bukan orang seperti itu, dan soal Harga Warisan Keluarga William, kamu juga memiliki hak atas hal-hal ini jadi aku tidak akan menentang jika kamu mendapatkan apa yang menjadi hakmu begitu pula dengan aku,"
"Hah.... Jika memikirkan soal harta memang menjadi cukup rumit, orang-orang sangat gila dan ingin memperebutkan hal-hal ini hingga melakukan segala cara untuk mendapatkannya sejujurnya aku cukup muak dengan hal itu,"