Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 114: Hal Yang Perlu di Selesaikan


__ADS_3

Setelah absen dari Kantor untuk waktu yang cukup lama, akhirnya Arka bisa kembali ke Perusahaan.


Tentu saja ada begitu banyak tugas yang harus dirinya selesaikan.


Namun untungnya, sebelumnya berkat bantuan dari semua orang, Tugas-tugas Arka sudah sedikit berkurang.


Namun tetap saja, masih banyak hal yang harus diurus salah satunya adalah sebuah proyek yang dirinya dapatkan sebelumnya.


Proyek pembangunan Pusat Perbelanjaan di Kota B. Saat ini tengah dipersiapkan untuk Proses pembangunan awalnya, proyek mulai lakukan dengan cepat sesuai dengan perencanaan yang dibuat dengan Klaien sebelumnya. Walaupun sempat terjadi penundaan sebelumnya, namun semua berjalan dengan lancar selama dua bulan ini.


Rancangan untuk Proyek ini sudah dibuat oleh Arsitektur hebat rekomendasi Klaien sebelumnya. Sebelumnya Arka juga sudah melihat rancangan Pusat Perbelanjaan ini, yang terlihat mewah dan megah, dengan perpaduan desain modern dan klasik, yang membuat Pusat Perbelanjaan ini nantinya akan menjadi Pusat Perbelanjaan paling megah di Kota B.


Sekarang, berdasarkan laporan yang dirinya terima, ternyata Proyek ini sudah menyelesaikan pembangunan beberapa pondasinya, dan akan segera mulai pembagunan salah satu gedung di Pusat Perbelanjaan ini.


Arka yang melihat bagaimana sepertinya project ini berjalan dengan baik merasa sangat puas. Proyek ini jelas merupakan sebuah proyek yang sangat bermakna, Proyek pertama yang dirinya dapatkan dengan Viola.


Kemudian ketika kembali mengingat nama itu, wajah Arka kembali menunjukan kesedihan.


Namun segera, Arka mengeleng-gelengkan kepalanya, dirinya tidak boleh seperti ini terus dan terpuruk.


Dirinya harus membuktikan sekarang jika dirinya bisa menyelesaikan project ini dengan baik, agar Viola suatu saat akan kembali menatap ke arahnya.


Dan begitulah Arka memulai kembali aktifitasnya di Kantor.


Tentu saja hal-hal baik ini tidak disukai oleh beberapa orang.


Contohnya saja, Galvin dan Robert yang saat ini tengah mengobrol di kantornya.


"Bagaimana ini, Kak Galvin? Arka ternyata masih selamat dan dia kembali ke kantor,"


"Apa yang membuat kamu cemas? Kamu tenang saja rencana B Kita kan sudah berjalan, tinggal menunggu saat hal itu berhasil, beberapa minggu lagi,"


"Owh? Soal hal itu? Kakak benar-benar sudah merencanakan segalanya?"


"Tentu saja, kamu tenang saja,"


"Hah, ya kita akan lihat nanti, Kak. Namun Sebenarnya aku masih penasaran soal Harta Tersembunyi sebelumnya,"


"Sial, itu padahal adalah sebuah kesempatan emas Namun siapa yang mengira jika kunci dari harta itu, telah di bawa kabur oleh si Pelayan Jelek itu,"


"Sungguh, aku juga tidak akan pernah mengira jika si pelayan jelek itu ternyata adalah Putri dari Keluarga Cavel,"


"Hah, itu memang benar. Namun ada bagusnya si pelayan jelek itu pergi dari sisi Arka, dengan ini tidak ada lagi penghalang untuk kita bisa menghancurkan Arka sialan itu," kata Galvin dengan ekpersi liciknya itu.


"Namun, Kak kita masih tetap harus waspada Louise,"


"Owh, benar soal anak Selingkuh itu bukan? Sebenarnya aku juga menemukan hal-hal yang baik soal Louise itu,"


"Apa?" Tanya Robert ekspresi penasaran.


"Kamu ingat kejadian Bulan lalu,saat Arka masih Koma? Bukankah dia sempat Drop? Dan jantungnya sempat hampir berhenti sebelumnya?"


"Ah, ya tentu saja aku ingat. Aku sudah sangat senang saat mendengar kabar itu, aku kira Arka sialan itu akan mati, namun siapa yang tahu, Arka lebih memiliki banyak keberuntungan dan bisa selamat. Namun ada apa dengan kejadian itu?"


"Kejadian itu adalah Rencana Tante Laura untuk melenyapkan Arka, dan Louise jelas menutupi hal ini dari Kakaknya itu,"

__ADS_1


"Astaga, ternyata Louise itu diam-diam menghanyutkan,"


"Memang, aku sudah menyelidiki soal hal ini, aku akan memanfaatkan ini agar mereka berdua tidak ada di kubu yang sama dan jika mereka berdua benar-benar saling membenci, ini sangat mudah untuk kita menghancurkan mereka berdua dan menjadi penguasa Keluarga William,"


Galvin tertawa ketika mengatakan itu, Robert juga terlihat sangat senang memikirkan rencana bagus ini.


Satu dayung, dua musuh langsung jatuh.


####


Hari-hari selalu dalam damai setelah Arka pulang dari Rumah Sakit. Arka menjalani kesehariannya seperti sebelumnya, berangkat ke kantor dengan normal setelah keadaannya cukup pulih.


Dia mulai memantau berbagai proyek yang dilaksanakan oleh Perusahaan William.


Namun untuk beberapa hal, Arka masih merasa kesulitan untuk mengurus semua itu sendiri.


Biasanya akan ada Viola yang selalu membantu dirinya namun sekarang dia sudah tidak ada membuat Arka mau tidak mau harus berjuang sendiri dan belajar sendiri untuk mengatasi semua hal ini.


Di bawah bimbingan Pak Direktur, Arka mulai belajar mengelola bisnis dan project ini dengan baik sedikit demi sedikit.


Adiknya Louise saat ini masih sibuk dengan urusan Kuliahnya, namun kadang masih kerja Magang di Kantor untuk membantu Tim penjualan dan Kakaknya itu.


Ini adalah hari yang lainnya, Louise setelah selesai mengurus beberapa hal di Departemen Pemasaran, dirinya segera pergi untuk melihat Ruang Kerja Kakaknya, untuk mencari Apakah kakaknya itu membutuhkan sebuah bantuan atau tidak.


Sejujurnya, ketika Louise menatap ruangan Kakaknya itu, rasa bersalah muncul dalam dirinya.


Kejadian sebelumnya yang menimpa Kak Arka di Rumah Sakit yang membuat Kakaknya Arka hampir saja meninggal.


Kakaknya Arka memang tidak tahu apa-apa soal kejadian itu karena dia, koma.


Namun sampai kapan dirinya mau menyembunyikan semua kenyataan ini?


Dirinya benar-benar merasa tidak tahan, menyembuyikan kejahatan dari Mamanya itu.


Hari itu, Louise masih menahan semua rasa sesal dan bersalah di hatinya dan tetap mencoba membantu Kakaknya seperti biasa.


Hingga di malam hari, dia pulang ke rumahnya, dan mendegar bagaimana Mamanya itu berbicara dengan Ayahnya.


Apakah itu tentang rencana mencoba menikahkan Kakaknya Arka dengan seseorang pilihan Mamanya?


Sungguh dirinya tidak mengerti lagi apa rencana dari Mamanya itu.


Jadi, Louise yang merasa kesal segera menerobos masuk dan berkata,


"Mama sebaiknya tidak perlu untuk mengurusi semua hal tentang Kak Arka, biarkan urusan Kak Arka menikah to menjadi urusannya sendiri mama tidak perlu ikut campur seperti ini,"


Laura yang masih berbicara dengan Andress suaminya itu, tentu saja merasa kaget tentang kedatangan putranya.


"Kamu itu, datang-datang tanpa permisi, malah mengaggu percakapan orang tua!! Tidak sopan sama sekali!!" Bentak Laura dengan kesal, semakin ke sini dirinya mulai tidak mengerti tentang Putranya satu-satunya ini yang membangkang, mulai mengabaikan perintahnya itu, padahal dirinya melakukan semua ini demi kesuksesan anak itu di masa depan agar dia bisa menjadi pewaris satu-satunya Keluarga William.


Namun anak itu terlihat tidak peduli dengan semua usaha yang telah dirinya usahakan.


Dan lagi, malah membela Kakaknya Arka yang tidak berguna itu.


Putranya ini, makin ke sini semakin keterlaluan.

__ADS_1


"Aku minta maaf jika aku bersifat tidak sopan. Aku hanya tidak ingin Mama untuk mengurus hal-hal soal Kak Arka dan Pernikahannya, dan Ayah, aku mohon tolong jangan membuat masalah dengan membahas hal-hal seperti itu dengan Kak Arka,"


Anderass yang mendengar penolakan Putra bungsunya itu tentu saja menjadi heran, menurutnya rencana dari Istrinya itu soal menikahkan Arka lagi adalah hal yang bagus, jika Arka itu mendapat Istri pilihan mereka, Arka itu pasti tidak akan menjadi seorang pembangkang lagi.


"Louise, aku pikir apa yang Mamamu katakan itu ada benarnya,"


"Ayah, kali ini saja tolong turuti kata-kataku jangan dengarkan Mama,"


Laura ditentang oleh putranya itu jelas merasa tidak senang dia segera menjadi marah dan berkata,


"Louise!! Apaan kamu ini aku hanya mengatakan ini demi kebaikan Kakakmu Arka, kenapa kamu begitu menentang nya?"


Louise mendengar kata-kata munafik dari Ibunya itu, lalu segera tertawa, hal itu jelas membuat kedua orang tua Louise menjadi heran sekaligus marah tentang itu.


"Apa yang lucu hah?" Kata Laura lagu dengan marah.


"Kebaikan Kak Arka Mama bilang? Kali ini rencana apa lagi yang Mama buat untuk Kak Arka?"


Laura yang mendengar itu segera menatap putranya itu dengan ekspresi heran dan berkata,


"Apa maksudmu, hah?"


"Apakah aku harus mengatakan segalanya pada Ayah? Tentang semua rencana busuk yang Mama lakukan,"


Laura jelas langsung menampar Putranya itu, karena marah.


"Kamu ini apa apaan berani berkata kasar seperti itu padaku rencana apa yang kamu maksud?"


"Hah, Ayah... Ayah perlu tahu betapa jahatnya Mama... Sebenarnya sudah muak untuk menutupi semua kejahatannya... Yang paling terbaru, apakah Ayah ingat ketika Jantung Kak Arka hampir berhenti ketika dia Koma sebelumnya?"


Mendengar hal itu,wajah Laura segera menjadi pucat, tidak mungkin putranya tahu soal perbuatannya itu bukan?


"Hal omong kosong Apa yang kamu katakan?" Kata Laura dengan wajah pucat.


"Apa yang ingin kamu katakan, Louise?"


"Itu semua adalah rencana Mama, Mama yang menyewa orang untuk melakukan sesuatu pada Kak Arka ketika dia koma!! Itu semua adalah rencana jahat Mama yang ingin menyingkirkan Kak Arka!!"


Anderass yang mendengar hal itu tentu saja menjadi kaget dan tidak percaya dengan apa yang dirinya dengar.


"Apa kamu bilang?"


Laura yang mendengar bagaimana Putranya itu malah membocorkan semua rencananya tentu menjadi marah dan sekali lagi menampar Louise.


"Louise!! Kamu itu berhenti bicara omong!!"


"Aku hanya mengatakan kenyataan yang aku tahu!! Aku yang menyelidiki semua itu dan menemukan semua buktinya!! Namun aku juga salah karena menutupi semuanya setelah aku tahu dan menemukan bukti bahwa Mama pelakunya... Tidakkah Mama tahu? Betapa bersalahnya aku, ketika tiap kali aku bertemu dengan Kak Arka? Aku rasa ini saatnya aku mengatakan Yang sejujurnya pada Kak Arka juga... Yahh... Bahwa Mamaku adalah seorang penjahat!! Dan aku merasa sangat malu memiliki Mama sepertimu!!"


Kata-kata dingin tanpa ekspresi itu membuat Laura merasa sangat terpukul.


Sekarang Suaminya sudah tahu, jika dirinya lakukan hal-hal seperti itu, ya mungkin masih bisa mengelak, namun jika hal ini sampai kepada Arka, hal ini melebar sampai ke Kakek dan Neneknya, hancur sudah dirinya.


Bagaimana ini?


Anderass yang mendengar perbedaan mereka berdua, itu saja mulai sedikit mengerti apa yang mereka bicarakan, tidak mempercayai semua ini namun melihat reaksi dari Istrinya itu, dia juga menjadi marah, dan segera menampar Laura.

__ADS_1


Dan dimulailah kekacauan dalam rumah itu.


__ADS_2