Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda
Episode 81: Rumah Baru (Part 2)


__ADS_3

Mendengar kata-kata Arka barusan, jelas Viola masih terdiam karena sangat terkejut.


"Viola? Apakah kamu menyukai nya?" Tanya Arka lagi dengan penasaran.


"Tapi Arka, aku merasa terlalu berlebihan memberikan rumah ini kepadaku"


Arka menatap biola dengan ekspresi heram lalu segera berkata,


"Kamu itu sekarang adalah Istriku dan tentu saja tidak masalah membelikanmu sebuah Rumah. Atau kamu malah menginginkan sebuah Apartemen? Apapun yang kamu mau aku akan memberikannya,"


Mendengar pernyataan serius itu, Viola benar-benar ter teguh tidak pernah mengira jika Tuan Mudanya bisa sangat royal seperti ini.


Apakah ini hanya sebuah akting?


Atau ini adalah hal serius?


Namun kenapa Tuan Mudanya membelikannya Rumah ini?


Saat ini mereka berada di Publik, dirinya tidak akan benar-benar bisa bertanya padanya.


Atau ini semacam hadiah dan kompensasi atas Pernikahan Kontrak mereka atau sesuatu?


Ketika memikirkan ini perasaan Viola menjadi sedih entah bagaimana.


Menyadari ini, jika Tuan Mudanya seroyal dan seromatis ini padanya yang hanya pasangan pernikahan kontraknya, bagaimana nanti jika itu adalah Pasangan yang benar-benar Tuan Mudanya cintai?


Tuan Mudanya pasti akan begitu memanjakannya, dan memberikan apapun yang dia minta.


Memikirkan hal ini tiba-tiba perasaan Viola terasa tidak nyaman.


Ya bagaimanapun juga ketika hari itu tiba kemungkinan dirinya sudah tidak ada lagi disamping Tuan Mudanya ini.


Karena mungkin setelah pernikahan kontrak mereka berakhir, dirinya jelas tidak bisa lagi kembali menjadi Pelayan Pribadi Tuan Mudanya.


Dan mereka akan berpisah setelah itu, dan kemungkinan tidak akan pernah melihat satu sama lain lagi.


Atau dirinya hanya bisa bekerja di balik layar untuk mendukung Tuan Mudanya dari belakang.


Ketika sampai pada pemikiran ini perasaan Viola menjadi semakin terasa rumit.


Apakah dirinya bisa benar-benar berbisa dengan Tuan Mudanya ini?


Seperti apa jadinya dirinya nanti setelah mereka berpisah?


Ya, dari awal kenapa dirinya bisa-bisanya menerima permintaan Pernikahan Kontrak ini?


Ini benar-benar tidak sesuai dengan dirinya yang biasanya.


Melihat Viola melamun itu tentu saja Arka merasa sangat tidak nyaman.


Arka mulai berpikir, apakah dirinya terlalu berlebihan lagi hingga membuat Viola marah lagi?

__ADS_1


Viola memang tidak begitu menyukai jika dirinya i terlihat sangat boros dan gampang membuang-buang uang.


Namun soal rumah ini jelas ini adalah sesuatu yang berbeda, hidungnya ingin memberikan sesuatu yang bagus untuk Viola, Rumah ini, empat suatu saat mereka akan bunda bersama sebagai sebuah keluarga kecil dan mungkin di masa depan akan menua bersama.


Ya, mereka akan bersama selamanya bersama Keluarga kecil mereka nanti.


Mungkin, nanti mereka akan memiliki beberapa anak, jika itu anak perempuan, itu pasti akan sangat lucu dan manis.


Rumah ini cukup besar jadi nantinya jika mereka berdua memiliki anak, kita tidak perlu repot untuk memikirkan bagimana kamar anak mereka.


Tampat ini jika memiliki halaman yang luas sehingga anak mereka bisa bermain-main nanti di halaman ini.


Di sini juga ada sebuah taman, Viola juga sangat menyukai bunga dan berkebun, mungkin Viola game memiliki waktu luang bisa meluangkan waktunya untuk menikmati hobinya ini, tidak terlalu banyak bekerja.


Memikirkannya saja, jika nanti bisa tinggal dengan damai di rumah ini di masa depan membuat perasaan Arka menjadi begitu senang.


Memang pindah rumah merupakan pilihan yang damai.


Dan tidak akan melihat orang-orang menyebalkan itu lagi.


"Tentu saja, aku sangat senang untuk Rumah ini. Terimakasih banyak," kata Viola lagi dengan senang hati.


Pegawai Agen Properti itu sepasang suami istri yang begitu mesra itu, merasa sangat iri.


Anak muda jaman sekarang, apalagi Tuan Muda Kaya seperti itu, benar-benar sangat hebat ada memanjangkan Istirnya itu.


Louise juga bagaimana kakaknya dan Istirnya bermesraan itu, merasa tiba-tiba iri.


Kelihatannya cukup menyenangkan jika memiliki seseorang yang dicintai.


Ya, jatuh cinta itu seperti apa?


Kakaknya jika membicarakan tentang Kak Viola, terlihat sangat senang.


Apakah jatuh cinta sama menyenangkan itu?


Namun lamunan Louise segera buyar, karena kata-kata Arka.


"Baik, karena masalah ini sudah selesai, mari segera kita pulang ke rumah dan bersiap-siap untuk pindah,"


Louise dan Viola menatap Arka dengan ekpersi heran.


"Bukannya masih besok?" Tanya mereka berdua dengan serentak.


"Ayolah ini hanya bersiap-siap tidakkah kalian tahu barang-barang yang aku miliki tuh sangat sangat sangat banyak sekali sampai-sampai aku bingung mana yang anakku bawa dan mana yang akan aku tinggal,"


Viola lalu teringat sebuah ruangan di mana itu hanya berisi Baju-baju Tuan Mudanya,tubuh yang termasuk barang-barang lainnya yang menumpuk milik Tuan Mudanya itu.


Sepertinya mengurus kepindahan ini merupakan hal yang cukup merepotkan memang sebaiknya dimulai dari sekarang daripada besok akan menjadi sangat terburu-buru sekali.


"Kak Arka tidak jadi melihat-lihat perabotan dulu?"

__ADS_1


Arka lalu melihat sekeliling ruangan yang memang masih kosong tanpa perabotan apapun.


"Baik, mari kita pergi ke toko perabotan dan membeli beberapa hal,"


"Ini terlihat sangat merepotkan," kata Louise.


"Kamu itu, Bukankah kamu bilang ingin membantuku? kalau membantuku jangan setengah-setengah tidak hanya memilih rumah tapi sekalian perabotannya,"


Louise akhirnya pasrah dan mengikuti kemauan Kakaknya itu.


"Baiklah-baiklah,"


Viola hanya tersenyum mengikuti Tuan Mudanya itu.


Sepertinya tidak perlu memiliki pandangan begitu jauh ke depan yang paling penting adalah menikmati saat ini dan hari ini ketika dirinya masih bersama dengan Tuan Mudanya ini.


Biarkan urusan soal masa depan dirinya, serahkan pada dirinya di masa depan.


Semuanya pasti memiliki solusi dan semuanya pasti baik-baik saja.


Sepanjang hari itu mereka bertiga bersiap-siap untuk acara kepindahan.


Mereka pergi ke toko perabotan dan memilih berbagai banyak barang di sana.


Hal-hal yang Arka beli benar-benar sangat banyak dan merepotkan.


Bahkan sampai sore hari, Arka masih terlihat bergerak dan aktif untuk memilih membeli sesuatu.


Sedangkan, Louise dan Viola sudah tidak ingin berjalan lagi karena begitu lelah.


Mereka hanya bisa heran melihat Arka itu.


Bukankah Arka itu masih sakit?


Apakah berkah kepalanya yang terentur dia menjadi hiberaktif seperti ini?


Louise akhirnya menyerah duluan, dan duduk di salah satu kursi di sekitar toko perabotan.


"Kak Viola, kamu saja yang menemani Kak Arka, aku akan duduk di sini sebentar,"


"Ya, aku akan mengawasi Arka,"


Melihat Viola pergi, Louise segera ingat sesuatu, mengecek kembali ponselnya.


Dan mulai melihat dia foto peta yang ada di ponselnya itu.


Tentu saja dirinya masih penasaran soal peta apa ini.


Rasa penasaran ini membuta dirinya ingin memecahkan misteri ini.


Mungkin sebelum kakaknya itu pindah, mereka memang benary harus mengujugi Gudang Rahasia Keluarga William?

__ADS_1


Mungkin nantinya mereka akan menemukan sesuatu yang menarik di sana.


Dirinya harus mendiskusikan ini dengan Kakaknya nanti.


__ADS_2